BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN
C. Pembahasan Temuan
Berdasarkan paparan data yang telah disajikan dan dilakukan analisis, maka dilakukan pembahasan terhadap hasil temuan dalam bentuk interpretasi dan diskusi dengan teori-teori yang ada dan relevan dengan topik penelitian.
Pembahasan penelitian disesuaikan dengan fokus penelitian. Adapun pembahasan temuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Upaya Preventif Penanganan Pelanggaran Tata Tertib Siswa di Madrasah Aliyah Walisongo Tegalwangi Umbulsari Jember
Dalam menangani pelanggaran tata tertib siswa ada beberapa hal yang harus selalu diingat, yaitu bahwa siswa tergolong remaja yang jiwanya penuh gejolak dan bahwa lingkungan sosial remaja juga ditandai dengan perubahan sosial yang cepat yang mengakibatkan kesimpangsiuran norma.
Kondisi intern dan ekstern yang sama-sama bergejolak inilah yang
menyebabkan masa remaja lebih rawan dari pada tahap-tahap lain dalam perkembangan jiwa manusia.56
Siswa beresiko rentan berperilaku atau melakukan hal-hal atau perbuatan yang negatif yang mengarah kepada pelanggaran tata tertib seperti halnya merokok, penyalahgunaan zat adiktif, seks bebas, dan lain sebagainya. Pelanggaran tata tertib dampaknya sangat besar sekali baik bagi siswa itu sendiri maupun bagi orang lain seperti orang tua, guru, dan masyarakat. Untuk itu pelanggaran tata tertib harus segera ditangani dengan tepat.
Berdasarkan data yang peneliti temukan di lapangan, upaya preventif dalam menangani pelanggaran tata tertib siswa yaitu melalui siswa itu sendiri, orang tua, dan guru. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Sofyan S. Wilis bahwa upaya preventif penanganan pelanggaran tata tertib siswa yaitu melalui peran keluarga, sekolah, dan masyarakat.57
Berdasarkan data yang peneliti temukan di lapangan, peran orang tua dalam penanganan kenakalan remaja diantaranya adalah dibutuhkan pembekalan agama yang cukup dimulai sejak dini, mulai dari beribadah, mengunjungi tempat ibadah (sesuai kepercayaan masing-masing), dan datang di majlis-majlis agama. Selain itu orang tua harus memberikan kasih sayang serta perhatian dalam hal apapun, harus ada kemauan yang tinggi dari pihak orang tua untuk memperbaiki kondisi keluarga, pengawasan
56 Sarlito Wirawan Sarwono, Psikologi Remaja…, 219.
57 Sofyan S. Wilis, Remaja & Masalahnya (Bandung:Alfabeta, 2017), 128.
orang tua namun tidak bersifat mengekang, memiliki peran sebagai tempat curhat yang nyaman bagi anak-anak, dan pengawasan intensif pada media komunikasi.
Data diatas berbeda dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Sofyan S. Wilis bahwa upaya preventif penanganan pelanggaran tata tertib siswa yang dilakukan oleh orang tua yaitu menciptakan kehidupan rumah tangga yang beragama, menciptakan kehidupan keluarga yang harmonis, kesamaan norma-norma yang dipegang antar anggota keluarga, memberikan kasih sayang secara wajar, memberikan perhatian yang memadai terhadap kebutuhan, dan memberikan pengawasan secara wajar terhadap pergaulan.58
Berdasarkan data yang telah ditemukan dilapangan, peran guru dalam penanganan pelanggaran tata tertib siswa adalah bimbingan kepribadian, mendukung hobi anak, melakukan kerja sama dengan orang tua siswa, menciptakan nuansa pesantren, dan pembinaan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Hal ini tidak senada dengan pernyataan Sofyan S. Wilis bahwa upaya preventif penanganan pelanggaran tata tertib siswa yaitu guru hendaknya mengetahui aspek-aspek psikis siswa, mengintensifkan pelajaran agama, mengintensifkan bagian bimbingan dan konseling di sekolah, adanya kesamaan norma-norma yang dipegang oleh guru-guru, melengkapi fasilitas pendidikan, dan perbaikan ekonomi guru.59
Berdasarkan pernyataan ibu Sefrinta Arifani, upaya preventif penanganan pelanggaran tata tertib siswa selanjutnya yaitu menumbuhkan
58 Sofyan S. Wilis, Remaja & Masalahnya (Bandung:Alfabeta, 2017), 129-132.
59 Ibid., 133-138.
kesadaran dalam diri siswa itu sendiri melalui memilih lingkungan pergaulan yang tepat dan membentuk ketahanan diri. Sedangkan menurut hamdani upaya preventif penanganan pelanggaran tata tertib siswa melalui peran masyarakat yaitu dengan mendirikan gelanggang remaja dan mengembangkan organisasi-organisasi remaja Islam di masjid-masjid.60
Berdasarkan data diatas, terdapat kesenjangan antara data yang ditemukan di lapangan dengan teori yang dikemukakan oleh Sofyan S.
Wilis. Kesenjangan itu terletak pada peran orang tua dan guru serta perbedaan upaya antara menumbuhkan kesadaran dalam diri siswa itu sendiri dengan masyarakat.
2. Upaya Kuratif Penanganan Pelanggaran Tata Tertib Siswa di Madrasah Aliyah Walisongo Tegalwangi Umbulsari Jember
Upaya kuratif merupakan upaya yang dilakukan apabila siswa telah melanggar tata tertib. Hal ini berbeda sekali dengan upaya preventif yang dilakukan apabila siswa belum melakukan pelanggaran tata tertib yang bertujuan untuk mencegah. Jika preventif merupakan upaya bimbingan, maka kuratif merupakan upaya konseling yang keduanya merupakan satu kesatuan tindak lanjut dalam bimbingan dan konseling di sekolah.
Upaya kuratif dalam penanganan pelanggaran tata tertib siswa berdasarkan data yang ditemukan di lapangan yaitu memberikan nasehat dan hukuman edukatif bagi pelanggaran ringan dan melakukan konferensi kasus bagi pelanggaran berat yang tergolong tindak kriminalitas.
60 Ibid., 139.
Berdasarkan data tersebut, terjadi ketidaksesuaian dengan teori yang dikemukakan oleh Sofyan S. Wilis bahwa upaya kuratif penanganan pelanggaran tata tertib siswa yaitu dengan mengembalikan anak kepada orang tua atau walinya, anak tersebut dijadikan anak Negara, dan dijatuhi hukuman seperti biasa hanya dikurangi sepertiganya.61
61 Ibid., 140.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka peneliti dapat menimpulkan bahwa:
1. Upaya preventif penanganan pelanggaran tata tertib siswa di Madrasah Aliyah Walisongo Tegalwangi Umbulsari dilakukan dengan menumbuhkan kesadaran siswa itu sendiri, adanya peran orang tua, dan adanya peran guru.
2. Upaya kuratif penanganan pelanggaran tata tertib siswa di Madrasah Aliyah Walisongo yaitu melalui nasehat, membaca surat Yasin tiga kali di halaman, menulis istighfar sebanyak 50 kali untuk pelanggaran ringan. Sedangkan untuk pelanggaran berat yaitu dengan melakukan konferensi kasus dan mengembalikan anak kepada orang tua atau walinya.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka ada beberapa saran yang peneliti sampaikan antara lain:
1. Sekolah diharapkan lebih maksimal dalam menangani pelanggaran tata tertib siswa agar tidak meresahkan berbagai pihak.
2. Keluarga diharapkan dapat menciptakan kondisi keluarga yang lebih harmonis, memberikan teladan yang baik bagi anak, dan menjadi tempat bersandar ternyaman bagi anak jika sedang menghadapi masalah.
3. Masyarakat diharapkan menyelaraskan aturan sekolah dengan aturan yang ada di masyarakat agar penanganan pelanggaran tata tertib lebih maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
A. Usman, Hamzah. 2015. Peran Orang Tua dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja di Desa Dawuhan Grujugan Bondowoso Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi, IAIN Jember.
Aini, Qurratul. 2012. Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja pada Siswa di SMA Negeri 2 Tanggul Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi, IAIN Jember.
Al-Mighwar, Muhammad. 2006. Psikologi Remaja: Petunjuk Bagi Guru dan Orang Tua. Bandung: Pustaka Setia.
Al-Qur’an.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: PT Rineka Cipta.
B. Mulyono. 2003. Pendekatan Analisis Kenakalan Remaja dan Penanggulangannya. Yogyakarta: Kanisius.
Bahri Djamarah, Syaiful. 2004. Pola Komunikasi Orang Tua & Anak dalam Keluarga Sebuah Perspektif Pendidikan Islam. Jakarta: PT Asli Mahasatya.
D. Gunarsa, Singgih dan Y. Singgih D. Gunarsa. 2008. Psikologi Praktis: Anak, Remaja, dan Keluarga. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
Daradjat, Zakiah. 2009. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: PT. Bulan Bintang.
Eka Dewi, Heriana. 2012. Memahami Perkembangan Fisik Remaja. Yogyakarta:
Gosyen Publishing.
Margono. 2005. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mundir. 2013. Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Jember: STAIN Jember Press.
Nasution. 2011. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.
Purwanto, Ngalim. 2012. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Putri, Raihan. 2014. Bimbingan & Konseling. Yogyakarta: UIN Suka Press.
S. Wilis, Sofyan. 2014. Remaja dan Masalahnya. Mengupas Berbagai Bentuk Kenakalan Remaja, seperti Narkoba, Free Seks, dan Pecegahannya.
Bandung: Alfabeta.
Salahudin, Anas. 2010. Bimbingan dan Konseling. Bandung: CV Pustaka Setia.
Sarwan. 2011. Bimbingan & Konseling di Sekolah, Sebagai Alternatif dalam Memecahkan Berbagai Masalah yang Sedang Dihadapi. Jember: CV Salsabila Putra Pratama.
Satori, Djam’an. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Syaodih Sukmadinata, Nana. 2009. Landasan Psikologi Proses Pendidikan.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sudarsono. 2009. Kenakalan Remaja. Jakarta: Rinneka Cipta.
Suprihatin, Elok. 2006. Upaya Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menghadapi Kenakalan Siswa di Madrasah Tsanawiyah Ma’arif Langon Kecamatan Ambulu Tahun Pelajaran 2005/2006. Skripsi, IAIN Jember.
Tim Penyusun. 2017. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember: IAIN Jember Press.
W. Creswell, John. 2015. Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Memilih di Antara Lima Pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Wirawan Sarwono, Sarlito. 2007. Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Press.
Judul Variabel Indikator Sumber Data Metode Penelitian Fokus Penelitian Upaya
Penanganan Pelanggaran Tata Tertib Siswa Studi Kasus Di Madrasah Aliyah Walisongo Tegalwangi Umbulsari Jember Tahun 2018
1. Upaya Penanganan 2. Pelanggaran Tata Tertib Siswa
a. Upaya preventif b. Upaya kuratif a. Pelanggaran tata
tertib ringan b. Pelanggaran tata
tertib berat
1. Informan
Kepala Madrasah
Guru BK
Guru Akidah Akhlak
Orang tua 2. Dokumentasi
1. Pendekatan: penelitian kualitatif. Jenis penelitian:
studi kasus
2. Subyek penelitia: purposive sampling
3. Lokasi penelitian: MA Walisongo Tegalwangi Umbulsari Jember
4. Metode pengumpulan data:
a. Observasi b. Wawancara c. dokumentasi 5. Metode analisis data:
analisis data deskriptif 6. Keabsahan data: triangulasi
teknik dan triangulasi sumber
1. Bagaimana upaya preventif penanganan pelanggaran tata tertib siswa di Madrasah Aliyah Walisongo Tegalwangi Umbulsari Jember?
2. Bagaimana upaya kuratif penanganan pelanggaran tata tertib siswa di Madrasah Aliyah Walisongo Tegalwangi Umbulsari Jember?
PEDOMAN PENELITIAN
A. PEDOMAN OBSERVASI
1. Letak geografis obyek penelitian 2. Situasi dan kondisi obyek penelitian 3. Aktifitas obyek penelitian
B. PEDOMAN WAWANCARA
1. Bagaimana upaya preventif penanganan pelanggaran tata tertib siswa di Madrasah Aliyah Walisongo Tegalwangi Umbulsari Jember Tahun 2018?
2. Bagaimana upaya kuratif penanganan pelanggaran tata tertib siswa di Madrasah Aliyah Walisongo Tegalwangi Umbulsari Jember Tahun 2018?
C. PEDOMAN DOKUMENTASI
1. Sejarah berdirinya Madrasah Aliyah Walisongo Tegalwangi Umbulsari 2. Visi Misi Madrasah Aliyah Walisongo Tegalwangi Umbulsari
3. Struktur organisasi Madrasah Aliyah Walisongo Tegalwangi Umbulsari 4. Data guru BK Madrasah Aliyah Walisongo Tegalwangi Umbulsari
5. Data siswa yang pernah bersangkutan dengan BK di Madrasah Aliyah Walisongo Tegalwangi Umbulsari
6. Foto kegiatan BK di Madrasah Aliyah Walisongo Tegalwangi Umbulsari
1. Bagaimana pendapat anda mengenai pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh siswa?
2. Bagaimana pendapat anda mengenai sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa pelanggaran tata tertib salah satunya disebabkan oleh orang tua?
3. Apa saja contoh pelanggaran tata tertib yang pernah dilakukan siswa di madrasah ini?
4. Adakah program khusus dalam penanganan pelanggaran tata tertib?
5. Bagaimana respon orang tua dalam upaya preventif dan kuratif penanganan pelanggaran tata tertib?
B. Untuk Guru Bimbingan dan Konseling
1. Apa saja faktor yang mempengaruhi siswa melanggar tata tertib?
2. Bagaimana pendapat anda mengenai pernyataan bahwa pelanggaran tata tertib merupakan bentuk dari kreatifitas?
3. Apa saja dampak dari pelanggaran tata tertib?
4. Bagaimana cara penanganan pelanggaran tata tertib?
5. Apa saja kendala yang dihadapi dalam penanganan pelanggaran tata tertib?
C. Untuk Guru Akidah Akhlak
1. Apa arti siswa menurut pandangan anda dalam perspektif agama Islam?
2. Apakah pelanggaran tata tertib mempengaruhi prestasi belajar siswa?
3. Apa yang harus dilakukan oleh guru dalam menangani pelanggaran tata tertib siswa?
4. Apa yang harus dilakukan oleh orang tua dalam menangani pelanggaran tata tertib siswa?
1. Wawancara bersama bapak Drs. Anwar Sanusi selaku Kepala Madrasah Aliyah Walisongo Tegalwangi Umbulsari Jember.
2. Wawancara bersama ibu Sefrinta Arifani, S.Pd. selaku guru bimbingan dan konseling Madrasah Aliyah Walisongo Tegalwangi Umbulsari Jember.
4. Wawancara bersama bapak Zainal Abdullah selaku orang tua dari Abdur Rohim kelas X IPS dan bapak Imam Syafii orang tua dari Muhammad Zainuri kelas XI IPA.
5. Wawancara bersama ibu Suhartini selaku orang tua dari Ida Nur Lailiyah kelas XII IPA.
6. Kegiatan Muhadloroh
8. Kegiatan Pramuka
9. Siswa yang pernah bermasalah dengan BK
NO NAMA CODE JABATAN
1 Drs. Anwar Sanusi A Kepala Madrasah
2 Shodiq Wiyono, S.Pd. B Waka Kesiswaan
3 Moh. Untung, S.Pd. C Guru
4 Syaikhun, S.Ag., M.Si. D Guru
5 Drs. Ngadi Santosa E Guru
6 Drs. Yusuf Mustofa F Waka Sarpras
7 L. Umumitutoliah, S.Ag., M.Pd. G Guru
8 Mu'inah, S.Pd. H Wali Kelas XII IPA
9 Sefrinta Arifani, S.Pd. I Wali Kelas XI IPA 10 Moh. Fuaturrohman, S.Pd. J Wali Kelas XI IPS 11 Muh. Zaini Wafa, S.Pd. K Wali Kelas XII IPS/Oprt 12 Achmad Zaeni Mukhlis, S.Si. L Waka Kurikulum
13 Muhammad Muhtarom, S.Pd.I. M Guru/Bendahara 14 Tasrip Rudiono, S.Pd., M.Pd. N Guru
15 Imam Mudzakir, S.Pd. O Guru
16 Dian Ulin Nuha, S.Pd. P Wali Kelas X IPA
17 Sakila Aji Maulani,S.Pd Q Guru
18 Fery Septian Nur D, S.Pd R Guru
19 Ahmad Hariri, S. Pd. S Wali kelas X IPS
20 Novita Yuliani, S.Pd. T Guru
21 Muhammad Murrohmun U TU
22 Rahman - Satpam
Nama : Robi’atul Hasanah
NIM : 084141222
Tempat, Tanggal Lahir : Jember, 05 Oktober 1995
Alamat Lengkap : RT.001 RW.006 Desa Tegalwangi Kecamatan Umbulsari, Jember Fakultas : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan/Prodi : Pendidikan Islam/Pendidikan Agama Islam Riwayat Pendidikan :
1. TK Muslimat NU Dewi Mayithoh 29 Tegalwangi 2. MI Raudlatul Ulum Tegalwangi
3. MTs Walisongo Tegalwangi 4. MA Walisongo Tegalwangi 5. IAIN Jember