BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS
C. Pembahasan Temuan
Secara keseluruhan dari analisis bahwasannya praktik perjanjian sewa kolam pancing Ali Mustofa di Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember belum bisa dikatakan sesuai dengan KUH Perdata dan Fiqh Muamalah.
Praktik perjanjian sewa kolam pancing Ali Mustofa di Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember sebagai berikut:
1. Praktik Perjanjian Sewa Kolam Pancing Ali Mustofa Perspektif KUH Perdata
Sewa-menyewa dalam bentuk kolam pancing merupakan salah satu kegiatan pelaku usaha sebagai pemberi sewa kepada konsumen sebagai penerima sewa, untuk berkembang dan mendapatkan laba berhasil
tidaknya dalam pencapaian tujuan bisnis tergantung pada keahlian perorangan sehingga tidak mengakibatkan kerugian maupun yang lainnya.
Adapun terjadinya sebuah akad atau transaksi adanya kedua belah pihak atau lebih. Adapun bentuk akad yang ada di kolam pancing Ali Mustofa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember dan yang ditawarkan oleh pelaku usaha kepada konsumen adalah Pertama, membayar enam puluh ribu rupiah dengan 1 kg selama 7 jam dan Kedua, membayar sepuluh ribu rupiah selama 1 jam. Transaksi atau ijab qobul merupakan bagian penting dalam menawarkan sebuah barang atau jasa.
Terkait dengan transaksi harus jelas atas obyek yang disewakan dan tidak mengandung unsur kesamaran atau gharar.
Dari ketentuan pasal 1234 KUH Perdata, objek perjanjian atau prestasi yang wajib dipenuhi pihak-pihak itu dapat berupa memberikan benda tertentu, bergerak atau tidak bergerak, berwujud atau tidak berwujud. Untuk masing-masing pihak mempunyai Hak dan Kewajiban sewa-menyewa dalam pasal 1548 KUH Perdata. Berdasarkan ketentuan pasal 1550 KUH Perdata, pihak yang menyewakan mepunyai tiga kewajiban yang wajib dipenuhi, yaitu:
1) Menyerahkan barang yang disewakan kepada penyewa
2) Memelihara barang itu demikian rupa sehingga dapat dipakai untuk keperluan yang dimaksud
3) Memberikan hak kepada penyewa untuk menikmati barang yang disewakan dengan tenteram selama berlangsungnya sewa.
2. Praktik Perjanjian Sewa Kolam Pancing Ali Mustofa Perspektif Fiqh Muamalah
Dalam hal ini, transaksi sebagai alat tukar menukar yang dilakukan oleh pelaku usaha kolam pancing Ali Mustofa di Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember untuk menawarkan sebuah jasa sebagai penyewa.
Transaksi atau ijab qobul merupakan bagian penting dalam menawarkan sebuah barang atau jasa. Terkait dengan transaksi harus jelas atas obyek yang disewakan dan tidak mengandung unsur kesamaran atau gharar.
Rukun ijarah yaitu ijab dan qobul, kedua orang yang bertransaksi, upah/sewa, dan manfaat sewa. Disamping rukun juga harus memenuhi syarat-syaratnya yaitu:
a) Masing-masing pihak rela melakukan perjanjian sewa-menyewa yang tidak terdapat unsur pemaksaan. Ketentuan itu sejalan dengan syariat Islam, yang terdapat dalam surah An-Nisaa’ 4:29
b) Harus jelas dan terang mengenai objek yang diperjanjikan yaitu barang yang dipersewakan disaksikan sendiri, termasuk juga masa sewa (lama waktu sewa-menyewa berlangsung) dan besarnya uang sewa yang di perjanjikan.
c) Objek sewa-menyewa dapat digunakan sesuai peruntukannya yaitu kegunaan barang yang disewakan harus jelas dan dapat dimanfaatkan oleh penyewa sesuai dengan peruntukkanya (kegunaan) barang tersebut.
d) Objek sewa-menyewa dapat diserahkan yaitu barang yang diperjanjikan dalam sewa-menyewa harus dapat diserahkan sesuai dengan yang diperjanjikan.
Dari hasil penelitian yang ditemukan peneliti dilapangan belum bisa dikatakan sesuai dengan perjanjian sewa kolam pancing Ali Mustofa yang mana pada pasal 1234 dan pasal 1550 KUH Perdata. Begitu juga dengan fiqh muamalah, dalam transaksi harus memiliki objek yang jelas dan dapat memberikan manfaat sesuai dengan rukun dan syarat ijarah.
A. Kesimpulan
Berdasarkan data yang telah diperoleh dan disajikan yang dikemudian dibahas dalam bab pembahasan temuan (analisis), peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Praktik perjanjian sewa kolam pancing Ali Mustofa di Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember, dalam praktiknya perjanjian sewa kolam pancing Ali Mustofa terdiri dari ketersediaan, transaksi, dan pelayanan dalam kepuasan konsumen. Dimulainya sebuah transaksi dengan bertemunya pelaku usaha dan konsumen, terjadinya sebuah trasaksi antara pelaku usaha dan konsumen di kolam pancingan Sempolan merupakan transaksi yang mengandung unsur kesamaran atau ketidakjelasan atas objek. Diantara dalam memberikan informasi baik melalui media sosial maupun tatap muka langsung kepada konsumen tidak begitu jelas atas objek yang akan diperoleh konsumen, begitu juga dengan transaksi dengan adanya perjanjian atau kesepakatan kedua belah pihak tidak sesuai dengan apa yang menjadi objek yang ditawarkan kepada konsumen yang telah melakukan perjanjian diawal.
2. Perspektif KUH Perdata dalam praktik perjanjian sewa kolam pancing Ali Mustofa di Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember tidak sesuai dengan pasal 1234 dan pasal 1550 KUH Perdata karena pelaku usaha
dalam memberikan informasi kepada konsumen selaku penyewa tidak begitu jelas atas objek yang disewakan, suatu objek tertentu atau prestasi tertentu merupakan objek perjanjian, prestasi yang wajib dipenuhi. Prestasi itu harus tertentu atau sekurang-kurangnya dapat ditentukan. Kejelasan mengenai objek perjanjian adalah untuk memungkinkan pelaksanaan hak dan kewajiban pihak-pihak. Jika objek perjanjian atau prestasi itu kabur, tidak jelas, sulit, bahkan tidak mungkin dilaksanakan, perjanjian itu batal.
Terutama dalam hal transaksi yang dilakukan kedua belah pihak antara pelaku usaha dan konsumen, yang mana pelaku usaha tidak memberi informasi terkait dengan ikan yang akan didapat oleh konsumen selaku penyewa yang nantinya menimbulkan kesamaran objek tersebut.
3. Perspektif Fiqh Muamalah dalam praktik perjanjian sewa kolam pancing Ali Mustofa di Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember tidak sesuai karena perjanjian sewa harus terpenuhi syarat yaitu kedua belah pihak yang melakukan perjanjian tidak ada unsur pemaksaan, harus jelas mengenai objek yang diperjanjikan diawal, dan kegunaan barang yang disewakan harus jelas dan dapat dimanfaatkan oleh penyewa sesuai dengan peruntukkanya (kegunaan) barang tersebut.
B. Saran
Praktik perjanjian sewa kolam pancing Ali Mustofa di Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember merupakan salah satu inovasi dalam usaha, pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya harus menerapkan KUH Perdata dan Fiqh Muamalah agar konsumen selaku penyewa bisa menikmati barang
atau jasa yang ditawarkan oleh pelaku usaha. Dengan demikian mendapatkan hasil yang barokAllah dan mengantarkan kepada hamba yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karenanya untuk menjalankan bisnis sewa- menyewa harus masing-masing pihak rela melakukan perjanjian sewa- menyewa yang tidak terdapat unsur pemaksaan, dan harus jelas dan terang mengenai objek yang diperjanjikan yaitu barang yang dipersewakan. Untuk itu, pelaku usaha seharusnya menjalankan perintah Allah SWT melalui Al- Quran, Al-Hadits dan begitu juga dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia. Sehingga nantinya mencegah bisnis yang dilarang dalam KUH Perdata dan Fiqh Muamalah. Sedangkan bagi pihak-pihak yang terhubung langsung dengan praktik perjanjian sewa kolam pancing Ali Mustofa di Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember yaitu:
1. Bagi pelaku usaha kolam pancing Ali Mustofa di Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember, peneliti menyarankan agar memberikan informasi yang jelas dan terang kepada konsumen selaku penyewa kolam pancing.
2. Bagi tokoh masyarakat Desa Sempolan antara lain para kiyai, guru ngaji, ustad, serta kepala Desa Sempolan, peneliti menyarankan agar memperhatikan dan meluruskan praktik perjanjian sewa, agar masyarakat paham bahwa praktik tersebut tidak sesuai dengan KUH Perdata dan Fiqh Muamalah.
3. Bagi IAIN Jember utamanya Fakultas Syariah agar memperhatikan dan melakukan penelitian terhadap praktik perjanjian sewa yang ada di masyarakat pada umumnya, untuk melakukan penelitian terkait masalah-
masalah sewa-menyewa, agar fungsi IAIN sebagai perguruan tinggi Islam mampu meluruskan praktik perjanjian sewa di masyarakat yang tidak sesuai dengan KUH Perdata dan Fiqh Muamalah dan mampu mencerdaskan pemahaman masyarakat pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Quran
A Al-Quran 39:33 A al-Quran 28:26 Buku
Abdulkadir, Muhammad. 2014. Hukum Perdata Indonesai. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Afrizal. 2015. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Press.
D, Diah Tantri. 2010. Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran. Jakarta:
Salemba Empat.
Daryanto. 2012. Pendidikan Kewirausahaan. Yogyakarta: Gava Media.
Djamal, M. 2015. Paradigma Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Djuwaini, Dimyauddin. 2008. Pengantar Fiqh Muamalah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hadi, Abu Azam Al. 2017. Fikih Muamalah Kontemporer. Depok: Rajawali Press.
Hadikusumo, Hilman. 1984. Bahasa Hukum Indonesi. Bandung: Alumni.
IAIN Jember. 2017. Pedoman Penulisan Karya Ilmiyah. Jember: IAIN Jember Press.
Jusmaliani. 2008. Bisnis Berbasis Syariah. Jakarta: Bumi Aksara.
Moleong, Lexy J. 2011. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung:
RemajaRosdakarya.
Mubarok, E Saefuddin. 2017. Ekonomi Manajerial & Strategis Bisnis. Jakarta: In Media.
Muljadi, kartini. 2010. Perikatan yang dilahir dari perjanjian. Jakarta: PT Grafindo Persada.
Muslich, Ahmad Wardi. 2017. Fiqh Muamalat. Jakarta: Amzah Narbuko, Cholid. 2010. Metode Penelitian. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
P3EI. 2014. Ekonomi Islam. Jakarta: Rajawali Press.
Pradja, Juhaya S. 2015. Ekonomi Syariah. Bandung: Pustaka Setia.
Purnamasari, Irma Devita. 2011. Akad Syariah. Bandung: PT Mizan Pustaka.
Satori, Djama’. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Shidiq, Sapiuddin. 2017. Fikih Kontemporer. Jakarta: Kencana
Shimp, Terence A. 2014. Komunikasi Pemasaran Terpadu Dalam Periklanan Dan Promosi. Jakarta: Salemba Empat.
Subekti. 2003. Pokok-pokok Hukum Perdata. Jakarta: Intermasa.
Subekti. 2005. Hukum Perjanjian. Jakarta: Intermasa.
Sugiono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV Alvabeta.
Suhendi, Hendi. 2016. Fiqh Muamalah. Jakarta: Rajawali Press.
Suhrawardi. 2012. Hukum Ekonomi Islam. Jakarta: Sinar Grafika.
Suryodiningrat. Asas-Asas Hukum Perikatan. Bandung: Transito.
Syafe’i, Rachmat. 2000. Fiqih Muamalah. Bandung: Pustaka Setia.
Jurnal
Hidayanti, Anna Apriana. 2017. “Kajian Minat Belanja Kebutuhan Pokok” dalam JMBA: 38-49
Prasetyo, Antoni. 2016. “Pengaruh Strategi Promosi dan Word Of Mouth” dalam Ilmu dan Riset Manajemen: 1-17
Rahmat, Enjah. 2007. “Teknik Penangkapan Ikan Pelagis Besar Memakai Alat Tangkap” dalam BTL : 69-74.
MATRIK PENELITIAN
Judul variabel Sub Variabel Indikator Sumber Data Metode Penelitian Fokus Penelitian Praktik
Perjanjian Sewa Kolam Pancing Ali Mustofa Dalam Perspektif KUH Perdata Dan Fiqh Muamalah (Studi Kasus Kolam Pancing Ali Mustofa di Desa Sempolan Kec. Silo Kab. Jember)
1. Perjanjian Sewa Kolam Pancing Ali Mustofa di Sempolan Kec. Silo Kab. Jember
a. Proses akad 1) Ketersediaan 2) Transaksi 3) Promosi
1. Primer a. Tokoh
masyaraka t
b. Kepala Desa c. Pelaku
Usaha d. Konsumen 2. Skunder
a. Al-Quraan b. Buku c. Jurnal
1. Pendekan dan Jenis Penelitian
2. Lokasi Penelitian 3. Teknik Pengumpilan
Data
a. Wawancara b. Observasi c. Dokumentasi 4. Analisis Data 5. Keabsahan Data 6. Tahap-Tahap
Penelitian
a. Pra Lapangan b. Pelaksanaan
Penelitian c. Penyelesaian
1. Bagaimana praktik perjanjian sewa kolam pancing Ali Mustofa di Sempolan Kec. Silo Kab.
Jember?
b. Pelayanan kepuasan konsumen
1) Kepuasan total 2) Kualitas produk 2. KUH
Perdata
a. Perjanjian sewa
1) Pengertian perjanjian 2) Dasar hukum 3) Ketentuan
perjanjian
2. Bagaimana perspektif KUH Perdata
terhadap praktik perjanjian sewa kolam pancing Ali Mustofa di
Sempolan?
b. Ketentuan KUH Perdata
1) Unsur dan syarat 2) Hak dan kewajiban 1. Fiqh
Muamalah
a. Mukadimah 1) Pengertian fiqh muamalah 2) Prinsip fiqh
muamalah
3. Bagaimana perspektif fiqh muamalah terhadap praktik perjanjian sewa kolam pancing Ali Mustofa di
Sempolan?
b. Akad atau perjanjian
1) Pengertian akad 2) Rukun akad 3) Syarat akad c. Ijarah 1) Pengertian ijarah
2) Rukun dan syarat 3) Pembagian hukum 4) Akhir ijarah
A. OBSERVASI 1. Letak Geografis.
2. Pengamatan secara langsung mengenai sewa-menyewa dikolam pancingan Sempolan Kec. Silo Kab. Jember.
B. INFORMAN 1. Perangkat Desa.
2. Tokoh Masyarakat.
3. Pelaku Usaha.
4. Pekerja.
5. Konsumen.
C. DOKUMENTER 1. Foto Penelitian 2. Profil Desa Sempolan
A. Perangkat Desa
1. Bagaimana menjalankan bisnis wirausaha baik itu dalam jual-beli maupun sewa-menyewa?
2. Bagaimana menawarkan barang atau jasa terkait dengan sewa- menyewa?
B. Tokoh Masyarakat
1. Bagaimana bisnis wirausaha Islam?
2. Bagaimana agar konsumen membeli atau menyewa barang dan jasa atas apa yang ditawarkan?
C. Pelaku Usaha
1. Bagaimana sistem pemasaran kolam pancingan?
2. Bagaimana untuk memperkenalkan barang atau jasa terkait kolam pancingan?
3. Bagaimana menentukan waktu promosi yang tepat?
4. Bagaimana akad atau transaksi di kolam pancingan?
D. Pekerja
1. Bagaimana menawarkan barang atau jasa kepada konsumen?
2. Bagaimana agar konsumen tertarik kepada produk yang dilakukan kolam pancingan?
3. Bagaimana ketersedian barang kolam pancingan?
E. Konsumen
1. Melalui media apakah atau dari siapakah bapak/ibu mengenal kolam pancingan Sempolan Kec. Silo Kab. Jember?
2. Bagaimana menurut bapak/ibu kolam pancingan Sempolan?
3. Bagaimana menurut bapak/ibu objek yang ada dikolam pancingan?
4. Bagaimana menurut bapak/ibu pelayanan dikolam pancingan?
Foto bersama Kepala Desa Sempolan
Sekertaris Desa Sempolan