BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
C. Pembahasan Temuan
bunga yang ditawarkan harus bisa lebih rendah lagi mengingat masyarakat yang meminjam kebanyakan perekonomiannya menengah kebawah. Jika sudah 2% bunga yang ditawarkan, masyarakat harus bisa mengolah atau memutar dana dengan usaha-usaha yang bersifat positif, meskipun dalam mendirikan usaha tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Tampak bahwa al-Qur’an menghendaki agar sirkuliasi harta kekayaan itu tidak mandeg. Agar perputaran harta masih tetap diatas prinsip fii sabilillah. 22
Dalam kutipan tersebut jelas bahwa kita dianjurkan untuk bisa memproduktifkan harta yang dimiliki misalnya dengan berdagang atau berwirausaha agar bisa mendapatkan manfaat dan keuntungan bagi diri sendiri dan orang lain.
“Tetapi dana SPP bisa dgunakan untuk masyarakat yang membutuhkan meskipun tidak memiliki usaha dengan melihat pendapatan mereka”.23
tetapi menurut penulis dalam hal ini SPP hanya membantu sesaat masyarakat peminjam SPP tanpa adanya usaha yang digeluti, selanjutnya para peminjam akan terjerat dengan ansuran yang memberatkan tanpa adanya pemasukan dari usaha tertentu, apalagi bunga yang ditawarkan 2%, sangat berat bagi masyarakat yang meminjam tanpa adanya usaha yang digeluti.
22 Sa’ad Ibrahim, Kemiskinan Dalam Perspektif Al-Qur’an (Malang: UIN Malang press, 2007), 84.
23 Ali Mustain, wawancara, Singojuruh, 27 Februari 2017.
2. Penyelesaian Kredit Macet Dana PNPM Di Desa Sumberbaru
Mutmainnah selaku peminjam dana SPP yang memiliki usaha dagang mengatakan bahwa penyebab terjadinya kredit macet adalah sedikitnya pemasukan dan memiliki lebih dari satu tanggungan ansuran yang
Hal ini UPK menggunakan metode penjadwalan kembali (Rescheduling). Merupakan strategi penyelamatan kredit bermasalah yang hanya menyangkut penjadwalan pembayaran angsuran, serta perubahan jangka waktu kredit termasuk masa tenggang yang diperlukan. Dalam perubahan ini juga meliputi besarnya angsuran.24
Kasus yang dilakukan oleh Ririn yang telah membawa kabur uang pinjamannya pihak UPK menggunakan metode persyaratan kembali atau Reconditioning yaitu strategi penyelamatan kredit bermasalah dengan melakukan perubahan sebagian atau seluruh persyaratan kredit yang meliputi jadwal pembayaran, jangka waktu atau persyaratan lainnya sejauh tidak merubah besarnya maksimum saldo kredit. 25
24 Kasmir, Dasar-Dasar Perbankan (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002), 150.
25 Kasmir, Dasar-Dasar Perbankan (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002), 150.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, kesimpulan dari penelitian ini adalah:
1. Terjadinya kredit macet dikarnakan kurangnya rasa tanggung jawab bagi peminjam dana, sehingga rasa takut karna menunggak pembayaran kurang ada pada peminjam, karna usaha yang dijalankan mengalami kemunduran, terlalu banyaknya dana yang dipinjam, karna tidak ada penghasilan tetap, banyaknya hutang dari instansi lain seperti bank.
2. UPK memiliki beberapa cara dalam mengatasi kredit macet yang dialami oleh anggota, diantaranya yaitu:
a. Data yang bermasalah dari ketua kelompok diserahkan kepada TPP (Tim Penyehat Pinjaman).
b. TPP terjun lapangan mengih secara langsung kerumah anggota yang bermasalah.
c. Diberi surat peringatan (SP)
1) SP1 berisi tentang pemberitahuan bahwa kelompok tersebut memiliki tunggakan pembayaran dan adanya perjanjian untuk membayar.
2) SP2 berisi tentang penanganan tindak lanjut SP1.
3) SP3 berisi tentang penanganan tindak lanjur SP1 dan SP2, dan sansi-sansi yaitu dengan menyerahkan benda berharganya sebagai
73
jaminan dan ketika angsuran sudah dibayarkan maka jaminan bisa dikembalikan.
d. Apabila tidak bisa melunasi maka benda jaminan tersebut di jual dan diambil sesuai dengan hutangnya.
e. Apabila tetap tidak dilaksanakan maka akan ada penanganan polsek, koramil, kapolsek dan tim kecamatan yang bertujuan untuk kertak sambel, artinya agar takut dan segera membayar tunggakannya.
B. Saran-saran
Berdasarkan hasil penelitian dan uraian di atas maka dapat disarankan kepada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan yaitu:
1. Agar menurunkan bunga pinjaman karna tujuan SPP adalah pemberdayaan masyarakat.
2. Supaya lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit.
DAFTAR PUSTAKA
Adiwarman. 2014. Ekonomi Mikro Islam. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Al-Qur’an, 2:215.
Arby, Syarif. Perbankan Keuangan Pembiayaan Lembaga. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Bappenas.go.id.05strakom-pnpm_20090217133012_1847_1847_2.pdf-foxit.
Basrowi. 2008. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Hasan, Nurul Ichsan. 2014. Pengantar Perbanka. Jakarta: Gaung Persada Press Group.
Hubberman, Miles. 1992. Analisis Data Kualitatif . Jakarta:UI-press.
http://www.upk-pnpmsurade.org/pto-pnpm/1-kebijakan-pokok-pnpm-mp/55- tujuan-pnpm-mandiri-perdesaan.html
Ibrahim, Sa’ad. 2007. Kemiskinan Dalam Perspektif Al-Qur’an. Malang: UIN Malang press.
Ismail. 2010. Manajemen Perbankan. Jakarta: Kencana.
Kasmir. 2001. Manajemen Perbankan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Kasmir. 2014. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: Rajawali Pers.
Kasmir. 2014. Dasar-dasar Perbankan. Jakarta: Raja Grafindo.
Mikkelsen, Britha. 2003. Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya-Upaya Pemberdayaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Miner, John B. 1988. Kebijakan dan Strategi Manajemen. Jakarta: Erlangga.
Muhammad, Abdulkadir. 2002. Hukum Perusahaan Indonesia. Bandung: PT.
Citra Aditya Bakti.
Muhammad. 2002. Manajemen Bank Syariah. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
Mulyati, Etty. 2016. Kredit Perbankan: Aspek Hukum dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dalam Pembangunan Perekonomian Indonesia. Bandung:
PT Refika Aditama.
Musliadi. 2014. Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2012 tentang Perkoprasian dan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha, Kecil, dan Menengah. Jakarta: Permata Press.
Nazir, Moh. 2014. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.
Prastowo, Andi. 2011. Memahami Metode-Metode Penelitian. Jogja: Ar-Ruzz Media.
PNPM-Mandiri.org.
Rahman, Hasanudin. 2000. Kebijakan Kredit Perbankan yang Berwawasan Lingkungan. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Riduan. 2010. Belajar Mudah Penelitian Untuk guru, Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: ALFABETA.
S.P.Hasibuan. H. Malayu 2001. Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta: Bumi Aksara.
Subagyo, Ahmad. 2015. Teknik Penyelesaian Kredit Bermasalah. Jakarta:Mitra Wacana Media.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kombinasi. Bandung: Alfababeta.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi.
Bandung: Alfabeta.
Syukur, Amin. 2004. Tasawuf Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
S. Mulyadi. 2006 Ekonomi Sumber Daya Manusia dalam Perspektif Pembangunan. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Surya, Brata. 2011. Metodologi Penelitian. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Tim Refisi Buku Pedoman Karya Ilmiyah STAIN Jember Tahun 2013. 2013 Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember:STAIN Jember Press.
Yusuf, Muhammad. 1996. Konsep Islam Dalam Mengentas Kemiskinan.
Surabaya: Bina Ilmu Ofset.
Nama ` : Umdatul Fikroh Syafi’i
NIM : 083 134 034
Tempat Tanggal Lahir: Banyuwangi, 06 Oktober 1994
Alamat : Dsn. Paeloan RT/RW 01/03 Desa Sumberbaru Kecamatan Singojuruh Kab. Banyuwangi
Jurusan : Ekonomi Islam Progran Studi : Ekonomi Syariah Riwayat Pendidikan : SDN 2 Sumberbaru
MTS Darul Ulum Muncar SMK Negri Darul Ulum Muncar
Rencana dan Realisasi Perguliran Dana SPP Tahun Anggaran 2016
2. Penjahit
4. Toko Kebutuhan Masyarakat
DATA KELOMPOK YANG AKAN DI VERIFIKASI BULAN FEBRUARI 2017 NO
URUT
NAMA DESA NAMA KELOMPOK NAMA KETUA
KELOMPOK
1 Sumberbaru Raden Bantrang Sulastri
2 Sumberbaru RA Kartini 2 Rustiana
3 Sumberbaru P. Diponegoro Rumini
4 Sumberbaru Hasanudin Harini
5 Sumberbaru Bung Tomo Harini
6 Sumberbaru Moh Hatta Nurdiana
7 Sumberbaru WIR. Supratman Warti
8 Gumirih Lohan 2 Rini Wahono
9 Gumirih Melati 4 Iktiyarwik
10 Lemahbang Kulon Mio Soul Sugiyani
11 Cantuk Kambing 6 Yuli Rusmiyati
12 Kemiri Padi Nurul Hidayati
13 Kemiri Singkong Mas’amah
14 Kemiri Waru Isnanik
15 Kemiri Bringin 3 Rahmani
16 Kemiri Padi 2 Faridatul Hidayah
17 Kemiri Tebu 3 Purbasari
18 Kemiri Kedelai Luluk Pasmawati
19 Alasmalang Kebo-keboan Widji Astuti
20 Singolatren Lada Putih 10 Wiwik W
dalam penye;esaian kredit macet PNPM Mandiri Pedesaan didesa Sumberbaru?
2. Apa faktor- faktor penyebab terjadinya kredit macet dana PNPM Mandiri Pedesaan didesa Sumberbaru?
2. Metode analisa data
Analisis deskriptif kualitatif 3. Metode
pengumpulan data
Wawancar
Observasi
Dokumenta si
4. Keabsahan
Triangulasi data
c. Kreditur 2. Sekunder
a. Wawancara b. Dokumentasi c. Kepustakaan d. Internet 2. Reconditioning
-
Kapitalisasi bunga-
Penundaanpembayaran bunga
-
Penurunan suku bunga-
Pembebasan bunga 3. Restructuring4. Kombinasi
Faktor dari pihak UPK:
1. Tidak melakukan analisis kredit sebagaimana mestinya
2. Kurang memiliki kemampuan teknis penyaluran kredit 3. Tidak merencanakan
kredit secara matang Faktor dari pihak nasabah:
1. Kreditr melarikan diri 2. Kreditur memalsukan
usaha
3. Kreditur mengalami musibah
kan kredit macet usaha mikro dana PNPM
2. Faktor penyebab terjadinya kredit macet 2. penyelesai
an kredit macet PENYELESAIAN
KREDIT MACET USAHA MIKRO PENERIMA DANA PNPM MANDIRI PEDESAAN DIDESA SUMBERBARU- BANYUWANGI