• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN

C. Subyek Penelitian

Teknik purpasive sampling akan digunakan untuk menentukan subyek penelitian. Purposif sampling adalah teknik pengambilan sampel dari sumber data dengan pertimbangan tertentu, misalnya orang tersebut yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan.3 Yang menjadi subyek penelitian di desa Sumberbaru adalah ketua PNPM di Desa Sumberbaru, anggota- anggota yang mewakili tiap dusun, dan peminjam dana.

2 Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2011), 76.

3 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Bandung: Alfabeta, 2014), 301.

D. Teknis Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik-teknik sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi diartikan sebagai pengamatan terhadap pola perilaku manusia dalam situasi tertentu, untuk mendapatkan informasi tentang fenomena yang diinginkan. Observasi merupakan cara yang penting untuk mendapatkan informasi yang pasti tentang orang, karena apa yang dikatakan orang belum tentu sama dengan apa yang dikerjakan.4

2. Wawancara

Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara sipenanya atau pewawancara dengan sipenjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview giude (panduan wawancara).5

Beberapa pertanyaan digunakan untuk mewawancarai informan untuk memperoleh beberapa keterangan yang penting bagi peneliti, yaitu:

1) Sistem peminjaman PNPM

2) Cara mengatasi kredit macet dana PNPM

4 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi (Bandung: Alfababeta, 2014), 196.

5 Moh. Nazir, Metode Penelitian (Bogor: Ghalia Indonesia, 20014), 170.

Adapun yang diwawancarai adalah:

1) Ali Mustain selaku PLKDB (Pendamping Lokal Kegiatan Dana Bergulir).

2) Abdul Aziz selaku Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Sumberbaru.

3) Alfiyah selaku ketua kelompok RT/RW 03/03

4) Faizzatul Islamiyah selaku ketua kelompok RT/RW 01/03 5) Mutmainnah peminjam dana PNPM

6) Komah peminjam dana PNPM 3. Dokumentasi

Metode ini merupakan suatu cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, sehingga akan diperoleh data yang lengkap, sah dan bukan berdasarkan perkiraan.6

Dokumentasi digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan data-data antara lain:

a. Sistem organisasi PNPM Mandiri Pedesaan desa Sumberbaru b. Data Jumlah peminjam dana PNPM, dll.

E. Analisis Data

Analisis data kualitatif adalah data yang muncul berwujud kata-kata dan bukan rangkaian angka. Data itu mungkin dikumpulkan dengan aneka macam cara seperti observasi, wawancara, intisari dokumen, pita rekaman, dan yang

6 Basrowi, Penelitian Kualitatif (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), 158.

biasanya diproses kira-kira belum siap digunakan (melalui pencatatan, pengetikan, penyuntingan atau alih tulis), tetapi analisis kualitatif tetap menggunakan kata-kata, yang biasanya disusun kedalam teks yang diperluas.

Analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi.

1. Reduksi data

Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Sebagaimana kita ketahui, reduksi data, berlangsung terus menerus selama proyek yang berorientasi kualitatif berlangsung. Sebenarnya bahkan sebelum data benar-benar terkumpul , antisipasi akan adanya reduksi data sudah tampak waktu penelitiannya memutuskan, kerangka konseptual wilayah penelitian, permasalahan penelitian, dan pendekatan pengumpulan data yang mana yang dipilihnya. Reduksi data atau proses transformasi ini berlanjut sesudah penelitian lapangan, sampai laporan akhir lengkap tersusun.

Reduksi data merupakan suatu bentuk analsisi yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasi data dengan cara yang sedemikian rupa hingga kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik dan di verifikasi.7

7 Miles dan Hubberman, Analisis Data Kualitatif (Jakarta: UI-press, 1992), 15.

2. Peyajian data

Alur penting yang kedua dalam kegiatan analisis adalah penyajian data. Kami membatasi suatu penyajian sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Beraneka penyajian kita temukan dalam kehidupan seahri-hari mulai dari alat pengukur bensin, surat kabar sampai komputer.

Dengan melihat penyajian-penyajian kita akan dapat memahami apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan.

3. Menarik kesimpulan atau verifikasi.

Kegiatan analisis yang ketiga yang penting adalah menarik kesimpulan dan verifikasi. Dari permulaan pengumpulan data, seorang penganalisis kualitatif mulai mencari arti benda-benda mencatat keteraturan, pola-pola, penjelasan, konfigurasi-konfigurasi yang mungkin, alur sebab akibat, dan proposisi. Peneliti yang berkompeten akan menangani kesimpulan-kesimpulan itu dengan longgar, tetap terbuka dan skeptis.

Penarikan kesimpulan dalam pandangan kami hanyalah sebagian dari satu kegiatan dari konfigurasi yang utuh. Kesimpulan-kesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung. Verifikasi itu mungkin berupa pemikiran singkat kembali yang melintas dalam fikiran penganalisis selama ia menulis, suatu tinjauan ulang pada catatan-catatan lapangan, atau mungkin menjadi begitu seksama dan makan tenaga dengan peninjauan kembali serta tukar pikiran antara teman sejawat untuk

mengembangkan kesepakatan intersubjektif, atau juga upaya-upaya yang luas untuk menempatkan salinan suatu temuan dalam seperangkat data yang lain.8

F. Keabsahan Data

Bagian ini memuat bagaimana usaha-usaha yang hendak dilakukan peneliti untuk memperoleh keabsahan data-data temuan dilapangan. Agar diperoleh temuan yang absah, maka perlu diteliti kredibilitasnya dengan menggunakan dengan teknik-teknik keabsahan data seperti perpanjangan kehadiran peneliti dilapangan, observasi secara lebih mendalam, triangulasi (menggunakan beberapa sumber, metode, peneliti, teori).9

G. Tahap-Tahap Penelitian

Ada enam kegiatan yang harus dilakukan oleh peneliti dalam tahapan ini ditambah dengan satu pertimbangan yang perlu dipahami, yaitu etika penelitian lapangan. Kegiatan dan pertimbangan tersebut diuraikan berikut ini.

1. Tahap pra lapangan

a. Menyusun Rancangan Penelitian

1) Latar belakang masalah dan alasan pelaksanaan penelitian

2) Kajian kepustakaan yang menghasilkan kesesuaian para digma dengan fokus, rumusan masalah, hipotesis kerja, kesesuaian paradigma dengan teori subtanti yang mengarahkan inkuiri.

3) Pemilihan lapangan atau setting lpenelitian 4) Pemilihan alat penelitian

8 Miles dan Hubberman, Analisis Data Kualitatif (Jakarta: UI-press, 1992), 17.

9 Tim Refisi Buku Pedoman Karya Ilmiyah Stain Jember Tahun 2013, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember: Stain Jember Press, 2013), 47.

5) Rancangan pengumpulan data 6) Rancangan analisis data

7) Rancangan perlengkapan (yang diperlukan dalam penelitian 8) Rancangan pengecekan kebenaran data

b. Memilih lapangan locus penelitian

Pemilihan lapangan penelitian diarahkan oleh teori subtantif yang dirumuskan dalam bentuk hipotesis kerja walaupun masih bersifat tentatif. Hipotesis kerja itu baru akan terumuskan secara tetap setelah dikonfirmasikan dengan data yang muncul ketika peneliti sudah memasuki kancah latar penelitian

Cara terbaik yang perlu ditempuh dalam penentuan lapangan penelitian ialah dengan jalan mempertimbangkan teori subtantif;

pergilah dan jajakilah lapangan untuk melihat apakah terdapat kesesuaian dengan kenyataan yang berada dilapangan. Keterbatasan geografis dan praktis seperti waktu, biaya tenaga, perlu pula dijadikan pertimbangan dalam penentuan lokasi lapangan.

c. Mengurus Perizinan

Pertama-tama yang perlu diketahui oleh peneliti adalah siapa saja yang berkuasa dan berwewenang dalam memberikan izin bagi pelaksanaan penelitian. Selain mengetahui siapa yang berwewenang, segi lain yang perlu diperhatikan ialah persyaratan yang diperlukan, seperti surat tugas, surat izin instansi diatasnya, identitas diri, perlengkapan yang akan digunakan, dan lain sebagainya.

Syarat-syarat lainnya yang perlu dimiliki oleh peneliti adalah syarat pribadi peneliti sendiri, yaitu sikap terbuka, jujur, bersahabat, simpatik dan empatik, objectif dalam menghadapi konflik, tidak pandang bulu, berlaku adil dan sikap-sikap positif lainnya.

d. Menjajaki dan Menilai Keadaan Lapangan

Penjajakan dan penilaian lapangan akan terlaksana dengan baik apabila peneliti telah membaca terlebih dahulu dari kepustakaan atau mengetahuinya dari orang dalam mengenai situasi dan kondisi daerah tempat penelitian akan dilakukan.`

e. Memilih dan memanfaatkan informan

Informan adalah orang dalam pada latar penelitian. Fungsinya sebagai orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Pemanfaatan informan bagi peneliti ialah agar dalam waktu yang relatif singkat banyak informasi yang terjangkau. Agar peneliti dapat memperoleh informan yang benar- benar memenuhi persyaratan, seyogyanya ia menyelidiki motivasinya, dan apabila perlu menguji informasi yang diberikannya, apakah benar atau tidak.

f. Menyiapkan Perlengkapan Penelitian

Perlengkapan yang harus disiapkan oleh peneliti antara lain mencakup perlengkapan fisik, surat izin mengadalan penelitian, kontak dengan daerah yang menjadi latar penelitian, pengaturan perjalanan,

terutama jika lapangan penelit jauh letaknya, perlengkapan pribadi dan perlengkapan pendukung yang akan digunakan.

g. Persoalan Etika Penelitian

Salah satu ciri penelitian kualitatif adalah orang sebagai alat yang mengumpukan data (Human Instrument). Peneliti akan berhubungan dengan orang-orang, baik secara perseorangan maupun secara kelompok.

1. Tahap Pekerja Lapangan

a. Memahami latar penelitian dan persiapan diri 1) Pembatasan latar peneliti

2) Penampilan

3) Pengenalan hubungan peneliti dilapangan 4) Jumlah waktu studi

b. Memasuki Lapangan 1) Keakraban hubungan 2) Mempelajari bahasa 3) Peranan peneliti

c. Berperan serta sambil mengumpulkan data 1) Pengarahan batas studi

2) Mencatat data

3) Petunjuk tentang cara mengingat data 4) Kejenihan, keletihan, dan istirahat.

2. Tahap Analisis Data

Pada tahap ini akan dibahas beberapa prinsip pokok, tetapi tidak dirinci bagaimana cara analisis data itu dilakukan. Prinsip pokok itu meliputi:

a. Konsep Dasar Analisa Data

b. Menemukan data dan merumuskan hipotesis menganjurkan beberapa petunjuk untuk diikuti dalam usaha untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis, yaitu:

1) Bacalah dengan teliti catatan laporan anda

2) Berilah kode pada beberapa judul pembicaraan tertentu 3) Susunlah menurut tipologi

4) Bacalah kepustakaan yang ada kaitannya dengan masalah dan latar penelitian.

5) Menganalisis berdasarkan hipotesis.

Setelah menformulasikan hipotesis, peneliti mengalihkan pekerjan analisisnya dengan mencari dan menemukan apakah hipotesis itu didukung atau ditunjang oleh data dan apakah hal itu benar. Usaha untuk meningkatkan kemampuan analisis dan meningkatkan pengertian tentang data.10

10 Basrowi, Penelitian Kualitatif (Jakarta:Rineka Cipta, 2008), 84-92.

BAB IV

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Gambaran Obyek Penelitian

1. Sejarah PNPM

Pada bulan agustus dan desember 2006, pemerintah mendapatkan tekanan yang berat dari publik yang mengatakan Presiden telah berbohong dengan menyatakan angka kemiskinan turun, yang dikutip dari naskah Pidato Kenegaraan Presiden pada tanggal 16 Agustus 2005 dan menuduh pemerintah sengaja menyembunyikan angka kemiskinan terbaru dari BPS. Kemudian presiden melakukan serangkaian Sidang Kabinet dan meminta untuk mengumumkan angka kemiskinan terbaru dari BPS pada Bulan Oktober 2006.

Pada tanggal 15 Desember 2006, Presiden menegaskan agar data dasar kemiskinan adalah dengan menggunakan angka yang dikeluarkan BPS dan semua kementerian atau lembaga dilarang untuk melakukan survei sendiri- sendiri untuk menghindarkan perbedaan angka statistik mengenai kemiskinan.

Menko Kesra pada waktu itu dijabat oleh Bapak Aburizal Bakrie menegaskan lebih lanjut dengan menghentikan seluruh proyek dan kegiatan survei yang akan dilakukan oleh kementerian atau lembaga untuk Tahun Anggaran 2007 sebesar 850 milyar rupiah di 11 kementerian atau lembaga.1

Kronologis Pembentukan PNPM Mandiri :

Tanggal 23 Mei 2006, rapat antara Menko Kesra, Menko Perekonomian, Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas beserta staf terkait

1 Pnpm-Mandiri.org.

57

memutuskan untuk melanjutkan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) dan Program Pengentasan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) yang mendekati closing date dalam pendanaannya melalui pinjaman Bank Dunia, namun perlu dintegrasikan dalam suatu Wadah Program Nasional dan akan di-scale up ke seluruh desa dan kecamatan miskin.

Kemudian pada rapat tanggal 23 Mei 2006 tersebut tercapai kesepakatan di antara Menko dan Menteri terkait, bahwa Menko Perekonomian yang pada saat itu dijabat oleh Bapak Boediono akan berkonsentrasi untuk menjaga kestabilan makro ekonomi dan Menko Kesra ( Bapak Aburizal Bakrie) sepakat untuk mengkoordinasikan program-program yang sifatnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di semua kementerian atau lembaga termasuk yang ditujukan untuk menanggulangi kemiskinan.

Sidang Kabinet tanggal 7 September 2006 khusus untuk Penanggulangan Kemiskinan: Presiden menetapkan kebijakan pemerintah untuk percepatan penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja melalui pemberdayaan masyarakat. Tim yang diketuai oleh Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kemenko Kesra bersama Deputi Bidang kemiskinan, UKM dan Ketenaga kerjaan Bappenas, Ditjen PMD, Depdagri, Ditjen Cipta Karya Dept. Pekerjaan umum bekerja keras menggarap konsep, nama dan disain awal program nasional pemberdayaan masyarakat ini dan sepakat mengajukan nama program sebagai Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

12 September 2006 Menko Kesra, Menko Perekonomian Menteri Keuangan, Kepala Bappenas dan menteri-menteri terkait menyetujui untuk menetapkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sebagai instrumen dalam percepatan penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja berbasis pemberdayaan masyarakat.

Menko Kesra menindak lanjuti mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk menambah alokasi dana BLM (Bantuan Langsung Mansyarakat), Mentri dalam negri minta Gubernur, Bupati atau Walikota menyampaikan usulan lokasi, Bappenas merancang pendanaan PNPM pada TA 2007.2

Tanggal 14 September 2006 Presiden RI menyempurnakan nama PNPM menjadi PNPM-Mandiri. Logo PNPM Mandiri yang sekarang digunakan diciptakan oleh Tim yang dipimpin oleh Direktur Kemiskinan Bappenas pada saat itu dan pada rapat Tim Pelaksana PNPM Mandiri yang diketuai oleh Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kemenko Kesra ditetapkan sebagai Logo Resmi PNPM Mandiri.

Pada tanggal 30 April 2007 PNPM-Mandiri diluncurkan Presiden di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

Pada saat diluncurkan PNPM Mandiri terdiri dari, PNPM Mandiri Perdesaan yang merupakan pernyempurnaan dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang dikelola oleh Ditjen PMD Departemen dalam negri dan PNPM Mandiri Perkotaan yang merupakan penyempurnaan dari Program

2 Pnpm-Mandiri.org

Pengentasan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) yang dikelola oleh Ditjen Cipta Karya Dept. Pekerjaan Umum. 3

Setelah PNPM-Mandiri Perdesaan resmi didirikan, barulah PNPM- Mandiri Perdesaan masuk di setiap kecamatan seluruh Indonesia, salah satunya adalah kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2009 ada tiga program yaitu program Pemberdayaan, Program fisik Dan program yang masih berjalan di Singojuruh hingga saat ini adalah program Simpan Pinjam husus Perempuan.4

2. SPP dalam PNPM Singojuruh

Program pinjaman bergulir Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP) merupakan salah satu kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan yang bergerak di bidang pengembangan ekonomi.

Program SPP dianggap sebagai tindakan khusus yang dilakukan pemerintah sebagai alternatif solusi dengan memberikan fasilitas pinjaman yang mudah dan tanpa agunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perguliran dana Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP) terhadap perkembangan UMKM yang dilihat berdasarkan indikator omset usaha, keuntungan dan penyerapan tenaga kerja.

Kegiatan Simpan Khusus Perempuan (SPP) merupakan kegiatan pemberian permodalan untuk kelompok perempuan yang mempunyai kegiatan usaha.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi kegiatan simpan pinjam pedesaan, kemudahan akses pendanaan usaha skala mikro, pemenuhan

3 Pnpm-Mandiri.org.

4 Ali Mustain, wawancara, Singojuruh, 27 Februari 2017.

kebutuhan pendanaan sosial dasar, dan memperkuat kelembagaan kegiatan kaum khususnya kaum perempuan serta mendorong pengurangan rumah tangga miskin dan penciptaan lapangan kerja di pedesaan.

Disamping itu kegiatan ini juga mempunyai tujuan yang lain yaitu mempercepat proses pemenuhan kebutuhan pendanaan usaha ataupun sosial dasar, memberikan kesempatan bagi kaum perempuan untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga melalui pendanaan modal usaha, mendorong penguatan kelembagaan simapan pinjam oleh kaum perempuan.5

“Program simpan pinjam kelompok perempuan saya akui sangat membantu warga saya dalam hal perekonomian mereka, andaikan pihak PNPM mau menurunkan bunga 2% tersebut, mungkin bisa lebih membantu meringankan. Karna PNPM tujuannya adalah pemberdayaan”6

3. Visi Misi PNPM

Visi PNPM Mandiri Perdesaan adalah tercapainya kesejahteraan dan kemandirian masyarakat miskin perdesaan.

Misi PNPM Mandiri Perdesaan adalah:

a. Peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaannya b. Pelembagaan sistem pembangunan partisipatif

c. Pengefektifan fungsi dan peran pemerintahan lokal

d. Peningkatan kualitas dan kuantitas prasarana sarana sosial dasar dan ekonomi masyarakat

e. Pengembangan jaringan kemitraan dalam pembangunan.7

5 Ali Mustain, wawancara, Singojuruh, 24 Februari 2017.

6 Ir. Marsudi, wawancara, Singojuruh, 26 Februari 2017.

7 Ali Mustain, wawancara, Singojuruh, 27 Februari 2017.

4. Tujuan SPP dalam PNPM

Tujuan Umum PNPM Mandiri Perdesaan adalah meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin di perdesaan dengan mendorong kemandirian dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan.

Tujuan khususnya meliputi:

1. Meningkatkan partisipasi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat miskin dan atau kelompok perempuan, dalam pengambilan keputusan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pelestarian pembangunan.

2. Melembagakan pengelolaan pembangunan partisipatif dengan mendayagunakan sumber daya lokal.

3. Mengembangkan kapasitas pemerintahan desa dalam memfasilitasi pengelolaan pembangunan partisipatif

4. Menyediakan prasarana sarana sosial dasar dan ekonomi yang diprioritaskan oleh masyarakat.

5. Melembagakan pengelolaan dana bergulir.

6. Mendorong terbentuk dan berkembangnya kerjasama antar desa

7. Mengembangkan kerja sama antar pemangku kepentingan dalam upaya penanggulangan kemiskinan perdesaan.8

“Tujuan dari program SPP ini adalah untuk membantu perekonomian masyarakat menengah kebawah dalam memenuhi kebutuhannya tanpa adanya jaminan yang memberatkan serta bunga yang rendah. Dan juga bertujuan agar masyarakat pedesaan terhindar dari para rentenir bank yang menawarkan pinjaman

8 http://www.upk-pnpmsurade.org/pto-pnpm/1-kebijakan-pokok-pnpm-mp/55-tujuan-pnpm- mandiri-perdesaan.html.

dengan jumlah bunga yang besar entah berupa bank harian, bank mingguan bahkan bulanan yang menjerat perekonomian kehidupan masyarakat pedesaan karena pada saat ini banyak sekali bank yang menawarkan pinjaman yang menggiurkan para masyarakat pedesaan dengan bunga yang tinggi”9

5. Syarat Ketentuan Peminjam Dana SPP

Sebuah kelompok yang ingin meminjam dana SPP harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

a. Berdomisili asli

Artinya semua anggota kelompok yang ingin meminjam dana SPP harus benar-benar bertempat tinggal di desa tersebut, jika tidak maka kelompok tersebut tidak boleh meminjam dana SPP.

b. Memiliki Usaha

Anggota kelompok diutamakan memiliki usaha, tetapi jika tidak memiliki usaha dan anggota kelompok tersebut benar-benar membutuhkan dana maka tetap dipinjami. Hal ini bertujuan untuk membantu perekonomian masyarakat pedesaan.

c. Tidak pernah ada masalah

Anggota yang bersangkutan dalam suatu kelompok tidak boleh memiliki masalah, dalam artian anggota tersebut dalam berkredit atau meminjam dana tidak pernah bermasalah baik dana PNPM itu sendiri maupun pendaan dari instansi lain tidak mengalami permasalahan dalam setiap ansurannya.

9 Ali Mustain, wawancara, Singojuruh, 27 Februari 2017.

d. Dapat terkoordinir oleh desa

Anggota tersebut telah disetujui dan ada rekomendasi dari kepala desa.

“Syarat ketentuan peminjaman dana SPP ini adalah berdomisili asli, memiliki usaha, tidak pernah bermasalah dan program simpan pinjam khusus perempuan ini harus mendapatkan rekomendasi dari kepala desa, karena untuk mempermudah transaksi SPP dan tidak adanya penipuan dalam SPP”.10

6. Proses Pengajuan SPP

Dalam mengajukan dana SPP agar dapat di cairkan maka harus melalui beberapa proses, diantara proses pengajuan SPP yaitu:

Dalam suatu kelompok yang ingin mengajukan dana harus membuat proposal yang berisi tentang nominal yang diinginkan, jumlah anggota serta identitas masing-masing anggota kelompok harus jelas tertera dalam proposal pengajuan.

a. Diserahkan kepada KPMD (Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa) KPMD adalah corong dari PNPM yang mewakili dari tiap-tiap desa, dalam satu desa ada dua anggota KPMD perwakilan dari PNPM di masing-masing desa untuk memudahkan masyarakat berhubungan dengan lembaga PNPM.

b. Diajukan kepada UPK (Unit Pengelola Kegiatan)

Setelah tahap dari KPMD, pihak UPK memproses lagi proposal yang di ajukan. Seperti meneliti dan mengoreksi apakah anggota-

10 Ali Mustain, wawancara, Singojuruh, 24 Februari 2017.

anggota tersebut sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam meminjam dana SPP, seperti yang sudah terlampir di atas.

c. Diajukan kepada PLKDB (Pendamping Lokal Kegiatan Dana Bergulir)

PLKDB memproses pengajuan pendaan tersebut dengan tujuan untuk memastikan bahwa anggota-anggota peminjam tidak memiliki pinjaman serupa dikelompok-kelompok lain. Artinya satu anggota tidak boleh memiliki lebih dari satu kelompok atau lebih dari satu pinjaman SPP, agar tidak mengalami kerancuan dalam pembayaran dan pendataan anggota.

d. TV (Tim Versifikasi) melakukan surve.

Selanjutnya Tim UPK menyuruh TV untuk memastikan bahwa para anggota berdomisili asli desa tersebut, benar-benar membutuhkan dana SPP dan memberikan keyakinan kepada kelompok bahwa mereka mampu membayar angsuran setiap bulannya sesuai dengan perjanjian tanpa menunggak.

e. TP (Tim Pendanaan) turun lapangan

Kemudian BKAD menyuruh TP untuk terjun kelapangan menemui ketua kelompok dan kepada dusun untuk memastikan pengajuan masing-masing kelompok yang bersangkutan.

f. Rapat Pembahasan Akhir

Di rapat pembahasan akhir ini semua anggota PNPM baik KPMD, UPK, TV, BKAD, dan TP memutuskan hasil akhir informasi

yang didapatkan, jika memenuhi ketentuan maka jumlah dana pengajuan tersebut di pertimbangkan dengan dana yang dimiliki UPK.

g. Pencairan

Tahap akhir proses peminjaman ini yaitu pencairan, dalam proses ini dengan beberapa pendampingan yaitu ketua UPK, PL (Pendamping Lokal), ketua BKAD.11

B. Penyajian Data dan Analisis

Sebelum pemberian kredit pihak UPK terlebih dahulu menganalisis satu persatu anggota kelompok yang ingin meminjam dana bersama dengan tim BKAD. Tim BKAD yang masing-masing desa memiliki 2 anggota yang sudah disebutkan di atas tentunya harus mengetahui latar belakang masyarakat yang akan meminjam dana, apakah benar-benar bisa dipercaya atau tidak.

Setelah itu tim UPK mendatangi rumah ketua kelompok untuk mengadakan kesepakatan diawal peminjaman dana.

Tim PNPM juga wajib mengetahui dana yang disalurkan digunakan untuk apa dan usaha apa yang digeluti agar terhindar dari penipuan atau hal yang tidak diinginkan dan menghindari resiko-resiko kredit yang mungkin akan terjadi.

Tujuan dari program SPP ini adalah untuk membantu perekonomian masyarakat menengah ke bawah dalam memenuhi kebutuhannya tanpa adanya jaminan yang memberatkan serta bunga yang rendah. Dan juga bertujuan agar masyarakat pedesaan terhindar dari para rentenir bank yang menawarkan

11 Ali Mustain, wawancara, Singojuruh, 20 Maret 2017.

Dokumen terkait