• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tingkat resiliensi

B. Pembahasan

1. Jika P value (Sig) > α maka Ho diterima. Artinya tidak ada pengaruh signifikan variabel independen terhadap resiliensi

2. Jika P value (Sig) α maka Ho ditolak. Artinya ada pengaruh signifikan variabel independen terhadap resiliensi.

Hasil uji F dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 296.226 2 148.113 6.974 .003b

Residual 785.749 37 21.236

Total 1081.975 39

a. Dependent Variable: Resiliensi

b. Predictors: (Constant), Dukungan Sosial, Harga Diri

Ho : Harga diri dan dukungan sosial secara simultan tidak berpengaruh terhadap resiliensi

H1 : Harga diri dan dukungan sosial secara simultan berpengaruh signifikan terhadap resiliensi

Berdasarkan tabel output SPSS “Anova” diatas diketahui Signifikansi (Sig) adalah sebesar 0,003 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima atau dengan kata lain harga diri (X1) dan dukungan sosial (X2) secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap resiliensi (Y).

Hasil analisis deskriptif Harga Diri (X1) didapatkan hasil bahwa terdapat sebanyak 9 warga binaan yang memiliki harga diri yang tinggi atau setara 23% dari keseluruhan subjek penelitian. Hal tersebut menunjukkan bahwa 9 warga binaan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Wates mempunyai penilaian positif terhadap dirinya sendiri, memiliki tolak ukur sebagai manusia yang tinggi, dan mempunyai kepercayaan diri yang tinggi. Selain itu mempunyai pandangan diri yang luas terhadap dirinya dan orang lain disekitarnya.

Selain itu terdapat 26 warga binaan yang tergolong memiliki harga diri yang sedang atau setara 65%. Hal tersebut berarti bahwa 26 warga binaan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Wates sudah mulai menilai diri mereka sendiri secara positif, walaupun belum cukup memiliki keyakinan yang kuat dalam mencapai nilai-nilai diri sendiri serta belum fokus terhadap kelebihan diri sendiri karena sesekali masih fokus terhadap kelemahan dirinya sendiri. Terdapat pula 5 warga binaan yang tergolong memiliki harga diri yang rendah atau setara 12% yang artinya warga binaan ini belum mempunyai penilaian diri yang positif dan masih berfokus pada kelemahan dirinya sendiri.

Menurut aspek harga diri yang dikemukakan oleh Coopersmith (1967) ditemukan bahwa warga binaan rumah tahanan negara kelas IIB Wates memiliki competence atau kemampuan yang rendah. WB (Warga Binaan) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Wates belum berhasil dalam hal mencapai tugas dan pekerjaan dengan baik. WB

Rutan Wates belum mampu menyelesaikan tugas dan pekerjaan selama di rutan dengan kurang baik. Tetapi pada aspek virtue atau kebajikan, WB Rutan Wates memiliki tingkat yang tinggi. Hal ini menandakan bahwa WB Rutan Wates taat dengan kode moral, etika, dan prinsip- prinsip keagamaan. Hal tersebut didukung dengan banyaknya kegiatan keagamaan yang dilakukan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Wates.

2. Tingkat Dukungan Sosial pada Narapidana Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Wates

Hasil analisis deskriptif dukungan sosial (X2) didapatlkan bahwa tercatat 10 WB Rutan Wates yang tergolong memiliki dukungan sosial yang tinggi atau setara 25%. Hal tersebut menunjukan bahwa 10 WB memiliki hubungan emosional yang kuat terhadap keluarga, teman, serta petugas rutan. WB merasa puas atas pemberian kenyamanan, kepedulian serta bantuan yang dibutuhkan selama di rutan yang berasal dari keluarga, teman, maupun petugas sipir rutan.

Lalu tercatat sebanyak 24 WB atau setara 60% yang mempunyai tingkat dukungan sosial sedang. Hal ini menunjukkan bahwa 24 WB merasa cukup puas dengan pemberian kenyamanan dan kepedulian yang berasal dari keluarga, teman, maupun petugas sipir rutan. Meskipun ada beberapa aspek tertentu yang belum mereka dapatkan atau kurang terpenuhi. Kemudian terdapat 6 WB Rutan Wates atau setara 15% yang

tergolong rendah dalam hal dukungan sosial yang mereka dapatkan. Hal tersebut dapat diartikan bahwa 6 WB Rutan Wates masih kurang mendapatkan dukungan, perhatian, dan kenyamanan yang didapat dari orang-orang terdekat. Hubungan emosional dengan orang-orang disekitar tidak berjalan dengan baik, sehingga menyebabkan WB merasa kurang mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.

3. Tingkat Resiliensi pada Narapidana Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Wates

Hasil analisis deskriptif resiliensi (Y) didapatkan hasil bahwa terdapat 7 WB Rumah Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Wates atau setara 18%

yang tergolong tingkat resiliensi tinggi. Hal tersebut menandakan bahwa 7 WB Rutan Wates memiliki kemampuan untuk menghadapi kesulitan dengan baik, mampu mengatasi permasalahan-permasalahan atau kesulitan dengan baik, bahkan mampu bangkit dari masalah yang dihadapi. WB Rutan Wates yang memiliki tingkat resiliensi tinggi juga dapat mampu merespon masa sulit dengan baik dan mampu membentuk harapan baru ditengah kesulitan yang sedang dihadapi.

Terdapat juga 25 WB Rutan Wates atau setara 62% yang memiliki tingkat resiliensi sedang. Hal ini menunjukkan bahwa 25 WB sudah mempunyai kemampuan untuk bangkit dari permasalahan serta memiliki keinginan untuk beradaptasi dengan masa sulit yang dialami. Kemudian ada 8 WB atau setara 20% yang memiliki tingkat resiliensi rendah. Ha ini

mempunyai arti bahwa 8 WB tidak mampu menghadapi kesulitan dengan baik, tidak memiliki keyakinan yang kuat atas diri dalam mencari solusi dari permasalahan yang ada dan cenderung pesimis.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil perhitungan rumusan masalah dan uji hipotesis yang telah dilakukan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan sebagai berikut ini :

1. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa tingkat harga diri pada Warga Binaan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Wates mayoritas berada dalam tingkatan sedang.

2. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa tingkat dukungan sosial pada Warga Binaan

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Wates mayoritas berada pada tingkatan sedang.

3. Berdasarkan hasi penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa tingkat resiliensi pada Warga Binaan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Wates mayoritas berada dalam tingkatan sedang.

4. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa pengaruh /peranan harga diri dan dukungan sosial terhadap resiliensi pada Warga Binaan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Wates sebesar 27,4% dan sisanya 72,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

Dokumen terkait