= Nilai varian kelompok sampel postest = Sampel pra perlakuan (pretest) = Sampel pra perlakuan (pretest)
(b). Nilai ttabel
Selanjutnya thitung tersebut dibandingkan dengan t tabel. Untuk kesalahan 0,05, uji dua fihak dan dk = n – 2, maka dk = 12 – 2 = 10. Maka diperoleh t tabel = 2,228. Perumusan hipotesis apabila t hitung negatif adalah H0 ditolak dan Ha diterima jika -thitung < -ttabel. Apabila –thitung > -ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak. Karena -thitung -ttabel (-thitung = -5,37 -ttabel = -2,228), dengan demikian H0 ditolak dan Ha
diterima, berarti penggunaan media peta berbasis multimedia interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar IPS murid kelas V SDN 219 Pukkiseng Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai.
Penentuan materi ajar yang digunakan mengacu pada tujuan pembelajaran yang ada dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Materi ajar disesuaikan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dari Silabus pembelajaran SD kelas V Semester Ganjil Kurikulum 2013. Pada penelitian ini, peneliti menentukan materi letak geografis Indonesia sebagai bahan media pembelajaran yang akan dieksperimenkan. Sesuai dengan pendapat Purwanto (2013: 14) yang mengemukakan bahwa : “Media pembelajaran adalah segala bentuk sarana dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi belajar yang bertujuan instruksional dari sumber pesan kepada penerima pesan sehingga daapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, serta minat penerima pesan sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.”
Peneliti menggunakan lembar observasi dan tes berupa soal essay untuk menguatkan data hasil penelitian yang diperoleh. Selama observasi yang dilakukan murid terlihat antusias untuk melakukan pembelajaran, hal itu terlihat dari hasil observasi respon murid keterlaksanaan pembelajaran media peta berbasis multimedia interaktif ditandai dengan perhatian dan konsentrasi murid pada pembelajaran IPS sangat baik serta murid mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan materi IPS yang sedang dipelajari.
Dari hasil awal murid sebelum dilakukan treatment dan hasil belajar akhir murid setelah dilakukan treatment mengalami peningkatan. Dengan menggunakan media peta berbasis multimedia interaktif dapat memberikan dampak positif terhadap nilai murid sehingga dapat meningkatkan hasil belajar murid pada mata pelajaran IPS kelas V SDN 219 Pukkiseng Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai.
41 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar murid pada pembelajaran IPS menggunakan media peta berbasis multimedia interaktif lebih baik daripada tanpa menggunakan media. Membuat murid lebih aktif dan mengolah sesuai pengetahuan yang dimiliki kemudian mengimplementasikan dalam dunia nyata, dan murid akan memperoleh pengetahuan yang lebih logis dibandingkan pembelajaran tanpa menggunakan media yang membuat beberapa murid menjadi pasif. Ada pengaruh positif pada pembelajaran dengan penggunaan media peta berbasis multimedia interaktif pada materi letak geografis Indonesia kelas V SDN 219 Pukkiseng Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai. Terdapat perbedaan hasil belajar murid menjadi lebih baik antara sebelum menggunakan media peta berbasis multimedia interaktif dan sesudah menggunakan media peta berbasis multimedia interaktif.
B. Saran 1. Bagi Guru
Guru diharapkan bisa mengaplikasikan media peta berbasis multimedia interaktif untuk meningkatkan hasil belajar murid. Untuk itu diperlukan kreativitas guru dalam meningkatkan minat belajar murid, agar hasil belajar murid dapat meningkat.
2. Bagi Murid
Penelitian ini dapat membantu murid mengatasi kesulitan atau kendala yang selama ini dihadapi ketika pembelajaran berlangsung, yaitu sulitnya memahami materi pelajaran. Selain itu, murid dalam melakukan proses pembelajaran harus mempunyai keberanian untuk bertanya materi yang belum di pahami.
3. Bagi Sekolah
Bagi sekolah disarankan untuk memantau tenaga pengajar untuk mengikuti perkembangan teknologi agar pendidik bisa mengakses ilmu-ilmu dari internet dan menyarankan untuk selalu mengikuti pertemuan bagi para pendidik.
43
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Susanto. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Arif S. Sadiman, dkk. 2014. Media Pendidikan : pengertian, pengembangan dan pemanfaatannya. Depok: PT. Raja Grafindo Persada.
Arikunto. 2003. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arsyad, Azhar. 2014. Media pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press.
Darmawan, D. 2012. Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya.
Daryanto. 2010. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
Daryanto. 2011. Media Pembelajaran. Bandung: CV. Yarma Widia.
Daryanto. 2012. Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Gava Media.
Daryanto. 2013. Inovasi Pembelajaran Efektif. Bandung: Yrma Widya.
Daryanto. 2014. Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013.
Yogyakarta: Penerbit Gava Media.
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat atuan Pendidikan (KTSP) untuk Sekolah Dasar/ MI. Jakarta: Terbitan Depdiknas.
Dimyati dan Mudjiono, 1994, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya:
Usaha Nasional.
E, Mulyasa. 2007. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: PT.
Reamaja Rosdakarya.
Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Isjoni. 2015. Integreated Learning Pendekatan Pembelajaran IPS di Pendidikan Dasar. Pekanbaru: Falah Production.
Munir. 2012. Multimedia Konsep & Aplikasi dalam Pendidikan. Bandung:
Alfabeta.
Nani, Rosdijati. Dkk. 2010. Praktik Paikem IPS SD. Jakarta: Erlangga.
Purwanto, 2008, Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Sanjaya, W. 2012. Media Komunikasi Pembelajaran. Bandung: Fajar Interpratama.
Sapriya, dkk. 2006. Konsep Dasar IPS. Bandung: UPI Press.
Slameto. 1998. Belajar dan Faktor – Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:
Bina Aksara.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor – faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta.
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
Afabeta.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
Afabeta.
Latuheru, John D. 1998. Media Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini. Ujung Pandang: IKIP Ujung Pandang.
Munir, Muhammad. 2014. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Kompetensi Dasar Register Berbasis Inkuiri Terbimbing. Journal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan.
Suyitno. 2016. Pengembangan Multimedia Interaktif Pengukuran Teknik Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMK. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan.Vol.23,No.1:102
Puspita, G.N. 2010. Penggunaan Program Multimedia Interaktif dalam Pembelajaran Biologi. Tersedia: [email protected] diakses pada 24 Juli Pukul 20.00 WITA.
Sudjana, Nana. 1990. Teori-teori Belajar Untuk Pengajaran. Bandung: Fakultas.
Ekonomi UI. Tersedia : www.eprints.ums.ac.id.d iakses pada 24 Juli Pukul 21.00.WITA
L A M
P
I
R
A
N
Lampiran 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : SDN 219 Pukkiseng Kelas / Semester : V (Lima) / 1
Tema 1 : Organ Gerak Hewan dan Manusia