Tabel 3. 17
Hasil Uji Koefisien Determinasi
Sumber : Data diolah, 2018
Besarnya hubungan variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y) diketahui dari nilai R Square pada Tabel 22 yaitu sebesar 0,388 X 100% = 38,8%menunjukan bahwa kinerja guru di Madrasah Aliyah Bahrul Ulum sebesar 38,8% dipengaruhi oleh iklim kerja sekolah, sedangkan sisanya sebesar 61,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan kedalam model.
disimpulkan ada korelasi yang signifikan antaraiklim kerja sekolah dengan kinerja guru.
Berdasarkan hasil pengujian secara simultan didapat Fhitung
penelitian ini sebesar 18,413. Ftabel pada tingkat signifikansi 5% df1 sebesar k=1 dan df2 N-k-1 = 29 adalah sebesar 4,18. Jika kedua nilai F ini dibandingkan, maka nilai Fhitung yang diperoleh jauh lebih besar dari Ftabel
sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.
Artinya terdapat korelasi iklim kerjayang signifikan dengan kinerja guru. Hasil pengujian secara simultan menunjukkan adanya korelasiiklim kerja dengan kinerja guru, adapun dasar korelasiiklim kerja dengan kinerja, ini ditujukan dengan besarnya koefisien determinasi yang mencapai 0,388. Nilai ini berarti bahwa sebesar 38,8%kinerja guru di Madrasah Aliyah Bahrul Ulumdipengaruhi oleh iklim kerja. Dapat pula disimpulkan bahwa variabel-variabel bebas telah mampu menjelaskan atau memberi informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel terikat.
Adapun hubungan dari variabel lain terhadap kinerja guru hanya sebesar 61,2%.
Dari hasil tersebut bahwa terdapat hubungan antara iklim kerja dengan kinerja guru di Madrasah Aliyah Bahrul Ulum Besuk. Dimana dari hasil observasi yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
Iklim kerja disekolah sudah hampir mendekati efektif, karena dari segi karyawan sudah dapat beradaptasi dengan baik dengan keadaan disekolah. Sehingga apa yang sudah disediakan oleh sekolah berikut dari
infrastuktur maupun bahan penunjang pekerjaan yang meliputi ruangan bangunan, alat tulis kantor serta penetralisir suhu ruangan yang ada diskolah sudah dapat dikatakan memenuhi syarat untuk dapat dikatakan layak. Adapun kinerja karyawan yang ada sudah hampir dapat dikatakan maksimal karena dari SOP yang sudah ditentukan sekolah sudah dapat mengukur kinerja karyawan, sehingga dapat dikatan hampir mendekati maksimal karena dari SOP yang sudah ditentukan sekolah dapat dikerjakan dengan baik oleh karyawan baik secara pribadi maupun klompok, hasil dari pekerjaan tersebut mulai dari ketetapan waktu, serta hasil yang diperoleh minim akan kesalahan, seluruh bagian dari keryawan baik dari jabatan tertinggi hingga staff saling mendukung dengan setiap pekerjaan yang dilaksanakan, hal tersebut tidak dapat terlaksana dengan baik tanpa adanya dukungan dari iklim kerja yang dibentuk oleh seluruh karyawan yang ada, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwasannya iklim kerja yang ada disekolah turut menyumbangkan akan terbentuknya kinerja yang baik . serta diperkuat Dari hasil wawancara dengan beberapa guru di Madrasah Aliyah Bahrul Ulum Besuk menyatakan tentang Korelasi antara Iklim Kerja Sekolah dengan Kinerja Guru di Madrasah Aliyah Bahrul Ulum Besuk Probolinggo sebagaimana berikut :
“Iklim kerja sekolah disini sudah layak untuk kenyamanan para guru dan karyawan yang berpengaruh pada perilaku dan yang menjadi faktor motivasional yang perlu mendapat perhatian dari atasan. Sedangkan kinerja guru yang ada di Madrasah Bahrul Ulum ini sudah dikatan memenuhi kriteria kinerja yang baik pada umumnya. Jadi hubungan antanra iklim kerja sekolah dengan kinerja guru itu sangat berpengaruh, karena kekompakan itu akan membawa kepada iklim yang baik kemudian saya juga sebagai
kepala sekolah tidak otoriter, ini menurut penelitian saya tapi alhamdulillah tidak ada yang protes. Semua dimusyawarahkan apabila ada sesuatu yang perlu di selesaikan agar apabila ada keputusan- keputusan yang nanti sangat rawan, itu juga sudah menjadi keputusan bersama dengan semua stekholder yang ada di Madrasah Aliyah Bahrul Ulum. Semua yang menjadi iklim yang baik kepada kinerja guru. Jadi semua guru yang ada di Madrasah Aliyah Bahrul ini rajin, kompak dan sangat meiliki jiwa yang baik.”62
“Hubungan antara Iklim Kerja Sekolah Terhadap Kinerja sangat ada hubungan. Karena iklim atau situasi dan kondisi yang nyaman dan teduh bagi dewan guru akan menjadikan semangat kerja guru dan motivasi guru itu semakin meningkat. Karena tidak ada intimidasi atau tidak ada tekanan sehingga guru itu didalam bergerak didalam bekerja sangat antusias karena didalam jiwa guru itu ada ketenangan. Apabila tidak ada ketenangan didalam jiwa guru maka akan berpengaruh pada kinerja sehingga masalah- masalah yang terjadi dalam pribadi itu akan terbawa kesekolah sehingga terganggu dalam proses kerja. Kita sebagai guru harus bisa memisahkan permasalahan pribadi tidak boleh dibawa ke lembaga singga permasalahan-permasalahan tersebut tidak terbawa dalam proses kerja guru.63
Jadi kesimpulan dari atas bahwa iklim kerja sekolah sangat berhubungan dengan kinerja guru karena iklim kerja yang baik bisa meningkatkan kualitas kerja para guru dan karyawan sehingga visi misi sekolah dan pekerjaan yang lain dapat terlaksana dengan baik.
62 Muzammil, Wawancara, Probolinggo, 15 Agustus 2018 di Ruang Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Bahrul Ulum Besuk Probolinggo.
63 Mughni, Wawancara, Probolinggo, 25 Agustus 2018 di Ruang Guru Madrasah Aliyah Bahrul Ulum Besuk Probolinggo.
2. Hasil Kerangka Berfikir
Dari hasil penelitian dan pembahasan, kerangka hasil penelitian yang disusun adalah sebagai berikut :
Sumber : Data diolah, 2018 Keterangan :
X = iklim Kerja
Y = Kinerja Karyawan
R = korelasi iklim kerja dengan Kinerja
Berdasarkan hasil uji t dimana X1 mempunyai korelasi sebesar 4,291 dengan taraf signifikansi 0,000 (<0,025) dengan Y Maka dapat disimpulkan bahwa variabel X terdapat hubungan yang signifikan dengan Y.
Kemudian berdasarkan hasil Uji F, diperoleh Fhitung sebesar 18,413(>Ftabel) dengan taraf signifikansi 0,000 (<0,05) sehingga secara bersama-sama dinyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y).
iklim Kerja (X)
Kinerja Guru/Karyawan
(Y) thitung(4,291) > ttabel (0,682)ɑ = 0,000
(<0,025); berhubungan signifikan
R