Di bagian pembahasan ini diungkapkan proses analisis dan kendala terhadap temuan penelitian pada BAB II berdasarkan perspektif penelitian atau kerangka teoritik tentang Implementasi Manajemen
29 Ibid, hlm.373
30 Ibid, hlm.374
31 Ibrahim, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung:Alfabeta,2015), hlm.132
22
Masjid Baitul Maqdis dalam Meningkatkan Kenyamanan Jamaah dan Kendala Yang Dialami Masjid Baitul Maqdis Dalam Meningkatkan Kenyamanan Jamaah.
4. BAB IV. PENUTUP
Di bagian BAB ini berisi kesimpulan dan saran dari hasil penelitian.
23 BAB II
PAPARAN DATA DAN TEMUAN A. Gambaran Umum Kelurahan Pejanggik
1. Sejarah Kelurahan
Penelitian ini berada di Lingkungan Kebon Raja, Lingkungan Kebon Raja termasuk Kelurahan Pejanggik. Kelurahan Pejanggik adalah kelurahan yang tergolong masih muda karena baru terbentuk sejak Mei 2007 yang merupakan wilayah pemekaran dari wilayah Kelurahan Mataram Timur dan merupakan salah satu 9 kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Mataram.
Dari terbentuknya Kelurahan Pejanggik hingga sekarang telah dipimpin oleh 3 lurah yaitu:
1) Jaenuddin, S.Sos dari Mei 2007 sampai dengan Maret tahun 2012
2) Baiq Baktiyanti, SH. MH dari April tahun 2012 sampai dengan September tahun 2017
3) Rahmat Fakhrurrozi, S.IP., MM dari Fabruari 2018 sampai dengan sekarang
Untuk diketahui Kelurahan Pejanggik terbagi menjadi 7 Lingkungan yang dipimpin oleh kepala lembaga Kemasyarakatan sebagai berikut32:
1) Kasmanto sebagai Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Pusaka
2) I Ketut Suduhardana sebagai Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Pajang Barat
3) Ir. Gde Sudiana sebagai Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Pajang Timur
4) Syafrudin sebagai Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Pejanggik
32 Profil Kelurahan Pejanggik Kecamatan Mataram Kota Mataram Tahun 2018, hlm. 2
24
5) Abdurrachim sebagai Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Kebon Raya
6) H. M Risman sebagai Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Pengempel
7) Lalu Ari Bardiansah sebagai Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Majeluk.
2. Struktur Organisasi
Tabel 2.1
LURAH
Rahmat Fakhrurrozi, S.IP., MM
KASI PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT
Putri Aydul Sakinah, S.STP DIREKTUR
H. Ahmad Muharis
STAF
SEKRETARIS Ihbanul Fauzi, ST
KASI PEMERINTAHAN
Syamsidar, SE
KEPALA LKL PUSAKA Kasmanto
KEPALA LKL PAJANG BARAT I Ketut Sudihardana
KEPALA LKL PAJANG TIMUR
Ir. Gde Sudiana
KEPALA LKL PEJANGGIK
Syafrudin
KEPALA LKL KEBON RAJA Abdurrachim KEPALA LKL
PENGEMPEL H. M. Risman
KEPALA LKL MAJELUK Lalu Ari Bardiansah STAF
Hery Suryanegara
STAF
STAF
25 3. Letak Geografis
Luas wilayah Kelurahan Penjanggik ± 103Ha dan berada pada ketinggian 25 meter di atas permukaan laut serta terletak pada koordinat 1160 06’40” bujur timur dan 80 38’6” lintang selatan.
Adapun batas-batas wilayah adalah sebagai berikut:
1) Sebelah Utara : Kelurahan Monjok Timur 2) Sebelah Timur : Kelurahan Cakra Barat 3) Sebelah Selatan : Kelurahan Mataram Timur 4) Sebelah Barat : Kelurahan Mataram Barat
Secara administrasi Kelurahan Pejanggik memiliki 7 Lingkungan dan 34 RT sebagai berikut33:
1) Lingkungan Pusaka : 2 RT 2) Lingkungan Pajang Barat : 11 RT 3) Lingkungan Pajang Timur : 6 RT 4) Lingkungan Pejanggik : 3 RT 5) Lingkungan Kebon Raja : 3 RT 6) Lingkungan Pengempel : 4 RT 7) Lingkungan Majeluk : 5 RT
4. Demografi
Penduduk Kelurahan Pejanggik menurut data tahun 2022 adalah 7.582 jiwa dengan 2.296 KK dengan rincian jumlah penduduk laki- laki berjumpa 3.741 jiwa dan perempuan berjumlah 3.841 jiwa. Rekap data penduduk Kebon Raja pada tahun 2022 total 330 jiwa dengan 102 KK, jumlah penduduk laki-laki 164 jiwa dan jumlah penduduk perempuan 166 jiwa.34
33 Ibid, hlm. 11
34 Ibid, hlm. 12
26 5. Visi dan Misi
a. Visi dan Misi
TujuanPembangunan Pemerintahan Kelurahan Pejanggik telah ditetapkan ke dalam visi dan misi Kelurahan. Berdasarkan visi dan misi Pemerintahan Kota Mataram, maka Pemerintahan Kelurahan mengacu pada arah dan kebijakan Pemerintahan Kota Mataram dengan mengembangkan visi dan misi sebagai berikut:
1) VISI
Terwujudnya masyarakat Kelurahan Pejanggik yang
“GEMAH RIPAH” (Pejanggik Eksis, Mandiri, Aman, Harmonis, Religius, Partisipatif dan Amanah).35
2) MISI
Pernyataan misi mengandung hal-hal yang harus diemban oleh Pemerintahan Kelurahan Pejanggik untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan.
Mengingat pernyataan visi mendasar pada peran yang dapat dilakukan oleh Pemerintahan dalam rangka mewujudkan pelayanan kepada masyarakat yang cepat, tepat, ramah, adil dan bertanggung jawab maka misi Pemerintahan Kelurahan Pejanggik adalah sebagai berikut:
i. Mewujudkan masyarakat Kelurahan Pejanggik yang eksis dan mandiri dengan menumbuh kembangkan ekonomi kerakyatan.
ii. Meningkatkan kualitas pelayanan publik berdasarkan prinsip tata pemerintahan yang baik dalam bentuk penataan administrasi, pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
iii. Mewujudkan masyarakat Kelurahan Pejanggik yang harmonis di dalam keberagamaan dalam
35 Ibid, hlm.15
27
upaya memelihara keamanan, ketentraman, ketertiban dan kedamaian yang dijiwai oleh nilai- nilai agama atau religi dan kearifan lokal.
iv. Meningkatkan kualitas SDM yang handal, partisipatif dan amanah untuk mendorong daya saing.36
B. Latar Belakang Berdirinya Masjid Baitul Maqdis
Masjid merupakan tempat ibadah umat Islam. Setiap masjid memiliki latar belakang pembangunan yang berbeda-beda. Masjid mengalami perkembangan yang pesat, baik dalam bentuk bangunan maupun fungsi dan peranannya. Hampir dapat dipastikan di mana komunitas umat Islam berbeda, di situ ada masjid. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga menjadi tempat berkumpul, belajar, bertukar pengalaman, dan pusat dakwah.37
Setelah diadakan wawancara penulis dengan pemuka-pemuka masyarakat dan beberapa taqmir Masjid Baitul Maqdis menyatakan bahwa kedudukan masjid ini terletak di jalan Pariwisata No. 11, Pejanggik, Lingkungan Kebon Raja, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Keberadaan awal masjid tidak diketahui secara pasti pendiri Masjid Baitul Maqdis, seperti yang dituturkan oleh Bapak Moch. Husni Tamrin:
“Keberadaan awal masjid Baitul Maqdis tidak diketahui secara pasti, namun diketahui keberadaannya ini sejak zaman Belanda yang sebelumnya namanya Santren Pasar Sapi yang dihajatkan untuk para pembeli/pengunjung pasar sapi di zaman itu (di jalan Banteng) lambat laun ditingkatkan menjadi mushola. Dulu namanya Santren karena di jalan banteng itu ada pasar namanya Pasar Sapi sehingga penjuru yang ke pasar sapi itu ketemu waktu Zuhur Asar di situlah mereka salat, di situ juga mereka mandi para pembeli dan makelar sapi. Seiring berjalannya waktu warga
36 Ibid, hlm. 16
37 Siswanto, Organisasi Remaja Masjid, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2005), hlm.26
28
merenovasi sekitar tahun 70 akhir diperbaiki lebih layak oleh warga”.38
Dalam konteks perkembangan pembangunan masjid, tentu membutuhkan berbagai macam dana, baik material, maupun moril seperti yang dijelaskan oleh Bapak Moch. Husni Tamrin:
“Sekitar tahun 70-an mulailah dipugar/disempurnakan dan diperluas oleh masyarakat Kebon Raja dan tanah bangunan tersebut wakaf dari keluarga besar Dr. Burhanudin Tayif Nafiz, M.P.H. (mantan kepala RSU Mataram pada zaman Gubernur H.R. Wasita Kusuma). Dana diperoleh sumbangan dari Gubernur, Wali Kota, PDAM, dan sumbangan dari masyarakat seikhlasnya.
Terkumpulnya dana pembangunan renovasi masjid maka dibangun dan ditingkatkan Santren tersebut menjadi masjid untuk masyarakat Kebon Raja. Pada masa itu pengurus masjid mencari nama untuk masjid, diusulkanlah oleh tokoh masyarakat yaitu Ahmad Sajali mengusulkan nama masjid “Baitul Maqdis” secara aklamasi para pengurus menyetujuinya dan diberi nama Masjid Baitul Maqdis sampai sekarang”. 39
Seiring perjalanannya waktu, pada tahun 2017 masjid ini sudah tidak memenuhi syarat antara lain daya tampung tidak sesuai dengan kebutuhan, kondisi fisik (bocor), maka atas usul masyarakat dan pengurus masjid diputuskan untuk direnovasi total dan dana pembangunannya diperoleh dari donator utama yaitu keluarga besar Dr. Burhanudin Tayif Nafiz, M.P.H. sekitar Rp.750.000.000 (tujuh ratus lima puluh juta Rupiah) dengan disertai desain gambar. Dari modal donator tersebut maka dimulailah pembangunnya dalam jangka 1 tahun lebih dengan biaya kurang lebih Rp.2.000.000.000 (dua miliar Rupiah) diproleh dari beberapa donator, antara lain dari istansi pemerintah, Gubernur, Wali Kota, serta beberapa instansi-instansi pemerintah dan dari masyarakat luas.40
38 Moch. Husni Tamrin, Pelindung Penasehat, Wawancara, Kebon Raja, 29 Januari 2022
39 Ibid
40 Ibid
29
C. Implementasi Manajemen Masjid Baitul Maqdis Lingkungan Kebon Raja Kota Mataram Dalam Meningkatkan Kenyamanan Jamaah
Implementasi manajemen masjid merupakan penerapan manajemen masjid itu sendiri dalam rangka meningkatkan kenyamanan jamaah.
Masjid tidak hanya sebagai tempat peribadatan bagi umat Islam seperti salat lima waktu, tetapi juga tempat para jamaah belajar untuk mengembangkan pikiran dan menumbuhkan kesadaran beragama, baik dalam bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, seperti beribadah, kehidupan beragama, dan bermasyarakat. Di manapun masjid dibangun, fungsi maupun peranannya semua sama, baik masjid di kota-kota besar maupun di pedesaan.
Adapun takmir masjid Baitul Maqdis dalam menerapkan manajemen masjid guna meningkatkan kenyamanan jamaah dengan cara melakukan pengelolaan secara baik dan membuat kegiatan yang mengundang banyak daya tarik para jamaah sehingga masjid tidak pernah sepi dari pengunjung.
Mengimplementasikan manajemen masjid yang baik akan mendapatkan hasil yang baik pula, sehingga dapat mengantisipasi perkembangan yang terus berubah pada kehidupan para jamaah yang semakin modern.
Berjalannya segala program masjid tentu diperlukan kehadiran beberapa orang yeng bersedia mengurus kelancaran setiap program tersebut yakni dengan membuat struktur kepengurusan masjid. Dalam pembentukan kepengurusan masjid atau takmir masjid Baitul Maqdis pada awalnya melalui musyawarah. Pengoperasian seluruh program masjid Baitul Maqdis membutuhkan kehadiran beberapa orang yang bersedia berperan dalam mengurus kelancaran setiap program agar para jamaah merasa nyaman yaitu melalui pembentukan struktur kepengurusan masjid.
Di dalam kepengurusan masjid Baitul Maqdis sudah terstruktur dengan baik dan rapi, yaitu:
30 Tabel 2.2
No Jabatan Keterangan
1 Pembina 1. Kepala Lingkungan Kebon Raja 2. Kepala Lingkungan Pejanggik 2 Pelindung
Penasehat
1. Bpk. H. Almadi 2. Bpk. L. Wiradayun 3. Bpk. Daeng Muhsin 4. Bpk. Moch. Husni 5. Bpk. Marsalim 6. Bpk. Ustadz Assaat
3 Ketua Drs. Abdul Manan, S. Kom M. Eng.
4 Sekretaris Bpk. Akbar
5 Bendahara Ir. H. Abdul Hakim 6 Fungsional 1.Imam Masjid:
1) Ustad. Syazwan Ramdhoni 2) Ustad M. Suwandi Yusuf 2. Marbot : Helmi
7 Seksi peribadatan 1. Ustad. Zaeni 2. Ustad. Japar 8 Seksi Perlengkapan Agus Juliaden Sumber: Takmir Masjid Baitul Maqdis
Setiap bidang kepengurusan tentunya memiliki beberapa program unggulan yang dijadikan dasar untuk melakukan suatu kegiatan tertentu.
Begitu juga dengan kepengurusan masjid Baitul Maqdis, di setiap bidang kepengurusannya baik itu fungsional, pribadatan, perlengkapan dan lain- lain sudah memiliki program mereka masing-masing untuk dijadikan pondasi utama dalam setiap pelaksanaan kegiatannya.
“Menjadi takmir masjid bukanlah pekerjaan mudah. Karena dia tidak mendapatkan gaji yang cukup, tetapi rela
31
mengorbankan waktu dan tenaganya untuk kepentingan masjid.
Takmir masjid mengawas dan mengurus masjid. Pengawasan semua fasilitas masjid yang ada dan bertanggung jawab atas kegiatan masjid saat salat berjamaah tiba. Selain itu, takmir juga memiliki tanggung jawab yang besar dalam membenahi masjid.”41
Kondisi saat ini terkait sarana dan prasarana indikator perkembangan masjid Baitul Maqdis yang diupayakan oleh takmir masjid, yaitu:
1) Mimbar
2) Sound system yang sudah memadai 3) Pembatas shaf pria dan wanita 4) Kipas angin
5) Jam Dinding 6) Lemari mukenah
7) Perlengkapan salat wanita 8) Sejadah
9) Rak Al-Qur'an dan Al-Qur'an 10) Karpet
11) Dispenser
12) Tempat wudu dan toilet yang bersih 13) Tempat parkiran
Nyaman menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kondisi di mana seorang merasa enak, aman, sejuk, bersih, tenang, dan damai.42 Agar para jamaah merasa nyaman di masjid dan bisa beribadah dengan khusuk, maka perlu usaha yang maksimal dari segenap takmir masjid. Masjid sebisa mungkin menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan agar jamaah tidak sungkan atau merasa malas berjamaah di dalamnya.
Hal ini memang menjadi tugas takmir atau pengurus yaitu berusaha sedemikian rupa untuk memakmurkan masjid. Ada banyak cara membuat jamaah merasa nyaman berada di masjid. Karena jika mereka sudah
41 Syazwan Ramdhoni, Fungsional, Wawancara, Kebon Raja, 3 September 2022
42 https://kbbi.lektur.id/nyaman, diakses tanggal 25 Agustus 2022, pukul 12:42 WITA
32
merasa nyaman, mereka akan bisa beribadah dengan khusyuk tanpa gangguan, Mengenai kenyamanan di Masjid Baitul Maqdis ada 4 dari segi kebersihan, keindahan, keamanan dan lingkungan.
1. Kebersihan
Kebersihan merupakan salah satu hal yang diupayakan oleh manusia untuk menjaga lingkungan agar tercipta kehidupan yang sehat dan nyaman. Annadhofatu minal iman yang memiliki arti kebersihan merupakan sebagian dari iman. Kebersihan bisa menjadi salah satu dari iman karena merupakan sesuatu yang dicintai oleh Allah SWT.
Dengan lingkungan yang nyaman melakukan ibadah pun akan terasa lebih bernilai dan khusyuk. Masjid merupakan rumah Allah SWT di dunia.
Masjid digunakan umat Islam sebagai tempat beribadah kepada-Nya.
Namun, selain sebagai tempat beribadah masjid juga merupakan pusat kegiatan komunitas muslim.
Meningkatkan kenyamanan jamaah dari segi kebersihan takmir masjid selalu menjaga kebersihan masjid mulai dari masjid itu sendiri, mulai dari menjaga kebersihan lantai, menjaga kebersihan karpet dan alas shalat dengan rutin menggunakan vacuum cleaner dan alat pembersih lainnya. Takmir juga memberikan pengharum ruangan setiap sudut masjid.
Takmir juga selalu menjaga kebersihan tempat wudu dan toilet.
2. Keindahan
Dengan tampilan masjid yang indah dan fasilitas yang menunjang, akan semakin menciptakan kekhusyukan jamaah dalam beribadah.
Keindahan itu dianjurkan untuk dinikmati sesuai ketentuan-Nya. Manusia juga dianjurkan untuk menciptakan keindahan. Kebersihan dan keindahan adalah bagian dari iman seorang muslim.
Upaya mempercantik tampilan dan menjaga kualitas bangunan masjid Baitul Maqdis kini dilakukan oleh para takmir penambahan aset, pembenahan aset, membuat menara, membuat kanopi di samping masjid agar jamaah tidak terkena percikan dari air hujan. Masjid Baitul Maqdis juga memiliki taman-taman yang berada di depan masjid dan samping
33
masjid, ada beberapa jenis tanaman yang membuat terasa sejuk dan nyaman untuk beribadah.
Selain itu masjid Baitul Maqdis memiliki muadzin tetap sehingga pelaksanaan salat selalu tepat waktu dan tidak pernah kosong. Beberapa imam di masjid Baitul Maqdis memiliki suara merdu hal tersebut membuat jamaah merasa nyaman.
3. Keamanan
Cara efektif agar jama'ah merasa nyaman di masjid Baitul Maqdis berikutnya yaitu dengan menjaga dan meningkatkan keamanan masjid.
Sering kita mendengar kejadian pencurian motor di masjid. Ini lah yang terjadi jika masjid tidak dijaga dengan maksimal. Penjagaan juga harus ditingkatkan terutama terkait dengan parkir, dengan kemanan yang ditingkatkan, jamaah tidak akan merasa khawatir sehingga bisa beribadah dengan tenang dan nyaman.
Dari observasi yang peneliti dapatkan setiap salat Jum'at seluruh parkiran masjid Baitul Maqdis dijaga oleh saudara kita non Muslim (Hindu) dengan catatan di luar masjid terlulis "BEBAS PARKIR" akan tetapi beberapa jamaah memberi seikhlasnya dan tetap diterima. Jamaah yang salat Jum'at di masjid Baitul Maqdis merasa nyaman akan hal itu, dan takmir masjid yang membayar petugas menjaga parkir. Inilah salah satu kerukunan warga Kebon Raja.43
Takmir masjid Baitul Maqdis cukup maximal dalam memberikan pelayanan kepada musafir. Sering jamaah ketika wudu tertinggal barang seperti dompet, arloji, sabuk, akan tetapi takmir mengamankan barang- barang jamaah yang tertinggal sehingga ketika jamaah mengambil pada hari itu, besok bahkan lusa barang tetap aman dan akan diberikan kepada pemiliknya.44
43 Observasi, Kebon Raja, 7 Mei 2022
44 Ibid
34 4. Lingkungan
Untuk memahami lingkungan masjid itu sendiri, manajemen dapat melakukan tindakan terhadap perubahan secara berkala, sehingga apa yang telah ditetapkan dapat mencapai tujuan yang diharapakan.
Untuk menunjang keberhasilan dalam mencapai tujuan maka diperlukan pengelolaan masjid dari takmir masjid. Termasuk dalam hal kenyamanan jamaah, hal ini takmir masjid memiliki peran penting dalam meningkatkan kenyamanan jamaah masjiditusendiri.Yang dilakukan oleh takmir masjid yakni melihat dari keinginan jamaah itu sendiri, apa yang diinginkan jamaah itulah yang akan diusahakan.45
Masukan dari para jamaah memang dibutuhkan agar takmir masjid dapat langsung mendengarkan keluhan jamaah sehingga takmir masjid dapat langsung menangani keluhan jamaah, jika memang dapat bisa dilaksanakan.
Untuk meningkatkan kenyamanan jamaah itu sendiri takmir masjid Baitul Maqdis mengidentifikasi langkah-langkah efektif untuk masa depan dan merencanakan berbagai alternatif kegiatan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
Untuk menentukan sebelum apa yang harus dilakukan sebuah rencana maka takmir masjid Baitul Maqdis mengadakan rapat musyawarah.
Adapun bahasan yang diangkat pada rapat mengenai perencanaan yang ada di masjid Baitul Maqdis dalam meningkatkan kenyamanan yaitu rencana jangka panjang dan rencana jangka pendek.
Rencana jangka pendek yaitu sementara fokus saat ini seperti penambahan aset, pembenahan aset, membuat menara, membuat kanopi di samping masjid agar jamaah tidak terkena percikan dari air hujan, dan rak Al-Qur'an di tempat jamaah wanita. Adapun hal yang telah terlaksana
45 Ibid
35
yaitu rak Al-Qur’an di tempat jamaah wanita yang membuat Al-Qur’an tertata rapi dan nyaman untuk di lihat.46
Dan yang direncanakan dalam jangka panjang yaitu ke depannya ada 2 kegiatan: rencangan kegiatan pertama adalah takmir masjid Baitul Maqdis akan pembuatan TPQ untuk mendidik anak-anak manjadi seorang muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, kecerdasan, dan keterampilan.
“Banyak sekali masyarakat Kebon Raja, Pengempel dan sekitarnya mengharapkan adanya TPQ ini, sebenarnya sudah terlaksanakan seperti tahfidz dan tahsin namun belum maximal dan masih kecil-kecilan, ke depannya akan diperbagus oleh takmir masjid secara intensif. Ustad Syazwan sudah menjanjikan teman-temannya tamatan UIN dan ponpes Al- Aziziyah untuk menjadikan guru ngaji”47
Dalam hal ini hasil wawancara di atas dapat di ketahui bahwa proses para takmir masjid dalam pembuatan TPQ yang merupakan sebuah kegiatan untuk meningkatkan kenyamanan jamaah, karena banyak masyarakat yang mengharapkan adanya TPQ. Kegiatan ini merupakan sebuah proses pembinaan untuk anak-anak dalam menuntut ilmu dalam belajar mengaji. Akan tetapi kurangnya guru ngaji para takmir belum bisa melaksanakan pembuatan TPQ, namun takmir masjid sudah melaksanakan kegiatan tahfidz dan tahsin secara kecil-kecilan, dengan harapan ke depannya akan dicarikan guru ngaji dan kegiatan ini diperbagus oleh takmir masjid secara intensif.48
Kegiatan tahfidz dan tahsin yang ada di masjid Baitul Maqdis mengajarkan anak-anak hingga orang dewasa untuk membaca kalam Allah mulai dari membaca Iqra' sampai membaca Al-Qur'an. Selain diajarkannya cara membaca huruf hijaiyah yang benar, mereka juga menghafal mulai dari surah-surah pendek atau dari juz 30. Kegiatan ini
46 Moch. Husni Tamrin, Pelindung Penasehat, Wawancara, Kebon Raja, 8 Juni 2022
47 Moch. Husni Tamrin, Pelindung Penasehat, Wawancara, Kebon Raja, 1 September 2022
48 Observasi, Kebon Raja, 1 September 2022
36
dilaksanakan setelah salat magrib sampai salat isya, dan bagi yang belum kebagian disimak dilanjutkan selesai salat isya.
Kedua, takmir masjid juga ingin sekali takmir itu seperti salah satu masjid di Yogyakarta yaitu masjid Jogokariyan. Masjid tersebut setiap hari Jum’at memberi makan gratis kepada jamaah, menyediakan kopi secara gratis setiap hari, sehingga takmir masjid Baitul Maqdis mengharapakan kegiatan tersebut diterapakan juga di masjid Baitul Maqdis.
“Sumbangan setiap Jum’at itu cukup bagus, banyak sekali masyarakat dan warung-warung yang antusias membantu, jadi nanti kita akan himbau. Dengan modal yang cukup banyak dari kotak amal setiap Jum’at itu bisa untuk sekedar sarapan pagi para musafir, ojek, tapi kita sedang dikelola. Masalahnya kalau sarapan pagi siapa yang akan masak, membungkus itu semua masih sedang diurus agar terlaksana dengan baik.”49
Untuk melihat dan memastikan segala aktivitas yang dilakukan di masjid Baitul Maqdis berjalan sesuai dengan rencana. Takmir masjid akan mengawasi setiap pelaksanaan kegiatan terkait program yang telah direncanakan dari awal sampai akhir, perkembangan apa yang terjadi dilingkungan masjid kemudian akan dikoordinasikan bersama.50
Di masjid Baitul Maqdis menyediakan dispenser dari sumbangan untuk jamaah, disediakan juga kopi, gula, dan teh untuk jamaah termasuk para pengemudi ojek dan supir taksi ketika mereka mampir untuk melaksanakan salat Zuhur, salat Asar dan ketika istirahat bisa membuat kopi atau teh sendiri. Tempat untuk menaruh gelas diberi tulisan: “Gelas yang habis digunakan dicuci kembali”.51
Berdasarkan wawancara di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa takmir masjid berusaha untuk memperbaiki dan menyediakan kebutuhan jamaah. Perencanaan yang dibuat takmir masjid bertujuan agar jamaah
49 Moch. Husni Tamrin, Pelindung Penasehat, Wawancara, Kebon Raja, 1 September 2022
50 Agus Juliaden, Seksi Perlengkapan, Wawancara, Kebon Raja, 12 Juni 2022
51 Observasi, di Masjid Baitul Maqdis, 8 Juni 2022
37
merasa nyaman dalam beribadah setiap harinya serta memberikan kenyamanan bagi jamaah dalam menyerap ilmu yang mereka dapatkan.52
Kegiatan-kegiatan di masjid Baitul Maqdis bertujuan agar jamaah merasa nyaman beribadah setiap harinya di masjid ini. Para takmir juga selalu mengupayakan agar masjid Baitul Maqdis selalu dalam keadaan bersih setiap saat agar kiranya jamaah yang datang beribadah merasa nyaman. Seperti memasuki waktu salat maka jamaah berdatangan baik jamaah Kebon Raja dan sekitarnya, pegawai kantoran, musafir, maupun orang yang lewat maka dari itu tidak heran apabila masjid tersebut ramai akan jamaah. Karena letak masjid sangat strategis berada di pinggir jalan dan juga berada di wilayah perkantoran. Jadi apabila memasuki waktu salat maka jamaah akan berdatangan dari segala arah.
Selain letak masjid sangat strategis, pengelolaan masjid yang baik dapat memberikan dampak pada orang-orang di sekitarnya terutama jamaah, masyarakat Kebon Raja dan sekitarnya. Senada dengan pernyataan jamaah yang menyatakan bahwa:
“Kinerja para takmir dalam melayani jamaah baik dari segi kebersihan, wangi-wangian yang ada disudut masjid, juga selalu menerima masukan dari jamaah dan sampai saat ini saya merasa puas”53
Berdasarkan hasil wawancara, jamaah sangat mengapresiasi kerja keras takmir masjid dalam meningkatkan kenyamanan jamaah di masjid, baik dari pelayanan takmir dalam menerima pendapat jamaah maupun kebersihan yang selalu diperhatikan oleh takmir sehingga jamaah dan masyarakat merasa nyaman dalam beribadah. Ada juga beberapa ulasan musafir yang merasa nyaman setiap memasukin masjid Baitul Maqdis seperti digambarkan dalam foto lampiran 1.9
“Ada jamaah tabligh salah satu menjadikan sasaran tujuan adalah masjid Baitul Maqdis, warga sangat bersahabat menerima dengan senang hati sehingga jamaah tabligh dari luar daerah
52 Moch. Husni Tamrin, Pelindung Penasehat, Hasil Observasi, Kebon Raja, 8 Juni 2022
53 Zibrail, Jamaah, Wawancara, Kebon Raja, 6 September 2022