Dalam bab ini membahas tentang dampak keberadaan objek wisata Zamzara dalam meningkatkan perekonomian masyarakat baik secara luas dan dijabarkan secara spesifik terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat yang
berlandaskan sesuai ajaran islam yang diolah melalui proses analisis data dan temuan yang dilakukan peneliti.
BAB IV : PENUTUP
Penutup yang berisi kesimpulan hasil penelitian yang merupakan jawaban dari rumusan masalah, dan saran-saran.
42 BAB II
PAPARAN DATA DAN TEMUAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Profil Desa Mamben Lauk
a. Sejarah Desa Mamben Lauk
Desa Mamben Lauk dulunya bernama Desa Mamben berdiri pada Tahun 1748, Kepala Desa Pertama bernama Raden Anggareksa, ibu kota Desa di Singgahuana (Sekarang bernama Senggauan) Sejak berdirinya Desa Mamben dipimpin oleh 11 Orang Kepala Desa Sbb :
1) RADEN ANGGAREKSA :1748-1778
2) RADEN SRINATA : 1778-1803
3) RADEN GUMIRANG : 1803-1825
4) RADEN WIRANGGA : 1825-1853
5) JERO WIRASIH : 1853 - 1878
6) JERO WIRANGGA : 1878 -1908
7) JERO WIRAJA : 1908 -1916
8) BP. SINARAH : 1916 -1936
9) BP. H. SANUDIN : 1936 -1950
10) BP. ANHAR : 1950 -1960
11) BP. KESIP/ H.MOH ABU BAKAR : 1960 – 1965 Karena pertimbangan Luas wilayah dan Pendekatan pelayanan kepada masyarakat Desa Mamben Lauk mengalami 3 kali Pemekaran dalam kurun waktu 1960, 1965, 2005, 2011 Yaitu:
1) Pada tahun 1960 di saat ahir masa jabatan Pemerintah Bp.
Anhar Desa Mamben Lauk dimekarkan menjadi 2 Desa yaitu
Desa Mamben Lauk (desa asal) dan desa Kembangkerang ((Desa Hasil Pemekaran )
2) Pada tahun 1965 Pada masa jabatan Pemerintah Bp. Kesip Desa Mamben Lauk dimekarkan menjadi 2 Desa lagi yaitu Desa Mamben Lauk (desa asal) dan desa Mamben Daya ((Desa Hasil Pemekaran )
3) Pada tahun 2005 pada masa jabatan Pemerintah HANNAN, SE.Desa Mamben Lauk dimekarkan menjadi 2 Desa lagi yaitu Desa Mamben Lauk (desa asal) dan desa Tembeng Putek ((Desa Hasil Pemekaran )
4) Pada tahun 2011 pada masa jabatan Pemerintah Ir. Ahmad Wus’an Desa Mamben Lauk dimekarkan lagi menjadi 2 Desa yaitu Desa Mamben Lauk (desa asal) dan desa Mamben Baru ((Desa Hasil Pemekaran). 31
Adapun Nama-nama Kepala Desa yang menjabat sejak dimekarkan yaitu :
1) H MOH. ABU BAKAR : 1965 – 1974 2) ABD. RAQIB : 1974 – 1989 3) Drs. MUCHTAR : 1989 – 1997 4) HANAN SE. : 1997 – 2005 5) Ir. AHMAD WUS’AN : 2005 – 2011 6) HANAN SE. MM. : 2011 – 2015 7) ANWAR, SH. : 2015 – 2016
8) HAURAN : 2016 – SAMPAI SEKARANG
31Profil Desa Mamben Lauk, Tahun 2019
Pada priode 1965 – sampai sekarang Desa Mamben Lauk telah 3 kali dimekarkan dengan alasan yang sama yaitu luas wilayah dan pendekatan pelayanan kepada masyarakat adapun rincian kejadian pemekaran tersebut sebagi berikut :
1) Pada tahun 1965 pada masa jabatan pemerintah Bp. Kesip Desa Mamben Lauk dimekarkan menjadi 2 Desa lagi yaitu Desa Mamben Lauk (desa asal) dan desa Mamben Daya ((Desa hasil pemekaran )
2) Pada tahun 2005 pada masa jabatan pemerintah HANNAN, SE. Desa Mamben Lauk dimekarkan menjadi 2 Desa lagi yaitu Desa Mamben Lauk (desa asal) dan Desa Tembeng Putek ((Desa hasil pemekaran )
3) Pada tahun 2011 pada masa jabatan Pemerintah Ir. Ahmad Wus’an Desa Mamben Lauk dimekarkan lagi menjadi 2 Desa yaitu Desa Mamben Lauk (desa asal) dan Desa Mamben Baru (Desa Hasil Pemekaran )
Pada saat ini Desa Mamben Lauk berada di wilayah administratif Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur yang terdiri dari 40 RT yang tersebar di 8 (Delapan) Dusun yaitu : Dusun Karang anyar Baret, Dusun Karang anyar Timuk, Dusun Gubuk Dalem, Dusun Bebae, Dusun Senggauan, Dusun Ladon, Dusun Lengkok Embuk dan Dusun Lengkok Tengak. 32
32Ibid
b. Letak Geografis Desa Mamben Lauk
Desa Mamben Lauk Kecamatan wanasaba kabupten Lombok Timur terletak pada Kordinat--- BT dan --- LS dengan Elavansi 300-350 m dengan Batas-batas sebagai berikut :
- Batas Wilayah
Sebelah Utara : Desa Wanasaba dan Desa Mamben daya Sebelah selatan : Desa Tembeng Putek dan Desa kalijaga Timur
Sebelah Timur : Desa Tembeng Putek Sebelah Barat : Desa Mamben daya - Luas Wilayah
Luas Wilayah Desa Mamben Lauk 287,42 Ha dengan Pembangunan Wilayah menurut penggunaannya adalah sebagai berikut :
No Pemanfaaatan Luas (Ha) %
1 2 3 4 5 6
Pemanfaatan Pekarangan Persawahan
Perkebunan/Ladang Kuburan
Sekolah/Perkantoran/Madrasah Prasarana umum lainnya
40,31 211,91 43,13 5,71 6,12 7,24
12,19 69,40 13,72 1,82 1,95 2,31
Total 314,42 100
Tabel 2.1 Luas wilayah
Dari keadaan Tabel diatas dapat dilihat bahwa pemanfaatan lahan untuk pertanian masih mendominasi, namun demikian proporsi pemanfaatan la han dari tahun ketun mengalami perubahan karena kebutuhan akan pemukiman dan infrastruktur jalan yang kian meningkat
- Tofografi
Desa mamben lauk merupakan daerah yang sebagaian besar wilayahnya merupakan dataran rendah dengan kemiringan rata-rata 15-20®.
- Orbitrasi
Jarak tempuh dari pusat pemerintahan Desa Mamben Lauk ke Pusat Pemerintahan Kecamatan 2,3 Km dengan Rata-rata waktu tempuh ± 5 Menit dengan menggunakan kendaraan Bermotor sedangkan dari Pusat Desa Mamben Lauk ke Pusat pemerintahan Kabupaten Lombok Timur ± 15 Km dengan rata-rata waktu tempuh 15 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor.
- Iklim dan Cuaca
Danpak dari pemanasan gelobal ikut mempengaruhi iklim di Desa Mamben Lauk dengan adanya penomena pergeseran siklus dan Curah hujan yang
pluktuatif untuk Tahun 2019 Curah Hujan tertinggi terjadi pada Bulan Januari – Februari, sebagaimana halnya di Desa-desa yang ada di Kabupaten Lombok Timur dan Indonesia Umumnya Desa Mamben Lauk mengalami 2 musim Yaitu Musim Kemarau (Panas) dan Musim penghujan, Kelembaban Normal berkisar antara 26 ®c – 27 ®c
c. Jumlah dan Kepadatan penduduk
Jumlah Penduduk Desa Mamben Lauk per 31 Desember 2019 tercatat sebanyak 9495 Jiwa terdiri dari 4558 Laki-laki, 4937 Jiwa Perempuan dengan Jumlah Kepala Keluarga 3128 KK, Kepadatan penduduk 68 Jiwa/Kilometer d. Potensi Tenaga Kerja
Jumlah angkatan tenaga kerja di Desa Mamben Lauk yaitu penduduk yang memiliki usi 18-56 Tahun hal ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini: 33
No Tenaga kerja Laki-laki Perempuan
1 Usia 18 – 56 Tahun yang bekerja
1420 985
2 Usia 18 – 56 Tahun yang tidak bekerja
957 1556
3 Usia ≤ 18 Tahun yang bekerja
- -
33Ibid
4 Usia ≤ 56 Tahun yang bekerja
- -
Total 2387 2541
Tabel 2.2 Jumlah Tenaga Kerja
2. Gambaran Umum Obyek Wisata Zamzara a. Profil bapak Sumardi
Asal muasal dari bapak Sumardi selaku pemilik kolam Zamzara. Bapak Sumardi lahir di Selong pada tahun 12-04- 1959 beliau bisa dikatakan tergolong dari keluarga yang miskin tapi dengan tekad beliu untuk meubah perekonomian keluarganya beliau itu memutuskan untuk menlanjutkan pendidikannya sampai ke jenjang kuliah dan beliau diangkat sebagai guru di salah satu sekolah dasar yaitu dengan seiring perkembangannya waktu akhirnya beliau diangkat sebagai PNS. Setelah beliau menjadi PNS akhirnya beliau menikah dengan salah satu penduduk desayang ada di Desa Mamben Lauk dan sampai saat ini beliau tinggal di Desa Mamben Lauk.Beliau juga sudah menjabat sebagai kepala sekolah selama 14 tahun dan sekarang beliau sudah pensiun.
b. Sejarah Obyek wisata Zamzara
Obyek wisata Zamzara pertama kali di bangun oleh pak Sumardi yang dimulai bangun pada Tahun 6 januari 2012.
Proses pembangunan objek wisata Zamzara ini memerlukan waktu pembangun yang bisa dikatakan lumayan singkat waktu yang dibutuhkan yaitu selama 6 bulan dan selesai pembangunan pada tanggal 6 juni 2012. Kolam yang pertama kali dibangunnya itu sebanyak 2 kolam renang yaitu untuk anak-anak dan untuk dewasa. Kolam Zamzara yang dibangun pada tahun 2012 itu dibuat 2 kolam yang pertama itu ukuran kolamnya yaitu ukuran 25 x 13 persegi, bentuk kolam yang dibuat tersebut yaitu berbentuk persegi panjang dan yang kedua yaitu ukuran 25 x 10 yang berbentuk lingkaran.34
Perekembangan objek wisata ini dari tahun ke tahun pengunjung yang berdatagan banyak baik dari desa setempat maupun dari beda kabupaten ikut mengunjungi wisata terebut sehingga ini yang menyebab kan pak umardi untuk memperlua area objek wiata terebut. Pada tanggal 5 Agustus 2018 dibangun lagi kolam renang untuk anak-anak dikarenakan setiap orang yang berkunjung ke objek wiata terebut dan dibangunnya taman untuk bermain bagi pengunjung.
Pak Sumardi mulai memutuskan untuk membuat kolam Zamzara ini yaitu dengan tujuan sebagai sarana pendidikan yang ada disekitar Desa Mamben Lauk. Terutama yang diperuntukkan untuk anak-anak yang berlatih untuk
34Sumardi, Selaku Pemilik Kolam Zamzara ,Wawancara, Mamben Lauk 8 feberuari 2020
mewujudkan cita-cita mereka sebagai anggota Polisi dan TNI (Tentara Nasional Indonesia). Dan juga untuk anak sekolah baik dari PAUD,TK, SD, SMP, SMA, mereka bisa menyewa tempat kolam tersebut untuk latihan atau praktik renang tidak hanya mendapatkan teori saja namun juga diimbangi dengan praktik. Ini juga diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin pergi berliburan bisa datang kekolam dan bisa menghemat waktu dan tenaga karna tidak diperlu lagi untuk pergi ke Selong untuk mandi kekolam, biaya tiket untuk masuk juga bisa dikatakan murah meriah ini diperuntukkan kepada masyarakat yang kurang mampu. Biaya tiket masuk itu untuk dewasa Rp. 5.000 dan untuk Anak-anak Rp. 3000.
Pendapatan objek wisata Zamzara yang diterima dalam waktu 1 miggu yaitu Rp.3.000.000 - 5.000.000, kalau dihitung dalam waktu 1 bulan yaitu mencapai Rp.20.000.000- 35.000.000. Bisa dilihat dari jumlah pendapatan ini kitabisa megetahui jumlah pengunjung mencapai 1.000 orang dalam 1 minggu dan biasa waktu pengunjung yang ramai itu padaha hari sabtu dan minggu.
Hasil tersebut apabila pengunjung akan tetap datang untuk berkunjung walaupun cuman pada hari tertentu tetapi ini sudah bisa dikatakan bisa membantu untuk perekonomian
masyarakat yang ada di Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.35
c. Pengelolaan
Jumlah karyawan yang ada di objek wisata Zamzara mencapai 5 orang yaitu itu adalah masyarakat yang ada di Desa Mamben Lauk. Dan jumlah pedagang yang ada di objek wisata Zamzara yaitu berjumlah 16 orang. Adapun tugas dan jabatan karyawan yaitu:
1) Kasir 2) Tukang sapu 3) Tiket 4) Keamanan
B. Peran objek wisata Zamzara dalam meningkatkan perekonomian mayarakat di Desa Mamben Lauk Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur
Objek wisata Zamzara adalah objek wisata yang terletak di Desa Mamben Lauk Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.Keberadaan objek wisata ini sangat membantu untuk perekonomian masyarakat yang ada di Desa Mamben Lauk, Sehingga perekonomian masyarakat dapat meningkat karena adanya sebuah objek wisata yang dibuat oleh seorang warga yang bernama pak Sumardi yang ingin membantu perekonomianmasyarakat yang ada di Desa Mamben Lauk.
35Ibid
Dari hasil observasi lanjutan dan hasil wawancara dengan bapak Sumardi selaku pemilik kolam dan masyarakat baik yang menjadi karyawan ataupun yang menjadi pedagang di area kolam tersebut, dapat ditemukan bahwa beberapa peran yang berhasil dilakukan oleh objek wisata Zamzara sejauh ini adalah sebagai berikut:
1. Kesempatan kerja
Penciptaan lapangan pekerjaan yang diadakan oleh objek wisata Zamzara dapat dikatakan termasuk dalam tiga aspek yaitu penciptaan suasana yan memungkinkan potensi masyarakat yang harus dikembangkan melalui objek wisata Zamzara ini, selanjutnya yaitumemperkuat potensi yang dimiliki masyarakat sehingga mudah untuk dikembangkan dan melindungi dan membela kepentingan masyarakat dengan mendukung sepenuhnya peoses pemberdayaan masyarakat tersebut.
Keberadaan objek wisata Zamzara berpartisipasi dalam memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat yang ada di Desa Mamben Lauk, partisipasi tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Mamben Lauk ini bisa dilihat dari perekrutan karyawan dari masyarakat sekitar.
Perkembangan objek wisata Zamzara dari tahun 2015 memilik 5 pegawai dan itu di angkat dari masyarakat yang ada di sekitar objek wisata Zamzara, sampai saat ini jumlah karyawan yang ada di wisata Zamzara tersebut tidak ada penambahan maupun pengurangan
karyawan. Adapun hasil wawancara dengan karyawan yang ada di Zamzara tersebut antara lain.
Sebagaimana hasil wawancara penelitian dengan bapak sumardi selaku pemilik kolam Zamzara. 36
sebagian besar karyawan di objek wisata Zamzara ini direkrut dari masyarakat sekitar yaitu dari desa Mamben Lauk itu sendiri karena banyaknya masyarakat terutama pemuda dari sekitar objek wisata yang masih tidak bekerja atau pengangguran.
Dari hasil penjelasan beliau dapat diketahui bahwa objek wisata Zamzara ini sudah memberikan peluang kepada masyarakat terutama yang ada disekitar objek wisata. Kebayakan dari masyarakat tersebut bermata pencaharian petani, buruh tani. Sehingga dengan adanya objek wisata ini bisa membantu perekonomian masyarakat yang ada di desa Mamben Lauk.
Begitu juga halnya yang dikatakan oleh fadlan selaku penjaga tiket yang ada diarea objek wisata Zamzara.37
saya awalnya adalah seorang pengangguran. Sejak didirikannya objek wisata zamzara ini saya bisa mempunyai pendapatan tetap.Menurut saya keberadaan objek wisata ini sangat membantu perekonomian saya pribadi dan bisa membantu orang tua.
Dari penjelsan ini dapat diketahui bahwa bagi masyarakat yang tidak mempunyai penghasilan yang tidak menentu sekarang mereka sudah bisa mempunyai penghasilan tetap karena adanya objek wisata, yang sudah dikatakan oleh selaku penjaga tiket yang ada di objek
36Sumardi, Selaku Pemimpin Objek Wisata ,Wawancara, Mamben Lauk, 14 Februari 2021
37Fadlan, Karyawan, Wawancara, Mamben Lauk, 14 Feberuari 2021
wisata Zamzara. Hal ini juga dapat membantu perekonomian masyarakat yang ada disekitar objek wisata guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Adapun penuturan yang sama halnya yang dikatakan oleh muhammad iwan selaku karyawan pada bidang keamanan di objek wisata Zamzara.
Desa Mamben Lauk ini banyak sekali pemuda yang tidak mempunyai pekerjaan saya juga dulu termasuk pengagguran namun akhirnya direkrut untuk menjadi tenaga kerja disini, posisi sebagai bidang keamanandan ini sangat membantu saya dalam masalah perekonomian.38
Oleh karena itu dapat diketahui bahwa objek wisata ini sangat membantu masyarakat yang ada diskitar objek wisata Zamzara. Jadi dapat disimpulkan bahwa objek wisata membuka peluang besar untuk masyarakat yang ada di sekitar objek wisata, karena dengan objek wisata ini masyarakat bisa bekerja sebagai karyawandi objek wisata ini. Hasil wawancara dengan para karyawan yang ada di objek wisata Zamzara ini adapun wawancara yang saya lakukan dengan bapak fadlan selaku penjaga tiket dan bapak Muhammad Iwan selaku petugas keaman objek wisata.
2. Menyediakan modal untuk masyarakat yang berjualan
Objek wisata ini tidak hanya memberikkan lapangan pekerjaan saja tetapi mereka juga menyediakan modal untuk masyarakat yang berjualan di area objek wisata, siapapun masyarakat yang ingin
38Muhammad Iwan, Karyawan, Wawancara, Mamben Lauk, 14 feberuari 2021
meminjam modal untuk berjualan di area objek wisata para pihak objek wisata akan memberikan dananya kepada masyarakat yang benar-benar serius untuk berjualan.
Hal ini sangat memudahkan masyarakat yang tidak memiliki modal dan mereka tidak perlu lagi memikiran dari mana mereka mendapatkkan modal untuk berjualan, akan tetapi mereka sudah bisa langsung berjualan diarea objek wisata tersebut. Karena ini sangat mempermudah masyarakat seperti yang dipaparkan oleh pak Sumardi selaku pemilik kolam sebagai berikut: 39
saya memberikan modal kepada masyarakat karena saya sudah lihat di sekeliling bahwa mereka untuk makan sehari-hari saja tidak cukup apalagi untuk mengumpulkan modal untuk berjualan, hal ini yang membuat saya memikirkan bagaimana perekonomian mereka bisa berubah, dengan cara ini saya bisa membantu kepada masyarakat yang ada di Desa Mamben Lauk.
Pejelasan diatas dapat kita ketahui bahwa masyarakat tersebut itu ingin sekali berjualanakan tetapi mereka terkendala kepada modal saja, dan ini yang membuat pihak pengelola objek wisata untuk memberikan sebagian masyarakat yang ingin berjualan di kawasan objek wisata.Sistem yang digunakan yaitu mereka menggunakan sistem bagi hasil dengan objek wisata. Dengan adanya masyarakat yang berjualan ini sangat membantu kepada pihak objek wisata untuk memenuhi kebutuhan para pengunjung yang akan berwisata ke
39Sumardi, Selaku Pemimpin Objek Wisata, Wawancara, Mamben Lauk, 14 feberuari 2021
Zamzara. Oleh karena itu pihak pengelola objek wisata juga bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Seperti yang dikatakan oleh seorang warga yang berjualan di kawasan objek wisata yaitu ibu Ani menuturkan bahwa
yang semula saya hanya seorang ibu rumah tangga saja dengan adanya kolam ini sangat mambantu saya, sekarang saya bisa berjualan diarea objek wisata ini dan kami yang berjualan di berikan modal juga, dan sangat membantu perekonomian saya.
40.
Penjelasan diatas dapat kita ketahui bahwa dengan adanya wisata Zamzara ini sangat membantu perekonomian masyarakat yang ada di sekitar wisata, terutama kepada ibu rumah tangga yang biasanya tidak memiliki pendapatan dan sekarang mereka bisa menghasilkan uang dari usaha berjualannya
3. Pengembangan Masyarakat
Pengembangan masyarakat merupakan penggalian potensi yang dimiliki oleh masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Dalam hal ini pengembangan masayarakat dilaksanakan melalui pariwisata dengan adanya objek wisata Zamzara. Penciptaan budaya pariwisata harus diakukan sejalan dengan peningkatan infrastruktur karena pengembangan pariwisata yang optimal mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
40Ani ,Pedagang, Wawancara, Mamben Lauk, 14 feberuari 2021
Seperti yang dikatakan oleh Rizal selaku karyawan objek wisata Zamzara:41
Adanya objek wisata Zamzara ini bisa menjadi faktor pengembangan masyarakat karena dimulai dari mengutamakanmasyarakat di sekitar wisata untuk dijadikan tenaga kerja.Selain itu dengan adanya objek wisata ini, pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa meningkatkan.Hal tersebut dilihat dari harga jual tanah disekitar objek wisata menjadi lebih tinggi dari sebelumnya adanya objek wisata ini.
Kegiatan pengembangan masyarakat melalui perekrutan tenaga pekerja dari masyarakat desa sekitar selanjutnya ditingkatkan melalui beberapa pelatihan-pelatihan di luar daerah untuk para karyawan sehingga pengembangan masyarakat melalui obyek wisata Zamzara ini dapat berjalan dengan optimal.
Adapun hasil wawancara dengan Junaidi selaku karyawan di obyek wisata Zamzara.42
setelah adanya objek wisata Zamzara tersebut, beberapa masyarakat bisa bekerja di tempat tersebut. Ibu-ibu yang dulunya hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga sekarang bisa bekerja di sana sebagai pedagang dan buka warung.
Oleh karena itu dengan adanya perekrutan karyawan dari masyarakat yang ada di objek wisata sekitar,akan menjadi partisipasi objek wisata Zamzara oleh masyarakat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat ini. Pengembangan objek wisata ini bisa
41Rizal, Karyawan, Wawancara, Mamben Lauk, 14 feberuari 2021
42Junaidi, Karyawan, Wawancara, Mamben Lauk, 14 feberuari 2021
dilakukan untuk menjaga wisata ini agar tetap aman, bersih, agar objek wisata ini bertahan lama agar bisa membantu masyarakat.
4. Berkurangnya Tingkat Pengangguran
Terbukanya lapangan kerja baru secara otomatis akan mengurangi pengangguran. Pengangguran yang ada di Desa Mamben Lauk dari tahun ke tahun sejak dibukanya pariwisata yang ada di Desa Mamben Lauk ni membuat tingkat pengangguran menurun secara signifikan.
Adapun data yang dapatkan yaitu dari mayarakat ekitar bahwa 60 orang yang menganggur dan tapi dengan adanya objek wiata ini merekrut sejumlah 21 mayarakat desa untuk bekerja sebagai karyawan maupun sebagai pedagang di kawaan objek wisata Zamzara.
Seperti yang dikatakan oleh ibu Kuraini selaku pedagang di kawasan wisata Zamzara, bahwa : 43
Sebelum adanya wisata Zamzara masyarakat Mamben Lauk bekerja sebagai petani dan sebagai guru dan buruh tani dan selebihnya banyak yang pengangguran, dan masyarakat Desa Mamben Lauk sangat bersyukur semenjak adanya wisata Zamzara orang-orang Desa Mamben Lauk yang dulunya tidak mempunyai pekerjaan dan sekarang bisa dapat pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan saya pun sekarang udah bisa membuka warung makan”
Oleh larena itu dengan adanya objek wisata ini masyarakat yang semula tidak memiliki pekerjaan dan sekarang mereka bisa bekerja baik itu sebagai karyawan, tukang parkir, maupun pedagang di
43Kuraini, Pedagang, Wawancara, Mamben Lauk, 14 feberuari 2021
kawasan objek wisata. Dengan adanya objek wisata ini sangat membantu perekonomian masyarakat.
Ada juga pemaparan dari ibu hudaeni yang menyatakan bahwa44 Dulu sebelum ada wisata Zamzara saya bekerja sebagai buruh tani, say bilang palingan berapa si penghasilanya yang saya dapatkan, buat makan sama keluarga tidak cukup. Apalagi sekarang semuanya sudah serba mahal syukur Alhamdulillah sekali semenjak saya bekerja di wisata Zamzara ini perekonomian saya sudah mulai membaik dibandingkan dengan yang kemarin”
Dari penjelasan diatas kita bisa ketahui peran objek wisata ini sangat berpengaruh sekali kepada masyarakat yang ada di sekitar objek wisata.Oleh karena itu masyarakat yang dulunya tidak bekerja sekarang mereka bisa bekerja di objek wisata.
5. PendapatanMasyarakat
Peningkatakan pendapatan masyarakat yang didapat dari objek wisata ini termasuk yaitu warung makan dan minuman, bengkel, parkir, dan lain sebagainya.
Adapun pepamaran dari salah satu pedagang warung yaitu bapak Mashuri menyatakan bahwa:
sebelum adanya objek wisata Zamzara ini pendapatan yang saya dapatkan yaitu cuman Rp. 1.000.000. perbulan tetapi karena adnya objek wisata ini sekarang saya dapatkan yaitu sekitar Rp.5.000.000. perbulan. Oleh karena itu wisata Zamzara ini sangat membantu perekonomian saya sendiri.45
44Hudaeni, Pedagang, Wawancara, Mamben Lauk, 14 feberuari 2021
45Mashuri, Pedagang,Wawancara, Mamben Lauk, 14 feberuari 2021
Oleh karena itu kita bisa ketahui bahwa dengan adanya objek wisata ini masyarakat yang hanya pendapatannya itu kecil sekarang sudah berubah menjadi pendapatannya meningkat drastis itu karena adanya objek wisata ini bisa membantu masyarakat.
Adapun pernyataan dari pengusaha bengkel yang ada disekitar wisata Zamzara yaitu bapak Mahmudin menyatakan bahwa:46
Sebelum adanya objek wisata ini pendapatan yang saya dapatkan itu tidak telalu banyak cukup untuk makan saja, dan bisa dikatan sepi, dan semenjak adanya wisata ini bengkel saya selalu ramai di kunjungi, dan pendapatan yang saya dapatkan juga semakin bertambah, dan pendapatan ini bisa saya gunakan untuk menyekolahkan anak saya.
Adapun peningkatan pendapatan masyarakat ini disebabkan ke beberapa factor antara lain sebagai berkut:
a. Meningkatkan Daya Beli Masyarakat
Industri pariwisata memudahkan masyarakat untuk mendapatkan uang sehingga pendapatan masyarakat menjadi naik menjadikan daya beli masyarakat naik sehingga kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya semakin tinggi, bahkan orientasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bukan lagi kebutuhan primer ataupun sekunder, tetapi juga tersier.
Seperti yang dikatakan oleh Ibu Maya Selaku pedagang di kawasan wisata Zamzara, yang mengatakan bahwa : 47
46Mahmudin, Usaha Bengkel, Wawancara, Mamben Lauk, 14 feberuari 2021
47Maya, Pedagang, Wawancara, Mamben Lauk, 14 feberuari 2021