• Tidak ada hasil yang ditemukan

peran objek wisata zamzaraterhadap perekonomian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "peran objek wisata zamzaraterhadap perekonomian"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh:

Zulfaini Isdin NIM.170501107

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

MATARAM 2021

(2)

ii

PERAN OBJEK WISATA ZAMZARATERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA MAMBEN LAUK KECAMATAN

WANASABA LOMBOK TIMUR

Skripsi

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar sarjana ekonomi

Oleh:

Zulfaini Isdin NIM.170501107

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

MATARAM 2021

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

(6)

vii

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi oleh: Zulfaini Isdin, NIM 170501107 dengan judul “Peran Objek Wisata Zamzara Terhadap Perekonomian Masyarakat di Desa Mamben Lauk Kecamatan Wanasaba Lombok Timur” telah dipertahankan di depan dewan penguji jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram pada tanggal... Juli 2021

Dewan Penguji

Dr. Muhammad Saleh Ending, M.A (Ketua Sidang /Pemb.I)

Muh, Baihaqi, S.H.I., M.SI.

(Sekertaris Sidang/Pemb. II)

Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag (Ketua Sidang Penguji I )

Hj. Suharti, S.Ag., M.Ag (Sekertaris Sidang Penguji II)

Mengetahui

Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam

Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag, NIP. 197111041997031001

(7)

viii

HALAMAN MOTTO

Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya.

Beramallah untuk diakhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok”(mahfuzot)

(8)

ix

HALAMAN PERSEMBAHAN

Dengan penuh cinta dan kasih sayang skripsi ini ku persembahkan.Kedua orang tua peneliti, ayahanda Faharuddin dan ibunda Faizah, yang senantiasa selalu mencurahkan cinta, kasih sayang, perhatian, dukungan moral maupun materi, dan perjuangan juga pengorbanan yang luar biasa, serta selalu mendo’akan kesuksesan dan keberhasilan untukku. Ayahandaku yang bercucuran keringet dalam bekerja untuk mencari rizki demi tercapainya cita- citaku dalam menuntun ilmu. Aku ucapkan terima kasih yang tak terhingga untukmu orang tuaku, hidupku, penyemangatku, motivasi terbesarku. Semoga pengorbananmu dicatat sebagai amal dan mendapatkan imbalan yang berlipat ganda dari Allah SWT.

(9)

x

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT., yang telah menganugerahkan nikmat kepada peneliti, dengan anugerahn-Nya skripsi ini dapat terselesaikan.

Selanjutnya shalawat dan salam peneliti persembahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad Rasulullah saw., yang telah mengeluarkan umatnya dari kegelapan kepada cahaya terang benderang.

Skripsi ini berjudul “Peran Objek Wisata Zamzara Terhadap Perekonomian Masyarakat Di Desa Mamben Lauk Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur”, yang merupakan syarat akhir studi untuk mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S.E) di Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

Selesainya skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini peneliti mengucapkan terimakasih kepada:

1. Dr. Muhammad Saleh Ending, M.A. sebagai pembimbing I dan Muh, Baihaqi, S.H.I., M.SI. Sebagai pembimbing II yang selalu memberikan bimbingan, motivasi, dan koreksi yang mendetail hingga penulisan skripsi ini selesai.

2. H. Bahrur Rosyid, MM. selaku Ketua Jurusan Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Mataram.

3. Prof. Dr. H. Mutawali, M.Ag selaku Rektor Universitas Islam Negeri Mataram.

(10)

xi

4. Dr. Ahmad Amir Aziz, M.Ag. selaku dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Matarm.

5. Dosen wali kelas C Ekonomi Syariah Muh, Baihaqi, S.H.I., M.SI.

serta seluruh dosen yang telah mendidik dan membimbing kami selama melakukan studi di UIN Mataram.

Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapat pahala yang berlipat-ganda dari Allah SWT, dan semoga hasil penelitian ini bisa bermanfaat teoritis dan praktis. Aamiin

6. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dan mendukung hingga tugas akhir ini dapat diselesaikan.

7. Almamaterku tercinta, UIN Mataram.

Mataram, 16 Juni 2021 Penulis

Zulfaini Isdin

(11)

xii

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL……… ... ii

HALAMAN LOGO……….……… ... iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING……….……… ... iv

NOTA DINAS PEMBIMBING... ... v

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI………..… ... vi

PENGESAHAN DEWAN PENGUJI……….. ... vii

HALAMAN MOTTO ... viii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... ix

KATA PENGANTAR……….……… ... x

DAFTAR ISI……… ... xii

DAFTAR TABEL... ... xiv

DAFTAR LAMPIR………..…xv

ABSTRAK ………. ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 8

C. Tujuan dan Manfaat ... 8

D. Ruang lingkup………..…………. ... 9

E. Telaah Pustaka………..……….. ... 10

F. Kerangka Teori………...……… ... ...15

1. Objek Wisata………..……….. ... 15

2. Perekonomian Masyarakat ... 22

3. Pendapatan Masyarakat ... 26

G. Metodologi Penelitian ………..……….. ... 29

1. Jenis dan Pendekatan Penelitian……….. ... .29

2. Waktu dan Tempat Penelitian………...… ... 30

3. Sumber Data………..………...…. ... 31

4. Instrumen Penelitian………..……… ... 31

5. Metode Pengumpulan Data……….……….. ... 32

6. Teknik Analisi Data……….………...…. ... 37

7. Teknik Validitas Data……..……….…………...… ... 38

H. Sistematika penulisan…………..………... ... 39

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN ... 41

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Hasil... 41

1. Profil Desa Mamben Lauk ... 41

2. Gambaran Umum Objek Wisata Zamzara…………..………. ... 47

B. Peran Objek Wisata Zamzara dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Desa Mamben Lauk Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur………...…. ... 50

1. Kesempatan Kerta ... ……… 51

(12)

xiii

2. Menyediakan Modal Untuk Masyarakat yang

Berjualan………..……….…... 53

3. Pengembangan Masyarakat………..………..….….. ... 55

4. Berkurangnya Tingkat Pengangguran………....57

5. Peningkatan Pendapatan Masyarakat ... 58

BAB III PEMBAHASAN………... .. 63

A. Analisis Peran Objek Wisata Zamzara dalam Meningktkan Perekonomian Masyarakat di Desa Mamben Lauk Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur ... 63

BAB V PENUTUP ... 76

1. Kesimpulan ... 76

2. Saran ... 77 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(13)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Luas Wilayah, 45.

Tabel 2.2 Jumlah Tenaga Kerja, 47.

(14)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Pertayaan-pertayaan Penelitian Lampiran 2. Foto Dokumentasi

Lampiran 3. Kartu Konsultasi Pembimbing I Lampiran 4. Kartu Konsultasi Pembimbing II

(15)

xvi

PERAN OBJEK WISATA ZAMZARATERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA MAMBEN LAUK KECAMATAN

WANASABA LOMBOK TIMUR Oleh :

Zulfaini Isdin NIM.170501107

ABSTRAK

Sektor pariwisata adalah salah satu faktor yang strategis bagi perekonomian suatu daerah, terutamadalam meningkatkanpendapatan masyarakat, pendapatan asli daerah, dan devisa Negara. Pariwisata dapat memberikan banyak manfaat sosial, ekonomi bahkan penunjang pembangunan di lingkungan hidup, selain itu pariwisata juga kerap dijadikan sebagai langkah awal yang dilakukan untuk memajukan perekonomian suatu daerah atau negara.Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana peran objek wisata Zamzara terhadap perekonomin masyarakat di Desa Mamben Lauk Kecamatan Wanasaba Lombok Timur, terutama untuk karyawan dan untuk masyarakat yang ada di kawasan objek wisata Zamzara.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Selain itu data yang diperoleh bersifat informasi, keterangan-keterangan bukan dalam bentuk simbol atau angka, pada teknik wawancara tidak terstruktur atau semi terstruktur yang dimana peneliti bebas menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan penelitian yaitu dengan cara tatap muka dan tanya jawab secara langsung dengan pihak informan atau subyek untuk memperoleh data.

Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh hasil bahwa dengan adanya objek wisata Zamzara tersebut bisa membantu perekonomian dan dapat memperoleh pekerjaan guna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.Oleh karena itu semenjak di bangunnya objek wisata tersebut sangat menguntungkan untuk masyarakat sekitar baik itu untuk karyawan maupun untuk para pedagang yang ada di objek wisata Zamzara tersebut.

Kata Kunci: Peran, Objek Wisata, Perekonomian, Masyarakat

(16)

1 BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Pariwisata merupakan salah satu faktor yang strategis bagi perekomian suatu daerah, terutama dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, pendapatan asli daerah dan devisa negara. Pariwisata juga dapat memberikan banyak manfaat sosial, ekonomi bahkan penunjang pembangunan di lingkungan hidup, selain itu pariwisata juga kerap dijadikan langkah awal yang dilakukan untuk menunjukkan perekonomian suatu negara.1

Dunia pariwisata melibatkan berbagai komponen, yakni pemerintah, pengusaha (kecil, mengah, besar), industri, pengrajin, seniman, budayawan, masyarakat baik langsung maupun tidak langsung.Sejak wisatawan bergerak darinegara atau daerah asal sampai di negara yang menjadi destinasi sudah menggerakkan berbagai komponen, namun yang lebih dominan terkena dampak adalah pada daerah asal destinasi atau tujuan wisatawan.

Pariwisata adalah salah satu jenis industri yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, standar hidup serta menstimulasi sektor-sektor produktif lainnya. Selanjutnya sebagai sektor yang kompleks, ia juga

1Melda Yuli Haryani, Strategi Pengembangan Jasa Pariwisata Kota Bengkulu,” ( Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu,2007), hlm 1

(17)

merealisasikan industri industri klasik seperti industri kerajinan tangan dan cenderamata, penginapan dan transportasi juga dipandang sebagai industri.2

Kategori objek wisata terbagi menjadi dua yang pertama adalah objek wisata yang dari perwujudan ciptaan manusia, tata hidup, seni budaya serta sejarah bangsa dan tempat yang mempunyai daya tarik untuk dikunjungi, yang kedua adalah objek wisata yang daya tariknya bersumber pada keindahan alam dan tata lingkungan yang sudah ada seperti, pantai,air terjun,sungai,gunung,dan lain sebagianya. Intinya yang memang sudah ada dimuka bumi ini. .

Secara luas pariwisata dipandang sebagai kegiatan yang mempunyai multidimensi dari rangkaian suatu proses pembangunan.

Selama ini masyarakat kita masih beranggapan bahwa dikota lebih menjanjikan kehidupan yang lebih baik,karena lebih banyak terdapat lahan-lahan usaha sehingga mata pencaharian pun juga banyak itulah anggapan para masyarakat kita mengenai kota. Oleh karena itu kita tidak heran jika angka perpindahan individu dari desa ke kota itu sangat tinggi terjadi di Indonesia. Disebabkan karena kurang tersedianya lapangan pekerjaan yang ada di Desa sehingga mendorong orang-orang desa untuk pindah ke kota, untuk itu diperlukan suatu usaha-usaha untuk mengurangi tingginya angka urbanisasi salah satu adalah menciptakan lapangan

2Nyoman S. Penit, Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana ( Jakarta : PT. Pradnya Paramita 2006, hlm 32

(18)

pekerjaan baru dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada.Potensi ini bisa berupa potensi alam, budaya, maupun karakteristik masyarakatnya.3

Pembangunan sektor pariwisata menyangkut aspek sosial budaya ekonomi dan politik.Hal tersebut sejalan dengan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan. Dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa peyelenggara kepariwisataan ditujukan untuk meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja, mendorong pembangunan daerah, memperkenalkan dan mendayagunakan objek dan daya tarik wisata di Indonesia sehingga memupuk rasa cinta tanah air dan mempererat persahabatan antar bangsa. 4

Ekonomi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidupnya, baik yang bersifat primer, sekunder dan tersier.Kegiatan ekonomi yang dimaksud bisa juga meliputi kegiatan produksi, distribusi maupun jual beli dan jasa guna memperoleh harta sebagai tolak ukur untuk menentukkan tingkat kesejahteraan manusia.

Aspek ekonomi pariwisata tidak hanya berhubungan dengan kegiatan ekonomi yang langsung berkaitan dengan kegiatan pariwisata seperti perhotelan, restoran, dan penyelenggaraan paket wisata.Banyak

3Nunung Nurhajati,“Dampak Pengembangan Desa Wisata Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, (Skripsi Fakultas Ekonomi Univesitas Bengkulu) hlm 3

4UU No.10 tahun 2009, Tentang Kepariwisataan

(19)

kegiatan ekonomi lainnya yang berhubungan erat dengan pariwisata, seperti transportasi, telekomunikasi dan bisnis eceran5. Oleh karena itu pembangunan wisata yang dilakukan di daerah diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan juga usaha lain yang melibatkan pendudukan setempat sehingga masyarakat sekitar dapat ikut berperan dalam usaha pariwisata.

Kemiskinan merupakan masalah sosial yang senantiasa hadir di tengah masyarakat.Dimensi kemiskinan dapat diartikan sebagai kemiskinan yang disebabkan oleh adanya faktor penghambat yang mencegah seseorang dalam memanfaatkan suatu kesempatan-kesempatan yang ada dimasyarakat.Faktor internal datang dari diri sendiri dan faktor eksternal datang dari peraturan yang dapat menghambat seseorang dalam manfaatkan sumber daya.

Pembangunan objek wisata yang dilakukakan di Desa Mamben Lauk haruslah mengalami pertumbuhan dan perubahan, karena tujuan dari pembangunan objek wisata itu sendiri adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada disekitar objek wisata tersebut.Keberhasilan pembangunan ekonomi dapat dilihat dari berbagai aspek yaitu peningkatan pendidikan, peningkatan kesehatan, peningkatan infrastruktur yang ada dan peningkatan dalam kemakmuran hidup masyarakat.Pariwisata mempunyai peranan penting dalam pembangunan ekonomi diberbagai negara. Banyak negara menjadikan pariwisata sebagai

5Gamal Suwanto, Dasar-Dasar Pariwisata, (Yogyakarta: 2007), hlm,41

(20)

sektor unggulan dalam memperoleh devisa, lapangan pekerjaan, maupun pengentasan kemiskinan.6

Objek wisata merupakan salah satu kegiatan industri ekonomi yang sangat menjanjikan, bukan hanya bagi pak Sumardi sendiri, namun ternyata keberadaan kolam itu juga memiliki dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitarnya, dengan adanya kolam tersebut maka secara langsung akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar khususnya masyarakat di Desa Mamben Lauk, disamping itu keberadaan kolam akan membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk membuka berbagai macam usaha kecil menengah yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kegiatan kepariwisataan merupakan kegiatan yang melibatkan berbagai kepentingan dan erat kaitannya dengan perkembangan ekonomi global. Selain itu kepariwisataan merupakan kegiatan yang mengandalkan lahan kosong yang ada di desa tersebut untuk pembuatan kolam, karna si pemilik kolam itu memikirkan bagaimana desa tersebut bisa dikenal dan membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Biasanya masyarakat yang ada di Desa Mamben Lauk tersebut hanya mengandalkan pendapatannya lewat tani dan buruh, tetapi ada juga yang pergi keluar daerah seperti Bali agar mereka bisa mencukupi kebutuhan mereka, Karena kurangnya peluang pekerjaan yang ada di Desa Mamben Lauk,

6Ibid, hlm, 36.

(21)

mereka rela pergi keluar negeri agar bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka.

Objek wisata yang diciptakan oleh bapak Sumardi yaitu kolam yang diberi nama dengan kolam Zamzara yang terdapat di Desa Mamben Lauk dengan berlimpahnya air, karena terdapat sumber mata air langsung yang ada di Desa Mamben Lauk. Karena ada Seorang warga berinisiatip untuk membuat kolam yaitu disebabkan karena si pemilik kolam melihat di lingkungan terutama kepada anak sekolahan yang ingin mempraktikan hasil teori yang di jelaskan oleh Gurudi sekolah langsung bisa di praktikkanya di kolam Zamzara tersebut.7

Karena wisata kolam yang ada di Lombok Timur hanya terdapat di Daerah Selong saja. Jadi masyarakat yang jauh dari wilayah Selong harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dan memerlukkan biaya cukup besar untuk sampai ke wisata kolam yang ada di Daerah Selong.

Kebanyakan dari pengunjung kolam tersebut anak-anak.Contohnya pada masyarakat di Desa Mamben Lauk yaitu ada seorang anak yang ingin pergi ke objek wisata kolam yang ada di Selong. Anak ini meminta izin kepada orang tuanya untuk pergi ke objek wisata Kolam di Selong tetapi orang tuanya tidak mengizinkan karena kekurangan biaya, yang disebabkan karena biaya yang diperlukkan cukup mahal sedangkan penghasilan orang tuanya itu hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

7Sumardi, Selaku Pemilik Kolam Zamzara, Wawancara, Mamben Lauk, 8 November 2020

(22)

Hal tersebut dilihat oleh pak Sumardi sehingga pak sumardi berinisiatif untuk membuat objek wisata kolam yang ada di Desa Mamben Lauk yang ditujukan untuk masyarakat yang kurang berada. Kolam tersebut diperuntukkan tidak hanya untuk masyarakat dan anak kecil saja.Akan tetapi, siswa yang ingin praktik renang pada mata pelajaran olahraga bisa menyewa kolam tersebut.Kolam tersebut biasanya dikunjungi orang yang ingin mendaftarkkan dirinya menjadi TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan Polisi, dimana salah satu syarat untuk menjadi TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan Polisi harus bisa berenang.

Sehingga hal tersebut yang menyebabkan orang yang ingin mendaftar menjadi TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan Polisi menyewa kolam Zamzara yang dibuat oleh Pak Sumardi untuk latihan renang kolam yang dibuat oleh Pak Sumardi murah dan ukuran kolamnya luas dan bisa dipakai untuk latihan renang. Dimana tiket untuk masuk itu hanya Rp.3.000 untuk anak kecil dan Rp. 5.000 untuk dewasa.8

Objek wisata Kolam Zamzara memberikan peluang pekerjaan untuk masyarakat sekitar di Desa Mamben Lauk. Jumlah pegawainya yaitu 5 orang. 4 orang pegawainnya dan 1 orang itu tukang sapu.Adapaun masyarakat yang berjualan di dalam area kolam terdapat 6 orang dan yang jualan diluar area kolam berjumlah 10 orang.Apabila warga yang kurang modalnya bisa diberikan modal oleh Pak Sumardi agar bisa membantu masyarakat untuk meningkatkan pendapatan usaha supaya kehidupan

8Ibid

(23)

ekonomi terpenuhi. Masyarakat Mamben Lauk juga dapat merasakan dampak dari keberadaan objek wisata kolam Zamzara tersebut.9

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dipahami kegiatan objek wisata merupakan salah satu bidang yang dipandang dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Hal tersebut penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul :Peran Objek Wisata Zamzara Terhadap Perekonomian Masyarakat Di Desa Mamben Lauk Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur“.

B.Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana peran objek wisata Zamzara dalam meningkatkan perekonomian masayarakat di Desa Mamben Lauk Kecamatan Wavasaba Kabupaten Lombok Timur?

C.Tujuan dan manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

a. Untuk mengetahui bagaimana peran objek wisata Zamzara dalam meningkatkan perekonomian masayarakat di Desa Mamben Lauk Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.

2. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis maupun praktis, antara lain:

9Ibid

(24)

a. Secara Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berguna bagi pembaca yang membutuhkan bahan referensi yang berkaitan mengenai peran objek wisata terhadap perekonomian masyarakat di Desa Mamben Lauk terutama bagi Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram.

b. Secara Praktis

Kegunaan praktis yang diharapkan dari penelitian ini adalah informasi yang dapat berguna bagi pihak-pihak terkait seperti pelaku dalam sektor kepariwisataan dan Pemerintah setempat.Penelitian ini,diharapkan dapat menambah khazanah keilmuan dan memperoleh gambaran tentang peran pariwisata itu sendiri.

D. Ruang Lingkup dan Setting penelitian 1. Ruang Lingkup

Untuk mempermudah tulisan ini, maka perlu kiranya dibuat batasan masalah. Adapun ruang lingkup permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini tentang bagaimana peran objek wisata Zamzara terhadap perekonomian mayarakat.

2. Setting penelitian

Lokasi yang dipilih peneliti dalam melakukan penelitian adalah di Desa Mamben Lauk Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok

(25)

Timur. Peneliti melakukan penelitian tentang bagaimana peran objek wisaata Zamzara terhadap perekonomian masyarakat di Desa Mamben Lauk Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.Sumber informasi dalam penelitian yaitu desa Mamben Lauk Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur karena peneliti ingin mengetahui tentang bagaimana peran objek wisata Zamzara terhadap perekonomian masyarakat.

E. Telaah Pustaka

Telaah pustaka adalah pembahasan mengenai penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti terdahulu yang memiliki keterkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan. Perbedaan secara terperinci penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian terdahulu ialah sebagai berikut:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Ulfa Darojati dengan judul

“kontribusi objek wisata Lombok wildlife park dalam memberdayakan masyarakat Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara” dapat disimpulkan bahwa tujuan penelitian tersebut menekankan pada bagaimana kontribusi objek wisata tersebut untuk memberdayakan masyarakat yang ada di Desa tersebut, supaya objek wisata tersebut bisa memenuhi kebutuhan masyarakat10

10Ulfa Darojati, kontribusi obyek wisata Lombok wildlife park dalam memberayakan masyarakat Desa Sigar penjalin kecamata Tanjung Kabupaten Lombok Utara”, ( Skripsi, Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Nwgwei Mataram, 2019) hlm, 10

(26)

Persamaan dalam penelitian ini terletak pada obyek yang membahas tentang objek wisata.Dimana penelitian Ulfa Darojati menjelaskan bahwa suatu pariwisata dapat memberdayakan masyarakat sekitar mealalui objek wisata wildlife park dalam memberdayakan masyarakat. Sedangkan penelitian yang saya lakukan adalah menekankan pada perekonomian masyarakat yang ada di Desa Mamben Lauk.

Perbedaan dalam penelitian ini terletak pada subjek yang memiliki kontribusi. Pada penelitian Ulfa Darojati terdapat subjek yang memberikan kontribusi terhadaap pemberdayaan masyarakat.

Sedangkan dalam penelitian ini adalah objek wisata itu sendiri yang memberikan perekonomian masyarakat yang ada di sekitar objek wisata tersebut.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Anida Wati dengan judul “Analisis peranan objek wisata Talang Indah terhadap peningkatan pendapatan masyarkat menurut persefektif ekonomi islam”

penelitian tersebut menekankan pada bagaimana peran objek wisata Talang Indah terhadap peningkatan pendapatan masyarakat menurut persefektif ekonomi islam. Agar objek wisata tersebut bisa memenuhi syariat islam yang ada didalam dasar hukum ekonomi.11

Persamaan dalam penelitian ini terletak pada yang membahas objek wisata dan peningkatan pendapatan masyarakat.

11Anida Wati, “Analisis peranan objek wisata talang indah terhadap peningkatan pendapatan masyarakat menurut persefektif ekonomi islam”, ( Skripsi, Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Negeri Lampung, 2018), hlm 24

(27)

Didalam penelitian Anida Wati membahas tentang objek wisata dalam meningkatkan pendapatan masyarakat sedangkan penelitian ini membahas tentang objek wisata dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Perbedaan dalam penelitian ini terletak pada subjek yang memiliki analisis. Pada penelitian Anida Wati terdapat subjek yang Analisis objek wisata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat menurut persefektif ekonomi islam. Sedangkan dalam penelitian ini adalah peranan objek wisata tehadap peningkatan perekonomian masyarakat yang ada di Desa Mamben Lauk.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Muh. Ikram Idrus dan Nurhidayah dengan judul “Peranan Sektor Pariwisata dan Kebudayaan Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Lokal Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara”jurnal Ekonomi Balance Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Vol.12 No.1 Tahun 2016. Dapat disimpulkan bahwa sector pariwisata memegang peran penting dalam menigkatkan pendapatan masyarakat, begitu pula pendapatan pemerintah daerah, hal ini disebabkan kunjunga wisatawan daei dalam maupun luar negeri, untuk itu pemerintah hendaknya senantiasa terus menerus memberikn pelayanan dan perbaikan sarana dan prasarana agar sektorpariwisata tetep mampu dan eksis dimasa masa yang akan datang, dan sektor pariwisata menjadi icon penting dalam memperkuat pondasi ekonomi masyarakat, yang

(28)

mana sektor tersebut memiliki imbas dalam berbagai bidang,baik bidang aspek ekonomi, social, budaya, dn politik, sehingga pemerintah memberikan apresiasi dalam bentuk kebijakan yang mendukung pengembangan pariwisata dapat berupa perbaikan pelayanan kepada setiap tamu, kemudahan dalam administrasi, penyediaan sarana dan prasarana serta dukugan akomodasi dan sumber daya yang selalu siap memberikan pelayanan kepada setiap pengunjung.12

4. Penelitian yang dilakukan oleh Rahmita Putri Febriana dengan judul “ Dampak Pengembangan Objek Wisata Ndayung Rafting Terhadap Sosial Budaya Dan Ekonomi Masyarakat”, Jurnal Administrasi Bisnis, Vol.45 No.1 April 2017. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan pada objek wisata Ndayung Rafting meliputi beberapa aspek yaitu pengembangan objek wisata yakni pemanfaatan fotensi wisata alam yang berada di desa Gubugklakah potensi wisata tersebut berupa aliran sugai yang Amprong yang kemudian dikembangan menjadi wisata. Adapun dampak social, budaya yang terjadi yaitu meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Gubugklakah dalam memanfaatkan peluang dari pengembangan pariwisata. Dampak selanjutnya yaitu terjadi transformasi struktur mata pencahariaan, masyarakat yang dahulu bekerja sebagai peani, setelah adanya pengembangan objek wisata

12Muh.Ikram Idrus, Nurhidayah, “Peranan Sektor Pariwisata dan Kebudayaan Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Lokal Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara, (Jurnal Ekonomi Balance Fakultas Ekonomi Dan Bisnis), Vol.12 No.1 Tahun 2016

(29)

Ndayung Rafting mereka beralih ke sektor pariwisata. Dampak ketiga yaitu transformasi tat nilai, perubahan tata nilai yang dianut masyarakat desa Gubugklakah yakni dahulu masyarakat desa menganggap wisatawan yang datang anya biasa saja. Ialah menciptakan kesempatan berusaha bagi masayarakat di Desa Gubugklakah, hal ini dimanfaatkan masyarkat Desa Gubugklakah untuk berjualan maknan dan minuman serta cinderamata, disamping itu juga warga masyarakat yang menyediakan arana akomodasi berupa homestay. Dampaknya yaitu meningkatka pedapatan, dengan membuka usaha di sekitar objek wisata, masyarakat dapat menngkatkan pendapatannya. 13

5. Penelitian yang dilakukan oleh Endang Kurniawati dengan judul

“Dampak pariwisata pantai walur terhadap perekonomoian masyarakat persefektif etika bisnis Islam”. Penelitian tersebut menekankan pada bagaimana dampak pariwisata terhadap perekonomian masyarakat. Apakah adanya pariwisata tersbut perekonomian masyarakat sudah terpenuhi.

Persamaan dalam penelitian ini adalah pada masalah perekonomian masyarakat. Didalam penelitian Endang Kurniawati membahas tentang perekonomian masyarakat yang ada Pantai Walur Kecamatan Klui Selatan Kabupaten Pesisir

13Rahmita Putri Febriana “ Dampak Pengembangan Objek Wisata Ndayung Rafting Terhadap Sosial Budaya Dan Ekonomi Masyarakat”, (Jurnal Administrasi Bisnis, Vol.45 No.1 April 2017).

(30)

Barat sedangkan dalam penelitian ini membahas juga tentang perekonomian masyarakat yang ada di Desa Mamben Lauk.

Perbedaan dalam penelitian ini terletak pada subjek yang memiliki dampak pariwisata Pantai Walur terhadap persefektif ekonomi bisnis islam dan peran objek wisata . Pada penelitian ini terdapat subjek peran objek wisata Zamzara terhadap perekonomian masyarakat . Sedangkan dalam penelitian Endang Kurniawati membahas tentang dampak pariwisata Pantai Walur terhadap perekonomian masyarakat persefektif etika bisnis islam.14

F. Kerangka Teori 1. Objek Wisata

a. Definisi pariwisata

Kata pariwisata berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu yang terdiri dari kata pari dan wisata. Kata pari artinya : Bersama atau keliling, sedangkan pada kata wisata artinya perjalanan. Jadi pariwisata adalah yang melakukan suatu aktivitas perjalanan keliling dari suatu tempat ke tempat yang lain yang menjadi objek tujuan wisata dengan sebuah perencanaan yang matang.

Menurut KBBI menyatakan bahwa pariwisata adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan sebuah perjalanan

14Endang Kurniawati, “Dampak Pariwisata Pantai Walur Terhadap Perekeonomian Masyarakat Persefektif Etika Bisnis Islam, ( Skripsi, Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Pesisir Barat 2019) hlm 24

(31)

rekreasi, turisme, pelancongan.Adapun menurut Undang- Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan. Dalam Undang-undang tersebut dinyatakan bahwa peyelenggara kepariwisataan ditujukan untuk meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja, mendorong pembangunan daerah, memperkenalkan dan mendayagunakan objek dan daya tarik wisata di Indonesia sehingga memupuk rasa cinta tanah air dan mempererat persahabatan antar bangsa.15

Tetapi pengertian pariwisata ditinjau dari segi ekonomi pada mulanya tidak begitu jelas dan tidak mudah.Karna di sebabkan tidak adanya konsep atau batasan yang jelas mengenai bidang, bentuk atau jenis pariwisata pada saat ini.Sehingga industri-industri yang tergolong dan siapa- siapa saja sebenarnya dapat dianggap sebagai wisatawan.

Pariwisaata dalam arti modern adalah merupakan gejala zaman sekarang yang didasarkan pada kebutuhan akan kesehatan dan pergantian hawa, penilaian yang sadar dan menumbuh terhadap keindahan alam, kesenangan dan kenikmatan alam semesta, dan pada khususnya disebabkan

15UU No.10 tahun 2009, Tentang Kepariwisataan

(32)

oleh bertambahnya pergaulan berbagai bangsa dan kelas dalam masyarakat sebagai hasil perkembangan perniagaan, industri dan perdagangan serta penyempurnaan alat-alat pengangkutan.16

b. Undang-Undang Pariwisata

Pembangunan kepariwisataan berdasarkan rencana induk pembangunan kepariwisataan yang terdiri atas rencana induk pembangunan kepariwisataan nasional, rencana induk pembangunan kepariwisataan provinsi, dan rencana induk pembangunan kepariwisataan kabupaten/kota.Visi pembangunan kepariwisataan nasional sebagaimana dimaksudkan dalam ayat (3) adalah terwujudnya Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat.17

Adapun tentang pariwisata yang perlu dipahami adalah sebagai berikut antara lain:

1) Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata

16Nyoman Pendit, Ilmu Pariwisata ( Jakarta: PT Pradnya paramita ,2003 ), hlm 33-35

17UU no.10 tahun 2009, Tentang Kepariwisataan, pasal 8

(33)

yang dikunjungi, dalam jangka waktu sementara (pasal 1 ayat).

2) Wisatawan adalah orang yang melakukan wisata (pasal 1 ayat 2)

3) Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta pelayanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah (pasal 1ayat 3)

4) Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul berbagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, pemerintah, pemerintah daerah dan pengusaha (pasal 1 ayat 4)

5) Daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisata (pasal 1 ayat 5)

6) Daerah tujuan pariwisata yang selanjutnya disebut destinasi pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administrative yang

(34)

di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan (pasal 1 ayat 6).

7) Usaha pariwisata adalah usaha yang menyediakan barang dan jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggara pariwisata (pasal 1 ayat 7).

8) Pengusaha pariwisata adalah orang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha pariwisata (pasal 1 ayat 8).

9) Industri pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam menghasilkan barang dan atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggara pariwisata (pasal 1 ayat 9).18

c. Jenis-jenis Wisata

Wisata berdasarkan jenis-jenisnya dapat dibagi kedalam dua kategori yaitu:

1) Wisata Alam, yang terdiri dari :

a) Wisata Pantai (Marine tourism), merupakan kegiatan wisata yang ditunjang oleh sarana dan prasarana untuk berenang, memancing, menyelam, dan olahraga air

18I Gusti Bagus Arjana, Geografi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif , ( Depok: Raja Grafndo Persada, Tahun 2015), hlm 6-7

(35)

lainnya, termasuk sarana dan prasarana akomodasi, makan dan minum.

b) Wisata Etnik (Etnic Tourism), merupakan perjalanan untuk mengamati perwujudan kebudayaan dan gaya hidup masyarakat yang dianggap menarik.

c) Wisata Cagar Alam (Ecotourism) merupakan wisata yang banyak dikaitkan dengan kegemaran akan keindahan alam, kesegaran hawa udara dipengunungan, keajaiban hidup binatang ( magasatwa) yang budaya. Yang terdiri dari oleh pemerintah dan digalakkan oleh berbagai agen atau biro perjalanan.

d) Wisata Agro, merupakan jenis wisata yang mengorganisasikan perjalanan ke proyek-proyek pertanian, perkebunan, dan lahan pembibitan dimana wisata rombongan dapat mengadakan kunjungan dan peninjauan untuk studi maupun menikmati segarnya tanaman disekitarnya.

2) Wisata Sosial- Budaya yang terdiri dari:

a) Peninggalan sejarah kepurbakalaan dan monument, wisata ini termasuk golongan budaya, monumen nasional, Gedung bersejarah, kota, desa, bangunan- bangunan Keagamaan, serta tempat-tempat bersejarah

(36)

lainnya seperti tempat bekas pertempuran (battle field) yang merupakan daya tarik wisata utama di banyak negara.

b) Musium dan fasilitas budaya lainnya, merupakan wisata yang berhubungan dengan aspek alam dan kebudayaan di suatu kawasan atau daerah tertentu.

Musium dapat dikembangkan berdasarkan pada temannya, antara lain musium arkeologi, sejarah, etnologi, sejarah alam, seni dan kerajinan, ilmu pengetahuaan dan teknologi, industri, maupun dengan tema khusus lainnya. 19

d. Tujuan pariwisata

Kepariwisataan berfungsi memenuhi kebutuhan jasmani, rohani, dan intelektual setiap wisatawan dengan rekreasi dan perjalanan serta meningkatkan pendapatan negara untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Kepariwisataan bertujuan untuk :

1) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2) Meningkatkan kesejahteraan rakyat.

3) Menghapus kemiskinan 4) Mengatasi pengangguran

5) Melestarikan alam, lingkungan dan sumber daya 6) Memajukan kebudayaan

7) Mengangkat citra bangsa 8) Memupuk rasa cinta tanah air

19M. Liga Suryadana, Vanny Octavia, Pengantar Pemasaran Pariwisata ( Bandung: CV.

Alfabeta, Tahun 2015). hlm.32

(37)

9) Memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa 10) Mempererat pesahabatan antar bangsa. 20 Tujuan pembangunan kepariwisataan nasional 1) Meningkatkan kualitas estinasi pariwisata

2) Mengkomunikasikan destinasi pariwisata Indonesia dengan menggunakan media pemasaran secara efektif, efisien dan bertanggung jawab

3) Mewujudkan industri pariwisata yang mampu menggerakkan perekonomian nasional.

4) Mengembangkan kelembagaan kepariwisataan dan data kelola pariwisata yang mampu mensinergikan pembangunan destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata dan inustri pariwisata secara profesional efektif dan efisien.

2. Perekonomian Masyarakat a. Pengertian perekonomian

Istilah ekonomi berasal dari Yunani, yaitu aikonsnamas atau aikonomia yang artinya manajemen urusan rumah tangga, khususnya penyediaan dan administrasi pendapatan. Namun, sejak perolehan maupun penggunaan kekayaan sumber daya alam secara fundamental perlu diadakan efisiensi, termasuk pekerja dan produksinya maka dalam bahasa modern ekonomi tersebut

20Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009, Tentang Kepariwisataan, pasal 3&4

(38)

menunjukkan terhadap prinsip usaha maupun metode untuk mencapai tujuan.

Secara umum, dapat dibilang bahwa ekonomi adalah sebuah bidang kajian tentang kepengurusan sumber daya materi indiviu, masyarakat dan negara untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia.Karena ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan kehidupan yang bervariasi dan berkembang dengan sumber daya alam yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi, konsumsi dan distribusi.

Ekonomi adalah salah satu bidang pengkajian yang mencoba manyelesaikan masalah keperluan atas kehidupan manusia melalui pengembangan segala sumber ekonomi yang ada dengan berasaskan prinsip serta teori tertentu dalam suatu sistem ekonomi yang dianggap efektif dan efisien.

Ekonomi merupakan cara-cara yang dialihkan oleh manusia dan kelompoknya untuk memanfaatkan sumber-sumber yang terbatas untuk memperoleh berbagai komoditi dan mendistribusikannya untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

b. Dampak objek wisata bagi ekonomi

Pariwisata merupakan suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat sehingga dapat memberikan berbagai dampak terhadap masyarakat. Selain untuk meningkatkan penghasilan masyarakat pariwisata juga dapat meningkatkan

(39)

kualitas hidup dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan lainnya seperti meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik, serta kehidupan sosial budaya masyarakat sekitar.

Ketika pariwisata dijadikan sebagai salah satu sektor andalan suatu desa, tidak hanya masalah ekonomi yang diperkirakan akan meningkatkan, namun juga akan berdampak terhadap lingkungan sosial masyarakat sekitar seperti budaya, tradisi, perubahan gaya hidup dan aspek agama. Menurut Suewiyanto perkembangan pariwisata yang terlalu cepat dapat meningkatkan angka kejahatan dan sekaligus memperkenalkan perjudian, pencurian dan sikap materialisme. Jika tingkat dampak ketidakyamanan terhadap kehidupan masyarakat dan akan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dampak pariwisata yang langsung dapat dilihat dari pendapatan yang diterima oleh pelaku usaha yang diperoleh dari pengeluaran pengunjung. Sedangkan dampak tidak langsung yaitu pendapatan yang diterima oleh pelaku usaha yang memenuhi kebutuhan usaha atau pihak yang menjadi pemasok bagi pelaku usaha yang terlibat langsung dalam sektor pariwisata. Kegiatan pariwisata akan menimbulkan permintaan (Demand) akan barang dan jasa sehingga merangsang pertumbuhan industri, meningkatkan

(40)

kegiatan produksi, penyediaan lapangan pekerjaan dan dapat menjadi salah satu sumber permintaan daerah dan berupa pajak.

Semakin banyak permintaan wisatawan maupun industri pariwisata, maka semakin meningkatkan produktifitas sektor-sektor ekonomi.21

Wisatawan meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa, masyarakat pelaku bisnis memasok produknya untuk menangkap apa yang dibutuhkan wisatawan. Peredaran uang, barang dan jasa sirkulasinya luas dan cepat hingga ekonomi menjadi sangat berkembang. Wisatawan mancanegara menimbulkan dampak ekonomi yang besar karena terkait dengan devisa. Kemampuan menyedot devisa yang bersumber dari wisatawan mancanegara, sehingga pariwisata sebagai industri pengeskpor yang tidak tampak, dibandingkan dengan mengeskpor tenaga kerja Indonesia (TKI) yang memiliki tingkat pendidikan rendah ke berbagai negara sering menimbulkkan berbagai masalah, industri pariwisata jauh lebih terhormat. Industrialisasi dalam negeri jika berkembang dengan baik tentu dapat menciptakan kesempatan kerja secara luas.

Secara umum produk dan jasa yang melibatkan pelaku bisnis pariwisata adalah transportasi, jasa akomodasi, jasa kuliner, jasa penjual makanan dan minuman, jasa pramuniaga, jasa

21Riswandi, Pantai Lampuk dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Masyarakat, (Skripsi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam) hlm 72-74

(41)

pramusaji, jasa salon, jasa keamanan, jasa kesehaan, jasa iklan, jasa kerajinan, jasa angkutan lokal (taksi, becak, delman, cidomo, ojek).

Secara umum dampak pariwisata terhadap perekonomian seperti dikemukakan adalah:

1) Dampak terhadap penerimaan devisa 2) Dampak terhadap pendapatan masyarakat 3) Dampak terhadap kesempatan kerja 4) Dampak terhadap harga dan tarif

5) Dampak terhadap distribusi manfaat dan keuntungan 6) Dampak terhadap kepemilikan dan pengendalian 7) Dampak terhadap pembangunan

8) Dampak terhadap pajak untuk pemerintah.22 3. Pendapatan masyarakat

1) Pengertian pendapatan

Pendapatan adalah uang yang diterima oleh perorangan, perusahaan dan organisasi lain dalam bentuk upah gaji, sewa, bunga, komisi, ongkos, dan laba. Pendapatan atau upah juga berarti uang yang dibayar oleh orang yang memberi pekerjaan kepada pekerja atas jasanya sesuai perjanjian.

Tingkat pendapatan adalah perolehan barang, uang yang diterima atau yang dihasilkan suatu masyarakat tersebut.

Tingkat pendapatan masyarakat pada suatu daerah merupakan salah satu indikator untuk melihat keadaan ekonomi masyarakat tertentu.

22I Gusti Bagus Arjana, Geografis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, hlm 156-157

(42)

Pendapatan merupakan sutu hasil yang diterima oleh seseorang atau rumah tangga dari usaha bekerja.Jenis masyarakat bermacam ragam, seperti bertani, nelayan, beternak, buruh, serta berdagang dan juga bekerja pada sektor pemerintah dan swasta.

Secara umum pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh suatu perusahaan dari suatu aktivitas yang dilakukannya, dan kebayakan aktivitas penjualan produk atau penjualan jasa kepada konsumen. Kata pendapatan dalam dunia bisnis atau dalam perhitungan akuntansi tidaklah asing, dalam perhitungan akuntansi pendapatan yang sudah dikurangi hutang. Pengeluaran biaya + biaya lain dan pajak adalah suatu keuntungan atau laba bersih yang diterima. 23

2) Jenis-jenis Pendapatan

Menurut teori konsumsi dengan hipotesis pendapatan permanen dari militon friedman, pendapatan masyarakat dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:24

a) Pendapatan permanen ( permanen Income )

Yaitu pendapatan yang selalu diterima pada periode tertentu dan dapat diperkirakan sebelumnya.Misalnya pendapatan dari hasil panen padi atau pendapatan permanen dapat disebut juga pendapatan yang diperoleh

23Sri Mulyati, Pengaruh Pemberian Kredit Terhadap Peningkatan Pendapatan Usaha Kecil dan Menengah. Hlm 30

24M. Liga Suryadana & Vanny Octavia, Pengantar Pariwisata, Bandung, 2015, hlm 30-33

(43)

dari semua faktor yang menentukan kekayaan. Secara garis besar pendapatan permanen ini dibagi menjadi tiga golongan yaitu:

 Gaji dan upah

Imbalan yang diperoleh seseorang setelah orang tersebut melakukan pekerjaan untuk orang lain yang diberikan dalam waktu satu hari, satu minggu, atau satu bulan. Sedangkan dalam Islam upah merupakan sejumlah uang yang dibayar oleh orang yang memberi pekerjaan kepada seseorang pekerja atas jasanya sesuai perjanjian.

 Pendapatan dari usaha sendiri

Merupakan nilai total dari hasil produksi yang dikurangi dari biaya-biaya yang dibawa dan usaha ini merupakan usaha milik sendiri atau keluarga sendiri, nilai sewa capital milik sendiri dan semua biaya ini biasa tidak diperhitungkan.

 Pendapatan dari usaha lain

Pendapatan yang diperoleh tanpa mencurahkan tenaga kerja dan ini merupakan sampingan antara lain pendapatan dari hasil menyewakan aset yang dimiliki, bunga dari uang, sumbangan dari pihak lain, pendapatan pension dan lain-lain.

(44)

b) Pendapatan sementara

Yaitu pendapatan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Yang termasuk dalam kategori pendapatan ini adalah dana sumbangan, hibah dan lain sebagainya yang sejenis.

Menurut teori konsumsi Jhon Maynard Keynes menjelaskan bahwa konsumsi saat ini (current cusumtion) sangat dipengaruhi oleh pendapatan disposable saat ini (current disposable income). Menurut Keynes ada batas konsumsi minimal yang tidak tergantung tingkat pendapatan. Artinya tingkat konsumsi tersebut harus dipenuhi, walaupun tingkat pendapatan sama dengan nol. Itulah yang disebut dengan otonomus (autonomus consumtion). Jika pendapatan disposable meningkat, maka konsumsi juga meningkat, hanya saja peningkatan konsumsi tersebut tidak sebesar peningkatan pendapatan disposable.

G. Metodologi Penelitian

1. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati. Pendekatan kualitatif diharapkan mampu menghasilkan

(45)

uraian yang mendalam tentng ucapan, tulisan atau perilaku yang diamati dari suatu individu, kelompok, masyarakat, dan atau organisasi tertentu dalam suatu setting konteks tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif, dan holistic. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang sifatnya umum terhadap kenyataan sosial dari perspektif partisipan.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriftif yaitu metode yang menggambarkan sebuah peristiwa, benda dan keadaan yang sejelas-jelasnya tanpa mempengaruhi objek yang ditelitinya. Menurut Moleong, deskriftif merupakan jenis penelitian yang mengembangkan konsep dan mengumpulkan fakta-fakta tetapi tidak melakukan pengujian hipotesis. Seperti yang diketahui, penelitian deskriftif yaitu untuk mencari data-data seluas-luasnya dalam rangka mencari kondisi sosial dari sekolompok manusia.

2. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada Februari-Maret 2021 bertempat di Desa Mamben Lauk Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Alasan peneliti melakukan penelitian di kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur karena peneliti ingin mengetahui bagaimana peran objek wisata Zamzara terhadap perekonomian mayarakat di Desa Mamben Lauk kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.

(46)

3. Sumber Data a. Data Primer

Menurut Umi Narimawati, data primer adalah data yang berasal dari sumber asli atau pertama. Data ini tidak tersedia dalam bentuk file-file. Data ini harus dicari melalui narasumber atau dalam istilah teknisnya responden, yaitu orang yang kita jadikan objek penelitian atau orang yang kita dijadikan sebagai sarana mendapatkan informasi ataupun data. Dalam penelitian ini data primer diperoleh langsung dari responden atau para karyawan yang ada di objek wisata Zamzara dan para pedagang yang ada di kawasan objek wisata melalui wawancara.

b. Data Sekunder

Menurut Sugiyono, data sekunder adalah data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Contohnya seperti dari orang lain atau dokumen-dokumen. Data sekunder bersifat data yang mendukung keperluan data primer. Dalam penelitian ini data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan skripsi.

4. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaanya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, sehingga mudah diolah. Instrumen

(47)

penelitian adalah alat-alat yang diperlukan atau dipergunakan untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian kualitatif, atau instrumen utama dalam pengumpulan data adalah manusia yaitu, peneliti sendiri atau orang lain yang membantu peneliti. Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri yang mengumpulkan data dengan cara bertanya, meminta, mendengar, dan mengambil.

Peneliti dapat meminta bantuan dari orang lain untuk mengumpulkan data, disebut pewawancara. Dalam hal ini, seorang pewawancara yang langsung mengumpulkan data dengan cara bertanya, meminta, mendengar, dan mengambil.25

5. Metode Pengumpulan Data

Pada penelitian data yang dikumpulkan adalah berupa data primer dan data sekunder, untuk memperoleh data tersebut yaitu dengan cara sebagai berikut:

a. Observasi (Pengamatan)

Observasi adalah suatu proses yang didahului dengan pengamatan kemudian pencatatan yang bersifat sistematis, logis, objektif, dan rasional terhadap berbagai macam fenomena dalam situasi yang sebenarnya, maupun situasi buatan.

Adapun macam-macam observasi sebagai berikut:26

25Thalha Alhamid dan Budur Anufia, “Instrumen Pengumpulan Data”. (Jurnal STAIN Sorong, Vol. 1, No. 1, 2019). hlm. 4.

26Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, (Bandung: Penerbit Alfabet, 2018), hlm 457.

(48)

1) Observasi Partisipasi

Dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang di amati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut merasakan suka dukanya. Dengan observasi partispasi ini, maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak.

2) Observasi Terus Terang atau Tersamar

Dalam hal ini, peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian. Jadi mereka yang diteliti mengetahui sejak awal sampai akhir tentang aktivitas peneliti.

Tetapi dalam suatu saat peneliti juga tidak terus terang atau tersamar dalam observasi, hal ini untuk menghindari kalau suatu data yang dicari merupakan data yang masih dirahasiakan. Kemungkinan kalau dilakukan dengan terus terang, maka peneliti tidak akan diijinkan melakukan observasi.

3) Observasi Tak Berstruktur

Observasi dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan tidak berstruktur, karena fokus penelitian belum jelas. Fokus

(49)

observasi akan berkembang selama kegiatan observasi berlangsung. Kalau masalah penelitian sudah jelas seperti dalam penelitian kuantitatif, maka observasi dapat dilakukan secara berstruktur dengan menggunakan pedoman observasi.

Jadi dalam melakukan pengumpulan data observasi, peneliti memilih obeservasi terus terang atau tersamar karena Dalam hal ini, peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian. Jadi mereka yang diteliti mengetahui sejak awal sampai akhir tentang aktivitas peneliti. Tetapi dalam suatu saat peneliti juga tidak terus terang atau tersamar dalam observasi, hal ini untuk menghindari kalau suatu data yang dicari merupakan data yang masih dirahasiakan. Kemungkinan kalau dilakukan dengan terus terang, maka peneliti tidak akan diijinkan melakukan observasi.

b. Wawancara

Esterberg mendefinisikan wawancara sebagai berikut.

“wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu”.

Adapun macam-macam wawancara sebagai berikut:

(50)

1) Wawancara Terstruktur (Structured Interview)

Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan instrument penelitian berupa pernyataan-pernyataan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan. Dengan wawancara terstruktur setiap responden diberi pertanyaan yang sama, dan pengumpul data mencatatnya. Dengan wawancara terstruktur ini pula, pengumpul data dapat menggunakan beberapa pewawancara sebagai pengumpul data. Supaya setiap pewawancara mempunyai keterampilan yang sama, maka diperlukan training kepada calon pewawancara.

2) Wawancara Semistruktur (Semistructure Interview) Jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in- depth interview, dimana dalam pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang akan di wawancara diminta pendapat, dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu mendengar secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh informan.

(51)

3) Wawancara Tak Berstruktur (unstructured interview) Wawancara tidak berstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.

Jadi dalam pengumpulan data wawancara, peneliti menggunakan jenis wawancara semistruktur karena jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-depth interview, dimana dalam pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang akan di wawancara diminta pendapat, dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu mendengar secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh informan.

c. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumentasi yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (life historie--s), cerita, biografi, peraturan kebijakan.

(52)

Dokumentasi yang berbentuk gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain. Dokumentasi yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang dapat berupa gambar, patung, film, dan lain-lain. Dalam penelitian ini dokumentasi yang digunakan adalah dokumentasi berupa pengambilan gambar, berupa foto, dan tulisan dari hasil wawancara.

6. Teknik Analisis Data

Setelah mengumpulkan data maka dilakukan suatu analisis yang merupakan hal terpenting dalam metode ilmiah yang berguna untuk memecahkan masalah. Analisis data meliputi kegiatan meringkas data yang telah dikumpulkan menjadi suatu jumlah yang dapat dikelola. Penulis mengumpulkan data, baik diperoleh melalui penelitian lapangan, maupun yang diperoleh dari media, langkah selanjutnya yaitu mengelola data dengan menggunakan cara deskriptif kualitatif, terakhir penarikan kesimpulan.

Dalam hal analisis data kualitatif, Bogdan menyatakan bahwa:

analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sitematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah difahami, dan temuannya dapat di informasikan kepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya kedalam unit- unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana

(53)

yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.27

7. Teknik Validitas Data

Validitas data kualitatif merupakan pemeriksaan terhadap akurasi hasil penelitian dengan menerapkan prosedur tertentu.

validitas dalam penelitian kualitatif didasarkanpada kepastian apakah hasil penelitian sudah akurat dari sudut pandang peneliti, partisipan, atau membaca secara umum.

Adatiga strategi validitas atau keabsahan data yang dapat digunakan, yaitu :28

a. Triangulasi (triangulate) sumber-sumber data yang berbeda dengan memeriksa bukti-bukti yang berasal dari sumber- sumber tersebut dan menggunakannya untuk membengun justifikasi tema-tema secara koheren. Tema-tema yang dibangun berdasarkan sejumlah sumber data atau perspektif dari partisipan akan menambah validitas penelitian.

b. Perpanjangan waktu yang relatif banyak dilapangan atau lokasi penelitian. Dalam hal ini, peneliti diharapkan dapat mengalami lebih dalam fenomena yang diteliti dan dapat menyampaikan secara detail menganalokasi dan orang- orang yang turut membangun kredibilitas hasil narasi penelitian.

Semakin banyak pengalaman yang dilalui peneliti

27Ibid, hlm. 481.

28Ibid, hlm. 460.

(54)

bersama partisipan dalam setting sebenarnya, semakin akurat dan valid hasil penelitiannya.

c. Pemeriksaan teman sejawat berarti pemeriksaan yang dilakukan dengan jalan mengumpulkan rekan-rekan yang sebaya, yang memiliki pengetahuan umum yang sama mereka peneliti dapat mereview persepsi, pandangan dan analisis yang sedang dilakukan. Pemeriksaan teman sejawat dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi dengan teman sejawat, pengecekan teman sejawat di sini terbuka dan kejujuran dan diharapkan mendapatkan masukan-masukan yang baik dari hasil diskusi dengan temansejawat.29

d. Menggunakan Bahan Refrensi adalah pendukung untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti. Dalam laporan peneliti sebaiknya data-data yang ditemukan perlu dilengkapi dengan foto-foto atau dokumen autentik, sehingga menjadi lebih dapat dipercaya.30

8. Sistematika Penulisan

Berikut sistematika penulisan skripsi ini disusun dalam IV BAB yaitu:

BAB I : PENDAHULUAN

29Lexy J, Moleomg, Metodologi Penelitian kualitatif, ( Bandung: PT Remaja), hlm.332

30Sugiyono, Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dan R & D.

(Bandung:Elfabet,2007), hlm,275

(55)

Pendahuluan, dalam bab ini dijadikan sebagai suatu landasan pijak khususnya penulis, dengan membahas tentang konteks penelitian, fokus kajian yang berisi rumusan masalah untuk mengkaji hal-hal yang diteliti dan ditujuan penelitian, manfaat penelitian baik secara teorotis maupun secara praktis, setting penelitian, telaah pustaka yang berguna sebagai, rujukan penelitian untuk mengetahui di mana posisi penulis, kerangka teori-teori yang digunakan peneliti. Dalam bab ini juga membahas tentang metode penelitian adalah serangkaian metode yang relevan untuk dipergunakan dalam melakukan penelitian, seperti pendekatan penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, analisis dan validitas data.

BAB II : PAPARAN DATA DAN TEMUAN

Berisi tentang pendapatan data yang ditemukan peneliti di lapangan. Dalam hal ini penulis mencoba menggambarkan secara singkat dan jelas mengenai letak lokasi dan temuan-temuan yang diperoleh serta tanggapan dari beberapa pihak tentang pembahasan dari penelitian penulis

BAB III : PEMBAHASAN

Dalam bab ini membahas tentang dampak keberadaan objek wisata Zamzara dalam meningkatkan perekonomian masyarakat baik secara luas dan dijabarkan secara spesifik terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat yang

(56)

berlandaskan sesuai ajaran islam yang diolah melalui proses analisis data dan temuan yang dilakukan peneliti.

BAB IV : PENUTUP

Penutup yang berisi kesimpulan hasil penelitian yang merupakan jawaban dari rumusan masalah, dan saran-saran.

(57)

42 BAB II

PAPARAN DATA DAN TEMUAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Profil Desa Mamben Lauk

a. Sejarah Desa Mamben Lauk

Desa Mamben Lauk dulunya bernama Desa Mamben berdiri pada Tahun 1748, Kepala Desa Pertama bernama Raden Anggareksa, ibu kota Desa di Singgahuana (Sekarang bernama Senggauan) Sejak berdirinya Desa Mamben dipimpin oleh 11 Orang Kepala Desa Sbb :

1) RADEN ANGGAREKSA :1748-1778

2) RADEN SRINATA : 1778-1803

3) RADEN GUMIRANG : 1803-1825

4) RADEN WIRANGGA : 1825-1853

5) JERO WIRASIH : 1853 - 1878

6) JERO WIRANGGA : 1878 -1908

7) JERO WIRAJA : 1908 -1916

8) BP. SINARAH : 1916 -1936

9) BP. H. SANUDIN : 1936 -1950

10) BP. ANHAR : 1950 -1960

11) BP. KESIP/ H.MOH ABU BAKAR : 1960 – 1965 Karena pertimbangan Luas wilayah dan Pendekatan pelayanan kepada masyarakat Desa Mamben Lauk mengalami 3 kali Pemekaran dalam kurun waktu 1960, 1965, 2005, 2011 Yaitu:

1) Pada tahun 1960 di saat ahir masa jabatan Pemerintah Bp.

Anhar Desa Mamben Lauk dimekarkan menjadi 2 Desa yaitu

Gambar

Tabel 2.1  Luas Wilayah, 45.
Tabel 2.1 Luas wilayah
Tabel 2.2  Jumlah Tenaga Kerja
Lampiran  2  Foto  dokumentasi    penelitian  di  Desa  Mamben  Lauk  Kecamatan Waasaba Lombok Timur

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul : “ PERAN KECAMATAN DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH ( Studi Tentang Peran Kecamatan dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

93 Taman Bambu Mandira Kabupaten Merauke, peran pemerintah dalam pengembangan objek wisata yaitu: Dari kelima peran pemerintah diatas maka dapat disimpulkan bahwa

Hasil penelitian ini menunjukkan peran wanita tani dalam menunjang perekonomian rumah tangga keluarga petani di Desa Ngubalan Kecamatan Kalidawir

Penelitian ini mengambil lokasi objek wisata di Desa Jimbaran Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung objek wisata Goa

Keberadaan Objek Wisata Batu Kursi Siallagan terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Siallagan Pindaraya Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir.. 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Objek Wisata Kimal Park terhadap keadaan ekonomi keluarga di Desa Wonomarto Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara,

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa dengan adanya aplikasi android untuk navigasi objek wisata Desa Sawarna Kecamatan Bayah ini dapat membantu user untuk mengetahui informasi

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penilaian Potensi dan Persepsi Pengunjung Terhadap Objek Daya Tarik Wisata Alam di Desa Baru Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah ialah