• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembelajaran Matematika

BAB II LANDASAN TEORI

3. Pembelajaran Matematika

32

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa guru adalah seorang pendidik yang memiliki tugas utama dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses belajar peserta didik untuk mengembangkan kodrat kemanusiaan peserta didik, mampu menjadikan manusia yang luhur dan berguna bagi masyarakat luas.

33

kemampuan pemecahan masalah dan menyampaikan suatu informasi atau gagasan. Penerapan pembelajaran matematika di sekolah dasar terbagi menjadi dua. Pertama, di kelas I, II, dan III pembelajaran matematika diintegrasikan dengan pembelajaran tematik. Kedua, di kelas IV, V, dan VI pembelajaran matematika sudah berdiri sendiri.

Hal ini dimaksudkan agar penguasaan kompetensi dapat mendalam.

Pembelajaran matematika di SD saat pandemi Covid-19 tidak luput dari pelaksanaan daring.35

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika adalah suatu upaya yang dilakukan guru untuk memfasilitasi, mendorong, mendukung, dan memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik melalui serangkaian kegiatan yang terencana sehingga peserta didik dalam belajar matematika dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan menyampaikan suatu informasi atau gagasan.

b. Tujuan Pembelajaran Matematika

Tujuan pembelajaran matematika menurut kurikulum 2004 (Depdiknas Jakarta, 2003) adalah:36

1) Melatih cara berpikir dan bernalar menarik kesimpulan,

2) Mengembangkan pemikiran diveregen orsinil, rasa ingin tahu membuat prediksi dan dugaan serta coba-coba,

35Wiryanto, “Proses Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar Di Tengah Pandemi COVID-19”, Jurnal Review Pendidikan Dasar: Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian, Vol.

6, No. 2, 2020, 4.

36Ali Hamza dan Muhlisrarini, Perencanaan Dan Strategi Pembelajaran Matematika, (Jakarta: Rajawali Pers, 2014), hlm. 75.

34

3) Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah,

4) Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan, antara lain melalui pembicaraan lisan, catatan, grafik, peta, dan diagram dalam menjelaskan gagasan.

Tujuan pembelajaran matematika menurut kurikulum 2013 (Kemendikbud, 2013)37 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan scientific (ilmiah). Dalam pembelajaran matematika kegiatan yang dilakukan agar pembelajaran bermakna yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta.

Depdiknas menyatakan tujuan pembelajaran matematika diantaranya adalah agar peserta didik memliki kemampuan: 1) memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah, 2) menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika, 3) memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh, 4) mengkomunikasikan gagasan dengan simbol,

37Rahmi Fuadi, dkk, “Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Penalaran Matematis melalui Pendekatan Kontekstual”, Jurnal Didaktika Matematika, Vol. 3, No. 1, 2016, 47.

35

tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah, serta 5) memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.38

c. Strategi Pembelajaran Matematika

Strategi pembelajaran matematika disusun dan dikembangkan oleh guru bertujuan untuk meningkatkan kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai tujuan serta meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Alasan ini karena penerapan variasi pembelajaran dapat meningkatkan minat, motivasi, dan kesenangan siswa untuk belajar matematika. Dengan adanya variasi strategi pembelajaran matematika yang direncanakan maka siswa akan senang belajar matematika.

Beberapa strategi yang sering digunakan adalah:39 1) Membuat diagram

Strategi ini berkaitan dengan pembuatan sket atau gambar coret- coret mempermudah memahami masalahnya dan mempermudah mendapatkan gambaran umum penyelesaiannya.

2) Mencobakan pada soal yang lebih sederhana

38Muhammad Daut Siagian, “Kemampuan Koneksi Matematika Dalam Pembelajaran Matematika”, Journal of Mathematics Education and Science, Vol. 2, No. 1, 2016, 63.

39Al. Krismanto, Beberapa Teknik, Model, Dan Strategi Dalam Pembelajaran Matematika, (Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) Matematika, 2003), hlm. 6.

36

Strategi ini berkaitan dengan penggunaan khusus tertentu pada masalah tersebut agar lebih mudah dipelajari, sehingga gambaran umum penyelesaian yang sebenarnya dapat ditemukan.

3) Membuat tabel

Strategi ini digunakan untuk membantu menganalisis permasalahan atau jalan pikiran kita, sehingga segala sesuatunya tidak dibayangkan hanya oleh otak yang kemampuannya sangat terbatas.

4) Menemukan pola

Strategi ini berkaitan dengan pencarian keteraturan-keteraturan.

Keteraturan tersebut akan memudahkan kita menemukan penyelesaian.

5) Memecah tujuan

Strategi ini berkaitan dengan pemecahan tujuan umum yang hendak kita capai menjadi satu atau beberapa tujuan bagian.

Tujuan bagian ini dapat digunakan sebagai batu loncatan untuk mencapai tujuan yang sesungguhnya.

6) Memperhitungkan setiap kemungkinan

Strategi ini berkaitan dengan penggunaan aturan-aturan yang dibuat sendiri oleh si pelaku selama proses pemecahan masalah sehingga tidak akan ada satupun alternatif yang terabaikan.

7) Berpikir logis

37

Strategi ini berkaitan dengan penggunaan penalaran maupun penarikan kesimpulan yang sah atau valid dari berbagai informasi atau data yang ada.

8) Bergerak dari belakang

Dengan strategi ini, kita mulai dengan menganalisis bagaimana cara mendapatkan tujuan yang hendak dicapai. Dengan strategi ini, kita bergerak dari yang diinginkan lalu menyesuaikannya dengan yang diketahui.

9) Mengabaikan hal yang tidak mungkin

Dari berbagai alternatif yang ada, alternatif yang sudah jelas- jelas tidak mungkin agar dicoret/diabaikan sehingga perhatian dapat tercurah sepenuhnya untuk hal-hal yang tersisa dan masih mungkin saja.

10) Mencoba-coba

Strategi ini biasanya digunakan untuk mendapatkan gambaran umum pemecahan masalahnya dengan mencoba-mencoba dari yang diketahui.

d. Langkah-langkah Pembelajaran Matematika

Konsep-konsep pada kurikulum matematika SD dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu penanaman konsep dasar (penanaman konsep), pemahaman konsep, dan pembinaan keterampilan. Tujuan akhir pembelajaran matematika di SD ini yaitu agar siswa terampil dalam menggunakan berbagai konsep

38

matematika dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, untuk menuju tahap keterampilan tersebut harus melalui langkah-langkah yang benar sesuai dengan kemampuan dan lingkungan siswa. Berikut ini adalah pemaparan pembelajaran yang ditekankan pada konsep- konsep matematika.40

1) Penanaman Konsep Dasar (Penanaman Konsep), yaitu pembelajaran suatu konsep baru matematika, ketika siswa belum pernah mempelajari konsep tersebut. Kita dapat mengetahui konsep ini dari isi kurikulum, yang dicirikan dengan kata

“mengenal”. Pembelajaran penanaman konsep dasar merupakan jembatan yang harus dapat menghubungkan kemampuan kognitif siswa yang konkret dengan konsep baru matematika yang abstrak.

Dalam kegiatan pembelajaran konsep dasar ini, media atau alat peraga diharapkan dapat digunakan untuk membantu kemampuan pola pikir siswa.

2) Pemahaman Konsep, yaitu pembelajaran lanjutan dari penanaman konsep, yang bertujuan agar siswa lebih memahami suatu konsep matematika. Pemahaman konsep terdiri atas dua pengertian.

Pertama, merupakan kelanjutan dari pembelajaran konsep dalam satu pertemuan. Sedangkan kedua, pembelajaran pemahaman konsep dilakukan pada pertemuan yang berbeda, tetapi masih merupakan lanjutan dari penanaman konsep. Pada pertemuan

40Heruman, Model Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008), hlm. 2.

39

tersebut, penanaman konsep dianggap sudah disampaikan pada pertemuan selanjutnya, di semester atau di kelas sebelumnya.

3) Pembinaan Keterampilan, yaitu pembelajaran lanjutan dari penanaman konsep dan pemahaman konsep. Pembelajaran pembinaan keterampilan bertujuan agar siswa lebih terampil dalam menggunakan berbagai konsep matematika. Seperti halnya pada pemahaman konsep, pembinaan keterampilan juga terdiri atas dua pengertian. Pertama, merupakan kelanjutan dari pembelajaran penanaman konsep dan pemahaman konsep dalam satu pertemuan. Sedangkan kedua, pembelajaran pembinaan keterampilan dilakukan pada pertemuan yang berbeda, tapi masih merupakan lanjutan dari penanaman dan pemahaman konsep dianggap sudah disampaikan pada pertemuan sebelumnya, di semester atau kelas sebelumnya.

4. Karakteristik Kelas Tinggi dan Rendah di Sekolah Dasar

Dokumen terkait