• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembelajaran Secara Daring Melalui Google Meet dan Google Classroom a. Pembelajaran Daring

Dalam dokumen LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 1 (Halaman 32-41)

D. Manfaat Penelitian

3. Pembelajaran Secara Daring Melalui Google Meet dan Google Classroom a. Pembelajaran Daring

Proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja tidak mesti dilakukan di rumah. Ada banyak metode yang dapat dilakukan dalam pembelajaran salah satunya yaitu belajar daring yakni proses belajar dalam jaringan internet. Adanya teknologi jaringan internet sangat membantu dalam menemukan informasi yang ingin didapatkan.

Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran tatap muka secara lansung antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah.

Solusinya, guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online).(Ana Widyastuti, 2021:23).

Thorme dalam Kuntarto, (2017:102) pembelajaran dalam jaringan merupakan suatu pengajaran yang memanfaatkan teknologi multimedia, kelas virtual, streaming video, pesan suara, teks online animasi, CD ROM, email, telepon konferensi, hingga video streaming online. Sedangkan menurut Yohana (20220) Pembelajaran daring (e-learning) adalah suatu model pembelajaran menggunakan metode ICT (Information Communication Technology).

Menurut Rosenberg dalam Sutopo (2012:28) pembelajaran daring merupakan pembelajaran dengan menggunakan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas. Kriteria pembelajaran daring adalah sebagai berikut :

a) Pembelajaran daring menggunakan jaringan internet dengan kemampuan untuk memperbaruhi, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi.

b) Pengeriman sampai ke pengguna terakhir melalui computer dengan menggunakan teknologi internet standar.

c) Memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional

Dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring merupakan suatu konsep penyampaian materi pembelajaran dengan tatap muka menggunakan media pembelajaran tertutup ataupun terbuka yang tergantung teknologi internet dengan output berupa teks, foto, video dan suara.

Pembelajaran daring merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Oleh karena itu, siswa dituntut mandiri dan bertanggung jawab dalam proses pembelajarannya. Sehingga, jelas bahwa keaktifan peserta didik dalam proses belajar daring menentukan hasil belajar yang akan mereka peroleh. Semakin aktif siswa tersebut, maka semakin banyak pengetahuan yang diperoleh.

b. Media Yang Digunakan Pada Pembelajaran Daring

Media pembelajaran yaitu alat yang mampu membantu proses belajar mengajar serta berfungsi untuk memperjelas makna pesan atau informasi yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan (Surayya, 2012). Salah satu media yang bisa dipakai untuk malakukan pembelajaran yaitu media daring.

Menurut Romli (2012:34) media daring merupakan segala jenis atau format media yang hanya bisa diakses melalui internet berisikan teks, foto, video dan suara sebagau sarana komunikasi secara daring.

Media pembelajaran daring (Sofyana & Abdul, 2019) merupakan alat atau perantara pembelajaran yang dilakukan dengan tidak bertatap muka langsung, tetapi menggunakan platform yang dapat membantu proses belajar mengajar yang dilakukan meskipun jarak jauh.

Pendapat berbeda dikemukakan Bilfaqih dan Qomarudin (2015) yang mengatakan media pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang

memanfaatkan teknologi multimedia, video, kelas virtual, teks online animasi, pesan suara, email, telepon konferensi, dan video steraming online. Pembelajaran dapat dilakukan secara masif dengan jumlah peserta yang tidak terbatas, bisa dilakukan secara gratis maupun berbayar.

Berdasarkan uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran daring, yaitu alat atau perantara yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran dengan memanfaatkan tekonologi yang ada dan juga dapat diikuti oleh peserta yang tidak terbatas jumlahny

Pada umumnya media yang banyak digunakan untuk belajar daring yaitu menggunakan aplikasi-aplikasi pembelajaran virtual yang dapat diakses menggunakan smartphone, laptop atau komputer. Adapaun aplikasi-aplikasi tersebut antara lain google meet, google classroom, zoom, WhatsApp, LMS, dan situs-situs web yang disediakan oleh kemendikbud. Selain itu pembelajaran daring juga dapat menggunakan media televisi yakni Televisi Edukasi yang dikelolah oleh kemendikbud.

c. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Daring

Kelebihan proses pembelajaran secara daring antara lain sebagai berikut : (Suhery,et al, 2020).

a) Pengajar dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui internet kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.

b) Pengajar dan siswa dapat menggunakan bahan ajar yang teratur dan terjadwal melalui internet.

c) Siswa dapat mengulang materi setiap saat dan dimana saja apabila diperlukan.

Siswa akan lebih mudah mendapatkan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan ajar yang dipelajarinya dengan mengakses internet.

d) Pengajar maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang bisa diikuti dengan jumlah siswa yang banyak.

e) Siswa yang pasif bisa menjadi aktif.

f) Pembelajaran menjadi lebih efisien karena dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja terutama bagi mereka yang tempat tinggalnya yang lebih jauh.

Proses pembelajaran daring memiliki kekurangan, yaitu sebagai berikut : a) Interaksi secara tatap muka yang terjadi antara pengajar dan siswa kurang

efektif.

b) Pembelajaran daring lebih banyak ke aspek bisnis daripada sosial dan akademik.

c) Pembelajaran yang dilakukan cenderung lebih ke tugas yang diberikan guru melalui buku yang diberikan.

d) Pengajar dituntut untuk lebih menguasai teknik pembelajaran dengan menggunakan ICT (Information Communication Technology).

e) Siswa yang kurang mempunyai motivasi belajar cenderung gagal.

f) Belum meratanya fasilitas internet yang tersedia di tempat yang bermasalah dengan listrik, telpon dan komputer.

d. Metode Pembelajaran Secara Daring

Pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring) atau online. Metode ini menggunakan gawai (gadget) maupun laptop melalui beberapa portal dan aplikasi pembelajaran daring. Metode yang digunakan guru dalam PJJ secara daring

adalah guru melakukan interaksi virtual dengan siswa menggunakan ragam aplikasi seperti, Google Meet dan Google Classroom. Ini metode ideal karena ada interaksi antara guru dengan siswa. Google meet adalah salah satu dari banyaknya web course, yang pemakaiannya harus terhubung ke internet, antara siswa dengan guru terpisah secara keseluruhan sebab tidak dibutuhkan adanya pembelajaran langsung (Haughey dalam dkk. 2020). Aplikasi ini memungkinkan siswa dan guru untuk mengadakan proses pembelajaran seperti biasa namun secara tatap maya, karena proses pelaksanaan kegiatannya pembelajarannya siswa tidak diperlukan datang ke sekolah, cukup menggunakan perangkat yang terhubung ke internet maka mereka sudah bisa melakukan pembelajaran. Kelebihan dari program ini antara lain 1) gratis; 2) video dengan resolusi baik 3) adanya fitur White Board; 4) penggunaan yang mudah; 5) tampilan yang menarik; serta 6) layanan enkripsi video (Aisyah dan Sari, 2021). Penggunaan Google meet ini sudah dapat diakses dengan cara masuk menggunakan akun google mail menggunakan computer, laptop, atau handphone melalu peramban tanpa terhubung dengan aplikasi google meet sehingga memudahkan siswa dalam mengakses pembelajaran daring. Google meet dapat menampung 100 orang peseta dalam setiap teleconference dan waktu tatap muka tanpa batas. Melalui aplikasi google meet, siswa juga dapat melakukan presentasi dan dapat menampilkan hasil pekerjaannya berupa tugas dan latihan soal melalui papan tulis yang disediakan di aplikasi ini, siswa bisa menanyakan materi yang belum dipahami, serta tersedia fitur rekam layar saat pembelajaran berlangsung yang berguna untuk dijadkan review dan dibagikan kepada siswa yang berhalangan hadir. Pada saat proses pembelajaran siswa menyalakan video

untuk memudahkan guru dalam mengontrol kehadiran dikelas dan aktivitas siswa selama pembelajaran.

Media ini dapat menumbuhkan kemandirian serta meningkatkan rasa percaya diri pada siswa, sehingga memungkinkan bagi siswa introvert untuk berinteraksi lebih bebas, menyediakan kesempatan kegiatan pembelajaran.

Pemanfaatan e-learning ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang positif bagi siswa guna lebih meningkatkan hasil belajarnya (Ritonga, Azmi, dan Sunarno, 2020).

Sedangkan google classroom adalah aplikasi yang dibuat oleh google yang bertujuan untuk membantu tenaga pendidik dan peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh yang dapat diakses melalui computer dan dapat melalui gawai (gadget). Dalam pembelajaran daring guru dapat memanfaatkan berbagai macam fitur yang ada dalam Google Classroom seperti assignments, grading, communication, time-cost, archive course, mobile application, dan privacy (Sabran & Sabara, 2019).

e. Langkah-Langkah Pembelajaran Daring

a) Mengunduh aplikasi Google meet dan Google classroom

Siswa terlebih dahulu diarahkan untuk mengunduh aplikasi Google meet dan Google classroom pada playstore atau mengakses melalui laman web https://classroom.google.com dan https://meet.google.com/ lalu membuat akun menggunakan gmail.

Gambar 2.1 Google Meet dan Google Classroom b) Membuat room atau kelas pembelajaran

Buka aplikasi, klik rapat baru atau new meeting untuk memulai panggilan video lalu bagikan kode atau link akses kepada siswa untuk bergabung.

Gambar 2.2 Tampilan Awal Google Meet

c) Memulai pembelajaran dengan memberi salam dan mengajak siswa untuk berdoa bersama

d) Mengecek kehadiran siswa

e) Menyampaikan tujuan dan materi pembelajaran yang akan dipelajari

f) Memberikan dan menjelaskan materi pembelajaran melalui fitur sharescreen google meet

Gambar 2.3 Tampilan Kelas Google Meet

g) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami untuk dibahas secara tuntas.

h) Membuat kesimpulan bersama terkait materi yang telah dipelajari i) Menyampaikan materi pembelajaran pada pertemuan selanjutnya j) Memberikan tugas sebagai bahan evaluasi

Siswa diberikan tugas untuk menilai dan melihat sejauh mana pemahaman individu siswa terhadap materi yang telah diajarkan melalui aplikasi Google classroom.

Gambar 2.4 Tampilan Halaman Tugas Google Classroom

k) Siswa mengumpulkan tugas melalui aplikasi Google classroom

Gambar 2.5 Tampilan Halaman Kelas Google Classroom l) Menutup pembelajaran dengan berdoa bersama

f. Kendala Pembelajaran Daring

a) Kurangnya pemahaman siswa ketika melakukan proses pembelajaran daring.

b) Kurangnya fasilitas yang dimilki oleh siswa ketika belajar daring.

c) Kuota internet yang tidak bisa dijangkau oleh semua siswa.

d) Keterbatasan sinyal dapat menghambat proses belajar mengajar dalam pembelajaran daring.

Dalam dokumen LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 1 (Halaman 32-41)