Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom pada Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pamboang. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Pamboang yang berjumlah 24 orang.
Latar Belakang
Pembelajaran jarak jauh ini mengakibatkan perubahan sikap dan hasil belajar siswa. Rendahnya hasil belajar matematika di kalangan siswa salah satu penyebabnya adalah anjuran pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan secara daring (dalam jaringan).
Rumusan Masalah
Pembelajaran matematika saat ini masih dilakukan melalui pembelajaran daring karena masih banyak siswa yang belum mendapatkan vaksinasi. Berdasarkan rincian permasalahan tersebut, peneliti terdorong untuk melakukan penelitian dengan judul “Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom pada Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pamboang”.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Manfaat Teoritis
- Manfaat Praktis a. Bagi Siswa
- Pembelajaran Matematika a. Pengertian Belajar
- Pembelajaran Secara Daring Melalui Google Meet dan Google Classroom a. Pembelajaran Daring
Menurut Rosenberg dalam Sutopo (2012:28), pembelajaran online adalah pembelajaran dengan menggunakan teknologi internet untuk menyampaikan pembelajaran dalam jangkauan yang luas. Media pembelajaran online (Sofyana & Abdul, 2019) merupakan sarana atau perantara pembelajaran yang tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan platform yang dapat membantu proses belajar mengajar yang dilakukan meskipun secara jarak jauh.
Kerangka Berpikir
Pemanfaatan e-learning diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang positif bagi siswa untuk lebih meningkatkan hasil belajarnya, dan teori yang dikemukakan Hakim pada tahun 2016 menyatakan bahwa Google Classroom membantu guru mengelola pembelajaran dengan mudah dan menyampaikan informasi secara akurat dan tepat. pada siswi. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan dan landasan teori pendukung yang disebutkan, maka pengajaran matematika berbasis internet melalui aplikasi Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom diasumsikan efektif.
Hasil Penelitian Relevan
Hasil penelitian ini adalah penggunaan aplikasi Google Classroom dalam pembelajaran daring berpengaruh positif terhadap minat belajar matematika diskrit. Sedangkan penggunaan Google Meet dalam pembelajaran daring memberikan pengaruh sebesar -0,540 terhadap minat belajar matematika diskrit.
Hipotesis Penelitian
Hipotesis Mayor
Hipotesis Minor
Pembelajaran Matematika melalui Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom efektif untuk siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pamboang. Respon yang ditunjukkan oleh siswa di kelas
Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Sampel
Kelas yang dipilih dari 3 kelas XI yang ada adalah kelas XI IPA 2 yang berjumlah 24 siswa.
Desain Penelitian
Variabel Penelitian
Defenisi Operasional Variabel
Prosedur Penelitian
Tahap Persiapan Penelitian
Membuat dan menyusun instrumen penelitian yang digunakan yang terdiri dari tes untuk mengukur ketuntasan hasil belajar siswa, lembar observasi untuk mengamati aktivitas belajar siswa dan angket (angket) respon siswa terhadap pembelajaran daring melalui Google Meets yang dipadukan dengan Google Classroom yang bersifat kemudian diautentikasi oleh pengautentikasi.
Tahap Pelaksanaan Penelitian
Memberikan tes akhir (post-test) kepada siswa untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa setelah penerapan pendidikan matematika online. Memberikan angket kepada siswa untuk diisi setelah pelaksanaan pembelajaran online untuk mengetahui respon siswa terhadap pendidikan matematika online.
Tahap Pengolahan dan Analisis Data
Instumen Penelitian
- Lembar Tes
- Lembar Observasi
- Angket (Kuesioner)
- Teknik Pengumpulan Data
Kuesioner digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika melalui Google Meet yang dikombinasikan dengan Google Classroom. Data respon siswa diperoleh dengan memberikan angket kepada siswa setelah pelaksanaan pembelajaran matematika yang dilakukan melalui Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom.
Teknik Analisis Data
- Analisis Statistik Deskriptif
- Analisis Statistik Inferensial
- Pengujian hipotesis minor berdasarkan hasil belajar siswa menggunakan uji kesamaan rata-rata dengan menggunakan paired sample t-test
- Pengujian hipotesis minor berdasarkan hasil belajar siswa melalui rata- rata skor hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan one
- Pengujian hipotesis minor berdasarkan ketuntasan klasikal melalui uji proporsi
Uji hipotesis minor terhadap hasil belajar siswa menggunakan uji mean agreement dengan menggunakan uji Paired Sample T-test. Jika nilai z > z(0,5-α) maka ketuntasan hasil belajar matematika siswa menggunakan Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pamboang secara klasikal diatas 75%.
Hasil Penelitian
Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Selain itu, hasil belajar siswa sebelum dilaksanakan pembelajaran matematika online melalui Google Meet yang dikombinasikan dengan Google Classroom dikelompokkan ke dalam kategorisasi standar ketuntasan berdasarkan Tabel 3.4. Selain itu, hasil belajar siswa setelah dilaksanakan pembelajaran matematika daring melalui Google Meet yang dikombinasikan dengan Google Classroom digabungkan menjadi kategorisasi standar penilaian berdasarkan Tabel 3.3. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa hasil tes siswa setelah dilaksanakannya pembelajaran matematika online melalui Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom masih tergolong buruk.
Selanjutnya hasil belajar siswa setelah pelaksanaan pembelajaran matematika daring melalui Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom dikelompokkan ke dalam kategorisasi standar ketuntasan berdasarkan Tabel 3.4. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pamboang setelah dilaksanakan pembelajaran matematika online melalui Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom tidak memenuhi KKM. Dari analisis di atas dapat disimpulkan bahwa rata-rata skor hasil belajar siswa setelah dilaksanakannya pembelajaran matematika online melalui Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom tidak memenuhi kriteria keefektifan.
Uji rasio digunakan untuk mengetahui tingkat ketuntasan siswa setelah dilaksanakannya pembelajaran matematika online melalui Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom klasik.
Pembahasan
Pembahasan Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif data hasil belajar siswa sebelum dilaksanakan pembelajaran matematika online melalui Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom menunjukkan bahwa 100% berada pada kategori kurang baik dan tidak mencapai nilai KKM. sekolah berjumlah 75. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif data hasil belajar siswa setelah penerapan pembelajaran matematika online melalui Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom menunjukkan bahwa 91,3% siswa memperoleh hasil berkisar < 75 sampai pada kategori lemah dan 8,7%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa setelah dilaksanakan pembelajaran matematika online melalui Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom belum mampu membantu siswa mencapai standar penyelesaian individual atau klasikal.
Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa setelah dilaksanakan pembelajaran matematika online melalui Google Meet yang dikombinasikan dengan Google Classroom mengalami peningkatan, namun tidak signifikan karena masih dalam kategori rendah. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pembelajaran matematika online melalui Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom tidak ditawarkan kepada siswa. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam pelaksanaan pembelajaran matematika online melalui Google Meet yang dikombinasikan dengan Google Classroom masih bersifat pasif.
Hal ini menunjukkan bahwa respon siswa setelah pelaksanaan pembelajaran matematika online melalui Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom masih mendapat reaksi negatif dari siswa karena banyaknya kendala yang terjadi pada saat pembelajaran, misalnya terdapat permasalahan pada kualitas jaringan internet yang digunakan sehingga bahwa penyampaian materi menjadi kurang jelas dan kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan.
Pembahasan Hasil Analisis Statistik Inferensial
Berdasarkan perbandingan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata atau dampak setelah dilaksanakan pembelajaran matematika online melalui Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom pada Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pamboang. Untuk mengetahui seberapa efektif pelaksanaan pembelajaran matematika online melalui Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom dapat didasarkan pada perhitungan normalized gain atau rata-rata normalized gain sebesar 0,25 atau masuk dalam kategori rendah. Hal ini bertentangan dengan hipotesis minor yaitu ketuntasan hasil belajar siswa yang menyatakan bahwa mean gain ternormalisasi setelah dilaksanakan pembelajaran matematika menggunakan Google Meet dipadukan dengan Google Classroom pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pamboang minimal sebesar 0,3 (kategori menengah).
Hal ini bertentangan dengan hipotesis kecil yaitu ketuntasan hasil belajar siswa yang menyatakan bahwa rata-rata nilai hasil belajar matematika siswa setelah diajar menggunakan Google Meet dipadukan dengan Google Classroom siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pamboang adalah paling sedikit Berdasarkan perbandingan tersebut dapat disimpulkan bahwa proporsi ketuntasan hasil belajar matematika siswa menggunakan Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pamboang secara klasikal berada di bawah 75%. Hal ini bertentangan dengan hipotesis kecil yaitu ketuntasan hasil belajar matematika siswa menggunakan Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom siswa kelas XI IPA kelas SMA Negeri 1 Pamboang minimal 75%.
Kesimpulan dari kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran matematika online menggunakan Google Meet dan Google Classroom efektif.
Kesimpulan
Saran
Persepsi Siswa Terhadap Pembelajaran Daring Menggunakan Media Google Meet Pada Pembelajaran Matematika di SPLTV Kelas X IPS-2 SMA Hang Tuah 4 Surabaya. Efektivitas model pembelajaran generatif dengan strategi Write-pair-switch dalam pembelajaran matematika siswa Keas X di SMA Negeri 9 Makassar. Dampak Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing yang Didukung Google Meet Terhadap Hasil Belajar Aljabar Matematika Siswa.
Efektivitas pembelajaran matematika daring pada masa pandemi Covid-19 terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa sekolah dasar. Jurnal Matematika Serunai. Pengaruh Media Pembelajaran E-Learning Menggunakan Google Meet Terhadap Hasil Belajar Siswa. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 5(1): 93. Penerapan Aplikasi Google Meet Dalam Pembelajaran Matematika Kelas XI SMA Negeri 9 Samarinda Pada Masa Pandemi Covid -19. Sistem.
Efektivitas Pembelajaran Daring pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Koperasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Qamarul Huda Badaruddin.
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi 3.5.1 Mendefenisikan barisan aritmetika
Tujuan Pembelajaran
Media, Alat/Bahan dan Sumber belajar
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Pendahuluan
Kegiatan Inti
Mereka diberikan siaran dan bahan bacaan melalui Google Meet dan Google Classroom terkait materi barisan aritmatika. Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak-banyaknya hal-hal yang belum dipahami sehubungan dengan materi deret aritmatika. Siswa dibentuk dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi, mengumpulkan informasi, mempresentasikan kembali dan bertukar informasi tentang materi barisan aritmatika secara virtual melalui Google Classroom (Kolaborasi).
Siswa mengumpulkan hasil kerja kelompok atau individu dengan cara klasik melalui forum di Google Classroom kemudian memberikan tanggapan kepada kelompok atau individu lain melalui kolom komentar. Guru dan siswa menarik kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari tentang barisan aritmatika. Siswa kemudian berkesempatan bertanya tentang hal-hal yang belum dipahaminya melalui kolom komentar di Google Classroom.
Penutup
Penilaian Hasil Pembelajaran
Indikator Pencapaian Kompetensi
Materi Ajar
Siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok untuk berdiskusi, mengumpulkan informasi, mempresentasikan kembali dan berbagi informasi tentang materi deret aritmatika secara virtual melalui Google Classroom (Kolaborasi). Guru dan siswa menarik kesimpulan tentang apa yang telah mereka pelajari tentang deret aritmatika. Mereka diberikan streaming dan bahan bacaan melalui Google Meet dan Google Classroom terkait materi penerapan barisan aritmatika pada permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa dibentuk dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi, mengumpulkan informasi, representasi dan bertukar informasi tentang materi penerapan barisan aritmatika pada permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari secara virtual melalui Google Classroom (Kolaborasi). Guru dan siswa menarik kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari mengenai penerapan barisan aritmatika pada permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa dibentuk dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi, mengumpulkan informasi, menyajikan dan bertukar informasi tentang materi pertumbuhan, kedewasaan dan suku bunga secara virtual melalui Google Classroom (Kolaborasi).
Guru dan siswa menarik kesimpulan tentang hal-hal yang telah mereka pelajari mengenai pertumbuhan, peluruhan, dan bunga majemuk.
Barisan & Deret Aritmetika
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 1
Kerjakan Soal Berikut
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 3
Tujuan
Petunjuk pengisian untuk pengamat
Aspek yang diamati
Lembar observasi ini digunakan untuk mengamati kemampuan siswa dalam proses pembelajaran matematika melalui Google Meet yang dipadukan dengan Google Classroom. Siswa memperhatikan dengan seksama materi pembelajaran yang ditawarkan melalui fungsi presentasi di Google Meet. Siswa bertanya, menjawab pertanyaan atau memberikan pendapat dan idenya kepada guru saat pembelajaran online.
ANGKET RESPON SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI GOOGLE MEET DIPADUKAN DENGAN GOOGLE CLASSROOM