• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBICARA PADA TEMU ILMIAH (SEMINAR/SIMPOSIUM) Internasional

F. PANDANGAN BIDANG KEBUDAYAAN TERHADAP PEMETAAN MUSIK TRADISIONAL MINANGKABAU

3. PEMBICARA PADA TEMU ILMIAH (SEMINAR/SIMPOSIUM) Internasional

Judul Makalah MAPPING MINANGKABAU TRADITIONAL

MUSIC:

STRATEGY FOR THE PROTECTION OF NATIONAL CULTURE

Nama Temu Ilmiah International Conference on Arts and Humanities 2017

Tempat Pelaksanaan Institut Seni Indonesia Surakarta

Waktu Pelaksanaan 24 Oktober 2017

- Draf Makalah Sudah

- Sudah Dikirim Sudah

- Sedang direview Sudah

- Sudah dilaksanakan

Sudah

153 BAB VI

RENCANA TAHAPAN SELANJUTNYA 1. Target Luaran

Luaran hasil kegiatan penelitian Tahap-II (tahun kedua) adalah:

1). Produk Industri kreatif pembuatan alat musik dengan menggunakan pendekatan ilmu organologi yang dapat menghasilkan teknologi tepat guna bagi kesejahteraan masyarakat. Kajian ini akan diperhatikan teknik pembuatan, bahan, teknik memainkan secara tradisional dan usaha-usaha pengembangan secara kreatif dan inovatif. Kemudian dipublikasikan melalui forum seminar nasional.

2). Makalah untuk seminar nasional hasil penelitian untuk mencari kritik dan saran dari para pengamat (seniman, budayawan, pemerintah, pemerhati seni budaya) untuk mencari masukan bagi kesempurnaan penelitian ini.

3). Artikel ilmiah yang dipublikasikan pada Jurnal Ilmiah terakreditasi nasional atau internasional.

4). Buku Ajar pengetahuan organologi alat musik tradisional Minangkabau Luaran hasil kegiatan penelitian tahap–III (tahun ketiga) adalah:

6) Formula-formula musical yang menjadi identitas industry kreatif seniman dan komunitas musik Nusantara di Sumatera Barat.

7) Makalah untuk Seminar internasional pada forum yang melibatkan pakar-pakar musikologis dan etnomosikologis.

8) Artikel ilmiah untuk dipublikasikan pada jurnal ilmiah terakreditasi nasional.

9) Buku Ajar Formula Musikal Musik Tradisional Minangkabau, yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar maupun mahasiswa untuk memperkaya pengetahun bidang musik nusantara.

10) HAKI, Laporan ini juga akan didaftarkan pada pemerintah dalam hal ini Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAKI)

154 2. Rencana Capaian Tahunan

Kegiatan penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan selama tiga tahun dengan luaran yang ditargetkan sebagaiman tabel berikut:

No Jenis Luaran Indikator Capaian

TS TS1 TS2

1 Model/purwarupa/desain/karya seni/rekayasa sosial

Draf editing Produk

2 Teknologi tepat guna Draf editing terlaksana 3 Publikasi ilmiah Internasional belum belum belum

Nasional terakreditasi

Draft Submit accepted

4 Pemakalah dalam temu ilmiah

Internasional belum terdaftar terlaksana Nasional Terlaksana Terlaksana terlaksana

5 Inivieted speaker dalam temu ilmiah

Internasional

Nasional terdaftar Terlaksana

6 Visiting lecturer Internasional belum belum belum

Paten belum belum Belum

Paten sederhana

belum draf Terdaftar

Hal cipta belum draf Terdaftar Merek dagang belum belum Belum

155 7

Hak kekayaan intelektual

Rahasia dagang

belum belum Belum

Desain produk industri

belum belum Belum

Indikasi geografis

belum belum Belum

Perlindungan varietas tanaman

belum belum Belum

Perlindungan topografi sirkuit terpadu

belum belum Belum

8 Buku ajar (ISBN) terbit terbit Terbit

9 Tingkat kesiapan teknologi (TKT)

Skala I Skala II Skala III

156 BAB VII

KESIMPULAN A. Kesimpulan

Alam Minangkabau yang sangat luas, memiliki keragaman musik radisional yang menjadi identitas kebudayaan. Keragaman musik tradisional itu masih didapati di nagari-nagari yang difungsikan dalam berbagai acara dan upacara adat dan keramaian anak nagari. Paling tidak terdapat enam pengelompokan musik tradisional Minangkabau yang berkembang hingga hari ini, yaitu (1) Musik Minangkabau: Tradisi Perkusi; (2) Musik Minangkabau Tradisi Tiup; (3) Musik Minangkabau Tradisi Tiup; (4) Musik Minangkabau Tradisi Gesek; (5) Musik Minangkabau Tradisi Gesek; (6) Musik Minangkabau Tradisi Petik.

Keenam kelompok musik tradisional Minangkabau terdapat pula berbagai bentuk jenis dengan berbagai teknik memainkannya. Masing-masing jenis musik juga memiliki persamaan dan perbedaan fungsi dan kegunaanya, termasuk juga perangkat peralatan yang digunakan.

Keragaman musik tradisional tersebut ada yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat pendukungnya dan ada pula yang sudah mengalami pasang surut disebabkan oleh generasi penerusnya tidak ada lagi.

Walaupun demikian, penelitian ini tetap melakukan pendataan sehingga dapat dijadikan data sejarah dalam perkembangan musik tradisonal Minangkabau dari masa ke masa, baik yang berada di kawasan Luhak dan Rantau Minangkabau.

157 DAFTAR PUSTAKA

Adam, Boestanoel Arifin, 1986/1987. “Talempong Musik Tradisi Minangkabau”, laporan penelitian. Padangpanjang: ASKI.

Adha,Yasril. 2005. “Pengaruh Sistem Diatonis Terhadap Perkembangan Talempong di Minangkabau”, Tesis. S2 Program Pascasarjana. Yogyakarta:

Jurusan Ilmu-Ilmu Humaniora Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.

Almuhanis. 2011. “Dikia Mundam dalam Upacara Manyaratuih Hari di Jorong Kampung Tangah Nagari Pagaruyung. Skripsi. Padangpanjang: Institut Seni Indonesia.

Asnan, Gusti dan Akiko Itawa. 2005. Adat Minangkabau dan Merantau dalam Perspektif Sejarah. Jakarta: Balai Pustaka.

Asnan, Gusti dan Akiko Itawa. 2005. Adat Minangkabau dan Merantau dalam Perspektif Sejarah. Jakarta: Balai Pustaka.

Awerman. 1999. “Dikia Rabano dalam Kebudayaan Minangkabau: Kajian Fungsi dan Struktur Musikalnya.” Disertasi. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Bahar, Mahdi. 2004. “Bermain Musik Talempong Gandang Sarunai”, Buku Ajar, Padangpanjang: STSI.

Bahar, Mahdi. 1994. “Fungsi Gandang Oguang dalam Masyarakat Sialang, Minangkabau”, Tesis S2 Pascasarjana UGM Gajah Mada.

Bahar, Mahdi. 2009. Musik Perunggu Nusantara: Perkembangan Budayanya di Minangkabau. Bandung: Bumi Grafika Utama.

Data Kanagarian Koto Kaciak, 2017

Ediwar, Mohamed Anwar Omar Din, Zulyati Zakaria. 2010. “Kesenian Bernuansa Islam Suku Melayu Minangkabau. JURNAL MELAYU: University Kebangsaan Malaysia.

Ediwar. 1999. “Perjalanan Kesenian Indang dari Surau ke Seni Pertunjukan Rakyat di Padang Pariaman Sumatera Barat”. Tesis. Yogyakarta: UGM.

Ediwar. 1999. “Perjalanan Kesenian Indang di Padang Pariaman, Sumatera Barat”.

Tesis. Universitas Gadjah Mada Yogjakarta.

158 Ediwar. 2000. “Seni Pertunjukan Indonesia (Genre Seni Pertunjukan Melayu Minangkabau)”, Buku Ajar. Padangpanjang: STSI.

Ediwar. 2007. “Indang Pariaman Dari Tradisi Surau ke Seni Pertunjukan Rakyat Minangkabau”. Bandung: P4ST Universitas Pendidikan Bandung.

Ediwar. 2012. “Dinamika Muzik Islami Minangkabau di Sumatera Barat”. Tesis.

Bangi: University Kebangsaan Malaysia. 2012.

Erianto. 1998. “Talempog Unggan Musik Tradisi di Desa Unggan Minangkabau:

Tinjauan Tentang Kehidupan dan Sistem Pewarisannya”. Skripsi. Bandung: STSI.

Erich M. Von Horn Bostel dan Curt-Sach. 1961. Clasification of Musical Instrumens. Translet from the Original German by Anthony Basines and Klaus P.

Wachsmann.

Erlinda. 2012. Diskursus Tari Minangkabau di Kota Padang. Padang: Creatif Production.

Fitri, Suci. 2007. “Talempong Goyang: Fenomena Musik Bercitarasa Populer di Minangkabau”. Skripsi, (Sekolah Tinggi Seni Indonesia Padangpanjang.

Fraser, Jennifer A. 2015. Gongs & Pop Song: Sounding Minangkabau In Indonesia.

Athens: Ohio University Press.

Frazer, Jennifer A. 2011. “Pop Song as Custom: Weddings, Entrepreneurs, and Ethnicity in West Sumatra.” Makalah, Ethnomusicology Forum.

Frazer, Jennifer A. 2011. “The Fate of Village-Style Talempong in the Twenty-First Century” “Hybridity and Emergent Traditions: Gongs, Pop Songs, and the Story of Talempong Kreasi in West Sumatra.” Conference Proceedings. The 1st Symposium of the ICTM Study Group on Performing Arts of Southeast Asia.

Frazer, Jennifer A. 2013. “The Sustainebility and Evolution of Talempong Pluralism in Minangkabau Gong Practices” Performing Indonesia, Smithsonian Institution Forthcoming-Washington DC”, Makalah. Ethnomusicologi Forum.

Fulzi, Nadia. 2011. “Talempong Lagu Dendang”. Tesis. S2 Pascasarjana ISI Padangpanjang.

Guswandi, Antoni. 2014. “Oguang Jana Dalam Tradisi Pacu Jawi di Nagari Parambahan, Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar.” Skripsi.

Padangpanjang: ISI.

Hajizar. 1998. Tradisi Pertunjukan Rabab Minangkabau. Bandung: Sastrataya- MSPI.

159 Hanefi & Eko Wahyuni. 2013. Sang Pewaris: Tokoh-tokoh Kesenian Tradisi Madura dan Minangkabau. Jakarta: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya- Kemendikbud.

Hanefi dkk. 2004. Talempong Mingkabau: Bahan Ajar Musik dan Tari. (Bandung:

P4ST.

Hanefi, dkk. 2009. “Tradisi Lisan Berlatar Pesisiran di Daerah Darek Sumatera Barat: Studi Kasus Tradisi Sijobang di Luhak Limo puluah Koto.” Laporan Penelitian. Jakarta: Direktorat Jenderal Dikti-Depdiknas.

Hanefi. 1999. “Traditional Minangkabau Music,” In Walk in Splendor: Ceremonial Dress and the Minangkabau, ed. By Anne & John Summerfield. Los Angeles:

UCLA Fowler Museum of Cultural History.

Hanefi. 2006. “Perubahan Dendang Minangkabau ke Arah Musik Pop pada 20 Tahun Terakhir”, dalam Perjalanan Kesenian Indonesia Sejak Kemerdekaan:

Perubahan dalam Pelaksanaan, Isi, dan Profesi. Disunting oleh Philip Yampolsky.

Jakarta: Equinox Publishing Indonesia.

Hanefi. 2013. “Temu Kaya Taman Budaya Se-Indonesia: Kekuatan Mantera dalam Perspektif Kebudayaan Manusia. Buku Festival.” Jambi: Taman Budaya Prop.

Jambi. 4 s/d 8 Januari.

Hazijar. 2004. “Menguak Konsep Musikal Tiga Jenis Talempong Yang Langka di Luhak 50 Koto”. Jurnal Penelitian. STSI Padangpanjang.

Hendri, Yon. 2000. “Perkembangan Dendang menjadi Lagu Pop Minang Sebuah Kajian Musikologis”, Tesis S2 Program Pascasarjana. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Herawati, dkk. 1993. “Studi Deskriptif Musik Talempong Gandang Aguang di Desa Sialang Kecamatan Kapur IX Kabupaten 50 Kota”, Laporan Penelitian Padangpanjang: ASKI.

Indra Sastra, Andar. 1999. “Bagurau dalam Basaluang: Cerminan Budaya Konflik”.

Tesis. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Kadir, Tulus Handra. 1993. “Teknik Interlocking Dalam Gaya Permainan Talempong Minangkabau di Desa Kubang Pipik Kec. Baso Kabupaten Agam, Prop.

Sumatera Barat.” Skripsi. Medan: USU.

Kartomi, Margaret J. 1986. “Tabut – A Shi’a Ritual Transplanted from India to Sumatera,” dalam Nineteenth Century Indonesia. Ed. David C. Chandler dan M. C.

Ricklefs. Clayton: Center of Southeast Asia Studies, Monash University.

160 Kato, Tsuyushi. 1982. Matriliny and Migration: Evolving Minangkabau Traditions in Indonesia. (Ithaca, .N.Y: Cornell University Press.

Kayam, Umar. 1984. Seni, Tradisi, Masyarakat. Jakarta: Sinar Harapan.

M. Joustra, 1923. Minangkabau: Overzicht Van Land, Geschedenis en Volk, s’Gravenhage: Martinus Nijhoff.

Maadis, Ismar. 1999. “Dendang Pauah di Kodya Padang: Tinjauan Musikologis Lagu Lambok Malam.” Skripsi. Padangpanjang: STSI.

Marzam. 2002. Basirompak Sebuah Transformasi Aktivitas Ritual Magis Menuju Seni Pertunjukan. Yogyakarta: Kepel Press.

Marzam. 2002. Sebuah Transformasi Aktivitas Ritual Magis Menuju Seni Pertunjukan Basirompak. Yogyakarta: Kepel Press.

Muchtar, Asril. 2002. “Pertunjukan Gandang Tambua dalam Upacara Ritual Tabuik di Pariaman, Sumatera Barat.” Tesis. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Muchtar, Asril. 2004 “Upacara Tabuik: Dari Ritual Heroik ke Pertunjukan Heroik.” dalam Seni Tradisi Menantang Perubahan (Bunga Rampai). Ed. Mahdi Bahar. Padangpanjang: STSI Padangpanjang-Press.

Norfalinda, Dwita. 2000. “Studi Musikologis Musik Dikia Mundam di Desa Sungai Omeh Kecamatan Tanjuang Omeh Kabupaten Tanah Datar.” Skripsi.

Padangpanjang: Sekolah Tinggi Seni Indonesia.

Nurmalena. 2013. “Kesenian Indang di Nagari Sinuak Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman: Kontiuitas dan Perubahan”. Tesis S2 ISI Padangpanjang.

Nursyirwan. 2011. Varian Teknik Penalaan Talempong Logam di Minangkabau”.

Disertasi. Yogjakarta. Universitas Gadjah Mada.

Proehoeman, Siti Chairani. 2006. “Dendang Darek Alternatif Pengembangan Cara Menyanyi Tradisional ke Cara Yang Sesuai Dengan Kaidah Fisiologi.” Disertasi Yogyakarta: UGM.

Proehoeman, Siti Chairani. 2006. “Dendang Darek: Alternatif Pengembangan Cara Menyanyi Tradisional ke Cara yang Sesuai dengan Kaidah Fisiologi. Disertasi Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Purba, Mauly dan Ben M Pasaribu. 2003. Musik Populer, Buku Pelajaran Kesenian Nusantara. Jakarta: LPSN.

Sediyawati, Edi. 1981: Pertumbuhan Seni Pertunjukan. Jakarta: Sinar Harapan.

161 Sedyawati, Edi. 1983 Pertumbahan Seni Pertunjukan. Jakarta: Sinar Harapan.

Sriwulan, Wilma. 1999. “Salawat Dulang Seni Bernafaskan Islam Salah Satu Ekspresi Budaya Masyarakat Minangkabau (Kontinuitas dan Perubahan). Tesis.

Yogjakarta: Universitas Gadjah Mada.

Syailendra. 1997. Musik Talempong: Fungsinya Pada Industri Pariwisata Di Kotamadya Padang Sumatra Barat”, Tesis. Yogkarta: Jurusan Ilmu-Ilmu Humaniora Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.

Syari’ah, Desi. “2016. “Estetika Akulturasi Pertunjukan Gurau Oyak Saluang Orgen.” Skripsi. (Padangpanjag: Institut Seni Idonesia.

Yampolsky, Philip, and Hanefi. 1994. Liner Nots For Night Music of West Sumatrra: Saluang, Rabab Pariaman, Dendang Pauah. Music of Indonesia, vol. 6, Smithsonian Folks-ways SF CD 40422.

Yampolsky, Philip. 1996. Liner Notes For Gong and Vokal Music From Sumatera:

Talempong, Didong, Kulintang, Salawat Dulang. Music of Indonesia, Vol. 12.

Smithsonian Folkways SF CD 40428.

Yunus, Gitrif. 1990. “Studi Deskriptif Gaya Penyajian Dendang Singgalang dalam Tradisi Pertunjukan Saluang Dendang di Luhak Nan Tigo Minangkabau, Sumatera Barat”. Skripsi. Medan: FS-USU Medan.

Yunus, Mahmud. 1985. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta:

Hidayakarsa.

Zainuddin. “Pembuatan Saluang di Singgalang Kecamatan Sepuluh Koto Kabupaten Tanah Datar.” Skripsi. Surakarta: STSI Suakarta.

Sumber lain:

http://www.academia.edu/6741039/Makalah_Geografi_Budaya (28/10/2017).

https://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Barat

https://palantaminang.wordpress.com/sejarah-alam-minangkabau/b-alam- minangkabau/ diakses 28 Oktober 2017.

https://rinastkip. wordpress. com. makalah-pkn-geopolitik-indonesia. (diakses 5/10/2017).