BAB III METODE PENELITIAN
D. Pemiliahan Informan
Pemilihan informan sangat erat kaitannya dengan pengumpulan informasi dan pengumpulan data. Pengumpulan informasi dan data merupakan langkah yang penting dalam suatu penelitian yang akan digunakan sebagai bahan analisis dan pengujian kesimpulan. Oleh karena
27
itu, pemilihan informasi dan alat pengumpulan data yang tepat dapat membantu pencapaian hasil atau pemecahan masalah yang tepat dan benar.
Pada penelitian ini penulis memilih 4 informan sebagai sumber informasi yang sudah sesuai dengan bidangnya.Yang pertama Mualim I yang bertanggung jawab sebagai komandan pada saat terjadi kebakaran.Yang kedua Mualim III yang bertanggung jawab atas alat perlengkapan pemadam kebakaran dan membantu Mualim I dalam mengatur Fire Drill.Yang ketiga Bosun bertanggung jawab sebagai pembawa alat perlengkapan pemadam kebakaran.Yang terakhir Kepala Kamar Mesin (KKM) bertanggung jawab sebagai komandan umum kamar mesin.
Pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting dalam sebuah penelitian. Data yang dikumpulkan akan digunakan sabagai analisis dan pengujian tentang kesimpulan yang dirumuskan. Kemudian data disususn secara sestematis, sesuai dangan masalah yang akan dibahas yaitu mengenai penerapan Fire Drill diatas kapal sebagai upaya meminimalisasi kebakaran diatas kapal.
Teknikpengumpulan data erat hubungannya dengan masalah yanag akan dipecahkan. Dalam suatu penelitian, penggunaan teknik pengumpulan data dan materi pengumpulan data yang tepat dapat membantu mencapai hasil atau pemecahan masalah yang akurat.
28
Adapun penggunaan teknik pengumpulan data yaitu : 1. Metode Observasi
Metode observasi merupakan teknik pengumpulan data,dimana penelitian melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegitan yang dilakukan(Riduwan,2004:104).
Metode observasi seringkali diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejalayang tampak pada subyek penelitian.Teknik observasi sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik hendaknya dilakukan pada subyek yang secara aktif mereaksi terhadap obyek.Dan pada penelitian ini penulis melakukan observasi pada saat melakukan Praktek Laut (PRALA) diatas kapal MT Chem Luck.
2. Metode Wawancara
Menurut Setyadin dalam Gunawan (2013:160), wawancara merupakan suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu dan merupakan proses tanya jawab lisan dimana dua orang atau lebih berhadapan secara fisik. Data-data yang diperoleh dalam metode wawancara adalah bersumber dari seorang ahli ataupun yang berkometmen dalam suatu masalah ataupun pihak-pihak yang bersangkutan dengan materi yang disusun oleh penulis.
Metode wawancara juga termasuk pemilihan informan yang nantinya akan memberikan informasi terkait data yang diperoleh dalam peneitian.
29
Adapun dalam penulisan ini, dilakukan wawancara dari informan yang selaku responden :
a. Bagian Deck (Deck Derpartement) 1) Mualim I (Cheif Officer)
2) Mualim III (Third Officer) 3) Bosun (Boatswain)
b. Bagian Mesin (Engine Departement) : 1) KKM (Chief Engineer)
3. Metode Dokumentasi
Yang dimaksud dengan metode dokumentasi adalah sekumpulan berkas yakni mencari data mengenai hal-hal berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, agenda dan sebagainya.
Dari pengertian di atas, dapat dipahami bahwa metode dokumentasi dapat diartikan sebagai suatu cara pengumpulan data yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang ada atau catatan-catatan yang tersimpan, baik itu berupa catatan transkrip, buku, surat kabar, dan lain sebagainya.
E. Teknik Analisis Data
Penyajian untuk penulisan karya ilmiah terapan ini adalah menggunakan metode deskriptif. Yaitu penulisan yang berisi paparan dan uraian mengenai suatu obyek permasalahan yang timbul pada saat tertentu.
Metode ini digunakan untuk memaparkan secara rinci dengan tujuan memberikan informasi mengenai masalah yang timbul dan berhubungan
30
Sugiyono, 2010, menyatakan bahwa aktivitas dalam pengolahan dan analisis data meliputi data reduction, data display, conclusion drawing/verification. Langkah-langkah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Data collecting
Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.
Instrumen pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Instumen sebagi alat bantu dalam menggunakan metode pengumpulan data merupakan sarana yang dapat diwujudkan dalam benda, misalnya angket, perangkat tes,pedoman wawancara,pedoman observasi, skala dan sebaginya.
Instrumen penelitian merupakan sesuatu yang amat penting dan strategi kedudukannya didalam keseluruhan kegiatan penelitian.
Dengan instrumen akan diperoleh data yang merupakan bahan penting untuk menjawab permasalahan, mencari sesuatu yang akan digunakan untuk mencapi tujuan. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian.
31
2. Data Reduction
Melakukan reduksi data dapat diartikan sebagai upaya merangkum dan memilih hal-hal pokok serta mefokuskan diri pada data yang relevan dengan permasalahan yang dikaji. Pada kenyataannya data temuan di lapangan bisa sangat beragam dan heterogen, sehingga perlu dilakukan pemilahan dan penyusunan secara sistematis agar diperoleh data yang dibutuhkan.
3. Data Display
Setelah data direduksi,tahap berikutnya adalah melakukan displayataupenyajian data sehingga temuan dapat digambarkan secara utuh, menyeluruh, sehingga bagian-bagian pokoknya terlihat jelas untuk memudahkan pemaknaan. Sugiyono (2010) menyatakan bahwa penyajian data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan melalui uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori,flowchart, dan sejenisnya.
4. Conclusion and Verification
Tahapan berikutnya dari analisis data adalah penarikan kesimpulan (konklusi) dan verifikasi. Berdasarkan reduksi dan display data temuan penelitian, peneliti dapat menarik kesimpulan. Penarikan kesimpulan dalam penelitian kualitatif, pada dasarnya masih bersifat sementara, karena data hasil temuan harus diverifikasi dan dicek keabsahannya melalui berbagai teknik.Verifikasi yang dilakukan bertujuan untuk mempertajam pemaknaan temuan, sehingga diperoleh kesimpulan yang benar-benar menggambarkan realita.
32 DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsismi. (1998). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek.PT Rineka Cipta. Jakarta
Bima Pramana (2013). Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran.
http://dokumen.tips/documents/makalah-pencegahan-dan- penanggulangan-kebakaran.htmlDiakses Pada 22 Maret 2018 Chinta Estria (2015) Prinsip-prinsip Pencegahan Kebakaran
https://sbaskoro.wordpress.com/2007/11/01/pencegahan-dan- penanggulangan-kebakaran-serta-serta-penyelamatan-dir
DwiSakti (2012). Klasifikasi Kebakaran Berdasarkan Sumber Api .http://dwisaktisinergi.co.id/klasifikasi-kebakaran-nerdasarkan- sumber-api/?lang=id&ckattempt=1Diakses Pada 26 April 2018
Gomes (2014).Cara Pemadaman kebakaran Di Atas
Kapal.http://www.maritimeworld.web.id/2014/07/3-cara- pemadam-kebakaran-di-atas-kapal.htmlDiakses Pada 29 Mei 2018
Hamid Patilima (1999) Metode Penelitian Kualitatif. Bandung:ALFABETA.
Luthfiyah Fitwi (2011). Metode Penelitian Kualitatif(Sistematika Penelitian Kualitatif),(Online),http://wordpress.com/teknologi-
pendidikan/metode-penelitian-kualitatif-sistematika-penelitian- kualitatif.Diakses pada tanggal 05 Mei 2018
Politeknik Pelayaran Surabaya (2016). Prosedur Darurat dan Sar Politeknik Pelayaran Surabaya (2016). Basic Safety Training