• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemuda Milenial

Dalam dokumen GERAKAN KOMUNIKASI DAKWAH DIGITAL (Halaman 41-48)

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

H. Media Sosial

I. Pemuda Milenial

Menurut Hasanuddin Ali dan Lilik Purwandi (2017) dalam bukunya milenial Nusantara menyebutkan bahwa generasi milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1981 sampai dengan tahun 2000. Istilah milenial pertama kali dicetuskan oleh William Strauss dan Neil dalam bukunya yang berjudul Millennials Rising: The Next Great Generation (2000). Mereka menciptakan istilah ini tahun 1987, yaitu pada saat anak-anak yang lahir pada tahun 1982 masuk pra-sekolah. Saat itu media mulai menyebut sebagai kelompok yang terhubung ke milenium baru di saat lulus SMA di tahun 2000.

Generasi ini di kenal sangat ketergantungan dengan internet, senang menghabiskan hidupnya dijejaring media daring, dan selalu mengikuti perkembangan teknologi informasi dan berkomunikasi dalam rangka pemanfaatan teknologi mutakhir untuk memudahkan aktivitas sehari-hari.

Generasi ini melihat dunia, tidak secara langsung melainkan mereka berselancar di dunia maya. Mulai dari berkomunikasi, berbelanja online dan mendapatkan informasi dan kegiatan lainnya.

Banyak dari kalangan milenial melakukan semua komunikasi melalui text messaging atau chatting dunia maya dengan membuat akun media sosial seperti twitter, facebook, line dan sebaginnya. Dakwah di Masjid dianggap

tidak menarik minat Muslim milenial, karena cenderung konvensional, topik yang diangkat dan cara membahasnya membosankan, dan tidak menyentuh kebutuhan milenial.

Generasi milenial yang akrab dengan teknologi digital telah menjadikan media sosial dan sumber-sumber informasi online sebagai salah satu media pembelajaran, termasuk mempelajari tentang Islam yang diperoleh dari sumber-sumber digital seperti blog, terutama Youtube. Ketokohan seorang pemuka agama bagi generasi milenial ditentukan oleh popularitas dan frekuensi kemunculannya di media massa, media elektronik, televisi dan internet menjadi rujukan bagi banyak kalangan muda untuk mendapatkan informasi yang mereka idolakan.

Generasi milenial dapat terlibat aktif dalam gerakan keagamaan yang berbasis sosial media. Kegiatan dakwah Islam perlu menyesuaikan dengan konteks kekinian generasi milenial. Karakteristik generasi milenial yang berfikir positif, produktif, kreatif, percaya diri, bersemangat, siap dengan perubahan, lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai atau ponsel pintar dan terkoneksi internet memiliki potensi menjadi agen dakwah yang inovatif.

Hasil studi yang dilakukan oleh Boston Consulting Group (BCG) bersama University of Barkley tahun 2011 di Amerika Serikat tentang genersi milenial (Ainun Amelia:2019):

1) Minat dalam mmbaca secara konvensional sudah menurun karena generasi milenial mengikuti perkembangan internet sehingga minat bacanya lewat smartphone

2) Milenial wajib memiliki akun sosial media sebagai alat komunikasi dan pusat informasi

3) Milenial pasti memilih ponsel dari pada televisi menonton acara pada televisi kini sudah berkurang pada kalangan anak muda, tidak lagi menjadi hiburan karena apapun bisa mereka temukan di ponsel genggaman mereka.

4) Milenial menjadikan keluarga sebagai pusat pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan.

1. Jenis-jenis Pemuda Milenial

Jenis-jenis generasi langgas ini dikonfirmasikan oleh Muhammad faisal dan tara talita dari youthlab yang berkunjung di lima kota terbesar yang ada di Indonesia, mulai dari Bandung, Makassar, Bali, Yogyakarta dan Malang. Yaitu (Ainun Amelia:2019):

1) Collective

Mereka memiliki rasa solidaritas yang tinggi dalam sebuah ikatan kelompok.

2) Community

Generasi milenial ingin terlibat dalam pembangunan kota mereka agar lebih maju dan lebih akomodatif terhadap budaya pemuda atau youth culture.

3) Close To Fanily

Mileneal bahwa old volues seperti hormat pada orang tua sehingga mendorong teman-teman yang lain menjadi sesuatu yang sangat berharga

apalagi orang tua sekarang tidak sekeras orang tua yang dulu dalam mendidik.

4) Change Over Generation

Milenial awal mengalami proses transisi politik saat masa reformasi.

Namun bagi mileneal mereka tidak mengalami reformasi dan tidak mengerti prosesnya, mala justru merasakan dampaknnya yang jelas paa milenial menjadi kritis dan berani dalam menyampaikan hal dan pendapat.

5) Chasing inspiration

Dengan era bebas dengan informasi maka inpirasi bisa didapatkan diamana saja.

6) Connected

Pemuda milenial lebih banyak bergelut pada internet dengan membuka banyak koneksi dengan dunia luar.

7) Confidence

Milenial sangat percaya diri tetapi banyak melanggar norma-norma 2. Indikator Pemuda Milenial

Model segmen ini dibagun atas dua indikator utama, creativity level (seberapa kuat generasi mileneal memiliki gagasan yang out of the box serta berani mengomunikasikan gagasan tersebut. dan Connectivity level (indikator yang menunjukkan seberapa kuat ketergantungan generasi milenial dengan internet dan sosial media, selain itu dari sisi online indikator ini mengukur tingkat intensi seorang milenial dalam bersosialisasi dengan linkungan sekitarnya.

a) Anti-Milenial

Mereka hanya fisik yang milineal serta kurang gaul dan tingkat konsumsi internetnya sangat rendah.

b) Nerd-Milineal

Mereka milenial yang hidup dalam lingkungan sendiri c) Alay-Milenial

Jenis orang yang menggunakan sosial media serba instan misal dalam sebuah group WA dia hanya mengopas postigan orang-orang.

d) True-Milenial

Mereka adalah milenial tredsetter, gadgetnya komplit, tidak pernah lepas dari koneksi internet, bahkan cenderung sudah kecanduan internet.

e) Mass-Milenial

Mereka adalah milenial dengan ciri “nanggung tapi jumlah mereka paling banyak diantara keempat segmen milenial diatas.

3. Kelebihan Pemuda Milenial

Pemuda milenial dapat di katakan berhasil apabila mampu mengelola media digital terhadap pengembangan dirinya maupun pada orang lain. Tiga hal yang menjadi kekuatan pemuda milenial yaitu:

a. Mampu Bersaing dan Berinovasi

Pemuda milenial sangat melek dengan media digital sehinggan konsumsi dan pekerjaannya tidak permah jauh dengan kecanggihannya yang tak terbatas di samping itu milenial di katakan berpendidikan tentu

akses dalam menanggapi informasi memiliki cara pandang yang berbeda tak lepas daripada itu milenial lebih berjiwa pengusaha karena di dukung dengan akses teknologi tentu dengan cara ini melenial akan mampu berinovasi dengan fasilitas yang ada.

b. Selalu Fleksibel Terhadap Perubahan

Milenial terkenal santai tapi bertanggung jawab karena memanfaatkan dan mampu dengan cepat menyesuaikan perubahan yang ada secara cepat dengan cara itu milenial dapat berekspresi dengan kebebasan dalam teknolgi.

c. Mandiri dan Berpikir Kritis

Pemanfaatan teknologi menjadi jalan untuk bekerja dengan gampang karena meilenial tidak pernah ada rasa puas melainkan mengarah pada pengembangan diri. Pemuda milenial sangat nyaman dengan media digital untuk mendapatkan informasi berita-berita di media online sehingga dengan nalar dan akses yang tidak terbatas ini akan menjadikan milenial lebih kritis terhadap informasi.

4. Kekurangan Pemuda Milenial

Pemuda milenial dengan daya tarik teknologi tentu mempunyai kekurangan karena hanya terus bergantung dengan teknologi yaitu:

a. Labil

Pemuda milenial cenderung instan apatah lagi jika merekan tidak sesuai dengan passion nya maka meraka mudah bosan melupakan

proses, malas berpikir, tidak loyal dari sisi pemikiran mereka tergolongga ampang dan kopong dari sisi pengetahuan.

b. Cenderung dengan semaunya sendiri

Pemuda milenial susah untuk di atur atau hanya ingin melakukan dengan caranya sendiri tidak mau di atur oleh orang lain agar menjadi nyaman.

c. Mudah Terbawa Arus, Padahal Belum Benar atau Baik

Pemuda milenial lebih mengarah pada tren gaya hidup yang kebarat-baratan sehingga budaya sendiri sudah menjadi kuno. Melenial juga cenderung tak peduli dengan pemakain uang yang campur adul yang tak penting di pentingkan sehingga arus gaya hidup menjadi tak terkendali.

d. Meremehkan Nilai Uang

Pemuda milenial cenderung dengan gaya hidup yang berlebihan sehingga tak luput dari perhatian catatan pengeluaran yang tinggi dan tak jarang memikirkan masa jangka panjang.

5. Peran Pemuda Milenial

Peran pemuda sangat berpengaruh dalam hal dakwah karena munculnya komunitas dakwah yang di isi oleh kaum anak milenial sehingga pemnfaatan media digital sudah menjadi kekuatan tersendiri.

Penyampaian pesan dakwah harus mengarah pada isi pesan yang di sampaikan oleh anak milenial saat ini. Materi harus tetap bersumber pada Al-Qur’an dan Al-Hadist. Tentu isi pesan dakwah harus pula dengan

konsumsi anak milenial zaman ini artinya isi pesan harus mudah di pahami serta menarik bahkan isi pesan harus menggunakan bahasa yang tren anak muda.

Dalam dokumen GERAKAN KOMUNIKASI DAKWAH DIGITAL (Halaman 41-48)

Dokumen terkait