• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penampang RAE Perhitungan Manual

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

5.4. Pembahasan Penampang

5.4.2. Penampang RAE Perhitungan Manual

35

36 Penelitian ini ditujukan untuk menentukan daerah atau zona yang diduga sebagai struktur. Anomali yang ditunjukkan pada struktur tersebut adalah anomali dengan nilai respon tinggi yang disebabkan oleh banyaknya celah pada struktur tersebut. Sehingga air dapat mengisi celah – celah tersebut, seperti yang diketahui air memiliki sifat konduktifitas yang baik sehingga memiliki resistivitas yang rendah. Daerah yang ditandai atau diduga sebagai struktur adalah daerah yang ditandai dengan garis hitam pada gambar 5.7. Hal tersebut diperkuat dengan adanya anomali sedang disekitar anomali tinggi tersebut. Anomali sedang tersebut diduga kuat sebagai zona transisi dari struktur dengan zona yang belum terdeformasi.

Sedangkan untuk daerah dengan nilai anomali rendah diduga sebagai endapan alluvium yang disesuaikan terhadap geologi lokal lokasi penelitian.

37 5.4.2.2. Penampang RAE Perhitungan Manual Jepang

Lintasan 4

Gambar 5. 8. Penampang RAE Perhitungan Manual Jepang Lintasan 4

Gambar 5.8 merupakan penampang RAE (Rapat Arus Ekuivalensi) yang diolah atau dibuat secara manual dengan bantuan program ms. Excel dan Software Surfer.

Satuan nilai yang diberikan pada penampang tersebut adalah A/m2. Pada sumbu x dari penampang tersebut berasosiasi terhadap jarak, sedangkan sumbu y berasosiasi terhadap kedalaman. Penampang Rapat Arus Ekuivalensi pda gambar 5.8 tersebut merupakan penampang yang sumber transmisi berasal dari Jepang.

Secara garis besar pada penampang tersebut peneliti membagi daerah dengan nilai A/m2 tersebut menjadi tiga, yaitu respon nilai tinggi, sedang dan rendah. Respon nilai rendah yaitu berkisar dari -40 - -15 A/m2, nilai respon sedang berkisar -10 hingga 10 A/m2 dan untuk respon nilai tinggi berkisar antara 10 hingga 35 A/m2. Semakin tinggi respon yang diberikan maka semakin tinggi pula nilai Rapat Arus Ekuivalensinya sehingga semakin banyak pula arus yang dapat melalui zona tersebut, pun begitu sebaliknya.

38 Penelitian ini ditujukan untuk menentukan daerah atau zona yang diduga sebagai struktur. Anomali yang ditunjukkan pada struktur tersebut adalah anomali dengan nilai respon tinggi yang disebabkan oleh banyaknya celah pada struktur tersebut. Sehingga air dapat mengisi celah – celah tersebut, seperti yang diketahui air memiliki sifat konduktifitas yang baik sehingga memiliki resistivitas yang rendah. Daerah yang ditandai atau diduga sebagai struktur adalah daerah yang ditandai dengan lingkaran hitam pada gambar 5.8. Hal tersebut diperkuat dengan adanya anomali sedang disekitar anomali tinggi tersebut. Anomali sedang tersebut diduga kuat sebagai zona transisi dari struktur dengan zona yang belum terdeformasi. Sedangkan untuk daerah dengan nilai anomali rendah diduga sebagai endapan alluvium yang disesuaikan terhadap geologi lokal lokasi penelitian.

Namun terdapat nilai anomali rendah seperti yang ditandai dengan lingkaran biru yang diduga sebagai kehadiran gamping sebab memiliki resistivitas tinggi. Seperti yang diketahui gamping mudah mengalami pelarutan sehingga celah tersebut terisi oleh angin dan menimbulkan nilai resistivitas yang tinggi.

39

BAB VI PENUTUP

6.1. Kesimpulan

Didasarkan dari pemaparan diatas, dapat disimpulkan beberapa hal seperti berikut ini :

 Pada penelitian ini dilakukan pengukuran dengan menggunakan metode Elektromagnetik Very Low Frequency (VLF) dalam tujuan untuk menganalisa keberadaan struktur berupa sesar opak.

Transmitter yang digunakan pada pengukuran VLF ini menggunakan dua buah transmitter yaitu Transmitter Australia dan Jepang.

 Didapatkan 4 buah penampang baik melalui perhitungan manual maupun melalui filter Karous baik transmitter Australia dan Jepang.

 Respon nilai real component pada penampang filter Karous didominasi oleh respon sedang hingga tinggi berkisar -20 hingga 0 dan untuk respon nilai tinggi sekali berkisar antara 0 hingga 10.

 Pada penampang perhitungan manual Australia respon nilai rendah berkisar dari -10 - -3 A/m2, nilai respon sedang berkisar -2 hingga 5 A/m2 dan untuk respon nilai tinggi berkisar antara 5 hingga 12 A/m2.

 Pada penampang perhitungan manual Australia respon nilai rendah yaitu berkisar dari -40 - -15 A/m2, nilai respon sedang berkisar -10 hingga 10 A/m2 dan untuk respon nilai tinggi berkisar antara 10 hingga 35 A/m2.

 Struktur pada daerah penelitian diidentifikasikan sebagai daerah dengan nilai Rapat Arus Ekuivalensi tinggi, hal tersebut dimungkinkan karena pada struktur terdapat celah – celah yang diindikasikan terisi air. Sehingga pada daerah struktur tersebut memiliki respon nilai yang konduktif dan dapat mengalirkan arus dengan baik.

6.2. Saran

Metode Elektromagnetik merupakan salah satu komponen penting dari proses eksplorasi yang menjadi kemampuan utama seorang geofisikawan. Oleh sebab itu, penting bagi seorang Geofisikawan untuk mengerti cara membuat serta

40 mengolah data yang baik dan benar. Penting juga sebelum melakukan penelitian untuk memperbanyak pendalaman materi agar penelitian dapat berlangsung dengan baik.

41

DAFTAR PUSTAKA

Bemmelen, R. W. (1970). The Geology of Indonesia 2nd Edition. Netherlands: The Hague.

Bothe, A.Ch.D., 1929. Djiwo Hills and Southern Range. Fourth Pacific Science Congress Excursion Guide, 14h.

Bronto, S. dan Hartono, H.G. 2001. Panduan Ekskursi Geologi Kuliah. Lapangan2.

STTNAS: Yogyakarta.

Grant, F.S. and West, G.E. 1965. Interpretation Theory in Applied Geophysics.

McGraw-Hill, New York.

Hartati, Lidya. 2010. Perbandingan Analisa Percepatan Tanah Pendekatan Empiris dengan Accelerograph dan Pemodelan Zonasi akibat Gempabumi Studi Kasus Gempa Yogyakarta Tahun 2008 sampai dengan 2010. Skripsi.

Jurusan Fisika, FST, UIN.

Husadani, Y.T. 2008. Geologi dan stratigrafi batuan gunung api Derah Sindet Kec.

Imogiri, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta. Skripsi S1 di Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Jogjakarta, 130 hal, tidak dipublikasikan.

Indriyani, D. D. 2014. Pemetaan Distribusi Aliran Sungai Bawah Tanah Menggunakan Metode Geofisikavlf (Very Low Frequency) Daerah Karst Pracimantoro Kabupaten Wonogiri. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.

Ismial, N., & Ramadhan, S. (2013). Karakterisasi Struktur Dangkal pada Lapangan Panas Bumi Seulawah Agam Menggunakan Metode Very Low Frequency (VLF). Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung.

Kaikonen, P. 1979. Numerical VLF Modelling. Geophysical Prospecting27. 815- 834.

Kalscheuer, T., Pedersen, L.B. dan Siripunvaraporn, W. 2008.

Radiomagnetotelluric Two-Dimensional Forward and Inverse Modelling

42 Accounting for Displacement Currents, Geophysics Journal International, Vol. 175, No. 2, 2008, hal. 486-514

Karous, M. & Hjelt, S.E. 1983. Linear Filtering Of VLF Dip-Angle Measurements.

Geophysical Prospecting 31. 782-794.

Kartini. 2018. Pemetaan Aliran Sungai Bawah Tanah Bribin Menggunakan Metode Very Low Frequency (Vlf) Di Daerah Sindon, Dadapayu, Gunungkidul.

Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.

Ming-Juin Lin., Yih Jeng. 2010. Application of the VLF-EM method with EEMD to the study of a mud volcano in southern Taiwan. Geomorphology 199, 97 – 110.

Monteiro, S., Mateus, F. A., Figueiras, J., Goncalves, M. A. Mapping Goundwater Contamination Around A Landfill Facility Using The VLF-EM Method A- Case Study. J. Appl. Geophys. 60, 115 – 125.

Nabighian, M. 1991. Electromagnetic Methods In Applied Geophysics. Oklahoma:

Society Of Exploration Geophysics.

Parulian, A. R. 2018. Metode Elektromagnetik Very Low Frequency (VLF) Untuk Pendugaan Struktur Bawah Permukaan Lapangan Merah. Universitas Padjajaran.

Profil Kabupaten Bantul Tahun 2015-2019. Diakses di https://sippa.ciptakarya.pu.go.id/sippa_online/ws_file/dokumen/rpi2jm/D OCRPIJM_befa48a4bc_BAB%20VIBab%206%20Profil%20Kabupaten%

20Kab%20Bantul.pdf.

Purwanto, E. H., Minarto, E. Bahri., 2015. Aplikasi Metode Very Low Frequency Electromagnetic (VLF-EM) untuk Karakteristik Bawah Permukaan di Daerah Kapur Desa Melirang Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. Jurnal Fisika Indonesia No: 55, Vol XIX, Edisi November 2015.

Rahardjo, W., Sukandarrimidi dan Rosidi, H. M., 1995. Peta Geologi Lembar Yogyakarta, Jawa, Skala 1:100.000. Bandung: Puslitbang Geologi.

43 Saleh, H., 1977, Geologi daerah Wuryantoro Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah,

Tesis, S1, TeknikGeologi, FT-UGM, Yogyakarta (tidak terbit).

Sudarminto, 1982, Geologi daerah Song Putri dan sekitarnya, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Tesis S1, Teknik Geologi, FT- UGM, Yogyakarta (tidak terbit).

Sumarso dan Ismoyowati, T., 1975. A contribution to the stratigraphy of the Jiwo Hills and their southern suroundings. Proceedings of 4th Annual Convention of Indonesia Petroleum Association, Jakarta, II, h.19-26.

Sumosusastro, S. 1956. A Contribution to The Geology of The Eastern Djiwo Hills and The Southern Range in Central Java, Majalah Pengetahuan Alam Indonesia, Bandung.

Surono, Toha, B., dan Sudarno, I, 1992. Peta Geologi Lembar Surakarta-Giritontro, Jawa, Skala 1 : 100.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung

Suyoto. 2007. Status Cekungan Wonosari dalam kerangka tektonik Indonesia Barat, abstrak, Seminar dan Workshop “Potensi Geologi Pegunungan Selatan dalam Pengembangan Wilayah”, Jogjakarta, 27-29 Nov. 2007.

Telford, W. M., Geldart, L. P., & Sheriff, R. E. (1990). Applied Geophysics (2nd ed.). Cambridge: Cambridge University Press.

Van Bemmelen, R.W.V. 1949. The Geology of Indonesia. Government Printing Office. The HagueBerthomier.

Wartono. R, S. Rumidi dan H.M.D. Rosidi, 1995 Geologi lembar Yogyakarta – Jawa (Geology Of The Yogyakarta Quadrangle – Jawa), Pusat penelitian dan pengembangan geologi, Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral, Departemen Pertambangan dan Energi, Bandung

Wibowo, E., dan Indriarti, P. 2017. Modul Praktikum Eksplorasi Elektromagnetik.

Yogyakarta : Teknik Geofisika UPNVYK.

44 LAMPIRAN A. GRAFIK KHFILT AUSTRALIA SEMUA LINTASAN

KELOMPOK 1

KELOMPOK 2

KELOMPOK 3

45 KELOMPOK 4

KELOMPOK 5

KELOMPOK 6

46 KELOMPOK 7

KELOMPOK 8

47

48 LAMPIRAN B. GRAFIK KHFILT JEPANG SEMUA LINTASAN

KELOMPOK 1

KELOMPOK 2

KELOMPOK 3

49 KELOMPOK 4

KELOMPOK 5

50 KELOMPOK 6

KELOMPOK 7

KELOMPOK 8

51

52 Andre Azhar Aryansyah

Konsul Data dan Laporan

30 September 2021 – 1 Oktober 2021 Qois Pratama

Dokumen terkait