• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)

Dalam dokumen SKRIPSI DEBORAA YANG UDAH SIAPPP (Halaman 32-36)

TINJAUAN PUSTAKA

4) Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah

2.3 Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)

2.3.1 Pengertian Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Menurut Mankiw (2007:476) bahwa:

Aktivitas penanaman modal dalam bentuk barang yang dibeli untuk digunakan di waktu yang akan datang, dapat di golongkan menjadi 3 jenis, yaitu investasi tetap bisnis, investasi tetap rumah tangga, dan investasi persediaan. Investasi tetap bisnis merupakan kegiatan pembelian pabrik dan peralatan oleh perusahaan, investasi tetap rumah tangga merupakan kegiatan pembelian rumah baru oleh rumah tangga, dan investasi persediaan merupakan peningkatan jumlah barang yang ada di perusahaan, baik barang yang masih dalam proses pengerjaan, maupun barang yang sudah jadi.

Investasi, yang juga dikenal sebagai penanaman modal, adalah proses pembelian asset sebagai modal serta bahan produksi yang bermanfaat dalam menaikkan kapasitas suatu badan usaha dalam memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan dalam perekonomian suatu negara. Ilmu ekonomi menjelaskan penanaman modal sebagai

"pengeluaran atau dana yang digunakan oleh individu atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan fasilitas produksi dengan tujuan meningkatkan kapasitas produksi barang dan jasa yang ada dalam perekonomian" Sukirno Sadono, (2015: 121).

Aktivitas penanaman modal dalam negeri (PMDN) merupakan upaya investasi dalam melaksanakan kegiatan produksi pada Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh pelaku usaha dalam negeri dengan menggunakan sumber daya keuangan lokal.

Sumber daya keuangan lokal yang dimaksud adalah modal Negara Republik Indonesia, individu sebagai warganegara yang berperan sebagai entitas bisnis, baik berstatus badan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.

Permodalan di negeri turut menjadi unsur dari kesejahteraan rakyat Indonesia, yang meliputi hak dan harta, maupun dikuasai pemerintah maupun bidang usaha swasta.

Berdasarkan Peraturan UU No. 25 Tahun 2007 yang berisikan tentang Investasi, diperoleh berbagai sasaran dalam pelaksanaan penanaman modal, antara lain:

1. Memperkuat perkembangan perekonomian nasional.

2. Menjadikan peluang kerja.

3. Mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi yang berkesinambungan.

4. Peningkatan kemampuan bersaing dunia usaha dalam negeri.

5. Memperluas lingkunagan pada keahlian teknologi nasional.

6. Mendukung pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.

7. Mentransformasikan potensi ekonomi sebagai pilar kegiatan

perekonomian yang nyata pemanfatan sumber daya dari dalam maupun luar negeri.

8. Menstabilkan kemakmuran bangsa.

Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), lebih dikenal sebagai investasi domestik, merupakan indikator faktor kunci sebagai upaya meningkatkan ekonomi serta berperan penting dalam peningkatan pendapatan masyarakat. Investasi domestik juga meliputi pemanfaatan aset yang dikelola oleh pemiliknya sendiri atau secara tidak langsung, seperti simpanan berjangka dan rekening tabungan dengan periode minimum satu tahun. Berdasarkan peraturan perundang-undangan pada pasal 3, entitas usaha dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu perusahaan dalam negeri dan perusahaanluar negeri. Perusahaan dalam negeri sepenuhnya dimiliki oleh negara atau oleh pihak swasta

domestik, atau merupakan kegiatan patungan antara pemerintah dan pihak swasta domestik melalui negara dan pihak swasta mancanegara, dengan setidaknya 51% modal dikuasai oleh pihak domestik. Pada setiap kebijakan menyangkut operasional diserahkan pada perusahaan mancanegara dengan memanfaatkan modal domestik, pemerintah menetapkan masa berlaku izin tersebut antara 10 hingga 30 tahun, berdasarkan keselarasan dengan ketetapan sesuai Undang-undang. Namun, apabila masa operasional perusahaan mancanegara tersebut telah berakhir, pemerintah memberikan kesempatan bagi perusahaan mancanegara untuk melanjutkan kegiatan usaha mereka dilakukan dengan konsep memberikan modal pada sektor ekonomi lainnya yang masa izin operasionalnya masih terjalin.

2.3.2 Manfaat Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri

Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hanya mampu dilakukan di dalam batas wilayah negara, dan hal ini memberikan sejumlah keuntungan bagi bangsa. Asiyan (2013: 6) mengidentifikasi beberapa manfaat PMDN, antara lain:

a. Mengurangi pengeluaran devisa negara.

b. Meminimalisir ketergantungan pada produk impor.

c. Mendorong perkembangan industri domestik melalui integrasi dengan sektor hulu dan hilir.

d. Berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja

Sebagaimana yang dikemukakan oleh Afdal (2018:3), Penanaman modal pada sektor barang modal bukan hanya sekadar menaikan keluaran produksi, melainkan menambah pemanfaatan angkatan kerja. Aktivitas investasi tersebut memberikan hasil

dinilai menguntungkan, diantaranya terbentuknya spesialisasi dan penghematan dalam produksi dengan volume besar.

Kartika dkk (2021:76) mengemukakan bahwa, 'Aktivitas permodalan atau investasi yang dilakukan di Indonesia membawa konsekuensi pada penciptaan lapangan kerja baru, alih teknologi, peningkatan pendapatan pajak pemerintah, melancarkan kehidupan masyarakat, serta mendorong kebangkitan pelaku usaha domestic.

2.3.3 Tujuan Penyelenggaraan Penanaman Modal Dalam Negeri

Pemerintah memerlukan sektor ekonomi yang bisa di akses oleh masyarakat dengan ketentuan yang berdasarkan pada kepentingan negara, seperti pengembangan UMKM, koperasi, perlindungan sumber daya alam, pengaturan produksi dan distribusi, meningkatnya kemampuan teknologi, serta adanya keikutsertaan modal domestic yang menjalin kerjasama dengan BUMN.

Dalam UU No. 25 Tahun 2000, tentang Pajak dan Retribusi perjanjian yang diberikan pemerintah terhadap penanam modal, yaitu:

1. Pengurangan pajak penghasilan untuk meminimalisir pendapatan netto hingga tahapan tertentu berdasarkan penanaman modal yang dilaksanakan dalam periode waktu tertentu.

2. Dispensasi atau pengurangan tarif masuk untuk aset modal, mesin, atau perlengkapan yang tidak mampu diproduksi di dalam negeri.

3. Pengecualian berupa keringanan tarif untuk bahan tambahan yang dipakai melalui proses produksi dalam kurun periode tertentu serta keadaan tertentu.

4. Penghapusan berupa penundaan pajak pertambahan nilai atas aset modal atau alat produksi yang diperuntukkan dalam kegiatan produksi yang tidak mampu diproduksi di dalam negeri dalam rentang periode tertentu.

5. Penyusutan yang dipercepat.

6. Keringanan pajak properti dan gedung, difokuskan pada sektor industri tertentu di kawasan tertentu.

Berdasarkan pendapat Yunita dan Sentosa (2019 : 535):

Kenaikan investasi dapat mendorong kemajuan dunia bisnis dan membuka lapangan pekerjaan yang berpotensi menstimulasi pertumbuhan ekonomi di suatu area atau wilayah. Perkembangan investasi akan tergantung pada berbagai faktor, seperti aspek internasional, regional, dan domestik. Kondisi ini membentuk suasana investasi yang ideal, memberikan keuntungan bagi investor maupun pemerintah.

Dalam dokumen SKRIPSI DEBORAA YANG UDAH SIAPPP (Halaman 32-36)

Dokumen terkait