H. Hipotesis
I. Metode Penelitian
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan analisis statistik yang digunakan adalah regresi linier berganda. Variabel-variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen (bebas) yang terdiri dari variabel upah, modal, tingkat produksi, dan teknologi, juga variabel dependen (terikat) yaitu variabel penyerapan tenaga kerja.26 Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis
25 Sutrisno Hadi, Statistik (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015), 224.
26 Sugiyono, Metode Penelitian, 31.
penelitian lapangan (field research) atau survey, yaitu penelitian yang langsung terjun ke lapangan untuk mencari data kepada responden yang dituju.27
2. Populasi dan Sampel a. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu.28
Adapun populasi di dalam penelitian ini adalah seluruh pemilik UMKM industri mebel di Kecamatan Panti Kabupaten Jember yang berjumlah total sebanyak 54 UMKM industri mebel.29 Secara lebih detail jumlah UMKM atau pemilik UMKM industri mebel yang tersebar di masing-masing desa di Kecamatan Panti Kabupaten Jember, dituangkan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
27 Penyusun, Pedoman Penulisan, 40.
28 Sugiyono, Metode Penelitian, 80.
29 Erik Kristanto, wawancara, Jember, 6 Oktober 2018.
Tabel 1.2
Jumlah UMKM Industri Mebel di Masing-Masing Desa di Kecamatan Panti
No. Desa di Kecamatan Panti
Jumlah UMKM atau Pemilik Industri Mebel
1. Kemuning Lor 10
2. Glagahwero 8
3. Serut 12
4. Panti 9
5. Pakis 7
6. Suci 0
7. Kemiri 8
Jumlah 54 UMKM industri mebel Sumber: Data Kantor Kecamatan Panti diolah, 2019
b. Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui cara- cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas, dan lengkap yang dianggap mewakili populasi. Objek atau subjek atau nilai yang akan diteliti dalam sampel disebut unit sampel.30 Dalam pengambilan sampel terdapat teknik sampling.
Sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis nonprobability sampling, yaitu sampling jenuh. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini dilakukan karena peneliti ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat
30 M. Iqbal Hasan, Pokok-Pokok Materi Statistik 2 (Statistik Inferensif) (Jakarta: Bumi Aksara,
2016), 84.
kecil,31 juga melihat bahwa jumlah populasi yang dijadikan penelitian tidak terlalu banyak, sehingga tidak menghabiskan waktu dan biaya apabila seluruh jumlah populasi dijadikan sebagai sampel dengan teknik sampling jenuh. Jadi sampel yang digunakan oleh peneliti berjumlah 54 responden yang terdiri dari pemilik UMKM industri mebel di Kecamatan Panti Kabupaten Jember.
3. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data a. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dapat menggunakan dua sumber, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, sedangkan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat arsip atau dokumen.32 Teknik atau cara yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan metode sebagai berikut:
1) Angket (Kuesioner)
Angket (questionnaire) merupakan suatu daftar pertanyaan atau pernyataan tentang topik tertentu yang diberikan kepada subjek, baik secara individual atau kelompok, untuk mendapatkan
31 Sugiyono, Metode Penelitian, 85.
32 Ibid., 137.
informasi tertentu, seperti preferensi, keyakinan, minat, dan perilaku. Untuk mendapatkan informasi dengan menggunakan angket ini, peneliti tidak harus bertemu langsung dengan subjek tetapi cukup dengan mengajukan pertanyaan atau pernyataan secara tertulis untuk mendapatkan respon.33
Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup, yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih. Merupakan angket langsung, artinya responden menjawab tentang dirinya. Dipandang dari bentuknya merupakan rating-scale (skala bertingkat), yaitu sebuah pernyataan diikuti kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan-tingkatan. Angket yang dipakai pada penelitian ini merupakan angket bentuk skala, yakni serangkaian tingkatan, level, atau nilai yang mendeskripsikan variasi derajat sesuatu. Jenis skala yang dipakai adalah skala Likert.
Skala Likert terutama adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap. Pendekatan menggunakan skala Likert ini menuntut sejumlah item pernyataan yang monoton yang terdiri dari pernyataan positif dan negatif.34 Adapun data yang ingin diperoleh melalui angket ini adalah tentang upah, modal, tingkat produksi, teknologi, dan penyerapan tenaga kerja di UMKM industri mebel yang dituangkan dalam beberapa indikator yang telah peneliti sajikan sebelumnya.
33 Tukiran Taniredja dan Hidayati Mustafidah, Penelitian Kuantitatif (Sebuah Pengantar)
(Bandung: Alfabeta, 2012), 44.
34 Ibid., 44-45.
Peneliti akan menyebarkan angket atau kuesioner dengan cara mendatangi satu per satu pemilik usaha industri mebel yang terletak di masing-masing desa di Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Dimulai dengan desa yang letaknya paling jauh di Kecamatan Panti, yaitu kepada para pemilik industri mebel di Desa Kemuning Lor, kemudian dilanjutkan secara berurutan ke Desa Glagahwero, Desa Serut, Desa Kemiri, Desa Panti, dan yang terakhir ke Desa Pakis yang jaraknya tidak begitu jauh. Para pemilik UMKM industri mebel nantinya akan disuruh untuk mengisi kuesioner atau angket yang peneliti berikan dengan sebenar- benarnya dan tanpa adanya paksaan. Setelah nantinya data diperoleh dari para pemilik industri mebel tersebut, maka data kuesioner akan diproses untuk menjadi data matang yang merupakan sumber utama dalam peneltiian ini.
2) Studi Dokumenter
Studi dokumenter yang merupakan metode pengumpulan data pelengkap, teknik studi dokumenter yaitu dengan mencari data mengenai hal-hal atau variabel-variabel dalam penelitian berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, jurnal, skripsi atau tesis terdahulu, dan sebagainya.35 Data-data yang ingin diperoleh peneliti dari metode dokumentasi adalah terkait dengan produk- produk yang ada di industri mebel, hal-hal yang terkait dengan
35 Ibid., 51.
variabel-variabel penelitian seperti halnya pengaruh upah, modal, tingkat produksi, dan teknologi terhadap penyerapan tenaga kerja di suatu perusahaan, serta lain sebagainya yang berkaitan dengan penelitian ini.
b. Instrumen Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan instrumen pengumpulan data utama, yaitu kuesioner atau angket, dengan skala pengukuran instrumen berbentuk skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, atau persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Dengan skala Likert, maka variabel yang diukur dijabarkan menjadi indikator variabel.
Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.36
Adapun instrumen pengumpulan data pendukung dalam penelitian ini menggunakan aplikasi komputer berupa SPSS versi 22.
Pemberian skor skala Likert di dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:37
36 Sugiyono, Metode Penelitian, 93.
37 Taniredja dan Mustafidah, Penelitian Kuantitatif, 45.
Tabel 1.3
Ketentuan Pemberian Skor pada Skala Likert
Jawaban Skor
Sangat Setuju (SS) 5
Setuju (S) 4
Netral (N) 3
Tidak Setuju (TS) 2
Sangat Tidak Setuju (STS) 1
Sumber: Tukiran Taniredja dan Hidayati Mustafidah 4. Analisis Data
Dalam penelitian kuantitatif, analisa data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul.
Kegiatan dalam analisis data adalah: mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Beberapa analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Uji Instrumen Penelitian
Data mempunyai kedudukan yang paling tinggi dalam penelitian, karena data merupakan penggambaran variabel yang diteliti, dan berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesis. Oleh karena itu, benar tidaknya data, sangat menentukan bermutu tidaknya hasil penelitian. Sedangkan benar tidaknya data, tergantung dari baik
tidaknya instrumen pengumpul data. Sedangkan instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting, yaitu valid dan reliabel.38
Begitu pula angket, sebelum diedarkan kepada responden, terlebih dahulu diuji validitasnya, reliabilitasnya, dan juga pembobotan itemnya. Apabila ternyata ada alat pengumpul data yang belum memenuhi syarat tersebut, diulangi dan direvisi dan diujicobakan lagi sehingga terpenuhi syarat-syarat sebagai instrumen yang baik.39 Terdapat dua uji untuk menguji instrumen penelitian dalam penelitian ini, yaitu uji validitas dan uji reliabilitas.