A. Kajian Teori
4. Pendidikan Agama Islam
a. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam meyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani. Ajaran Islam dibarengi dengan tuntutan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa. Menurut Zakiah Darajat, Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha untuk membina, mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh.
Lalu menghayati tujuan yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.47
Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam itu secara keseluruhan dalam lingkup Al-Qur‘an dan Al-Hadits, keimanan akhlak, fiqh/ibadah dan sejarah sekaligus menggambarkan bahwa ruang lingkup Pendidikan Agama Islam mengcakup perwujudan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah SWT, diri sendiri, sesama manusia, makhluk lainnya maupun lingkungannya.48
Abdul Majid menjelaskan bahwa Pendidikan Agama Islam merupakan sebuah upaya untuk mengasuh dan membina peserta didik supaya dapat menanamkan ajaran Islam yang didapatkannya secara keseluruhan. Kemudian mendalami tujuan ajarannya supaya bisa menjadikan Islam sebagai pandangan
47 Zakiyyah Daradjat, Ilmu Jiwa Agama, 124.
48 Abdud Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi (Konsep Dan Implementasi Kurikulum 2004) (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005), 130-132.
hidupnya dan mengamalkannya kepada orang lain.49 Selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2007 Bab I pasal 2 menegaskan Pendidikan Agama Islam ialah pendidikan dengan maksud untuk memberikan keterampilan, kepribadian, pengetahuan, serta membentuk sikap yang dilakukan sedikitnya melalui kuliah/mata pelajaran di semua jenis, jalur, dan jenjang pendidikan lalu mengamalkan ajarannya.50
Jadi Pendidikan Agama Islam sekolah dasar merupakan usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami, dan mengamalkan ajaran islam melalui kegiatan bimbingan pengajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dan dasar Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar merupakan bagian dari pendidikan Islam. Undang-Undang Sisdiknas No 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa Pendidikan Agama (Islam) sebagai mata pelajaran wajib.51 Hal tersebut ditegaskan dalam Bab V pasal 12 ayat 1 point a dan b yakni ―Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak; a) Mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. b) Mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. Hal tersebut menekankan arti pentingnya pendidikan agama bagi peserta didik yang sesuai dengan agama yang dianutnya. 52
b. Tujuan Pendidikan Agama Islam
Jadi Pendidikan Agama Islam merupakan usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan
49 Abdud Majid dan Dian Andayani, 130.
50 ―Departemen Agama RI, Pedoman Pendidikan Agama Islam Sekolah Umum Dan Luar Biasa,‖
51 ―UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Bab IX Pasal 39,‖ n.d.
52 Umi Musya, ―PERAN PENTING PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR”, Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak No. 2 (2018): 9–27.
pengajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.53
Pendidikan Agama Islam di sekolah bertujuan untuk menumbuhkan, mengembangkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan peserta didik tentang ajaran agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketakwaannya, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, berbicara Pendidikan Agama Islam, baik makna dan tujuannya haruslah mengacu pada penanaman nilai-nilai islam dan tidak dibenarkan melupakan etika dan moralitas sosial. Penanaman nilai-nilai juga dalam rangka menuai keberhasilan hidup di dunia bagi peserta didik, yang kemudian akan mampu membuahkan kebaikan di akhirat kelak.54
Pendidikan Agama Islam dimaksudkan untuk meningkatkan potensi spritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Pendidikan Agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, serta bertujuan untuk menghasilkan manusia yang jujur, adil, berbudi pekerti, etis, saling menghargai, disiplin, harmonis dan produktif, baik personal maupun sosial. Tuntunan visi ini mendorong dikembangkannya standar kompetensi sesuai dengan jenjang persekolahan yang secara nasional ditandai dengan ciri-ciri: (1) Lebih menitik-beratkan pencapaian kompetensi secara utuh selain penguasaan materi; (2) Mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang tersedia. (3)
53 Abdud Majid dan Dian Andayani, 135.
54 Asep A. Aziz, et al., ―Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Di Sekolah Dasar,‖ Taklim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 18 No (2020), 136.
Memberikan kebebasan yang lebih luas kepada pendidik untuk mengembangkan strategi dan program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan sumber daya pendidikan.55
Melalui Pendidikan Agama Islam diharapkan menghasilkan manusia yang selalu berupaya menyempurnakan iman, taqwa, dan akhlak, serta aktif membangun peradaban dan keharmonisan kehidupan, khususnya dalam memajukan peradaban bangsa yang bermartabat..56
Pada uraian Undang-Undang RI tahun 2003 mengenai sistem Pendidikan Nasional pasal 37 ayat 1 disebutkan bahwa ―Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia beriman, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Pendidikan Agama Islam pada jenjang SD bertujuan sebagai pemberian kompetensi mendasar pada peserta didik mengenai agama Islam agar dapat meningkatkan kelangsungan hidup beragama dan menjadikan manusia yang bertaqwa dan beriman pada Allah SWT dan menjadi pribadi yang berakhlak mulia, dan untuk dapat menempuh jenjang pendidikan sekolah lanjutan pertama.57
c. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar
Ruang Lingkup Materi Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa/Paket A/Bentuk Lain yang Sederajat :58
1) Akidah keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. (Hablum Minallah) diwujudkan dengan menjalankan rukun Islam, terutama shalat dan puasa sebagai nilai diri dan praktik yang dijalankan setiap hari.
2) Al-Qur‘an dan Hadits dengan pemahaman ulama yang sahih menjadi pedoman dalam berucap, berpikir, berperilaku, dan bertindak melalui akhlak
55 Asep A. Aziz, et al., 137.
56 Asep A. Aziz, et al., 137.
57 Dekdikbud, Kurikulum Pendidikan Dasar, GBPP Sekolah Dasar (Jakarta: Dekdikbud, 1993/1994), 3.
58 ―Permendikbudristek No. 7 2022, Standar Isi Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah,‖ 2-3.
mulia (Makārim Al-Akhlak) di rumah, sekolah, dan tempat bermain, terutama kepada orang tua, guru, dan kasih sayang kepada teman dan makhluk lainnya.
3) Adab, akhlak, dan teknik bacaan Al-Qur‘an yang sesuai dengan makharijul huruf dalam ilmu tajwid memiliki nilai ibadah, kemuliaan dan keagungan firman Allah Swt. bagi yang mengamalkannya.
4) Hukum Islam dalam fikih ibadah memandu tata cara, peralatan, dan praktik ibadah yang memudahkan dalam menjalankan perintah ajaran Islam dan larangannya.
5) Manusia merupakan makhluk Allah Swt. yang paling mulia dan bermartabat dibandingkan makhluk lain dengan keragaman kebiasaan, kebutuhan, dan keterbatasan yang harus diapresiasi, dihormati, dan dihargai karena menjadi bagian dari sunnatullah.
6) Toleransi dan persaudaraan dalam berteman tanpa membedakan jenis kelamin dan keyakinan agama merupakan wujud akhlak terpuji dan budi pekerti dalam Islam (Hablum Minannas).
7) Kecintaan terhadap alam dengan cara merawat dan menjaganya merupakan bentuk syukur pada Allah Swt. dan kasih sayang kepada sesama makhluk ciptaan Allah (Hablum Minal ‘Alam).
8) Cinta tanah air dan membela negara menjadi bagian dari prinsip dalam menjaga ajaran dan nilai Islam.
9) Keteladanan para rasul, nabi, wali, dan ulama penyebar Islam di Indonesia dalam menghormati dan menghargai perbedaan keimanan dan menjaga kesatuan bangsa menjadi contoh teladan dalam kehidupan sehari-hari.