• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengembangan moderasi beragama dalam kurikulum

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pengembangan moderasi beragama dalam kurikulum"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

Pengembangan Moderasi Beragama dalam Kurikulum Merdeka (Studi Kasus Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas IV di SDN Pupus 3 Lembeyan Magetan). Bagaimana Mengembangkan Moderasi Beragama dalam Kurikulum Mandiri Pendidikan Agama Islam Kelas IV SDN Pupus 3 Lembeyan Magetan.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Hal ini dapat dijadikan acuan dalam melaksanakan pembelajaran yang lebih efektif di kelas, dengan mengetahui pentingnya pemahaman moderasi beragama. Penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dan masukan bagi sekolah untuk mengambil tindakan yang tepat dalam melaksanakan proses pembelajaran, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan pemahaman moderasi beragama dalam kurikulum mandiri.

Sistematika Pembahasan

Agama Dalam Kurikulum Mandiri (Studi Kasus Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas IV di SDN Pupus 3 Lembeyan Magetan).

Kajian Teori

Moderasi Beragama

12 Yusuf Hanafi, dkk., Internalisasi Nilai Moderasi Beragama pada Perkuliahan Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Negeri (Sidoarjo: Delta Pijar Khatulistiwa, 2022), 18. Pengajaran pendidikan agama Islam di sekolah terbukti merupakan langkah yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada diri siswa.21.

Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran lintas kurikuler yang beragam, dimana materi pelajaran akan dioptimalkan agar siswa mempunyai waktu yang cukup untuk mengeksplorasi konsep dan memperkuat kompetensi. Jadi, kurikulum mandiri memberikan kesempatan kepada guru untuk lebih leluasa dalam mengembangkan perangkat pengajaran dan memberikan kebebasan kepada siswa untuk menyesuaikan kebutuhan dan minat belajarnya. Kebijakan Kurikulum Independen merupakan solusi terhadap keterbelakangan pendidikan di Indonesia.39 Tujuan Kurikulum Independen adalah untuk merespon permasalahan pendidikan sebelumnya.

Keunggulan Kurikulum Merdeka adalah berfokus pada materi esensial dan mengembangkan kompetensi siswa pada setiap tahapannya sehingga siswa dapat belajar lebih mendalam, bermakna, dan menyenangkan, tanpa terburu-buru.

Pembelajaran

Kurikulum mandiri menekankan pada pembelajaran yang bermutu guna melahirkan peserta didik yang berkualitas, ditandai dengan Profil Pelajar Pancasila, yang memiliki kompetensi sebagai sumber daya manusia Indonesia yang siap menghadapi tantangan global.43 Namun penerapan Kurikulum Mandiri tidak lepas dari beberapa kekurangan. . Oleh karena itu, belajar merupakan upaya yang dilakukan oleh faktor luar agar terjadi proses belajar dalam diri individu belajar. Hakikat pembelajaran secara umum sebagaimana dijelaskan oleh Gagne dan Briggs adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mewujudkan proses pembelajaran.

Oleh karena itu, teori pembelajaran menggambarkan proses pembelajaran, sedangkan teori pembelajaran menetapkan strategi atau metode pembelajaran yang optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung.

Pendidikan Agama Islam

Hal ini menekankan pentingnya pendidikan agama bagi peserta didik sesuai dengan agama yang dianutnya. Oleh karena itu pendidikan agama Islam merupakan upaya sadar guru untuk mempersiapkan peserta didik agar mengimani, memahami dan melaksanakan ajaran Islam dengan bantuan kegiatan bimbingan. 52 Umi Musya, “PERAN PENTING PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR”, Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak No.

Aziz, dkk., “Pengajaran Pendidikan Agama Islam (IRA) di Sekolah Dasar”, Taklim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol.

Kajian Penelitian Terdahulu

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Lailatul Choirun Umma dengan judul Menanamkan nilai-nilai moderasi beragama dalam pengajaran akidah akhlak di Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Pasuruan survei tahun 2022. Upaya lain yang dilakukan Madrasah adalah penanaman nilai-nilai tersebut melalui beberapa kegiatan; (3) Pengaruh penanaman nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran akhlak akhlak dalam kaitannya dengan guru akhlak agama masih terjadi pada sebagian siswa. Sedangkan dari sudut pandang siswa, hal tersebut tercermin dari implementasi ketiga nilai yang ditanamkan tersebut.61 Persamaannya dengan penelitian ini adalah sama-sama meneliti moderasi beragama di sekolah, namun yang membedakan adalah penelitian di atas menunjukkan moderasi beragama. dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di madrasah negeri Tsanawiyah Penelitian ini merupakan penelitian moderat keimanan terhadap kurikulum mandiri pembelajaran agama Islam di sekolah dasar.

61 Lailatul Choirun Umma, Instilling the Values ​​of Religious Moderation in Learning Moral Creeds at Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Pasuruan (Afhandling, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Malang, 2022), viii.

Kerangka Berfikir

Setiap pelaksanaan kegiatan selalu ada evaluasi untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat proses pengembangan moderasi beragama, baik di lingkungan guru pendidikan agama Islam itu sendiri maupun di sekolah, bahkan mungkin lingkungan sosial masyarakat yang ada. Dalam kerangka di bawah ini terlihat bahwa arah penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan moderasi beragama dalam kurikulum mandiri pendidikan agama Islam. Lalu apakah ada materi dalam kurikulum mandiri Pendidikan Agama Islam bertema moderasi beragama di kelas 4 SD?

Kerangka Berpikir Pengembangan Moderasi Beragama Pada

Jenis Penelitian dan Pendekatan

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yang mempunyai ciri-ciri alam (lingkungan alam) sebagai sumber data langsung, bersifat deskriptif, proses lebih penting daripada hasil, analisis dalam penelitian kualitatif cenderung dilakukan dengan menggunakan analisis induktif dan hasil penelitian lebih menekankan makna. daripada generalisasi.62 Kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk mengungkapkan suatu keadaan atau objek dalam konteksnya, dan untuk memperoleh makna yang mendalam tentang permasalahan yang dihadapi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian kualitatif tidak berupa angka-angka seperti penelitian kuantitatif, melainkan berupa kata-kata atau gambar.63 Dalam penelitian kualitatif dapat berupa perilaku individu, sejarah, kehidupan bermasyarakat, fungsionalisme organisasi, hubungan kekerabatan dan gerakan sosial.64. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data, menggali makna dan memperoleh pemahaman dari suatu kasus tertentu, dimana kasus tersebut harus unik atau mempunyai ciri khas tersendiri dari kasus yang lain. 65 Penelitian Studi Kasus bertujuan untuk meneliti dalam mendalam tentang suatu situasi sosial tertentu, seperti kelompok, individu, lembaga, dan masyarakat 66 Melalui penelitian jenis ini, peneliti dapat memperoleh informasi yang mendalam dan komprehensif mengenai perkembangan moderasi beragama di .

Lokasi dan Waktu Penelitian

Data dan Sumber Data

Dalam penelitian ini, peneliti mencatat pengakuan dari sumber yang terlibat langsung dan pihak yang membantu seperti kepala sekolah, guru pendidikan agama Islam dan siswa. Bergerak disini menggambarkan aktivitas guru dan siswa dalam proses belajar mengajar selama di sekolah. Yaitu sumber data yang menyajikan tanda-tanda baik berupa huruf, angka, gambar atau simbol lainnya, untuk memperolehnya memerlukan metode dokumentasi yang berasal dari kertas (buku, majalah, dokumen, arsip seperti profil, sejarah, visi misi sekolah, dll. . . . ).

Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur dimana peneliti telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan kepada responden seperti guru agama, kepala sekolah dan siswa kelas IV. Proses pengumpulan data di lapangan yang tersedia di lapangan berupa gambar, salinan file, catatan, dll.75 Dokumentasi adalah suatu teknik pencarian data tentang suatu hal atau variabel dalam bentuk catatan. Sehubungan dengan penelitian ini, peneliti akan menggunakan teknik ini untuk memperoleh data mengenai identitas sekolah yang diteliti dan hal-hal yang dapat melengkapi data yang berkaitan dengan penelitian.

Teknik Analisis Data

Dengan demikian, data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, serta memudahkan peneliti dalam mengumpulkan dan mencari data selanjutnya jika diperlukan.77. Berdasarkan pendapat tersebut, peneliti melakukan reduksi data dengan cara mengolah data yang diperoleh dari lapangan, kemudian merangkum, memilih hal-hal yang penting dan membuang data yang tidak diperlukan. Jika demikian maka data yang telah melalui proses reduksi akan mempunyai gambaran yang jelas dan mudah untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Dengan demikian penyajian data yang dilakukan merupakan penyajian data yang telah direduksi dengan cara mendeskripsikan data yang telah diolah berupa uraian singkat yang menjelaskan suatu keadaan yang ada di SDN Pupus 3 Lembeyan Magetan.

Pengecekan Keabsahan Penelitian

Sejalan dengan observasi, peneliti terjun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi, wawancara terhadap sumber data yang ditemukan dan data baru. Peneliti dapat memberikan gambaran data secara akurat dan sistematis tentang apa yang diamati dalam penelitian ini. Meningkatnya persistensi memungkinkan peneliti memeriksa kembali data yang ditemukannya, dan juga memungkinkan peneliti memberikan gambaran data yang akurat dan sistematis tentang apa yang diamati.

Untuk mengecek kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh dari beberapa sumber.

Tahap Penelitian

Untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data terhadap sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda. Oleh karena itu, untuk menguji kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lainnya dalam waktu atau situasi yang berbeda. Kriteria pemilihan lapangan adalah harus sesuai dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian dan desain penelitian.

Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi.

Gambaran Umum Latar Penelitian

Visi Sekolah Dasar Negeri 3 Pupus Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan adalah “Inovatif, Sopan, Loyal, Cerdas, Berdedikasi dan Kreatif (INSAN CENDEKIA)”. Tujuan yang diharapkan Pupus 3 SD Negeri dalam penerapan kurikulum sebagai bentuk dan metode mewujudkan visi sekolah yang telah ditetapkan adalah: 90. Di SDN Pupus 3 Lembeyan terdapat 1 orang guru SMA sederajat, 9 orang bergelar sarjana, dan 1 orang guru agama Islam. 91.

Deskripsi Data

  • Pengembangan Moderasi Beragama dalam Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas IV di SDN Pupus 3 Lembeyan
  • Faktor Pendukung dan Penghambat Pengembangan Moderasi Beragama dalam Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
  • Dampak Pengembangan Moderasi Beragama dalam Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas IV di SDN Pupus 3 Lembeyan

Pengembangan moderasi beragama dilakukan dengan mengintegrasikan mata pelajaran terkait sebagaimana arahan Ibu Jamiah S.Pd selaku Kepala Sekolah sebagai berikut. Pengembangan moderasi beragama dalam pembelajaran secara umum tidak hanya menyangkut mata pelajaran pendidikan agama Islam saja, seperti mata pelajaran kewarganegaraan dan mata pelajaran pendidikan sosial. Sedangkan menurut ustadz, yang disampaikan mengenai pengembangan moderasi beragama pada mata pelajaran pendidikan agama Islam adalah sebagai berikut.

Berdasarkan hasil wawancara mengenai pengembangan kesederhanaan melalui penguatan kegiatan kesederhanaan keagamaan di sekolah, seperti yang disampaikan oleh ustadz.

Pembahasan

  • Pengembangan Moderasi Beragama dalam Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas IV di SDN Pupus 3 Lembeyan
  • Faktor Pendukung dan Penghambat Pengembangan Moderasi Beragama dalam Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas IV di

122Ala'i Najib Ali Muhtarom, Mahnan Marbawi, Mengintegrasikan Moderasi Beragama ke dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Kerjasama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dengan INOVASI, Tahap II, 2021), 5. A Penelitian yang dilakukan pada kurikulum mandiri pembelajaran pendidikan agama Islam di SDN Pupus 3 Lembeyan mengungkapkan bahwa berkembangnya moderasi beragama dipengaruhi oleh faktor pendukung dan penghambat. Penerapan pembelajaran di kelas dan kegiatan orientasi ekstrakurikuler disarankan sebagai sarana untuk meningkatkan pengembangan moderasi beragama di kalangan siswa.

Patut disebutkan dampak dari upaya guru pendidikan agama Islam dalam mendorong moderasi beragama di kalangan siswa.

Simpulan

Saran

Isi Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Pendidikan Keagamaan Islam dan Buku Ajar Pendidikan Karakter Kelas I SD."As-Sabiqun 4, No. Moderasi Beragama: Landasan Moderasi dalam Tradisi dan Implementasi Berbagai Agama di Era Disrupsi Digital." Jurnal Penelitian Agama 1 No.

Referensi

Dokumen terkait

Moderasi beragama adalah sikap beragama yang seimbang antara pengamalan agama sendiri (eksklusif) dan penghormatan praktik agama lain yang berbeda kepercayaan (inklusif)

Metode dan pendekatan ini sesuai dengan arah dari jalannya penelitian ini, yaitu mengungkap peran guru agama dalam implementasi pendidikan moderasi beragama di SDN 2 Sukodono

Hasilnya, studi ini menjelaskan dengan rinci kandungan al Quran yang mengandung prinsip Moderasi beragama dan diaplikasikan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

Untuk mengimplementasikan nilai moderasi beragama di dunia pendidikan, yang selalu harus diingat adalah tujuannya serta sasaran yang nantinnya akan dicapai.(Suryadi,

Berdasarkan temuan di atas, maka penguatan moderasi beragama bagi generasi muda IPNU dan IPPNU Desa Kajar, Dawe, Kudus sudah mencapai indikator moderasi beragama

Artikel ini membahas tentang konsep moderasi beragama dalam ajaran Islam, yang menekankan pentingnya menghindari sikap ekstrem dan mencari solusi damai dalam menyelesaikan

Konsep dasar moderasi beragama dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XII kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2019 telah disampaikan sebagaimana dalam kata pengantar

Teks di atas membahas tentang konsep moderasi beragama dalam Islam sebagai respons terhadap kekerasan yang mengatasnamakan