• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam kurikulum 2013 a. Pengertian Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti

Dalam dokumen abstrak (Halaman 38-46)

A. Kajian Teori

3. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam kurikulum 2013 a. Pengertian Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti

pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan; dan (3) penguatan manajemen dan budaya sekolah.38

c. Penilaian

Hakekat penilaian dan evaluasi adalah upaya sistematik untuk mengumpulkan dan mengolah data yang valid dan reliabel dalam rangka melakukan pertimbangan untuk pengambilan kebijakan suatu program pendidikan. Penilaian dapat dimanfaatkan guru untuk memperbaiki perencanaan pembelajaran. Penilaian yang tepat dapat memberikan cerminan peristiwa pembelajaran yang dialami siswa.39

3. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam kurikulum 2013

kesempurnaan. (3) mengarahkan seluruh fitrah menuju kesempurnaan. (4) melaksanakan pendidikan secara bertahap. 40

Agama Islam merupakan satu sistem akidah dan syari‟ah serta akhlak yang mengatur hidup dan kehidupan manusia dalam berbagai hubungan.

Agama Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam masyarakat termasuk dengan diri manusia itu sendiri tetapi juga dengan alam sekitarnya yang kini terkenal dengan istilah lingkungan hidup.41

Kata “akhlak” berasal dari bahasa arab “khuluq”, jamaknya

“khuluqun”, menurut lughat diartikan sebagai budi pekerti, perangai,

tingkah laku, atau tabiat. Kata akhlak ini lebih luas artinya dari pada moral atau etika yang sering dipakai dalam bahasa Indonesia sebab akhlak meliputi segi-segi kejiwaan dari tingkah laku lahiriah dan batiniah seseorang.

Adapun pengertian akhlak menurut ulama akhlak antara lain:

Pertama, ilmu akhlak adalah ilmu yang menentukan batas antara baik dan buruk, terpuji dan tercela, tentang perkataan atau perbuatan manusia, lahir dan batin. Kedua, ilmu akhlak adalah pengetahuan yang memberikan pengertian baik dan buruk, ilmu yang mengatur pergaulan manusia dan

40 Ramayulis dan Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam ( Jakarta: Kalam Mulia, 2009), 84-85.

41 Mohammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam ( Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006), 51.

menentukan tujuan mereka yang terakhir dari seluruh usaha dan pekerjaan mereka.

Imam Al Ghazali dalam Ihya‟„Ulumuddin menyatakan bahwa akhlak ialah daya kekuatan (sifat) yang tertanam dalam jiwa dan mendorong perbuatan-perbuatan spontan tanpa memerlukan pertimbangan pikiran.

Jadi, akhlak merupakan sikap yang melekat pada diri seseorang dan secara spontan diwujudkan dalam tingkah laku dan perbuatan.42

Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, mengayati, hingga mengimani ajaran agama Islam dibarengi dengan tuntutan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan anatar umat beragama hingga terwujudnya kesatuan dan persatuan bangsa.43

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti adalah upaya terencana dalam mengembangkan potensi peserta didik dalam mengimani ajaran agama Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai hamba dan khalifah di bumi.

b. Karakteristik Pendidikan Agama Islam

42 Rosihon Anwar, Akidah Akhlak (Bandung, CV Pustaka Setia, 2008), 205-206.

43 Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2012), 130.

Setiap mata pelajaran memiliki ciri khas tertentu yang dapat membedakan dengan mata pelajaran lainnya, tidak kecuali dengan mata pelajaran Pendidikan Agama islam. Karakteristik Pendidikan Agama islam antara lain :

 Pendidikan Agama islam merupakan mata pelajaran yang

dikembangkan dari ajaran-ajaran pokok yang terdapat dalam agama Islam. Karena itulah Pendidikan Agama islam merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari ajaran Islam.

 Tujuan Pendidikan Agama islam adalah untuk membentuk peserta

didik yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi pekerti yang luhur , memiliki pengetahuan tentang ajaran pokok Agama Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam tentang Islam sehingga memadai baik untuk kehidupan bermasyarakat maupun untuk melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi.

 Pendidikan Agama islam sebagai sebuah program pengajaran,

diarahkan pada:

a. Menjaga aqidah dan ketaqwaan peserta didik.

b. Menjadi landasan untuk lebih rajin mempelajari ilmu-ilmu lain yang diajarkan di sekolah.

c. Mendorong peserta didik untuk kritis, kreatif, dan inovatif.

d. Menjadi landasan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

 Pembelajaran Pendidikan Agama islam tidak hanya menekankan pada pengetahuan kognitif saja, tetapi juga afektif dan psikomotoriknya.

 Isi mata pelajaran Pendidikan Agama islam didasarkan dan

dikembangkan dari dua sumber pokok ajaran Islam, yaitu al-Qur‟an dan al-Hadits.

 Materi Pendidikan Agama islam dikembangkan dari tiga kerangka dasar ajaran Islam, yaitu aqidah, syari‟ah, dan akhlak. Aqidah merupakan penjabaran dari konsep iman. Syari‟ah merupakan

penjabaran dari konsep Islam, dan akhlak merupakan penjabaran dari konsep ihsan.44

c. Fungsi Pendidikan Agama Islam 45

1) Pengembangan yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa kepada Allah yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga.

Sekolah berfungsi untuk menumbuh kembangkan lebih lanjut dalam diri siswa melalui bimbingan, pengajaran dan pelatihan agar keimanan dan ketaqwaan secara optimal

44 Novan Ardy Wiyani, Pendidikan Karakter Berbasis Iman dan Taqwa (Yogyakarta: Teras, 2012), 84-86.

45 Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 2001), 103-104.

2) Penyaluran yaitu untuk menyalurkan siswa yang memiliki bakat khusus di bidang agama agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal.

3) Perbaikan yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan dan kelemahan siswa dalam keyakinan, pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari

4) Pencegahan yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungan yang dapat membahayakan diri dan menghambat perkembangan 5) Penyesuaian yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baik

fisik atau sosial dan dapat mengubah lingkungan sesuai dengan ajaran Islam

6) Sumber nilai yaitu memberikan pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

d. Metode Pendidikan Agama Islam

Metode sebagai prosedur dalam membantu pendidik guna mentransformasikan ilmu kepada peserta didik mempunyai peran yang sangat penting. Penggunaan metode dalam pembelajaran juga berbeda- beda, disesuaikan dengan ranah materi yang sedang dipelajari. Karena ada materi yang berkenaan dengan ranah afektif, psikomotorik, dan kognitif.

Secara esensial metode yang dipergunakan untuk mencapai tujuan pendidikan mempunyai fungsi ganda:

1) Polipragmatis, yaitu metode itu mengandung kegunaan yang serba ganda. Misalnya metode tertentu pada situasi dan kondisi tertentu dapat dipergunakan untuk merusak, pada situasi yang lain dapat digunakan untuk membangun.

2) Monopragmatis, yaitu alat yang hanya dapat dipergunakan untuk mencapai satu macam tujuan saja.46

Al-Qur‟an menawarkan pendekatan dan metode dalam pendidikan.

Metode tersebut antara lain:47 1) Metode teladan

Dalam al-Qur‟an kata teladan diproyeksikan dengan kata uswah yang kemudian diberi sifat di belakangnya seperti sifat hasanah yang berarti baik. Kata uswah dalam al-Qur‟an diulang sebanyak enam kali dengan mengambil contoh Rasulullah, Nabi Ibrahim dan kaum yang beriman teguh kepada Allah SWT. Muhammad Qutb, misalnya mengisyaratkan bahwa dalam diri Nabi Muhammad, Allah menyusun suatu bentuk sempurna metodologi Islam, suatu bentuk yang hidup dan abadi sepanjang sejarah berlangsung. Metode ini dianggap penting karena aspek agama yang terpenting adalah akhlak yang termasuk dalam kawasan afektif yang terwujud dalam tingkah laku.

46 Al Rasyidin dan Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam Pendekatan Historis, teoritis, dan praktis ( Ciputat: Ciputat Press, 2005), 67.

47 Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam ( Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997), 95-107.

2) Metode kisah-kisah

Metode kisah dalam pendidikan mempunyai daya tarik yang menyentuh perasaan. Oleh karena itu islam mengeksplorasi cerita untuk dijadikan salah satu teknik pendidikan. Islam menggunakan kisah –kisah yang bersumber dari al-Qur‟an dan sejarah Islam dulu untuk diambil hikmahnya.

3) Metode nasihat

Al-Qur‟an menggunakan kalimat-kalimat yang menyentuh hati untuk mengarahkan manusia kepada ide yang dikehendakinya. Inilah yang disebut dengan nasihat. Pada setiap nasihat yang disampaikan selalu dengan teladan dari pemberi nasihat itu. Ini menunjukkan bahwa antara satu metode nasihat dengan metode lainnya dalam hal ini metode keteladanan bersifat melengkapi.

4) Metode pembiasaan

Metode ini efektif dalam membiasakan peserta didik untuk berbuat hal-hal positif. Dengan melakukan kegiatan positif secara kontinue maka akan membentuk diri yang berakhlakul karimah.

5) Metode ceramah

Metode yang sering digunakan dalam menyampaikan atau mengajak orang mengikuti ajaran yang telah ditentukan. Dalam hal ini pendidik memberikan ceramah kepada siswanya dalam materi tertentu

yang perlu untuk diperhatikan. Metode ini terkadang kurang efektif jika pendidik memiliki suara kurang keras dan tidak konsisten.

6) Metode diskusi

Metode diskusi diperhatikan dalam Al-Qur‟an dalam mendidik dan mengajar manusia dengan tujuan agar lebih memantapkan pengertian dan sikap pengetahuan mereka terhadap suatu masalah.

Diskusi merupakan metode yang langsung melibatkan peserta didik untuk aktif, kritis,dan kreatif dalam pembelajaran.

Dalam dokumen abstrak (Halaman 38-46)

Dokumen terkait