• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan dan Lingkungan Sosial

1. Makna Pendidikan dan Lingkungan Sosial Pendidikan adalah proses dan belajar pola-pola kelakuan manusia menurut apa yang diharapan oleh masyarakat. Pendidikan bertalian dengan transisi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan dan aspek- aspek kelakuan lainnya kepada generasi muda. Kelakuan manusia hampir seluruhnya bersifat sosial, yakni dipelajari dalam interaksi dengan manusia lainnya, sehingga bahan ajar atau konten pendidikan disiapkan oleh masyarakat.

Agar masyarakat dapat melakukan eksistensinya maka kepada anggota mudanya harus diteruskan nilai- nilai, pengetahuan, keterampilan dan bentuk kelakuan lainnya yang diharapkan akan dimiliki oleh setiap anggota, melalui proses interaksi sosial. Dengan demikian pendidikan dapat diartikan sebagai sosialisasi. Dalam arti ini pendidikan dimulai dari interaksi pertama individu

dengan anggota masyarakat lainnya, dan yang paling utama adalah terdapatnya relasi yang erat antara antara individu dengan masyarakat sehingga belajar diterjemahkan sebagai proses yang bekesinambungan.

Pada masyarakat primitif tidak ada pendidikan formal yang tersendiri. setiap anak harus belajar dari lingkungan sosialnya dan diharapkan dari padanya akan timbul rasa tanggung jawab atas perilakunya. Pada masyarakat yang modern mayoritas kebiasaan dan perilakunya diperoleh proses pendidikan informal. Aspe- aspek yang sama yang terdapat dalam kelakuan semua orang dalam masyarakat dapat disebut sebagai kebudayaan masyarakat itu.

2. Faktor-Faktor Dalam Perkembangan Hidup Manusia

Perkembangan manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor yakni;

a. Aspek biologis, yang berfungsi sebagai penyebab adanya organisasi untuk penginderaan serta sistem syaraf yang merupakan syarat mutlak untuk belajar

dengan menangkap, mengolah perangsang- perangsang dari luar serta menyimpannya.

b. Lingkungan Alamiah, lingkungan alamiah diharapkan dapat memenuhi setiap kebutuhan manusia sehari-hari, seperti contohnya; iklim dan faktor geografisnya serta fasilitas hidup lainnya.

c. Lingkungan sosial-budaya, semua orang hidup dalam kelompok yang saling berhubungan, dan hampir segala sesuatu yang dilakukannya, bahkan apapun yang dipikirkan, dirasakan bekaitan dengan orang lain. Lingkungan sosial budaya mengandung dua unsur yaitu, (a) unsur sosial yaitu interaksi diantara manusia, (b) unsur budaya yaitu bentuk kelakuan yang sama yang terdapat diantara kelompok manusia.

3. Pendidikan dan Budaya

Pendidkan yang dimaksudkan disini adalah pendidikan formal. Banyak tugas-tugas lembaga keluarga dan masyarakat dan lembaga lainnya, yang dibebankan kepada lembaga sekolah formal. Sedangkan tugas sekolah yang utama adalah pendidikan intelektual, yakni “mengisi

otak” anak dengan berbagai macam pengetahuan. Sekolah dalam kenyataan masih mengutamakan latihan mental- formal, yaitu suatu tugas yang pada umunya tidak dapat dipenuhi oleh keluarga atau lembaga lainnya.

a. Fugsi Sekolah

Fungsi sekolah antara lain adalah :

1) Sekolah mempersiapkan anak untuk suatu pekerjaan. Anak yang telah menamatkan sekolah diharapkan sanggup melaksanakan pekerjaan sebagai mata pencaharian atau sebagai dasar untuk mencari nafkah.

2) Sekolah memberikan keterampilan dasar. Orang yang telah bersekolah setidak-tidaknya pandai membaca, menulis dan berhitung yang diperlukan dalam setiap masyarakat, serta untuk melanjutkan pelajarannya dan memperluas pandangannya terhadap pengetahuan dunia.

3) Sekolah membuka kesempatan merubah nasib.

Sekolah sering dipandang sebagai jalan mobilitas sosial atau memperbaiki status sosial, dikarenakan

gelar akademis sangat membantu untuk menduduki tempat yang terhormat dalam dunia pekerjaan.

4) Sekolah menyediakan tenaga pembangunan. Pada negara-negara berkembang pendidikan dianggap sebagai alat yang paling ampuh untuk menyiapkan tenaga yang terampil dan ahli dalam segala bidang pembangunan serta untuk mengolah kekayaan alamnya.

5) Sekolah mampu memecahkan masalah-masalah sosial. Masalah sosial diharapkan mampu dipecahkan oleh generasi muda yang sarat akan pengetahuannya.

6) Sekolah mentransmisi kebudayaan. Demi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, kepada generasi muda disampaikan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh bangsa tersebut.

7) Sekolah membentuk manusia yang sosial.

Pendidikan diharapkan membentuk manusia sosial yang mampu berinteraksi dengan sesama manusia sekalipun berbeda agama, suku bangsa, dan pendidikannya. Ia harus dapat menyesuaikan diri dalam situasi sosial yang berbeda-beda.

8) Sekolah merupakan alatmentransformasi kebudayaan. Sekolah terutama perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan lulusan yang dapat melakuan perubahan-perubahan dalam diri dan masyarakatnya.

b. Kontrol Sosial dan Pendidikan

Kontrol sosial dalam arti yang luas dimaksudkan pada setiap usaha atau tindakan dari seseorang atau satu pihak untuk mengatur kelakuan orang lain sedangkan dalam artian yang sempit, kontrol sosial dimaksud sebagai pengendalian eksternal atas kelakuan individu oleh orang lain yang memegang otoritas atau kekuasaan dan dengan ancaman atau mengantisipasikan hukuman mengontrol kelakuan siswa.

Sekolah memegang peranan penting dalam agenda sosialisasi anak. Ada empat cara yang dapat digunakan sekolah yakni:

1) Transmisi kebudayaan

2) Mengadakan kumpulan-kumpulan sosial

3) Memperkenalkan anak dengan tokoh-tokoh yang dapat dijadikan teladan

4) Menggunakan tindakan positif dan negatif.

Tak ada lembaga pendidikan yang bebas dari kontrol eksternal, baik sekolah yang didirikan oleh pemerintah maupun swasta. Sumber kontrol, kontrol langsung disekolah bersumber kepada kepala sekolah dan guru yang menentukan kelakuan yang bagaimana diharapkan ada pada murid-murid.

Tujuan kontrol bermacam-macam, pada satu pihak diinginkan perubahan, pembangunan perluasan mobilitas sosial, dilain pihak untuk mempertahankan status quo dan melestarikan norma-norma budaya yang ada. Alat kontrol yang digunakan antara lain berupa syarat pemilihan dan pengangkatan guru serta peraturan-perturan kepegawaian dan alat yang sangat ampuh adalah kurikulum yang diterapkan dalam lembaga.

c. Perubahan Sosial dan Pendidikan

Aspek kebudayaan seperti adat istiadat yang disampaikan secara turun temurun dalam bentuk

aslinya, adapula adat kebiasaan yang mengalami perubahan terutama dalam masa masyarakat modern.

Tak terlepas sekolah juga tak luput dari perubahan karena pendidikan senantiasa berfungsi didalam dan terhadap sistem sosial sekolah.

Pendidikan berfungsi untuk menyampaikan, meneruskan, metransmisi kebudayaan terhadap generasi muda dalam kemajuan. IPTEK sekolah memegang peranan penting sebagai “agent of change”

untuk membawa perubahan-perubahan sosial, akan tetapi dalam norma-norma sosial sekolah cendrung mempertahankan yang lama untuk mencegah perubahan yang dapat mengancam keutuhan bangsa.

Sekolah diharapkan mampu membangun atau bertransformasi dan membentuk masyarakat baru.

perubahan tersebut antara lain tercermin dalam pembaharuan kurikulum dan sistem pendidikan.

Peralihan dari zaman kolonial kezaman kemerdekaan perlu berbagai perubahan kurikulum sampai sesuai dengan hakikat kebijaksanaan berfikir.

Dokumen terkait