BAB VII PENDIDIKAN GLOBAL DAN PENDIDIKAN
A. Pendidikan Global
1. Pengertian Pendidikan Global
Pendidikan global adalah upaya untuk menanamkan suatu pandangan tentang dunia kepada siswa dengan memfokuskan bahwa terdapat saling keterkaitan antar budaya, umat manusia dan kondisi planet bumi. Pendidikan global membekali siswa dalam era globalisasi, sehingga siswa mampu bertindak lokal dengan dilandasi wawasan global (act locally, think globally). Pendidikan global menjadi urgen untuk diberikan,mengingat pada era globalisasi ini hampir tidak ada batas antar Negara, kemajuan teknologi dan komunikasi menjadikan jarak antar Negara di dunia semakin sempit, serta interdependensi antar umat manusia, antar bangsa di dunia semakin terasa. Siswa sebagai bagian dari anggota masyarakat dunia penghuni planet bumi, dituntut senatiasa berperan dalam masyarakat global dan dapat hidup secara bijak serta bertanggungjawab sebagai individu, sebagai umat manusia penghuni planet bumi dan bagian dari anggota masyarakat dunia. Pendidikan IPS memiliki peran dan tanggungjawab dalam melakukan upaya untuk menanamkan suatu pandangan tentang dunia kepada siswa dan meningkatkan kesadaran global. Mengingat
salah satu tujuan, dan kajian utama/tema IPS diarahkan kepada pendidikan global. Untuk itu pendidikan IPS dalam pembelajarannya di sekolah, dituntut untuk mampu memberikan bekal pengetahuan kepada siswa tentang pentingnya pengetahuan global dalam memahami masalah-masalah dunia, dan sikap untuk dapat meningkatkan kesadaran dan wawasan global anak didik, serta keterampilan sebagai landasan dalam melakukan tindakan yang berdampak global.
Era globalisasi ditandai oleh adanya masyarakat yang terbuka dalam berbagai bidang (ekonomi, politik, dan sebagainya), persaingan yang semakin ketat, padatnya informasi, kuatnya komunikasi. dan keterbukaan yang didukung oleh kemajuan IPTEK. Dalam kehidupan yang makin terbuka, kesadaran internasional, pemikiran mendalam tentang dunia termasuk pandangan/wawasan global, telah menjadi bagian dalam kehidupan. Dalam konteks global setiap warga dunia, mempunyai ketergantungan terhadap orang lain dan bangsa lain dan juga terhadap alam.
Kehidupan global menuntut suatu perubahan dalam pendidikan bagi generasi muda. Pendidikan tidak cukup hanya memberikan pemahaman dan keterampilan untuk hidup secara efektif dalam masyarakat global saat ini, tetapi juga kemampuan untuk menghadapi realitas masa depan dan menghargai realitas masa lalu. Untuk itu perspektif global dalam pendidikan menjadi penting.
Perspektif global merupakan suatu cara pandang dan cara berfikir terhadap suatu masalah, kejadian atau
kegiatan dari sudut kepentingan global, yaitu dari sisi kepentingan dunia atau internasional. Pendidikan global merupakan upaya untuk menanamkan suatu pandangan (perspective) tentang dunia kepada para siswa dengan memfokuskan bahwa terdapat saling keterkaitan antar budaya, umat manusia dan kondisi planet bumi.
Sebagaimana dalam Permendiknas no. 22 tahun 2006 dijelaskan bahwa salah satu tujuan diberikannya IPS adalah agar siswa memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global. Berpijak pada tujuan tersebut dan salahsatu kajian/tema IPS sebagai pendidikan global, maka Pendidikan IPS dituntut untuk mampu memberikan bekal pengetahuan kepada siswa tentang pentingnya pengetahuan global dalam memahami masalah-masalah dunia, dan sikap untuk dapat meningkatkan kesadaran dan wawasan global anak didik, serta keterampilan sebagai landasan dalam melakukan tindakan yang berdampak global.
Perspektif global merupakan suatu cara pandang dan cara berfikir terhadap suatu masalah, kejadian atau kegiatan dari sudut kepentingan global, yaitu dari sisi kepentingan dunia atau internasional. Pendidikan Global adalah upaya untuk menanamkan suatu pandangan (prespective) tentang dunia kepada siswa dengan memfokuskan bahwa terdapat saling keterkaitan antar budaya, umat manusia dan kondisi planet bumi. National Council for the Social Studies (NCSS) mengemukakan
bahwa pendidikan global merujuk pada upaya menanamkan pada generasi muda suatu pandangan dunia yang menekankan saling keterkaitan antara budaya, spesies manusia, dan bumi.
Pada umumnya, tujuan pendidikan setiap mata pelajaran untuk saat ini menekankan pada kemampuan siswa dalam berfikir kritis, namun ada hal yang unik dalam pendidikan global, yakni fokus substansinya yang berasal dari hal-hal yang mendunia yang semakin bercirikan pluralisme, interdependensi dan perubahan.
Tujuan pendidikan global adalah untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk hidup secara efektif dalam dunia yang sumber daya alamnya semakin menipis dan ditandai oleh keragaman etnis, pluralisme budaya dan saling ketergantungan.
2. Materi Pendidikan Global
Willard M. Kniep dalam Sapriya mengemukakan materi pendidikan global, mencakup 4 (empat) kajian yaitu: pertama, Nilai Manusia (Human values); kedua, Sistem global (Global system); ketiga, Masalah-masalah dan isu-isu global (Global problems and issues); keempat, Sejarah hubungan dan saling ketergantungan antar orang, budaya, dan bangsa (History of contact and interdependence among peoples, cultures, and nations).
1) Nilai Manusia (Human values)
Kajian tentang nilai manusia berhubungan dengan nilai-nilai yang sifatnya universal, secara historis termaktub dalam The Universal Declaration of Human Rights oleh PBB tahun 1948, yaitu, hak atas life, liberty, property, equality, justice, freedom of religion, free speech. Nilai-nilai ini berasal dari tradisi budaya, nasional dan nilai-nilai agama.
Kajian nilai manusia juga akan ditemukan perbedaan nilai manusia, bahwa kita di dunia ini adalah beragam, keragaman ini meliputi perasaan, pikiran, gaya hidup dan pandangan dunia tiap masyarakat. Pendidikan global berusaha membantu siswa dalam melihat kebersamaan dalam keragaman atau dikenal dengan istilah unity in diversity, kita bersatu dalam kebhinnekaan, keberagaman. Hal ini tepat dan sesuai dengan sejarah bangsa Indonesia dengan dasar falsafahnya Pancasila, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua.
2) Sistem global (Global system)
Adanya saling hubungan dan ketergantungan antar bangsa ini adalah akibat dari keikutsertaan bangsa kita dalam sistem yang sedang berjalan di dunia saat ini sering dinamakan sistem global.
Pendidikan global membantu para siswa memahami secara mendalam hakikat saling ketergantungan, oleh karena itu materi pembelajarannya harus dikaitkan dengan kajian
sistem global. Kajian sistem global meliputi sistem ekonomi, sistem politik global, sistem ekologi, sistem teknologi. Dengan cara demikian, maka diharapkan para siswa dapat berpartisipasi secara efektif dan bertanggung jawab dalam lingkungan global.
3) Masalah-masalah dan isu-isu global (Global problems and issues)
Kniep dalam Sapriya mengemukakan bahwa masalah-masalah dan isu-isu global meliputi:
perdamaian dan keamanan, pembangunan, lingkungan, dan hak asasi manusia. Adapun masalah- masalah global menurut Merry M.Merryfield dalam Sumaatmaja antara lain:
penduduk dan keluarga berencana (population and family planning), pembangunan (development), hak asasi manusia (human right), imigrasi (emigration, immigration, refugees), kepemilikan bersama global (the global commons), kelaparan dan bahan pangan (hunger and food), perdamaian dan keamanan (peace security), prasangka dan diskriminasi (prejudice and discrimination).
Saidihardjo (2004) menjelaskan masalah dan issu menonjol dalam persepektif global adalah adanya masalah interdependensi (saling ketergantungan), masalah kontroversial (pertentangan dalam kehidupan), dan menciptakan kedamaian dalam kehidupan.
4) Sejarah hubungan dan saling ketergantungan antar
orang, budaya, dan bangsa (History of contact and interdependence among peoples, cultures, and nations).
Perspektif sejarah yang meliputi evolusi nilai- nilai kemanusiaan yang berbeda-beda dan bersifat universal, pembangunan sejarah sistem global kontemporer, dan kondisi serta faktor penyebab munculnya isu-isu dan masalah-masalah global saat ini merupakan fondasi bagi pendidikan global. Seringkali sejarah dunia merupakan sejarah yang memisahkan wilayah-wilayah regional dan hubungannya antar negara tersebut. Biasanya, semua sejarah memfokuskan pada perkembangan Negara-negara yang lebih kuat dalam dunia kontemporer. Kajian sejarah hubungan antarbangsa dan saling ketergantungan masih sangat minim.
3. Pendidikan Global dalam Pembelajaran Pendidikan IPS Di Sekolah
Pendidikan global urgen untuk diberikan kepada siswa, mengingat siswa adalah bagian dari masyarakat dunia. Di sekolah, IPS sebagai pendidikan global, antara lain: mendidik siswa akan kebhinekaan bangsa, budaya, dan peradaban di dunia; menanamkan kesadaran ketergantungan antar bangsa; menanamkan kesadaran semakin terbukanya komunikasi dan transportasi antar bangsa di dunia; mengurangi kemiskinan, kebodohan dan perusakan lingkungan.
1) Kompetensi Dasar (KD) IPS SD dan SMP yang Memiliki Potensi untuk Pendidikan Global
Kompetensi Dasar IPS yang ada di sekolah secara eksplisit belum memuat setiap wacana/issu global yang berkembang.
Kajian/wacana/isu global masih disajikan secara implisit. Berikut disajikan kompetensi dasar mata pelajaran IPS SD dan SMP yang dapat diintegrasikan perspektif global pada tabel berikut.
Tabel 1
Kompetensi Dasar (KD) IPS SD dan SMP yang dapat Diintegrasikan Pendidikan Global
Kelas Kompetensi Dasar
Sekolah Dasar (SD)
III
1.2 Memelihara lingkungan alam dan buatan di rumah dan di sekolah
1.4 Melakukan kerjasama di Lingkungan rumah, sekolah, dan kelurahan/desa
2.4 Mengenal sejarah uang
IV
1.2 Membandingkan kenampakan alam dan keadaan sosial Negara- negara tetangga
2.3 Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi dan transportasi serta pengalaman menggunakannya
V 1.5 Mengenal jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia
VI 2.3 Menjelaskan peranan Indonesia pada era global dan dampak positif dan negatifnya