KAJIAN PUSTAKA
B. Kajian Teori
1. Penelitian dan Pengembangan a. Pengertian
Pengertian R&D (research and development) merupakan serangkaian proses yang dilakukan untuk memvalidasi dan mengembangkan produk. R&D merupakan metode ilmiah untuk merancang, meneliti, membuat, dan juga untuk menguji keefektifan suatu produk atau bahan ajar yang akan diproduksi.9 Pengembangan termasuk dalam jenis R&D dan didefinisikan sebagai "Penelitian dan Pengembangan". R&D memiliki pemahaman yang terfokus pada proses penciptaan objek yang dapat dilihat dan disentuh. Pengembangan adalah
9 Sugiyono. “Metode Penelitian dan Pengembangan Research and Development”. (Bandung: Alfabeta, 2015), 28-30.
proses membangun sekumpulan elemen yang dapat dirangkai menjadi produk yang diinginkan10
Pengembangan diartikan sebagai suatu usaha pendidikan yang dilakukan secara sadar, terarah, dan terencana yang bertujuan untuk menumbuhkan, memperkenalkan, dan mengembangkan dasar kepribadian yang selaras atau seimbang.11
b. Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan
Gambar 2. 1 Langkah-langkah Penggunaan Metode Research and Development. Sumber:
Sugiyono (2015:298).
Adapun langkah-langkah dalam R&D seperti pada gambar berikut:
1) Potensi Masalah
Potensi merupakan segala bentuk upaya yang memungkinan untuk menambah nilai ketika dikembangkan. Sedangkan masalah merupakan ketidaksesuaian antara apa yang diharapkan dan apa yang telah terjadi.
10 Priyanto, Dwi. “Pengembangan Multimedia Pembelajaran Berbasis Komputer”. (Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan. 14 No.1, 2009), 20.
11Mangesti. “Konsep Pengembangan SDM” (Perpustakaan UT. 2019), 9.
Masalah-masalah ini dapat diselesaikan dengan menerapkan penelitian dan pengembangan sehingga peneliti dapat menemukan dan menggunakan prototipe, model, atau sistem pemrosesan terintegrasi untuk mengatasi masalah tersebut.
2) Pengumpulan Data
Kemudian jika peneliti dapat membuktikan potensi masalah secara efektif, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan berbagai sumber atau informasi yang pada akhirnya dapat digunakan sebagai bahan rancangan produk untuk memecahkan masalah tersebut. Pada tahap ini, diperlukan metode penelitian lain. Metode yang digunakan dalam penelitian tergantung pada ketepatan masalah dan tujuan yang akan dicapai.
3) Desain Produk
Terdapat banyak jenis produk yang dikembangkan pada penelitian dan pengembangan. Penelitian dan pengembangan menghasilkan berbagai macam produk-produk yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Tujuan akhir dari penelitian dan pengembangan adalah merancang produk baru yang dilengkapi dengan spesifikasinya.
Desain produk juga ditampilkan dalam gambar atau diagram untuk digunakan sebagai panduan evaluasi dan pembuatan. Dalam hal ini, desain produk harus disertai dengan deskripsi elemen-elemen berikut:
pengetahuan tentang hasil yang benar, umpan balik, percabangan, penilaian, prapenyelenggara, petunjuk, desain layar, informasi layar, komponen layar, keterbacaan, dan lain-lain
4) Validasi Desain
Validasi desain didefinisikan sebagai suatu proses kegiatan yang memiliki unsur untuk mengevaluasi desain suatu produk baru dan bertujuan untuk mengetahui apakah desain bahan ajar yang baru lebih efektif daripada yang lama. Jenis verifikasi di sini masih berupa evaluasi berdasarkan pemikiran rasional, bukan fakta di lapangan.
Kemudian, peneliti mendatangkan beberapa ahli yang sangat berpengalaman untuk mengevaluasi produk baru yang peneliti kembangkan untuk memverifikasi produk. Sedikitnya dua orang ahli dibidang media dan materi terlibat dalam penelitian dan pengembangan ini. Setiap ahli diminta untuk mengevaluasi desain produk baru sehingga dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan produk baru. Verifikasi desain dapat dilakukan dalam forum diskusi dimana peneliti mempresentasikan proses penelitian yang mengarah pada pengembangan produk.
5) Perbaikan Desain
Setelah desain produk diverifikasi melalui diskusi dengan ahli media dan materi, maka kekurangan dari produk dapat diidentifikasi.
Dari kekurangan inilah yang menjadi pedoman bagi peneliti untuk memperbaiki desain produk.
6) Uji Coba Produk
Produk dapat langsung diuji setelah melewati tahap verifikasi dan revisi. Pada tahap awal percobaan dilakukan dengan mensimulasikan
penggunaan program pembelajaran. Ketika simulasi selesai, selanjutnya dapat diuji dalam kelompok terbatas. Tujuan dari pengujian ini ialah untuk memberikan informasi apakah bahan yang baru dikembangkan lebih efektif daripada produk lama. Pada tahap ini juga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi. Menurut Borg & Gall uji coba terbatas secara kelompok dibagi menjadi 2 bagian yaitu ujicoba lapang skala kecil dan skala besar. Uji coba lapang skala kecil, dapat dilakukan dari 1 sampai 3 sekolah yang berjumlah 6 sampai 12 subjek ujicoba. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan kuisioner. Sedangkan ujicoba lapang skala besar dapat dilakukan dari 5 sampai 15 sekolah yang berjumlah 30-100 subjek ujicoba. Pada pengujian ini, menggunakan metode eksperimen, sehingga efektifitas produk dapat dengan mudah untuk diketahui dengan cara melakukan perbandingan nilai sebelum dan sesudah menggunakan produk tersebut.12
7) Revisi Desain
Jika dalam uji efektivitas produk baru diuji dengan jumlah sampel yang terbatas dan produk baru lebih efektif daripada produk lama dan juga terdapat perbedaan yang signifikan, maka produk baru dapat digunakan dalam berbagai kelas terlepas dari mana sampel tersebut diambil.
12 Sugiyono. “Metode Penelitian dan Pengembangan Research and Development”.
(Bandung: Alfabeta, 2015), 492.
Jika dalam pengujian terdapat salah satu indikator yang perbedaan efektivitas tidak seperti yang diharapkan, maka peneliti perlu merevisi desain produk itu kembali.
8) Uji Coba Pemakaian
Setelah lolos dari pengujian produk, maka produk tersebut akan digunakan dalam bentuk program pembelajaran baru dalam cakupan disiplin ilmu yang lebih luas. Pada pelaksanaannya, program perlu diperiksa terkait hambatan atau kesulitan dimana hal tersebut akan menunjukkan perbaikan selanjutnya.
9) Revisi Produk
Tahap ini dilakukan ketika dalam penggunaan produk tersebut terdapat kelemahan. Menurut Sugiyono, dalam uji coba produk diperlukan adanya evaluasi-evaluasi. Dengan cara tersebut dapat ditemukan berbagai kekurangan-kekurangan pada penggunaan produk.
Oleh karena itu, dengan adanya evaluasi-evaluasi dapat menjadi pedoman perbaikan dalam pembuatan produk yang baru.
10) Pembuatan Produk Masal
Jika dalam beberapa kali ujicoba produk yang dikembangkan tersebut dikategorikan efektif, maka produk tersebut dapat digunakan diseluruh lembaga pendidikan dan juga produk tersebut dapat dicetak secara masal kemudian didistribusikan secara luas di pasaran.