B. Kajian Teori
1. Penelitian dan Pengembangan
No. Skripsi, Nama Peneliti, Judul, Skripsi : Tempat,
Tahun Peneliti
Persamaan Perbedaan Penelitian Terdahulu Aplikai Quizizzz,
Skripsi : Universitas
Islam Negeri
Walisongo, 2019
SMA NU 03 Mualimin dan SMA Negeri 1 Kendal.
4. Subyek
penelitian kelas XI.
5. Mata pelajaran kimia.
5. Wan Muhammad Gustiawan Iqbal, Pengembangan Alat Evaluasi Berbasis Wondershare Quiz Creator Pada Materi Koloid Kelas XI di
SMA Koperasi
Pontianak, Skripsi : Universitas
Muhammadiyah Pontianak, 2017
1. Metode
Penelitian R&D
1. Mengembangkan alat evaluasi.
2. Menggunakan Wondershare Quiz Creator.
3. Model
pengembangan Borg and Gall.
4. Lokasi penelitian SMA Koperasi Pontianak.
5. Subyek
penelitian kelas XI.
6. Mata pelajaran kimia.
keahlian tertentu, yang diikuti oleh beberapa produk sampingan dan memiliki tingkat keefektifan produk tertentu.25
Penelitian dan pengembangan, terkadang dikenal sebagai R&D adalah proses atau rangkaian tahapan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam pengembangan produk baru atau penyempurnaan produk yang sudah ada.26 Produk yang dihasilkan nantinya ini juga dapat berupa perangkat lunak, seperti sistem pengolahan data, model pendidikan, seperti evaluasi, untuk produk yang nantinya dihasilkan tidak selalu peralatan berwujud, seperti buku atau alat bantu belajar yang digunakan di ruang kelas.27
Karena tujuan pengembangan adalah membuat produk berdasarkan hasil uji lapangan, kemudian merevisinya, dan seterusnya, berbeda dengan penelitian pendidikan yang demikian. Tujuan penelitian pendidikan bukan untuk menciptakan barang tetapi untuk memajukan pengetahuan dengan melakukan penelitian dasar atau menggunakan penelitian untuk memecahkan masalah di lapangan. Ketika digunakan dalam lingkungan penelitian, penelitian pengembangan memiliki arti yang lebih luas daripada ketika mengacu pada pembuatan produk pembelajaran.28
Tujuan utama penelitian pengembangan adalah menciptakan suatu produk melalui proses pengujian atau validasi agar tercipta suatu produk
25 Saputro. Budiyono. Manajemen penelitian pengembangan (Research & Development) bagi penyusun tesis dan disertasi. Sleman : Aswaja Pressindo. 2017.
26 Mulyadi. Kiat sukses meraih hibah penelitian pengembangan. Sleman : Deepublish. 2017.
27 Mulyadi, 2017
28 Rayanto. Yudi Hari, dkk. Penelitian pengembangan model ADDIE dan R2D2 : Teori dan Praktek. Pasuruan : Lembaga Academic & Research Institute. 2020.
yang benar, bermanfaat, dan efisien. Berikut tujuan dari penelitian pengembangan :
a. Pembuatan konsep pendidikan baru b. Perbarui konsep yang sudah ada
c. Evaluasi efisiensi konsep-konsep yang sudah ada
d. Mengidentifikasi kekurangan pada konsep yang sudah ada 2. Model Pengembangan
Model pengembangan ADDIE adalah prosedur umum yang secara historis telah digunakan oleh perancang instruksional dan pengembang pelatihan untuk memberikan pelatihan yang efisien dan sebagai alat demonstrasi pada dunia pendidikan yang mana sebagai bahan untuk mengembangan produk pembelajaran. Model pengembangan ADDIE merupakan suatu metode yang memfokuskan kajian terhadap hubungan antar masing-masing komponen yang dimiliki dengan mengkoordinasikan sesuai dengan tahapan yang ada.
Langkah-langkah yang diambil harus berdasarkan kajian teori yang sesuai. Fase ADDIE tersebut diatas merupakan dasar yang akan dikembangkan. Untuk itu pada model pengembangan ADDIE terdapat 5 tahapan, yaitu Analyze, Design, Development, Implementation and Evaluation.29
29 Tegeh. I Made, dkk. Model Penelitian Pengembangan. Yogyakarta : Graha Ilmu. 2014 hal 42- 45.
a. Analyze (Analisis)
Tahap analisis meliputi kegiatan sebagai berikut : (a) melakukan analisis kompetensi yang dituntut kepada siswa, (b) melakukan analisis kebutuhan tentang kapasitas belajarnya, pengetahuan, keterampilan, sikap yang telah dimiliki siswa, (c) melakukan analisis materi sesuai dengan tuntutan kompetensi. Tahap analisis yang pertama berkaitan dengan segala kapabilitas belajar yang ingin di capai oleh siswa setelah memanfaatkan instrumen penilaian berbasis aplikasi Quizizzz dalam pembelajaran. kedua, berkaitan dengan keadaan siswa yang akan menjadi sasaran penggunaan instrumen penilaian berbasis aplikasi Quizizzz. Ketiga, berkaitan dengan analisis materi, sub materi yang akan dijadikan soal pada instrumen penilaian biologi berbasis aplikasi Quizizzz.
b. Design (Desain)
Kriteria berikut digunakan saat melakukan tahap desain: untuk siapa pelajaran ini ditujukan?; kemampuan apa yang ingin Anda peroleh?; bagaimana Anda mengukur tingkat penguasaan pelajaran yang telah dicapai; Apakah evaluasi yang digunakan dianggap sebagai evaluasi yang menyenangkan?. Empat komponen kunci dari desain pembelajaran yang diajukan oleh pertanyaan-pertanyaan ini adalah siswa, tujuan, metode, dan evaluasi. Berdasarkan pertanyaan tersebut, penyusunan asesmen atau pembelajaran berfokus pada tiga kegiatan yaitu memilih materi pembalajaran yang sesuai dengan kebutuhan
siswa, menetapkan persyaratan kompetensi, dan memilih jenis asesmen yang akan digunakan.
c. Development (Pengembangan)
Prototipe pengembangan produk dibuat selama tahap pengembangan dengan mengubah kriteria desain menjadi bentuk fisik.
Prototipe adalah representasi dari segala sesuatu yang dilakukan selama tahap desain produk, termasuk pemilihan materi berdasarkan kebutuhan siswa, persyaratan kompetensi, dan jenis penilaian yang digunakan. Mencari dan mengumpulkan semua sumber atau referensi yang diperlukan untuk pembuatan materi, membuat bagan dan tabel pendukung, menyiapkan instrumen, melakukan uji tuntas, dan tugas lainnya adalah bagian dari tahap pengembangan.
d. Implementation (Implementasi)
Tahap implementasi merupakan hasil pengembangan yang telah diterapkan pada pendidikan untuk memastikan dampaknya terhadap efikasi, daya pikat, dan efisiensi pembelajaran. Prototipe untuk produk baru perlu diuji di dunia nyata untuk mengetahui seberapa efektif, menarik, dan keberhasilan pembelajaran itu. kemanjuran dalam hal seberapa baik pengembangan produk memenuhi tujuan atau keterampilan yang diinginkan. Ketertarikan pada sejauh mana penciptaan produk dapat menghasilkan lingkungan kelas yang menyenangkan, menantang, dan kondusif bagi pembelajaran siswa.
Efisiensi adalah pemanfaatan semua sumber daya, termasuk uang, waktu, dan tenaga, untuk melaksanakan tujuan yang dimaksud.
e. Evaluation (Evaluasi)
Tahap evaluasi yang meliputi evaluasi sumatif dan formatif merupakan tahap terakhir. Penilaian sumatif dilakukan pada akhir program untuk menilai dampak terhadap hasil belajar siswa dan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Evaluasi formatif dilakukan pada setiap level untuk mengumpulkan data yang digunakan untuk perbaikan. Tahap evaluasi ini dapat dilihat dari aspek kevalidan, aspek respon siswa, dan aspek keefektifan.