• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Relevan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

D. Penelitian Relevan

Dari judul penelitian diatas maka sudah ditemukan hasil penelitian mengenai membentuk karakter siswa. Hasil penelitian ditemukan dalam berbentuk skripsi, jurnal, dan artikel.

Pertama, Rahman (2014) melakukan penelitian tentang Pendidikan Nilai Kepedulian Sosial pada Siswa Kelas Tinggi Di Sekolah Dasar Negeri Muarareja 2 Kota Tegal Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif dengan subjek guru dan siswa kelas IV, V, VI, dan kepala sekolah. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara,

17

dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan triangulasi teknik untuk memperoleh keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru sudah menanamkan nilai kepedulian sosial di SDN Muarareja 2 Kota Tegal. Penanaman tersebut meliputi; (1) cara verbal melalui motivasi, nasehat, cerita, teguran, hukuman, pujian, dan cara non verbal melalui pembiasaan perilaku, teladan; (2) strategi keteladanan, kegiatan spontan teguran, pengkondisian lingkungan, dan kegiatan rutin belum dilaksanakan dengan baik dan maksimal; (3) guru menggunakan model gabungan dengan mengintegrasikan penanaman nilai melalui pelajaran dan luar pelajaran.

Kedua, Zuhrotunnisa (2013) melakukan penelitian tentang Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Ekstrakurikuler Tapak Suci Putera Muhammadiyah (Studi Kasus di SMP Muhammadiyah Pakem, Sleman, Yogyakarta). Penelitian ini bersifat kualitatif dengan latar SMP Muhammadiyah Pakem. Sleman, Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi pasif, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi, yaitu triangulasi teknik, triangulasi sumber, dan triangulasi waktu. Berisikan tentang internalisasi pendidikan karakter melalui pembiasaan ekstrakurikuler Karate (Tapak Suci Putera Muhammadiyah).

Persamaan skripsi tersebut sama-sama menekankan pada ekstrakurikuler beladiri yang terbentuk melalui berbagai pembiasaan yang ada dalam olahraga beladiri.

Perbedaannya pada skripsi saudari Ulfa Zuhrotunisa dengan penulis adalah skripsi tersebut lebih fokus pada nilai-nilai karakter yang ada dalam olahraga beladiri

sedangkan penulis menekankan pada sosialisasi nilai-nilai sosial di kalangan beladiri kempo.

Ketiga, Megarani (2017) meneliti tentang Tingkat Kemampuan Motorik Dan Perseptual Motorik Siswa Peserta Ekstrakurikuler Shorinji Kempo Di Sekolah Dasar Kanisius Bonoharjo Kulonprogo Tahun Ajaran 2016/2017.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei.

Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Persamaan skripsi tersebut sama-sama menekankan pada ekstrakurikuler beladiri shorinji kempo mengenai kemampuan motorik siswa peserta ekstrakurikuler Shorinji Kempo.

Perbedaannya pada skripsi saudari Megarani dengan penulis adalah skripsi tersebut lebih fokus pada kemampuan motorik siswa yang ada dalam olahraga beladiri kempo sedangkan penulis menekankan pada sosialisasi nilai-nilai sosial di kalangan beladiri kempo.

Keempat, penelitian yang dilakukan oleh Monitasaroh (2015) tentang Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Olahraga Beladiri Shorinji Kempo DOJO IAIN PURWOKERTO. Maksud dari penelitian ini adalah penelitian tentang apa saja tentang nilai-nilai pendidikan islam yang ada dalam olahraga beladiri Shorinji Kempo, serta pengamalannya bagi setiap para anggota dalam kehidupan sehari- hari. Hasil analisis tersebut akan menggambarkan nilai-nilai pendidikan islam apa saja yang diajarkan dalam olahraga Shorinji Kempo di IAIN Purwokerto dan contoh pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kelima, penelitian yang ditulis oleh Permana (2017) yakni Perbedaan Nilai-Nilai Sosial Pada Peserta Didik Yang Mengikuti Ekstrakurikuler Olahraga

19

Dengan Peserta Didik Yang mengikuti Ekstrakurikuler Non Olahraga Di SMA Negeri 3 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif dan metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Populasi yang digunakan adalah seluruh peserta didik dan sampel yang digunakan sejumlah 117 peserta didik. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional sampling.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Persamaan skripsi tersebut sama-sama menekankan pada nilai-nilai sosial pada peserta didik . Perbedaannya pada skripsi saudari Permana dengan penulis adalah skripsi tersebut lebih fokus pada perbedaan nilai-nilai sosial yang mengikuti dan tidak mengikut ekstrakurikuler olahraga sedangkan penulis menekankan pada sosialisasi nilai- nilai sosial di kalangan beladiri kempo.

Keenam, Oktaviani, dkk (2015) melakukan penelitian tentang Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2015-2016. Persamaan skripsi tersebut sama-sama menekankan pada ekstrakurikuler . Perbedaannya pada skripsi saudari Oktavania dengan penulis adalah skripsi tersebut lebih fokus pada nilai-nilai pendidikan karakter yang ada dalam ekstrakurikuler Palang Merah Remaja, sedangkan penulis menekankan pada sosialisasi nilai-nilai sosial di kalangan beladiri kempo.

Ketujuh, S.Ompi (2010) melakukan penelitian tentang Berlatih Melatih Cabang Olahraga Karate Di Smp Negeri 3 Tataaran. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Melatih Cabang Olahraga Karate terhadap siswa SMP N 3 Tondano, Tujuan penulisan untuk mengetahui sejauh mana kombinasi metode

latihan motorik, bagian, dan menyeluruh dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tendangan busur depan siswa di SMP Negeri 3 Tataaran. Persamaan skripsi tersebut sama-sama menekankan pada ekstrakurikuler. Perbedaannya pada skripsi saudari S. Ompi dengan penulis adalah skripsi tersebut lebih fokus pada kombinasi latihan motorik siswa, sedangkan penulis menekankan pada sosialisasi nilai-nilai sosial di kalangan beladiri kempo.

Kedelapan, penelitian yang ditulis oleh Muhamadi, Hasanah (2019) yakni Penguatan Pendidikan Karakter Peduli Sesama Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Relawan. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Temuan penelitian ini: Proses penguatan karakter peduli sesama melalui kegiatan ekstrakurikuler relawan dilakukan dengan kegiatan pelatihan rutin setiap minggu, kegiatan terjadwal bulanan berupa pembersihan sungai, masjid, dan lingkungan sekitar, serta kegiatan insidental memberikan bantuan ke daerah-daerah terdampak bencana alam dan kemanusiaan. Hasilnya siswa menunjukkan sikap peduli yang semakin kuat, baik secara individual maupun secara organisasional. Faktor pendukung dalam penguatan karakter peduli sesama adalah visi misi dan tujuan madrasah, keteladanan guru dan staf, kegiatan- kegiatan yang dilaksanakan di sekolah, serta pelibatan dalam kegiatan di masyarakat. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya dana untuk melaksanakan kegiatan, dan faktor izin orangtua dalam kegiatan-kegiatan di area bencana.

21

Kesembilan, Mardotillah, Zein (2016) meneliti tentang Silat: Identitas Budaya, Pendidikan, Seni Beladiri, Dan Pemeliharaan Kesehatan. Silat berfungsi juga sebagai sarana pendidikan jasmani dan rohani melalui proses tahapan pendidikan berjenjang secara formal melalui peraturan yang dibuat masing- masing perguruan silat. Identitas merupakan bagian dari kebudayaan dan lingkungan sosial yang dapat bergeser sesuai dinamika kehidupan masyarakat.

Identitas berkembang berdasarkan ruang dan waktu setiap generasi dalam dunia kehidupan sehari-hari yang berasal dari pikiran dan tindakan manusia dan berkembang menjadi praktek nyata. Pendidikan jasmani dan rohani yang ditanamkan melalui silat membentuk karakter bangsa yang tangguh, kuat dan berbudi luhur dan berkembang menjadi watak identitas bangsa.

Kesepuluh, penelitian yang ditulis oleh Pamungkas (2019) yakni Beladiri Shorinji Kempo Sebagai Sarana Pendidikan Akhlak di PUSDIKLAT Shorinji Kempo Kragilan, Mojosongo, Boyolali Tahun 2019. Dari hasil penelitiannya menunjukkan Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tempat penelitian dilaksanakan di PUSDIKLAT Shorinji Kempo, Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.

Penelitian ini dilakukan selama 4 Bulan, yaitu dimulai dari bulan Mei 2019 hingga Agustus 2019. Subjek penelitian ini adalah senpai (pelatih) Shorinji Kempo PUSDIKLAT Boyolali dan Ketua PERKEMI (Persaudaraan Beladiri Kempo Indonesia) Boyolali. Informan dalam penelitian ini adalah kenshi (peserta Shorinji Kempo) dan orang tua kenshi. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan

analisis kualitatif interaktif yang terdiri dari kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Shorinji Kempo telah menjadi sarana pendidikan akhlak melalui ajarannya yang banyak bersesuaian dengan akhlak. Konsep akhlak tawazun (keseimbangan) berkesesuaian dengan ken zen ichinyo (keseimbangan antara jiwa, pikiran, dan raga), konsep hormat menghormati berupa rei, konsep at-tahaaru (kebersihan) berupa samu (kebersihan), konsep sabar berupa shushu koju (mengutamakan bertahan), konsep kasih sayang berupa riki ai funi (keserasian antara kekuatan dan kasih sayang) menghindari dosa besar membunuh dengan konsep fusatsu katsujin (tidak boleh membunuh). Persamaan skripsi tersebut sama-sama menekankan pada beladiri kempo . Perbedaannya pada skripsi saudara pamungkas dengan penulis adalah skripsi tersebut lebih fokus pada beladiri kempo sebagai sarana pendidikan akhlak, sedangkan penulis menekankan pada sosialisasi nilai-nilai sosial di kalangan beladiri kempo.

23

Dokumen terkait