• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Relevan

Dalam dokumen DAFTAR TABEL (Halaman 56-61)

BAB II LANDASAN TEORI

B. Penelitian Relevan

Hasil penelitian yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Fery Rahmawan dan Indra Kurniawan dengan judul Integrasi Nilai Keimanan dalam Materi Himpunan pada Pembelajaran Matematika, yang pada penelitiannya dapat disimpulkan bahwa Al-Quran mempunyai peran yag sangat penting terhadap ilmu pengetahuan. Adapun dengan adanya hubungan terhadap pendidikan, integrasi nilai-nilai islam pada pembelajaran matematika yang terkandung didalamnya diharapkan dapat mewujudkan tujuan dari pendidikan yaitu membantu siswa dalam memahami nilai-nilai keimanan serta mampu menempatkan secara integral dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dapat diterapkan dalam materi himpunan pada pembelajaran matematika.

48 Rahmad Hidayat Ajrun Imam, Tafsir Jalalain Sebagai Referensi di Dayah Salaf di Kabupaten Aceh Besar, Skripsi, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, 2020, h. 34.

Adapun ayat-ayat Al-Quran yang akan dibahas pada penelitian Fery Rahmawan dan Indra Kurniawan yang menjelaskan adanya nilai- nilai keimanan dalam materi himpunan, ayat-ayat itu ialah QS. Al- Fatihah ayat 7, QS. Al-Waqiah ayat 7 sd 9, QS. Al-Bayyinah 6 dan 749. Dari penelitian Fery Rahmawan dan Indra Kurniawan memiliki perbedaan terhadap penelitian yang saya lakukan yaitu, pada pada penelitian Fery Rahmawan dan Indra Kurniawan membahas mengenai adanya integrasi nilai keimanan dalam materi himpunan pada ayat-ayat Al-Quran. Sedangkan penelitian yang saya lakukan berfokus pada menganalisa konsep himpunan pada surah Al-Baqarah dalam Al-Quran menurut tafsir Al-Misbah, tafsir Al-Azhar dan tafsir Jalalain.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Nihayati dengan judul Integrasi Nilai-Nilai Islam Dengan Materi Himpunan (Kajian Terhadap Ayat- Ayat Al-Qur‟an), yang pada penelitiannya dapat disimpulakan bahwa peneliti mengambil ayat-ayat Al-Quran yang menggambarkan tentang himpunan kemudian dijelaskan melalui diagram Venn dengan mengintegrasi nilai-nilai islam. Nilai- nilai tersebut ialah yang pertama ialah nilai akidah yang terdapat pada QS. Al-An'am ayat 128, QS. Al-Waqi'ah ayat 7- 14, QS. Al-Fatihah ayat 7, dan QS.

Taha ayat 6, yang kedua mengenai nilai syariah yang terdapat pada

49 Fery Rahmawan, Indra Kurniawan, “Integrasi Nilai Keimanan dalam Materi Himpunan pada Pembelajaran Matematika”, Diskusi Panel Nasional Pendidikan Matematika, (online), Volume 5, (2019, diakses pada 17 September 2021.

QS. Al-An'am ayat 128, QS. Al-Waqi'ah ayat 7- 14, QS. Al-Fatihah ayat 7 dan terakhir ialah nilai akhlak yang terdapat pada QS. Al- An'am ayat 128, QS. Al-Waqi'ah ayat 7-14, dan QS. Al-Fatihah 750. Dari penelitian Nihayati memiliki perbedaan terhadap penelitian yang saya lakukan yaitu, pada pada penelitian Nihayati membahas mengenai adanya integrasi nilai-nilai islam yaitu nilai akidah, nilai syariah dan nilai akhlak dalam materi himpunan pada ayat-ayat Al- Quran. Sedangkan penelitian yang saya lakukan berfokus pada menganalisa konsep himpunan pada surah Al-Baqarah dalam Al- Quran menurut tafsir Al-Misbah, tafsir Al-Azhar dan tafsir Jalalain.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Abdul Fatah Nasution dengan judul Implementasi Konsep Matematika dalam Al-Qur‟an pada Kurikulum Madrasahyang pada penelitiannya dapat disimpulkan bahwa konsep matematika yang terdapat dalam Al-Quran secara garis besar meliputi aljabar yang membahas bilangan dan operasinya, geometri dan pengukuran, himpunan, dan logika statistika. Konsep matematika tentang aljabar dijelaskan dalam QS. Al-Hijr ayat 19, QS. Al-Qomar ayat 49, QS. Al-Furqaan ayat 2. Konsep matematika tentang geometri dan pengukuran dijelaskan dalam QS. Al-Ankabut ayat 56, QS. Fatir ayat 2, QS. Adz-Dzariat ayat 3, QS. Al-Insyiqoq ayat 3 dan lainnya. sedangkan konsep matematika tentang himpunan dijumpai pula pada QS. Al-Fathir ayat 1 dan QS. An-Nur ayat 45.

50 Nihayati, “Integrasi Nilai-Nilai Islam Dengan Materi Himpunan (Kajian Terhadap Ayat-Ayat Al-Quran”, Jurnal Pendidikan Matematika, (online), Volume 3 No 1, (2017), https://doi.org/10.26638/je.285.2064, diakses pada 20 September 2021.

Konsep tentang logika dijelaskan dalam QS. Al-Hujuraat ayat 6, QS.

Al- Baqarah ayat 242, QS. Al-Hadid ayat 17 dan QS. Al-Syu‟araa ayat 8. Konsep tentang statistika yaitu pada QS. Al-Kahf ayat 49, QS. Az-zukhruf ayat 80. Implementasi kurikulum madrasah tidak jauh berbeda dengan kurikulum sekolah biasa pada umumnya. Pada pengimplentasi kurikulum yang ada di madrasah saat ini belum sepenuhnya diintegrasikan dengan konsep kurikulum menurut Al- Quran51. Dari penelitian Abdul Fatah Nasution memiliki perbedaan terhadap penelitian yang saya lakukan yaitu, pada pada penelitian Abdul Fatah Nasution membahas mengenai implementasi konsep matematika yang ada dalam Al-Quran pada kurikulum madrasah.

Sedangkan penelitian yang saya lakukan berfokus pada menganalisa konsep himpunan pada surah Al-Baqarah dalam Al-Quran menurut tafsir Al-Misbah, tafsir Al-Azhar dan tafsir Jalalain.

51 Abdul Fattah Nasution, “Implementasi Konsep Matematika Dalam Al-Quran Pada Kurikulum Madrasah”, Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial, (online), Volume 3 No 1, (2017), http://dx.doi.org/10.30596%2Fedutech.v3i1.983, diakses pada 20 September 2021.

47 A. Jenis Penelitian

Metode penelitian ialah suatu cara ilmiah untuk mendapatkan suatu data dengan tujuan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian yang didasari dengan ciri-ciri keilmuan, seperti rasional, empiris, dan sistematis.

Rasional yang berarti penelitian yang dilakukan dengan cara-cara yang masuk akan yang masih bisa dijangkau oleh nalar manusia. Empiris berarti cara-cara penelitian yang dilakukan masih dapat diamati oleh panca indra manusia, sehingga orang-orang dapat mengamati serta mengetahui cara- cara yang dilakukan. Sistematis berarti pada saat proses penelitian menggunakan langkah-langkah yang sudah ditentukan yang bersifat logis52.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang memuat data untuk dianalisis dan menghasilkan data berupa deskrptif. Pada metode kualitatif ini berlandaskan pada filsafat postpositivisme, maksudnya ialah digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, yang mana peneliti sebagai instrumen kunci, teknik yang digunakan ialah gabungan

52 Sugiyono, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:

Alfabeta, 2019), h. 2.

(triangulasi), serta analisis data bersifat induktif, dan hasil dari penelitian ini menekankan makna dari pada generalisasi53.

Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dikarenakan sebuah pertimbangan yaitu dari perumusan masalah, pada penelitian ini menuntut untuk menggunakan jenis penelitian kualitatif, karena peneliti ingin membahas atau mengkaji klasifikasi ayat-ayat pada surah Al-Baqarah dalam Al-Quran yang memuat konsep himpunan menurut tafsir Al-Misbah, tafsir Al-Azhar dan tafsir Jalalain.

B. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun akademik 2021/2022 di jurusan tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Tadris, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu.

C. Data dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk deskriptif yang memuat kata-kata ataupun gambar, sumber data adalah subjek dari mana data dapat ditemukan dan menunjukan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh peneliti54. Adapun pada penelitian ini data-data yang digunakan ialah berupa buku matematika yang berjudul Matematika Dalam Al-Quran yang memuat materi himpunan, Al-Quran, buku tafsir Al-Misbah, buku tafsir Al-Azhar dan

53 Ibid., h. 9.

54 Albi Anggito dan Johan Setiawan, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jawa Barat: CV jejak, 2018), h. 10.

buku tafsir Jalalain serta tulisan terdahulu yang membahas mengenai konsep himpunan dalam Al-Quran.

D. Teknik Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan Content Analysis dengan teknik studi kepustakaan dimana peneliti menggunakan kajian pustaka agar memperoleh kajian-kajian yang dapat mendukung penelitian ini, selain itu peneliti juga menggunakan buku-buku literatur serta sumber referensi dan informasi yang berkompeten dari internet sehingga menjadi tambahan informasi bagi peneliti.

E. Teknik Analisis Data

Data yang telah diperoleh akan dianalisis sehingga dapat ditarik kesimpulan. Tahap analisis data merupakan data yang terpenting dalam suatu penelitian. Pada penelitian ini peneliti menggunakan jenis analisis kualitatif yang mana teknik ini mengungkapkan suatu masalah tidak dalam bentuk angka-angka melainkan dalam bentuk presepsi berdasarkan dari pengolahan data. Hasil dari pengolahan data tersebut akan berbentuk deskriptif. Pada teknik analisis data peneliti menggunakan teknik analisis isi (Content Analysis) dengan study literature. Menurut salah satu ahli yang bernama weber memaparkan bahwa analisis isi merupakan metode penelitian dengan menggunakan seperangkat prosedur untuk membuat simpulan yang valid dari

suatu teks55. Adapaun proses dalam Library Research terdapat Sembilan tahap diantaranya ialah 1) memilih topik umum, 2) melibatkan imajinasi peneliti, 3) memperhatikan satu atau lebih pertanyaan penelitian sebagai:

hasil dari brainstorming tentang topik peneliti, 4) mengembangkan rencana atau strategi penelitian, 5) alat referensi konsultasi dan mencari database, 6) mengidentifikasi dan memperoleh sumber, 7) mengevaluasi sumber berdasarkan pertanyaan penelitian, 8) mengalami wawasan berdasarkan refleksi, dan 9) menyusun pernyataan berdasarkan wawasan peneliti56.

F. Teknik Keabsahan Data

Kesalahan dalam sebuah penelitian merupakan hal yang biasa terjadi, baik dalam penelitian dengan menggunakan metode kualitatif ataupun metode penelitian lainnya. Adapun untuk menghindari adanya kesalahan maka dari itu perlu diadakan pengecekan kembali terhadap data-data yang sudah dikumpulkan. Kebenaran peneliti yang menggunakan metode kualitatif sangat bergantung pada data-data yang telah diperoleh. Hal ini perlu dilakukan sebelum data tersebut diproses menjadi suatu laporan, dengan demikian ketika laporan disajikan dapat terhindar dari adanya kesalahan maka dalam penelitian kualitatif ada beberapa macam uji keabsahan data salah satunya ialah dengan menggunakan model tiangulasi artinya mengulang atau

55 Jumal Ahmad, “Desain Analisis Isi (Content Analysis)”, Research Gate, (online), Volume 5 No 9, (2018), https://doi.org/10.13140/RG.2.2.12201.08804, diakses pada 17 November 2021.

56 Hary W George, The Elements of Library Research, (princeton and oxford: Princeton University Press, 2008), h. 33.

klarifikasi dengan aneka sumber57. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik keabsahan data yaitu dengan cara tringulasi sumber dengan pengecekan ahli. Teknik ini dilaksanakan dengan menyiapkan hasil yang diperoleh dalam bentuk diskusi dan konsultasi dengan informator ahli dalam bidang yang terkait, sehingga peneliti dapat memperbaiki hal-hal yang kurang tepat dalam penelitian yang sedang dilakukan.

57 Andarusni Alfansyur dan Mariyani, “Seni Mengelola Data: Penerapan Triangulasi Teknik, Sumber Dan Waktu Pada Penelitian Pendidikan Sosial”, Jurnal Kajian, Penelitian &

Pengembangan Pendidikan, (online), Volume 5 No 2, (2020), https://doi.org/10.31764/historis.v5i2.3432, diakses pada 20 November 2021.

52 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

Sebelum peneliti melakukan penelitian, harus ada beberapa yang perlu dipersiapkan dengan baik sehingga kendala-kendala yang ditemukan ketika melakukan penelitian dapat diminimalisir. Penelitian dilakukan dengan beberapa langkah antara lain:

1. Studi Pendahuluan

Mencari referensi beberapa buku dan jurnal tentang materi himpunan, Al-Quran terjemahan pada surah Al-Baqarah, buku tafsir Al- Misbah volume I, buku tafsir Al-Azhar jilid 1 dan buku tafsir Jalalain jilid 1 yang memuat ayat-ayat Al-Quran pada surah Al-Baqarah yang bisa dikaitkan dengan konsep himpunan.

2. Pengumpulan Data

a. Kajian Materi Himpunan dalam Surah Al-Baqarah berdasarkan Tafsir Al-Misbah, Tafsir Al-Azhar, dan Tafsir Jalalain

Kajian dalam penelitian ini adalah analisis ayat-ayat dalam surah Al-Baqarah yang ada kaitannya atau yang dapat dikaitkan dengan konsep himpunan dan bagaimana penafsiranya menurut tafsir Al-Misbah, tafsir Al-Azhar dan tafsir Jalalain.

b. Hasil

1) Ayat-ayat yang ada kaitannya dengan konsep himpunan dalam surah Al-Baqarah dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut

Tabel 4.1 (Konsep himpunan pada surah Al-Baqarah)

Surah Ayat

Macam- Macam Himpunan

Relasi Himpunan

Operasi Himpunan

Cara Menyatakan

Himpunan

2 2 Himpunan

Berhingga dan Himpunan tak

berhingga

Himpunan Bagian

-

Diagram Venn 3

4 5

6 Himpunan tak berhingga

- Irisan

(Intersection) 7

8 9 10

17 Himpunan Berhingga

- -

18

26 Himpunan tak berhingga

- Irisan

(Intersection) 62 Himpunan tak

berhingga

Himpunan Lepas

- 75 Himpunan tak

berhingga

Himpunan Lepas

- 81 Himpunan tak

berhingga

Himpunan Lepas

- 82

96

Himpunan berhingga dan

himpunan tak berhingga

Himpunan Bagian

-

104 Himpunan tak berhingga

Himpunan Lepas

- 113 Himpunan tak

berhingga

Himpunan Lepas

-

212

Himpunan berhingga dan

himpunan tak berhingga

Himpunan Bagian dan

Himpunan Lepas

-

B. Pembahasan

Analisis keterkaitan konsep himpunan dalam surah Al-Baqarah berdasarkan tafsir Al-Misbah, tafsir Al-Azhar, tafsir Jalalain. Berdasarkan

macam-macam himpunan terdapat tiga macam himpunan pada surah Al- Baqarah yaitu himpunan berhingga dan himpunan tak berhingga terdapat pada QS. Al-Baqarah ayat 2-5, ayat 96 dan ayat 212. Himpunan berhingga terdapat pada QS. Al-Baqarah ayat 17-18. Himpunan tak berhingga terdapat pada QS. Al-Baqarah ayat 6-10, ayat 26, ayat 62, ayat 75, ayat 81-82, ayat 104 dan ayat 113.

Berdasarkan relasi himpunan terdapat tiga macam relasi himpunan pada surah Al-Baqarah yaitu himpunan bagian terdapat pada QS. Al-Baqarah ayat 2-5 dan ayat 96. Himpunan lepas terdapat pada QS. Al-Baqarah ayat 62, ayat 75, ayat 81-82, ayat 104, dan ayat 113. Himpunan bagian dan himpunan lepas terdapat pada QS. Al-Baqarah terdapat pada ayat 212, sedangkan ayat 6-10, ayat 17-18 dan ayat 26 bukan termasuk relasi himpunan.

Berdasarkan operasi himpunan terdapat satu macam operasi himpunan pada surah Al-Baqarah yaitu irisan (intersection) yaitu terdapat pada ayat 6- 10 dan ayat 26. Terdapat beberapa cara dalam menyatakan himpunan, pada penelitian ini peneliti dalam menyatakan himpunan menggunakan diagram Venn. Adapun untuk penjelasan lebih lanjut akan dijelaskan melalui uraian dibawah ini.

a. QS. Al-Baqarah (2) : (2-5)















































































Artinya: 2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, 3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. 4. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab- kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. 5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Al- Baqarah 2: 2-5)58

Pada ayat-ayat diatas berdasarkan terjemahannya menjelaskan sekelompok orang yang bertakwa adapun yang termasuk orang-orang yang bertawa ialah mereka yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki, mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) maka mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhan dan meraka itulah orang-orang yang beruntung59. Pada penjelasan diatas terdapat adanya keterkaitan konsep himpunan yaitu menjelaskan sekelompok orang-orang yang bertakwa serta sekelompok orang-orang yang termasuk bagian dari orang-orang yang bertakwa. Hal tersebut jika diuraikan akan menjadi sebagai berikut:

a) Berdasarkan Macam-Macam Himpunan

58 Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Quran dan Terjemahannya, (Surakarta:

Shafa Media, 2015), h. 2.

59 Ibid.

Misalkan himpunan A merupakan himpunan orang-orang yang bertakwa. Himpunan A merupakan himpunan berhingga karena anggota-anggotanya diketahui dan berhingga.

Misalkan himpunan B merupakan himpunan orang-orang yang percaya pada yang gaib. Himpunan B merupakan himpunan tak berhingga dimana anggota-anggotanya tidak diketahui sehingga orang-orang yang percaya pada yang gaib tidak dapat dihitung jumlahnya. Hal ini menyatakan bahwa orang-orang yang percaya pada yang gaib termasuk kedalam himpunan yang tak berhingga.

Misalkan himpunan C merupakan himpunan orang-orang yang mendirikan sholat. Himpunan C merupakan himpunan tak berhingga dimana anggota-anggotanya tidak diketahui sehingga orang-orang yang mendirikan sholat tidak dapat dihitung jumlahnya. Hal ini menyatakan bahwa orang-orang yang mendirikan sholat termasuk kedalam himpunan yang tak berhingga.

Misalkan himpunan D merupakan himpunan orang-orang yang berinfaq. Himpunan D merupakan himpunan tak berhingga dimana anggota-anggotanya tidak diketahui sehingga orang-orang yang berinfaq tidak dapat dihitung jumlahnya. Hal ini menyatakan bahwa orang-orang yang berinfaq termasuk kedalam himpunan yang tak berhingga.

Misalkan himpunan E merupakan himpunan orang-orang yang percaya kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad saw dan

percaya kepada apa yang diturunkan sebelum nabi Muhammad saw.

Himpunan E merupakan himpunan tak berhingga dimana anggota- anggotanya tidak diketahui sehingga orang-orang yang percaya kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad saw dan percaya kepada apa yang diturunkan sebelum nabi Muhammad saw tidak dapat dihitung jumlahnya. Hal ini menyatakan bahwa orang-orang yang percaya kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad saw dan percaya kepada apa yang diturunkan sebelum nabi Muhammad saw termasuk kedalam himpunan yang tak berhingga.

Misalkan himpunan F merupakan himpunan orang-orang yang percaya kepada akhirat. Himpunan F merupakan himpunan tak berhingga dimana anggota-anggotanya tidak diketahui sehingga orang-orang yang percaya kepada akhirat tidak dapat dihitung jumlahnya. Hal ini menyatakan bahwa orang-orang yang percaya kepada akhirat termasuk kedalam himpunan yang tak berhingga.

Sehingga himpunan semesta atau himpunan yang sedang dibicarakan adalah manusia.

b) Berdasarkan Relasi Himpunan

Pada ayat tersebut menjelaskan bagian atau sifat dari orang-orang yang bertakwa itu ialah mereka yang percaya pada yang gaib, mereka yang mendirikan shalat, mereka yang menginfaqkan sebagian hartanya, mereka yang percaya dengan apa yang diturunkan kepada Muhhammad saw dan percaya dengan apa yang diturukan

sebelumnya serta mereka percaya dan yakin akan akhirat. Hal ini termasuk kedalam salah satu relasi himpunan yaitu himpunan bagian. Adapun jika dikatakan himpunan B merupakan himpunan bagian dari A jika dan hanya jika setiap anggota himpunan B juga termuat di himpunan A60. Misalkan, himpunan A merupakan orang- orang yang bertakwa, himpunan B merupakan orang-orang yang percaya kepada yang gaib, himpunan C merupakan orang-orang yang mendirikan shalat, himpunan D merupakan himpunan orang- orang yang berinfaq, himpunan E merupakan orang-orang yang percaya kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad saw dan percaya kepada apa yang diturunkan sebelum nabi Muhammad saw, dan himpunan F merupakan orang-orang yang percaya kepada Akhirat. Sehingga jika dinotasikan dalam himpunan menjadi .

c) Berdasarkan Cara Menyatakan Himpunan

Pada ayat tersebut dalam menyatakan himpunannya dapat dinyatakan menggunakan diagram Venn, jika digambarkan akan menjadi seperti gambar dibawah ini:

60 Afidah Khairunnisa, Matematika Dasar, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2014), h.

53

Gambar 4.1 (Himpunan Bagian) Keterangan:

S = {Manusia}

A = {Orang-orang bertakwa}

B = {Orang-orang yang percaya kepada yang gaib}

Sehingga jika dinotasikan dalam himpunan akan menjadi seperti ini .

Gambar 4.2 (Himpunan Bagian) Keterangan:

S

A

B

S

A

C

S = {Manusia}

A = {Orang-orang bertakwa}

C = {Orang-orang yang mendirikan shalat}

Sehingga jika dinotasikan dalam himpunan akan menjadi seperti ini .

Gambar 4.3 (Himpunan Bagian) Keterangan:

S = {Manusia}

A = {Orang-orang bertakwa}

D = {Orang-orang yang berinfaq}

Sehingga jika dinotasikan dalam himpunan akan menjadi seperti ini .

S

A

D

Gambar 4.4 (Himpunan Bagian) Keterangan:

S = {Manusia}

A = {Orang-orang bertakwa}

E = {Orang-orang yang percaya kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad saw dan percaya kepada apa yang diturunkan sebelum nabi Muhammad saw}

Sehingga jika dinotasikan dalam himpunan akan menjadi seperti ini .

Gambar 4.5 (Himpunan Bagian)

S

A

E

S

A

F

Keterangan:

S = {Manusia}

A = {Orang-orang bertakwa}

F = {Orang-orang yang percaya kepada Akhirat}

Sehingga jika dinotasikan dalam himpunan akan menjadi seperti ini .

Adapun untuk penjelasan kandungan ayat lebih detail akan dijelaskan berdasarkan beberapa tafsir dibawah ini:

1) Tafsir Al Misbah

Pada ayat kedua terdapat kata-kata orang-orang bertakwa, berdasarkan tafsir Al-Misbah takwa ialah orang yang menghindar.

Adapun maksud menghindar dari ayat ini ialah terdapat tiga tingkat penghindaran. Pertama ialah menghindar akan kekufuran dengan cara beriman kepada Allah swt. Kedua, melaksanakan segala perintah-Nya dan senantiasa selalu menjauhi larangan-Nya. Ketiga, mengindar akan seluruh aktivitas yang menyebabkan jauh dari Allah swt. Takwa adalah penamaan bagi orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh. Takwa adalah nama bagi semua amal-amal kebajikan, serta diperuntukkan bagi orang-orang yang mengerjakan amal-amal kebajikan maka ia telah menyandang ketakwaan61.

61 M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur‟an, Volume I , (Jakarta: Lentera Hati, 2002), h. 89.

Pada ayat 3-4 dalam tafsir Al-Misbah ini memaparkan bahwa penjelasan pada ayat tersebut menjelaskan sifat-sifat dari orang- orang yang bertakwa dengan kata lain mereka yang memiliki sifat- sifat tersebut merupakan bagian dari orang-orang yang bertakwa62.

Pertama, mereka yang percaya akan yang gaib. Adapun maksud dari gaib disini ialah yang diinformasikan dari Al-Quran dan Sunnah. Jika sesuatu dapat dilihat serta diraba dan tahu hakikatnya maka sesuatu itu tidak termasuk gaib, sebaliknya jika sesuatu tidak dapat dilihat serta diraba dan tidak tahu hakikatnya serta sesuatu itu diinformasikan oleh Al-Quran dan Sunnah maka itu termasuk gaib dan menjadi objek iman. Begitupun halnya dalam mengimani pasti sesuatu itu bersifat abstrak dan tidak dapat dijangkau, dengan kata lain percaya akan keesaan Allah serta informasi-informasi yang telah diberikan-Nya. Jadi sifat pertama dari orang yang bertakwa ialah percaya kepada Allah swt. Kedua, mereka yang melaksakan shalat dengan benar. Adapun maksudnya ialah melaksakan dengan khusyuk sesuai syariat, rukun serta sunnahnya sesuai yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw. Ketiga, menafkahkan atau menginfaqkan apa yang dimiliki dengan hati yang tulus secara berkesinambungan, baik itu yang wajib ataupun yang Sunnah, untuk kepentingan pribadi, keluarga ataupun untuk orang-orang yang membutuhkannya. Ayat ini mempunyai isyarat bahwa bertakwa

62 M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur‟an, Volume I , (Jakarta: Lentera Hati, 2002), h. 91.

Dalam dokumen DAFTAR TABEL (Halaman 56-61)

Dokumen terkait