• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR TABEL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "DAFTAR TABEL "

Copied!
151
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Manakah ayat dalam Surah Al-Baqarah dalam Al-Quran yang boleh kita kaitkan dengan konsep berkumpul. Apakah pengkategorian konsep himpunan, maka bagaimana pula tafsiran berdasarkan tafsiran ayat Al-Misbah, Al-Azhar dan Jalalain.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

LANDASAN TEORI

Matematika Dalam Al-Quran

Secara etimologis Al-Qur'an adalah isim masdhar, yaitu kata benda yang berasal dari kata Qoro'a dengan arti isim Maf'ul yang berarti "membaca". Tidak hanya itu, Al-Qur'an juga memuat konsep-konsep matematika lainnya seperti konsep aljabar operasi penjumlahan. 22 Farahatul Ilfiani, Konsep Matematika dalam Al-Quran Surat An-Nisa, Tesis Tadris Program Studi Matematika Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan Guru IAIN Purwokerto, 2021, hal.

Selain itu terdapat keterkaitan konsep matematika yaitu trigonometri dengan Al-Quran yang terdapat dalam surat Al-Fatihah (1:7), Allah SWT berfirman. Alquran dan matematika merupakan dua hal yang sangat berkaitan, karena matematika merupakan salah satu ilmu yang konsepnya banyak dijelaskan oleh ayat-ayat yang ada. 29 Tri Pendra, Klasifikasi Ayat Al-Quran yang Mengandung Konsep Matematika, Skripsi Jurusan Matematika Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 2012, hal.

Pada ayat di atas jelas terdapat pertanyaan untuk mempelajari dan memahami isi Al-Quran, hal ini bertujuan agar manusia dapat memahami ilmu yang terkandung dalam Al-Qur'an. Tidak dapat dipungkiri bahwa Al-Quran mempunyai pesan-pesan yang perlu dikaji dari berbagai aspek keilmuan, khususnya di bidang matematika.

Himpunan

Hati-hati dalam menulis unsur atau anggota suatu himpunan karena hanya dapat ditulis satu kali. Lambang suatu unsur atau anggota suatu himpunan dilambangkan dengan " " dan dibaca sebagai anggota atau unsur suatu himpunan, sedangkan lambang untuk sesuatu yang bukan merupakan unsur atau anggota suatu himpunan dilambangkan dengan " " dan dibaca sebagai bukan anggota atau bukan anggota suatu himpunan. Sedangkan pada diagram Venn, himpunan diwakili oleh suatu daerah lengkung tertutup, sedangkan alam semesta adalah suatu daerah yang terdapat dalam persegi panjang, dan anggota-anggota himpunan dinyatakan dengan titik-titik yang ada di dalamnya.

Misalnya, himpunan bagian dari himpunan A disebut himpunan bagian dari himpunan B jika dan hanya jika setiap anggota himpunan A merupakan anggota himpunan B, atau himpunan B dapat dikatakan memuat himpunan A dan dilambangkan dengan . Jika setiap anggota himpunan A merupakan anggota himpunan B dan terdapat anggota himpunan B yang bukan anggota himpunan A, maka A disebut himpunan bagian real dari B. Karena semua anggota himpunan P juga merupakan anggota himpunan R, maka himpunan P merupakan himpunan bagian real dari himpunan R, dan dapat ditulis.

Gabungan himpunan A dan himpunan B adalah himpunan yang anggota-anggotanya memuat anggota himpunan A atau anggota himpunan B atau kedua-duanya. Perpotongan himpunan A dan himpunan B adalah himpunan yang anggota-anggotanya merupakan anggota himpunan A tetapi juga merupakan bagian dari anggota himpunan B.

Diagram  venn  ini  dipopulerkan  oleh  matematikawan  yang  bernama  John  Venn.  Untuk  menggambarkan  suatu  hubungan  antara  himpunan-himpunan,  kita  dapat  menggunakan  diagram  venn
Diagram venn ini dipopulerkan oleh matematikawan yang bernama John Venn. Untuk menggambarkan suatu hubungan antara himpunan-himpunan, kita dapat menggunakan diagram venn

Tafsir Al-Misbah

Ketiga, kekeliruan bukan sahaja berlaku di kalangan masyarakat umum dengan ilmu Al-Qur'an, malah ada juga yang sudah berkecimpung dalam pengajian Al-Qur'an. Dari berbagai permasalahan di atas yang menjadikan latar belakang Quraish Shihab dalam pembuatan kitab tafsir Al-Misbah. Penulisan tafsir Al-Misbah secara sistematik meliputi pendahuluan yang memuat jumlah ayat, tempat turunnya surat, nama surat, hubungan dengan surah lain, serta gambaran tentang asbabun nuzul dan kandungan bab tersebut.

Tafsir Al-Misbah terdiri dari 15 jilid, dimana dalam penelitian ini hanya digunakan jilid satu yang berisi surah Al-Fatihah dan Al-Baqarah.

Tafsir Al-Azhar

Semasa dalam tahanan Buya HAMKA, beliau menggunakan masanya untuk menulis dan menyempurnakan tafsir 30 juznya. Tafsir Al-Azhar ini ditulis atas dasar pandangan dan mempunyai kerangka manhaj yang jelas dengan merujuk kepada kaedah-kaedah bahasa Arab, tafsir salaf, asbab al-nuzul, ilmu hadis, ilmu hukum perkara dan yang lain. Tafsir Al-Azhar ini merupakan pencapaian terbesar Buya HAMKA dalam mengembangkan pemikiran yang memartabatkan dakwah, yang mempunyai pengaruh besar terhadap penulisan tafsir di Nusantara.

Tujuan penulisan tafsir Al-Azhar ini adalah untuk memperkuat dan menunjang gerakan dakwah para dai43. 44 Aviv Alviyah, “Metode Tafsir Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar,” Jurnal Ilmiah Ushuluddin, (online), Volume 15 No. Pada setiap surah terdapat pendahuluan dan di akhir tafsirnya, Buya HAMKA memberikan pesan nasehat agar pembaca dapat mengambil hikmah yang terkandung dalam berbagai surah dalam Al-Quran yang ia tafsirkan.

Sebelum ia menerjemahkan dan menafsirkan suatu ayat dalam suatu surah, terlebih dahulu dituliskan setiap surah beserta maknanya, jumlah ayat dan tempat diturunkannya ayat tersebut. Penyajiannya ditulis dalam bagian-bagian pendek yang terdiri dari beberapa ayat, misalnya satu sampai lima ayat dengan teks Arab dan terjemahan bahasa Indonesia. Terkadang Buya HAMKA juga menyebutkan kualitas sebuah hadis yang disertakan untuk memperkuat penafsirannya terhadap suatu pembahasan.

Pada setiap surah, Buya Hamka menambahkan topik-topik tertentu dan mengelompokkan beberapa ayat yang akan menjadi bahan pembahasan. Buya HAMKA menggunakan metode tafsir bi al-Iqtiran karena dalam penafsirannya ia tidak hanya menggunakan Al-Qur’an, hadis, tabi’in dan sejarah dari tafsir al-mu’tabarah saja, namun juga memberikan penjelasan ilmiah atas penafsirannya, khususnya yang . berkaitan dengan ayat-ayat kauniyeh. Buja HAMKA dalam penafsirannya selain menggunakan metode penafsiran bi al-ma'sur, beliau juga menggunakan metode penafsiran bi el-ray.

Corak dalam penafsiran Buya HAMKE adalah law adabii wa ijtima'i, terlihat dari latar belakang penulisan Buya HAMKE, beliau berusaha menafsirkan ayat-ayat tersebut dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh semua kalangan. Selain itu beliau memberikan penjelasan berdasarkan kondisi sosial saat ini yaitu pada masa pemerintahan orde lama dan kondisi politik pada saat itu45.

Tafsir Jalalain

Ini dapat dilihat dari karya-karya beliau yang bermutu seperti Syarh jam' Al-Jawami' (Ushul Fiqh), Syarah Al-Minhaj (Fiqih), Tafsir Al-Adzim dan Tafsir Jalalain yang disempurnakan oleh muridnya Jalaluddin as-Suyuthi, dan sebagainya. . Imam As-Suyuthi mempunyai nama penuh iaitu Abdurrahman bin Abu Bakar bin Usman bin Muhammad bin Khidhir bin Ayyub bin Muhammad bin Syeikh Hamam Al-Din Al-Khudairi Al-Suyuthi Al-Syafi'i. Beliau lebih dikenali sebagai As-Suyuthi yang disandarkan kepada bapanya yang dilahirkan di As-Suyuthi.

Beliau mempunyai semangat yang tinggi dalam menuntut ilmu dan beliau juga mempunyai kepintaran umum yang luas yang kita lihat sejak kecil. Adapun karya luar biasa beliau, seperti menulis beberapa kitab antara lain al-Itqan fi Ulum al-Qur'an (Ulumul Qur'an), Al-Asyab wa-Alnazir (Nahwu), Al-Fiyah (Ilmu Hadis) dan lain-lain, beberapa daripada mereka. 46 Rahmad Hidayat Ajrun Imam, Tafsir Jalalain Sebagai Rujukan dalam Dayah Salaf di Kabupaten Aceh Besar, Tesis, Fakultas Ushuluddin dan Falsafah, 2020, hlm.

Kaedah tafsir yang digunakan adalah sama iaitu kaedah tahlili dengan corak wang kertas ra'yi, kerana Imam As-Suyuthi mengikut Imam al-Mahlli. Jilid pertama mengandungi pengenalan dan penjelasan Surah Al-Baqarah kepada Surah Al-Isra‟ adalah karya Jalaluddin Al-Mahalli. Jilid kedua mengandungi tafsir al-Kahfi di akhir Surah an-Nas yang ditulis oleh Imam As-Suyuthi, Surah Al-Fatihah diletakkan selepas Surah An-Nas dan tatimmah (kesimpulan)48.

Penelitian Relevan

METODOLOGI PENELITIAN

Waktu dan Tempat Penelitian

Data dan Sumber Data

Prosedur Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan bentuk analisis kualitatif, dimana teknik ini mengungkapkan suatu permasalahan bukan dalam bentuk angka-angka, melainkan berupa persepsi berdasarkan pengolahan data. Menurut seorang ahli bernama Weber, analisis isi adalah metode penelitian yang menggunakan serangkaian prosedur untuk menarik kesimpulan yang valid. sebuah teks55. Proses dalam penelitian kepustakaan mempunyai sembilan tahapan, antara lain 1) memilih topik umum, 2) melibatkan imajinasi peneliti, 3) memperhatikan satu atau lebih pertanyaan penelitian seperti: ... hasil brainstorming tentang topik peneliti, 4) menyusun rencana atau strategi penelitian, 5) berkonsultasi dengan alat referensi dan mencari database, 6) mengidentifikasi dan memperoleh sumber, 7) mengevaluasi sumber berdasarkan pertanyaan penelitian, 8) mengalami wawasan berdasarkan refleksi dan 9) menyiapkan pernyataan berdasarkan peneliti wawasan56.

Teknik Keabsahan Data

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pembahasan

PENUTUP

Saran

Dalam memahami makna atau isi isinya diperlukan bantuan berupa tafsir agar lebih mudah memahami isi setiap ayat dan menghindari kesalahan dalam memahami setiap isi Al-Qur’an. Palopo: Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah & Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo. Pentingnya Pemahaman Al-Qur'an dan Ilmu Pengetahuan (Pentingnya Pemahaman Al-Qur'an dan Ilmu Pengetahuan).

Klasifikasi ayat Al-Quran yang mengandungi konsep operasi nombor dan mengintegrasikannya dengan Islam.

Irisan/Intersection)

Gambar

Diagram  venn  ini  dipopulerkan  oleh  matematikawan  yang  bernama  John  Venn.  Untuk  menggambarkan  suatu  hubungan  antara  himpunan-himpunan,  kita  dapat  menggunakan  diagram  venn
Gambar 2. 2 (Himpunan bilangan ganjil kurang dari 10)
Gambar 2. 4 (Himpunan bilangan prima kurang dari 17)
Gambar 2. 3 (Himpunan bilangan asli kurang dari 7)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Ruang Lingkup Agar tidak adanya penyimpangan atau terlalu luasnya pembahasan maka pada ruang lingkup ini dibuat sebuah batasan masalah, dimana batasan masalah yang akan dibahas dalam

2.1.1 Forma del barometro Il barometro consta di un tubo di vetro chiuso ad una estremità e ripieno di mercurio, capovolto su di un vaso anch’esso ripieno di mercurio; mediante un’asta