BAB II TINJAUAN PUSTAKA
L. Penelitian Terdahulu
26
menginvestasikan dananya
disarankan untuk lebih cermat dalam
menganalisa dan memperhatikan kinerja
perusahaan sehingga tidak terpengaruh oleh peningkatan pembayaran dividen yang semu.
3. Ni Komang Ayu
Purnama Sari, Gusti Ayu Nyoman Budiasih, 2016
Pengaruh Kepemilikan managerial, kepemilikan Institusional, Free cash flow Dan
profitabilitas Pada Kebijakan dividen
Kuantitatif Variabel independen yaitu
kepemilikan managerial dan free cash flow mempunyai pengaruh signifikan terhadap
dividend payout ratio (DPR), serta kepemilikan institusional dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan pada dividen payout ratio.
4. Bayu Irfandi Wijaya, I.B. Panji Sedana, 2015
Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan (Kebijakan dividen Dan kesempatan investasi sebagai Variabel mediasi)
Kuantitatif Kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai
perusahaan.Hal ini disebabkan semakin besardividen yang dibagikan akan
mempengaruhi harga saham dari sebuah
28
perusahaan, perusahaan yang memberikan dividen secara konstan dan cenderung meningkat
akanmemberikan sentiment positif kepada investor 5. AA ngurah
dharma adi putra, Putu vivi lestari, 2016
Pengaruh kebijakan dividen, likuiditas, profitabilitas Dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan
Kuantitatif Ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.
Apabila ukuran perusahaan meningkat maka nilai perusahaan juga meningkat.
Hal ini membuktikan perusahaan perlu meningkatk an ukuran
perusahaan agar perusahaan terlihat terus berkembang dan memiliki kinerja yang baik
M. Kerangka Pikir
Kerangka berpikir merupakan gambaran sistematis dari kinerja teori dalam memberikan solusi atau alternative.Solusi dari serangkaian masalah yang ditetapkan. Kerangka pemikiran dapat disajikan dalam bentuk bagan, deskripsi kuantitatif, dan atau gabungan keduanya, (Abdul Hamid, 2016:15).
Adapun kerangka pikir yang digunakan dalam pembahasan ini sebagai berikut:
1. Variabel Independen
Variabel yang merupakan rangsangan untuk mempengaruhi variabel yang lain. Yang menjadi variabel independen adalah pembagian dividen (X).
2. Variabel Dependen
Suatu jawaban atas hasil dari perilaku yang dirangsang.
Dalam hal ini yang menjadi variabel dependen adalah jumlah investor (Y)
Keterangan :
X = Variabel Independen Y = Variabel Dependen
N. Hipotesis
“Diduga pembagian deviden berpengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah investor kepemilikan saham pada PT. Telkom Indonesia”
Pembagian Deviden (X)
Jumlah Investor Kepemilikan Saham
(Y)
30
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang pengembilan keputusan merujuk pada angka, dan menggunakan analisis statistik. Jenis pendekatan penelitian kuantiitatif karena dalam proses pengambilan keputusan dalam hasil penelitian didasarkan pada angka angka yang diregulasikan dengan observasi dalam peneltian ini.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Peneliti mengambil tempat di Galeri Investasi BEI-Unismuh Makassar.
Adapun waktu penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan yaitu dari bulan Agustus sampai Oktober 2020.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi Menurut Sugiyono (2015 : 135) mendefinisikan populasi sebagai berikut : “Dalam penelitian kuantitatif populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.”
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh laporan keuangan pada PT.Telkom Indonesia,Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia mulai dari periode 2015-2019.
30
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2012).
Agar sampel yang diambil representatif, maka diperlukan teknik pengambilan sampel. Penentuan sampel perlu dilakukan dengan cara yang dapat dipertanggung jawabkan untuk mendapatkan data yang benar, sehingga kesimpulan yang diambil dapat dipercaya. Maka Dari Itu Penentuan Sampel Didasarkan Pada Perolehan Data Oleh Perusahaan Yang Dalam Hal Ini Periode 2015 – 2019 dengan menggunakan system pemilihan data sekunder.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunkan teknik dokumentasi.Teknik dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data melalui catatan peristwa yang berbentuk tulisan, gambar, angka, karya- karya dari individu/intansi yang sudah berlalu (Sugiyono, 2015:240).
Dengan meliputi laporan keuangan tahunan PT.Telkom Indonesia meliputi periode yang ingin di teliti, serta data relevan lainnya yang dapat di aksesmelalui: www.telkom.co.iddanwww.idx.co.id
E. Teknik Analisis Data.
Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, dimana metode ini dasarkan pada kejadian di lapangan, kemudian diregulasikan dalam bentuk uji analisis data, yakni dalam hal ini adalah uji linier regresi, uji hipotesis dan uji R2. dengan bantuan komputer melalui program IBM SPSS 21 for windows.
32
1. Pendekatan Analisis Deskriptif
Jenis metode analisis deskriptif merupakan kegiatan dengan mengumpulkan, mengolah, mengklasifikasikan dan menginterpretasikan data penelitian sehingga diperoleh gambaran yang jelas mengenai objek yang diteliti.
2. Analisis Regresi sederhana
Analisis regresi sederhana digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas (pembagian deviden) terhadap variabel terikat (jumlah investor). Bentuk umum persamaan regresi berganda adalah:
Y= a +bx +e Dimana :
Y : jumlah investor (kepemilikan saham) a : constanta
b : Koefisien regresi X : pembagian deviden e : Standard error (error term)
Kemudian setelah di tentukan tehnik analisis regresi berganda yang di lakukan dalam penelitian ini, maka akan di lakukan hipotesis yang terdiri dari uji determinasi R2, dan uji t (parsial).
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Singkat Lokasi Penelitian
PT.Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, biasa disebut Telkom Indonesia atau Telkom adalah perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia. Telkom mengklaim sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, dengan jumlah pelanggan telepon tetap sebanyak 15 juta dan pelanggan telepon seluler sebanyak 104 juta.
Telkom merupakan salah satu BUMN yang 52,09% sahamnya saat ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia, dan 47,91% dimiliki oleh publik.
Telkom juga menjadi pemegang saham mayoritas di 13 anak perusahaan, seperti PT.Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), Telkom Akses, Telkom Metra.
Sejarah TELKOM berawal pada tahun 1856, tepatnya tanggal 23 Oktober 1856, yaitu saat pengoperasian telegrap elektromagnetik pertama di Indonesia yang menghubungkan antara Batavia (Jakarta) dengan Buitenzorg (Bogor) oleh Pemerintah Kolonial Belanda.
Selanjutnya pada tahun 1884, didirikanlah perusahaan swasta yang menyediakan layanan pos dan telegrap domestik dan kemudian layanan telegrap internasional. Layanan telepon mulai diperkenalkan tahun 1882 sampai dengan 1906, layanan telepon disediakan oleh perusahaan swasta. Pada 1906, Pemerintah Kolonial Belanda membentuk lembaga
33
34
pemerintah untuk mengendalikan seluruh layanan pos dan telekomunikasi di Indonesia. Pada 1961, sebagian besar dari layanan ini dialihkan kepada perusahaan milik negara. Pada 1965, pemerintah memutuskan pemisahan layanan pos dan telekomunikasi ke dalam dua perusahaan milik negara, yaitu PN Pos dan Giro dan PN Telekomunikasi. Pada tahun 1974, PN Telekomunikasi dibagi menjadi dua perusahaan milik negara, yaitu Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang bergerak sebagai penyedia layanan telekomunikasi domestik dan internasional serta PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (PT. INTI) yang bergerak sebagai pembuat perangkat telekomunikasi. Pada tahun 1980, bisnis telekomunikasiinternasional diambil alih oleh PT. Indonesian Satellite Corporation (Indosat) yang baru saja dibentuk saat itu. Selanjutnya pada 1991, Perumtel mengalami perubahan status, yaitu menjadi perseroan terbatas milik negara dengan nama Perusahaan Perseroan (Persero) PT.Telekomunikasi Indonesia, atau TELKOM.
2. Struktur Organisasi dan Job Descriptions a. Struktur Organisasi
b. Job Description
a. EVP Telkom Regional 7 KTI
Kepala Telkom regional 7 KTI tugasnya adalah bertanggung jawab dalam membangun, memelihara, dan melayani kebutuhan masyarakat dalam memenuhi layanan telekomunikasi, informasi, media, edutainment dan services. Setiap hari dalam pekerjaannya kepala Telkom Regional 7 KTI disebut Eksecutive Vice President (EVP) yang dibantu 2 orang Deputy, yaitu Deputy Marketing dan Deputy Infrastruktur.
b. Deputy EVP Marketing Regional 7 KTI
Deputy EVP Marketing tugasnya adalah bertanggung jawab terhadap layanan, pemeliharaan berdasarkan standar pelayanan, penjualan produk, dan pemasaran. Kesehariannya, Deputy Marketing dibantu SM Costumer care & Marketing, OSM Reg Entr Gov, Bis Serv, OSM Wholesale Service
36
c. SM Costumer care & Marketing
SM Costumer care & Marketing tugasnya adalah bertanggung jawab terhadap pemasaran seluruh produk telkom dan pelayanan after service. Pelayanan tersebut ada diberbagai tempat seperti di Plasa Telkom, call centre 147, dan website telkom.co.id serta layanan sosial media.
d. OSM Reg Entr Gov, Bis Serv
OSM Reg Entr Gov, Bis Serv tugasnya adalah bertanggung jawab memberikan layanan telekomunikasi kepada pelanggan entrepreneurship pengusaha-pengusaha perusahaan besar, perbankan, dan juga pemerintahan.
e. OSM Reg Wholesale Service
OSM Reg Wholesale Service tugasnya adalah bertanggung jawab dalam pemasaran jaringan longdistance dan pelayanan kepada operator line.
f. Deputy EVP Infrastruktur Regional 7 KTI
Deputy EVP Infrastruktur tugasnya adalah bertanggung jawab pada pembangunan jaringan fiber optik maupun pemeliharaan jaringan yang lama. Kesehariannya, Deputy Infrastruktur dibantu oleh : OSM ROC, OSM Engginering & Development, OSM Managed Service Operation, OSM Network Operation Support.
g. OSM ROC (Regional Operation Centre)
OSM ROC (Regional Operation Centre) tugasnya adalah bertanggung jawab dalam mengoperasikan, memonitor dan komplain pelanggan dari sisi monitoring sistem informasi.
h. OSM Engineering & Development
OSM Engineering & Development tugasnya adalah bertanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur broadband baru maupun progra penggantian atau modernisasi jaringan kabel.
i. OSM Managed Service Operation
OSM Managed Service Operation tugasnya adalah bertanggung jawab mengoperasikan telekomunikasi broadband disisi pelanggan.
j. OSM Network Operation Support
OSM Network Operation Support tugasnya adalah bertanggung jawab terhadap pembangunan dan pemeliharaan jaringan telkomsel dalam mengimplementasikan jaringan one network telkomsel.
Disamping tugas-tugas Marketing dan Infrastruktur ada satu kelompok support yang terdiri dari: SM General Affair, SM Human Capital, SM Payment Collection & Finance, SM Bussines Planning & Performence.
a. SM General Affair
SM General Affair yang di pimpin oleh seorang Senior maneger General Affair tugasnya adalah bertanggung jawab terhadap proses pengadaan, evaluasi proyek, dan proses pembayaran proyek.
b. SM Human Capital
SM Human Capital yang di pimpin oleh seorang Senior manager Human Capital tugasnya adalah bertanggung jawab mengelola sumber daya manusia yang ada, rekruitasi, dan pemenuhan kebutuhan unit bisnis operasional.
38
c. SM Payment Collection &Finance
SM Payment Collection & Finance yang di pimpin oleh Senior manager Payment Collection. Tugasnya adalah bertangung jawab dalam
mengcollect seluruh pembayaran pelanggan telkom, termasuk pembiayaan proyek.
d. SM Bussines Planning & Performence
SM Bussines Planning & Performence yang di pimpin oleh seorang Senior manager. Tugasnya adalah bertanggung jawab dalam
perencanaan pembangunan, budget control, performence menegement, quality service dan revenue assurance
3. Visi dan Misi Organisasi a. Visi
Menjadi perusahaan InfoComm terkemuka diregional.
b. Misi
1) Menyediakan layanan InfoComm terpadu dan lengkap dengan kualitas terbaik dan hargakompetitif.
2) Menjadi model pengelolaan korporasi terbaik diIndonesia.
B. Hasil Penelitian
Analiais variabel bertujuan untuk melihat hasil dari bagaimana prospek variable kebijakan deviden terhadap kepemilikan saham pada perusahaan Telkom.Tentunya hal ini disesuaikan dengan laju arus laporan keuangan selama periode tertentu, dan menjadi dasar pula dalam menentukan arah konsep pengambilan keputusan. Untuk lebih jelasnya akan disajikan loparan arus keuangan sebagai berikut :
volume (ADS) Penutupan
Harga Per ADS Terendah
(dalam US$) Tertingg
i Tahun
Kalender
1. Analisis Variabel Penelitian variable independent
Konsep saham sebetulnya mudah untuk dipahami. Saham merujuk pada tanda penyertaan modal dari satu pihak dalam perusahaan atau perseroan terbatas. Adanya penyertaan modal ini membuat pihak tersebut mempunyai hal atas klaim pendapatan perusahaan, klaim asset perusahaan bahkan juga memiliki hak hadir dalam rapat umum pemegang saham. Begtu pula pada perusahaan PT.Telkom sebagai salah satu perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam pasar bursa saham, berikut ini data informasi saham olehperusahaansebagaiberikut:
Tabel 4.1 Informasi Saham
2015 23,54 17,05 22,20 87.438.232
2016 23,54 17,05 22,20 87.438.232
2017 34,65 21,22 29,16 110.532.172
2018 36,19 28,10 32,22 76.122.383
2019 32,51 21,75 26,21 98.313.215
Berdasarkan table 4.1 mengenai informasi saham pada perusahaan BUMN (PT. Telkom), terlihat bahwa harga saham tertingi berada pada angka 36,19 pada tahun 2018 dan kemudian hal ini sejalan dengan harga saham penutupan 32,22, sedangkan harga saham terendah terjadi pada tahun 2016 sebesar 17,05 dengan harga saham tertingganya sebesar 23,54 dan harga saham di tutup dengan rasio 22, 20. Dengan
40
hasil tabel diatas dapat diasumsikan bahwa progress harga saham PT.Telkom terjadi pada tahun 2018.Dengan hasil diatas sebagai informasi mengenai varaibel penelitian, maka di pandang perlu pula mencermati data menganai deviden perusahaan terkait.
Kebijakan deviden berkaitan dengan penentuan pembagian laba bersih antara penggunaan pendapatan untuk dibayarkan kepada pemegang saham sebagai deviden dan digunakan perusahaan sebagai laba ditahan. Semakin tinggi tingkat dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham, berarti laba yang ditahan semakin sedikit. Berikut ini data terkait pembagian deviden :
Tabel 4.3 kebijakan deviden
Kebijakan Dividen
Tanggal
Rasio Jumlah Dividen
Jumlah Dividen PembayaranDividen
Pembayaran pertahunyang
Per as Kasdan/atau
/Payoutratio dibayar
Saham(k TanggalDistribusi
(%)1 (RpJuta)
dan/atau
Dividen NonKas nonkas)
Stock Split (Rp)
RUPST, 17 April 2015 21 Mei 2015 60 8.782.8122 89,46
RUPST, 22 April 2016 26 Mei 2016 60 9.293.1843 94,64
RUPST, 21 April 2017 26 Mei 2017 70 13.546.4114 136,75
RUPST, 27 April 2018 31 Mei 2018 75 16.608.7515 167,66
RUPST, 24 Mei 2019 27 Juni 2019 90 16.228.6196 163,82
Berdasarkan hasil tabel 4.3 mengenai kebijakan pembagian deviden di atas, maka dapat dideskripsikan sebagai berikut : pembayaran deviden pada tahun 2015 sampai pada tahun 2019. Tampak jelas bahwa aktivitas pembayaran deviden mengalami perubahan angka yang signifikan, hal ini
terlihat pada tahun 2015 hanya sebesar 8.782.812, namun pada tahun 2019 jumlah deviden yang dibayarkan menyentuh angka 16.228.619.
yang berarti bahwa terjadi peningkatan nilai perusahaan. Hal ini dikarenakan keadaan perusahaan mengalami peningkatan baik dari segi likuditas dan asset perusahaan yang mengalami peningkatan pula, sehingga berdampak pada besaran nilai deviden yang di bayarkan kepada investor.
2. Analisis Variable Penelitian Variable Dependent (Pemegang Saham) Pengetahuan investasi adalah pengetahuan dasar yang dimiliki untuk melakukan investasi. Ukuran variabel yang digunakan untuk pengetahuan investasi adalah pemahaman tentang kondisi berinvestasi, pengetahuan dasar penilaian saham, tingkat risiko dan tingkat pengembalian (return) investasi (Kusmawati, 2011). Pengetahuan akan hal tersebut akan memudahkan seseorang untuk mengambil keputusan berinvestasi, karena pengetahuan merupakan dasar pembentukan sebuah kekuatan bagi seseorang untuk mampu melakukan sesuatu yang diinginkannya. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Halim (2005:4) bahwa untuk melakukan investasi di pasar modal diperlukan pengetahuan yang cukup, pengalaman serta naluri bisnis untuk menganalisis efek-efek mana yang akan dibeli, berikut ini hasil data terkait variable :
42
Tabel 4.3 komposisi pemegang saham
No Tahun Saham publik % Indonesia %
1 2015 46.595.863.040 46,91 51.602.353.560 52,08 2 2016 47.459.863.040 47,91 51.602.353.559 52,09 3 2017 47.459.863.040 47,91 51.602.353.559 52,09 4 2018 47.459.863.040 47,91 51.602.353.560 52,08 5 2019 47.459.863.040 47,91 51.602.353.559 52,09
Berdasarkan hasil 4.3 mengenai komposisi saham secara rasio garis besar bahwa terjadi perubahan penurunan nilai saham public pada tahun 2015 sebesar 46.595.863.040. yang mana hal ini tidak signifikan apabila dibandingkan dengan rasio saham public periode tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 sebesar 47.459.863.040. Hal ini sejalan pula dengan kepemilikan saham pemerintah Indonesia yang perubahan rasio saham terjadi pada tahun 2015, namun pada periode tahun 2016 sampai dengan periode tahun 2019 mengalami keadaan yang konsisten.
3. Uji Pengaruh variable independent terhadap variable dependent Analisis berganda merupakan kecermatan untuk melihat tingkat pengaruh dari subjek, maka untuk menganalisa hal yang dimaksud digunakan persamaan regresi dan korelasi dengan menggunakan mediam komputer ( SPSS), adapun data hasil analisa sebagai berikut :
Tabel 4.4 Uji persamaan regresi
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -38562.680 5100.362 -7.561 .000
Deviden .515 .005 .997 113.936 .000
a. Dependent Variable: pemegang saham
Berdasarkan hasil diatas, maka dapat jabarkan sebagai berikut:
Y=-38562.680+0,515(X) +e
Hasil interpreasi hasil persamaan regresi di atas dapat dideskripsikan sebagai berikut :
a. Hasil uji persamaan regresi di atas, diperoleh nilai konstanta sebesar -38562.680 , yang mana hasil ini berarti bahwa setiap penurunan kebijakan/pembagian deviden maka akan memeberikan dampak penurunan bagi pemegang saham sebesar -38562.680 pada PT.Telkom Indonesia.
b. Hasil uji persamaan regresi di atas, diperoleh nilai koefisien regresi untuk variabel pembagian deviden sebesar 0,515, dimana hal ini berarti bahwa setiap peningkatan kebijakan deviden akan meningkatkan rasio kepemilikan saham sebesar 0,515 pada PT.Telkom Indonesia.
a) Koefisein Determinasi
44
Menurut Ghozali (2016), uji koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil menunjukkan bahwa kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen amat terbatas. Berikut ini hasil nilai koefisen determinasi :
Tabel 4.5 Koefisien Determinasi
Berdasarkan hasil tabel diatas maka dapat diasumsikan sebagai berikut :
a. Hasil nilai koefisien korelasi pada table diatas sebesar 0,997 atau (99,7%) hal ini dapat diasumsikan bahwa variabel pembagian deviden sebagai variabel independent memiliki hubungan yang searah dengan variabel pemegang saham (dependent) pada PT.Telkom Indonesia.
b. Hasil nilai koefisien determinasi pada table diatas sebesar 0,994 atau (99,4%) hal ini dapat diasumsikan bahwa variabel pembagaian deviden sebagai variabel independent memiliki hubungan pengaruh terhadap variabel dependent atau dalam hal
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .997a .994 .994 44812.925
a. Predictors: (Constant), deviden b. Dependent Variable: pemegang saham
ini pemegang saham pada PT.Telkom Indonesia, sedang siasanya 0,6 % merupakan hasil dari keterbatasan alat ukur penelitian.
b) Uji hipotesis
Uji t digunakan untuk menguji sendiri-sendiri secara signifikan hubungan antara variabel independen (variabel X) dengan variabel dependen (variabel Y), hasil tersebut disajikan sebagai berikut :
Tabel 4.6 Uji Hipotesis
b e r d a
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis di atas, maka dipeorleh hasil bahwa nilai signifkansi pada variabel pembagian deviden (independent) sebesar 0,000, dengan hasil perolehan nilai memiliki tarif nilai lebih kecil dari nilai probabilitas yakni sebesar 0,05, dengan hasil perolehan ini maka dapat diasumsikan bahwa hipotesis H1 di terima.
C. Pembahasan
Pembahasan dalam penelitian ini bertujuan agar dapat menganalisa bagaimana penerapan pembagian deviden terhadap jumalah pemegang saham pada PT.Telkom Indonesia. Dimana dalam penelitian ini yang menjadi varibel independent yakni Pembagian Deviden dan variabel
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -38562.680 5100.362 -7.561 .000
Deviden .515 .005 .997 113.936 .000
a. Dependent Variable: pemegang saham
46
dependent adalah Pemegang saham. Dalam hubunganya dengan uraian di atas, maka di sajikan dalam pembahasan berikut :
Kebijakan deviden pada dasarnya merupakan dasar perjanjian dengan pihak internal perusahaan atau pihak eskternal dalam teori yang disebutkan oleh penelitian Werner R.Murhadi (2018:4) kebijakan yang dilakukan dengan pengeluaran biaya yang cukup mahal, karena perusahaan harus menyediakan dana dalam jumlah besar untuk keperluan pembayaran deviden. Perusahaan umumnya melakukan pembayaran dividen yang stabil dan menolak untuk mengurangi pembayaran dividen. Perusahaan yang memiliki tingkat laba yang tinggi saja yang mampu membayarkan dividen yang tinggi. Banyak perusahaan yang selalu memberitahukan bahwa perusahaan memiliki prospektif dan menghadapi masalah keuangan yang akan kesulitan untuk membayar dividen.
Perusahaan PT.Telkom yang berada dibawah naungan pemerintah, pada sirkulasi tahun 2015-2019 mengalami peningkatan pada jumlah deviden yang dibayarkan dan rasio jumlah kepemilikan saham publik yang konsisten, dan mengalami peningkatan nilai perusahaan yang signifikan.
Sebagai dasar tersebut hal penelitian ini yang dasar pengambilan keputusan di hadapkan oleh uji statistic, dimana dalam uji persamaan regresi diperoleh hasil nilai koefisien regresi sebesar 0,515, dan nilai taraf signifikansi sebesar 0,000. Dengan hasil ini maka disimpulkan bahwa pembagian deviden yang diterapkan oleh perusahaan memiliki pengaruh
positif terhadap peningkatan rasio jumlah kepemilikan saham oleh investor.
Sehubungan dengan hal di atas maka hasil penelitian ini memiliki yang keserupaan dengan penelitian yang dilakukan oleh Suriani Ginting, (2018), yang mengemukakan hasil bahwa Berdasarkan hasil pengujian data, secara simultan Likuiditas, Profitabilitas dan Leverage berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Secara parsial, hanya Profitabilitas yang berpengaruh signifikan positif terhadap kebijakan deviden, sedangkan Likuiditas dan Leverage tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kebijakan deviden pada perusahaan yang masuk kategori LQ 45 periode 2012 – 2016. Kemudian hasil penelitrian yang dilakukan oleh Ni Komang Ayu Purnama Sari, Gusti Ayu Nyoman Budiasih, 2016, yang mengenukakan bahwa kepemilikan managerial dan free cash flow mempunyai pengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio (DPR), serta kepemilikan institusional dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan pada dividen payout ratio.
48
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah di uraikan dalam sebelumnya, maka peneliti memperoleh hasil dan kesimpulan dari hasil analisa sebagai berikut :
1. Pada sirkulasi tahun 2015-2019 mengalami peningkatan pada jumlah deviden yang dibayarkan dan rasio jumlah kepemilikan saham publik yang konsisten, dan mengalami peningkatan nilai perusahaan yang signifikan.
2. Pembagaian devidien yang dilakukan oleh perusahaan PT.Telkom Indonesia berpengaruh positif terhadap peningkatan rasio jual beli saham dan rasio jumlah kepemilikan saham .
B. Saran
Hasil kesimpulan yang telah diuraikan, maka adapun saran-saran yang dapat diberikan sehubungan dengan hasil kesimpulan ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi Investor, dalam berinvestasi saham pada perusahaan Telkom dapat memperhatikan deviden perusahaan melalui rasio-rasio keuangan.
2. Bagi Perusahaan, Telkom harus menjaga sahamnya agar tetap stabil, karena banyak diminati inestor asing..
3. Disarankan untuk penelitian selanjutnya agar kira dalam menentukan variabel kepemilikan saham dapat menggukan variabel proksi
48
lain diluar dari variabel kebijakan deviden, mengingat perubahan metode bisnis yang terus megalami perubahan yang kompleks.
50
DAFTAR PUSTAKA
Ang, Robert. 1995. Buku Pintar Pasar Modal Indonesia. Jakarta: Media Staff Indonesia.
Abdul, Halim.2005.Analisis Investasi.Edisi Kedua.Jakarta:Salemba Empat.
Alfabeta.
Astamoen, Moko P. (2008). Entrepreneurshipdalam Perspektif Kondisi Bangsa Indonesia: Alfabeta.
Amin, Kurniawati.2011. Pengaruh Penerapan Total Quality Manajement (TQM) Terhadap Kepuasan PelangganPada Hotel Pondok Asri Tawang Mangun Tahun 2011. Skripsi. Universitas Sebelas Maret.Surakarta.
Adang Suherman. 2009. Revitalisasi Pengajaran Dalam Pendidikan Jasmani.
Bandung: FPOK UPI
Andriani, Kusumawati .2011.analisis pengaruh experiential marketing terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan: Kasus Hypermart Malang Town Square (MATOS) Vol. 3 No.1, ISSN 2085-0972
Astamoen, Moko P. 2008. Entrepreneurship dalam Perspektif Kondisi Bangsa Indonesia: Alfabeta.
Baridwan, Zaki. 1997. “Intermediate Accounting”. Yogyakarta: BPFE.
Bambang Riyanto, 1994, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Yayasan Penerbit Gadjah Mada: Yogyakarta.
Erman, Suherman. 2008. Model Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Kompetensi Siswa”. http://pkab.wordpress.com/2008/04/29/. Diakses pada 4 November 2009
Ghozali, Imam.2009. Aplikasi Analisis Multivariate denganprogam SPSS.
Semarang: Universitas Diponegoro.
Ginting, Suriani dan Erlina Fransisca. 2014. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergantian Kantor Akuntan Publik Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Malaysia.Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil. Volume 4, Nomor 01, April 2014.
Horner, James C. Van Dan John M Wachowicz, Jr.2012.Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan(Edisi 13). Jakarta : Salemba Empat.
Husnan, Suad. 1998. Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. (Edisi 3) Jakarta : UPP AMP YKYPN.
Husnan, Suad. 2005. Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Edisi keempat. Yogyakarta: UPP AMD YKPN
Fahmi, Irham. 2013. Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Jogiyanto, 2014.Teori Portofolio dan Analisis Investasi (Edisi ke 10). Yogyakarta :BPFE.