• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Penelitian Terdahulu

Ada beberapa penelitian terdahulu yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu sebagai berikut:

Tabel 2 1 Penelitian Terdahulu

No.

Nama Peneliti dan Tahun

Penelitian

Judul Penelitian

Alat

Analisis Hasil Penelitian 1. Intan Meutia,

Liliana / 2017 Jurnal Akuntansi Multi Paradigma Volume 8 I SSN: 2086- 7603

Pengelolaan keuangan dana desa

Deskripsi kuantitatif dan kualitatif

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pandangan administrasi pengelolaan dana desa secara keseluruhan sesuai dengan apa yang diatur dalam Permendagri No.

113/2014 dan

menyetujui standar dasar administrasi pengelolaan dana desa.

Pengumuman dan tanggung jawab masih menjadi masalah bagi desa tertentu. Tidak semua desa yang harus diselidiki memiliki SDM

yang ahli

mengumumkan dan bertanggung jawab.

Mengenai organisasi penggunaan desa, semua desa tidak menyetujui aturan. Hal

ini membawa

pelaksanaan perbaikan di daerah pedesaan.

2. Amrizal Imawan, Gugus Irianto, Yeney Widya Prihatiningtias / 2019

Jurnal Akuntansi Multi Paradigma Volume 10 ISSN: 2086-7603

Peran Akuntabilitas Pemerintah Desa Dalam Membangun Kepercayaan Publik

Kualitatif Hasil menunjukkan bahwa praktik pertanggungjawaban dilakukan oleh pemerintah desa ke arah atas kepada pemerintah

daerah/daerah dan merata ke daerah setempat. Pelatihan ini dilihat dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014.

Bagaimanapun,

pemerintah kota harus membenahi kerangka

regulasi dan

meningkatkan

kepentingan Badan Perwakilan Desa (BPD).

Hambatan ini dapat dikalahkan melalui kerangka pembukuan

mekanis dan

memperluas kekuatan konferensi agen desa.

3. Ni Nyoman Alit Triani, Susi Handayani / 2018 Jurnal Akuntansi Multi Paradigma Volume 9

ISSN: 2086-7603

Praktik Pengelolaan Keuangan Desa

Kualitatif Penelitian ini menemukan bahwa pengelolaan dana desa secara keseluruhan adalah sesuai aturan yang relevan. Meski demikian, pengamat juga melihat adanya hambatan akibat perubahan layanan dan kemampuan

menyalurkan keuangan desa yang masih belum

mumpuni. Ini

menciptakan

kemunduran untuk pengangkutan

cadangan desa 4. Provita Wijayanti,

Rustam Hanafi / 2018

Jurnal Akuntansi Multi Paradigma Volume 9

ISSN: 2086-7603

Pencegahan Fraud Pada Pemerintah Desa

Kuantitatif Temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa

mengembangkan kualitas individu yang baik dari otoritas pemerintah desa dapat mencegah

kecenderungan

pemerasan. Upaya untuk mengembangkan kualitas etika individu harus dimungkinkan melalui arahan kepada otoritas desa, seperti memperluas

kepercayaan dan pengabdian,

penghargaan, toleransi, dan memperluas pemanjaan diri.

5. Johan Satriaja, Lilik Handajani, I

Terbulensi dan Legalisasi

Kualitatif Penemuan

menunjukkan bahwa

Nyoman Nugraha Ardana Putra / 2017

Jurnal Akuntansi Multi Paradigma Volume 8

ISSN: 2086-7603

Kleptokrasi Dalam Pengelolaan Keuangan Desa

penyimpangan terjadi karena pelakunya mendapatkan

ketegangan yang berbeda. Adanya pendekatan kehati-

hatian dan

ketidakberesan menjadi alasan pemberlakuan kleptokrasi. Mitra membutuhkan

tanggung jawab dan konsistensi untuk mencegah dan memiliki penyimpangan.

6. Anggraeni Yunita dan

Christianingrum / 2019

Jurnal Tirtayasa Ekonomika Volume 14 ISSN: 2086-4264

Evaluasi Akuntabilitas dan Efektivitas Pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung:

Suatu Kajian Komprehensif

Kualitatif Kesimpulan yang diperoleh dari hasil kajian, bahwa penatausahaan

pengelolaan dana desa pada tahun 2015 masih belum ideal, namun untuk tahun 2016 penatausahaan

cadangan kota telah selesai dengan baik karena kekurangan pada tahun 2015 menjadi masukan bagi pemerintah pusat. , legislatif daerah dan desa untuk mengawasi anggaran desa untuk memperbaiki keadaan.

7. Soetandy Bonaldy,

Florence Daicy Lengkong, dan Very Yohanis Londa / 2018 Jurnal

Administrasi Publik Volume 4

ISSN: 2614-1930

Transparansi Pengelolaan Dana Desa Di Desa Paslaten Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara

Kualitatif Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa penataan kawasan cagar alam selama ini

belum dapat

diselesaikan secara langsung. Hal ini terlihat dari berbagai permasalahan yang muncul, misalnya akses arsip yang terbatas, informasi tentang subsidi desa yang diberikan oleh otoritas publik kepada

pemerintah. daerah,

daerah Dalam

peraturan dan pedoman mengenai anggaran desa, masih ada yang belum signifikan, sehingga pada kenyataannya daerah tidak dapat memiliki informasi tersebut untuk menyimpan uang desa.

8. Mercy Yusup, Julie Abdullah, dan Wahyudin Hasan / 2019 Jurnal Riset Akuntansi dan Komputerisasi Akuntansi Volume 10 ISSN: 2086-4264

Analisis Pengelolaan Keuangan Dana Desa

Kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa penatausahaan

keuangan desa di Desa Dulamayo Barat, Pilohayanga, dan Pilohayanga Barat Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo

belum sesuai

Permendagri Nomor 113 Tahun 2014.

Adanya tahapan pelaksanaan Desa Dulamayo Barat dalam pasal 25 ayat 2, khususnya pejabat keuangan desa tidak menyisihkan uang di tempat penyimpanan desa dalam jumlah tertentu untuk memenuhi kebutuhan fungsional pemerintah desa, maka pasal 26 ayat 3, khususnya tidak memanfaatkan hal-hal yang tidak terduga.

biaya yang harus dikeluarkan, RAB telah disahkan oleh kepala desa, dan tahap pertanggungjawaban dalam pasal 40, khususnya tidak memanfaatkan aset kota 2018 untuk daerah hal ini terjadi karena

tidak adanya

kemampuan aset

manusia dan

terbatasnya

penerimaan. mereka punya, sementara kota Pilohayanga dan Pilohayanga Barat tidak cocok karena mereka tidak menggunakan biaya yang tidak terduga.

9. Kristina Eti dan Septina Dwi Rahmawati / 2019

Jurnal Ilmu Sosial dan Politik

Volume 8

ISSN: 2442-6962

Analisis Pengelolaan Alokasi Dana Desa Dalam Pembangunan Desa

Kualitatif Hasil penelitian bahwa administrasi ADD.

Dalam memajukan kemajuan desa di Desa Gunungsari sangatlah besar, mengingat ADD pengurus yang dilakukan oleh Pemerintah Desa mengikuti arahan khusus yang ditentukan dalam undang-undang.

Hal ini harus terlihat dari sistem pengumuman dan kewajiban yang mengalami

keterlambatan yang sedang dikembangkan.

10. Komang Lia Mahartini,

Anantawikrama Tungga Atmadja, dan Made Aristia Prayudi / 2018 Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Volume 9

ISSN: 2614-1930

Implementasi Permendagri 113 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Alokasi Dana Desa (Studi Kasus Pada Desa

Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng)

Kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pelaksanaan

administrasi keuangan Kantor Kepala Desa Jinengdalem

Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng secara keseluruhan telah sesuai dengan pedoman yang terbaru yaitu Permendagri Nomor 113 Tahun 2014.

Meskipun masih ada beberapa hal, misalnya dalam penggunaan UU Desa Jinengdalem, otoritas publik belum

andal dalam

menjalankan pedoman UU Desa, misalnya

cadangan BKK (bantuan pengelolaan yang unik), hal ini dengan alasan dalam penerapannya normal atau tidak tepat waktu.

sehingga mendasari penggunaan PP No.

113 Tahun 2014 kembali menggunakan PP No. 37 Tahun 2007 2) melaksanakan sosialisasi dan persiapan kepada pemerintah kota terkait dengan penggunaan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 dengan bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat.

Dokumen terkait