• Tidak ada hasil yang ditemukan

RINGKASAN

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.2. Penelitian Terdahulu

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sudirman dan Ribut Suryanto (2022) dengan judul “Analisa Kelayakan Usaha Pupuk Organik di Kabupaten Lombok Timur” bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha pupuk organik di UD. UTAMI Desa Kumbang Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus (case study) yaitu penelitian yang dilakukan dengan melihat langsung kelapangan. Data diperoleh dari wawancara mendalam dan angket. Untuk mengetahui layak tidaknya usaha pupuk organik digunakan analisis R/C ratio dan B/C ratio. Hasil penelitian diketahui bahwa total biaya produksi yang dikeluarkan UD. UTAMI yakni sebesar Rp.

41.369.948. Sementara penerimaan (revenue) sebesar Rp. 295.000.000 dan pendapatan (benefit) sebesar Rp. 253.630.052. Berdasarkan hasil perhitungan R/C Ratio diperoleh nilai sebesar 7,13 dan B/C Ratio diperoleh nilai sebesar 6,13. Dengan

demikian usaha pupuk organik tersebut dinyatakan layak untuk diusahakan (R/C ratio dan B/C ratio > 1).

Ratnawati Iis, T.I. Noor, D.L. Hakim (2019) menganalisis kelayakan usahatani cabai merah (Studi Kasus pada Kelompok Tani Mekar Subur Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis). Tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan pada usahatani cabai merah per hektar per satu kali musim tanam di Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis, (2) Kelayakan usahatani cabai merah per satu kali musim tanam di Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara sensus, terhadap 12 orang petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Biaya pada usahatani cabai merah di Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis rata-rata Rp. 57.515.062,37 per hektar per satu kali musim tanam. Sedangkan penerimaannya adalah Rp. 161.010.453 per hektar per satu kali musim tanam. Pendapatan pada usahatani cabai merah di Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis ratarata Rp. 103.495.391 per hektar per satu kali musim tanam. (2) R/C pada usahatani cabai merah di Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis rata-rata 2,80, artinya setiap pengeluaran biaya Rp. 1,00 maka petani mendapat penerimaan Rp. 2,80 dan keuntungan Rp. 1,8 dan layak untuk diusahakan.

Fitriani (2018) meneliti tentang Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pengolahan Gula Aren di Kabupaten Sinjai. Hasil peneltian menunjukkan bahwa secara garis besar gambaran umum industri pengolahan Gula Aren di Desa Terasa layak untuk dikembangkan karena dapat memperbaiki taraf hidup perekonomian masyarakat sebagai pengrajin gula aren dilihat dari Volume Produksi yaitu sebesar 188,10 Kg > BEP Volume Produksi yaitu sebesar 76,72 Kg, harga jual yaitu sebesar Rp. 9.000 > BEP harga yaitu sebesar Rp. 3.670, R/C yaitu sebesar 2,45 > 1 dan B/C sebesar 1,45 > 1. Dengan nilai Hasil BEP Produksi < Produksi, hasil BEP harga < Harga, R/C dan B/C Ratio lebih besar dari 1, maka dapat

disimpulkan bahwa usaha gula aren layak dikembangkan secara finansial di daerah penilitian.

Hasil penelitian yang dilakukan Abubakar Sarah, M.H. Baruwadi, A.

Halid (2022) dengan judul “Analisis Kelayakan Usahatani Jagung di Kelurahan Hepuhulawa Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo” bertujuan untuk 1) menghitung struktur biaya dan penerimaan pada usahatani jagung di Kelurahan Hepuhulawa Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo, 2) menghitung kelayakan usahatani jagung di Kelurahan Hepuhulawa Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Hepuhulawa Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo dari bulan Oktober sampai dengan bulan Januari 2022 dengan jumlah sampel 43 orang petani Jagung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Purposivesampling.

Analisis data yang digunakan adalah analisis struktur biaya, penerimaan, pendapatan, dan Analisis Kelayakan Usahatani. Hasil penelitian menunjukan (1) Struktur biaya usahatani jagung dalam satu siklus panen terdiri atas biaya tetap 14,3% dan biaya variabel 85,6% dari total biaya yang digunakan. (2) Hasil analisis R/C Ratio diperoleh sebesar 2,2 lebih besar dari satu maka usahatani Jagung ini layak dilanjutkan. Dan Hasil analisis B/C Ration diperoleh sebesar 1.2.

Hasyim, Sitti Hajerah (2022) meneliti tentang Analisis Kelayakan Usaha ditinjau dari Aspek Pemasaran (Studi Kasus pada Warung Bakso Bagus Kecamatan Rappocini). Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan usaha warung bakso bagus yang terlihat dari segi pasar dan aspek pemasaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dimana data diperoleh langsung di lapangan melalui survey dan wawancara. Adapun informan dalam penelitian ini berjumlah e orang terdiri dari pemilik warung bakso bagus, karyawan, dan konsumen. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dari hasil wawancara terkait kelayakan usaha sari aspek pemasaran yang terdiri dari produk, harga, tempat, promosi, orang, bukti fisik, dan proses. Jasil penelitian menunjukkan bahwa warung bakso bagus mengimplementasikan strategi alternatif dari segi pasar dan pemasarannya sehingga dapat dikatakan layak untuk dikembangkan.

Hanum Nurlaila, Miswar, U. Amanda (2021) meneliti tentang Analisis Kelayakan Usaha Ternak Sapi Potong di Desa Sei Litur Tasik Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha ternak sapi potong di Desa Sei Litur Tasik Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 sampai dengan Maret 2021. Jenis data penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif.

Sumber data yang dikumpulkan berupa primer diperoleh melalui observasi, wawancara dan kuesioner, dan data sekunder yang di peroleh dari Badan Pusat Statistik dan Kantor Desa. Sampel penelitian ini adalah para peternak sapi potong di Desa Sei Litur Tasik yang berjumlah 80 responden dengan menggunakan metode analisis data Purposive Sampling. Metode analisis yang digunakan adalah R/C ratio dan B/C ratio, untuk mengetahui kelayakan usaha ternak sapi potong maka hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kelayakan usaha R/C ratio pada usaha ternak sapi potong yang menunjukan besar nya total rata-rata penerimaan sebesar Rp 30.000.000/tahun, besarnya total rata-rata biaya sebesar Rp 8.185.501/tahun dan hasil perhitungan kelayakan usaha ternak sapi potong maka di peroleh dengan nilai R/C ratio sebesar 3,7 sehingga usaha ternak sapi potong memiliki kelayakan untuk diusahakan dan dijalankan. (2) Kelayakan usaha B/C ratio, memiliki total rata-rata pendapatan sebesar Rp 21.814.499/tahun, total rata-rata biaya sebesar Rp 8.185.501/tahun dan nilai B/C ratio sebesar 2,7 sehingga usaha ternak sapi potong layak dan menguntungkan untuk di kembangkan.

Usaha Pupuk Organik

Proses Pemasaran

Produksi

Saluran Pemasaran

Keuntungan

Kelayakan Usaha

Layak

Input/Biaya Produksi Biaya Tetap

Pajak/Retribusi Usaha Penyusutan Alat dll

Biaya Variabel Bahan Baku Bahan Penolong Tenaga Kerja dll

Output/Penerimaan Jumlah Produksi Harga Jual

Tidak Layak Impas

Dokumen terkait