BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.5 Penelitian Terdahulu
Pada usulan penelitian ini peneliti mengambil beberapa kajian penelitian terdahulu yang terkait dengan topik rencana penelitian yaitu penelitian dengan topik
19 peran penyuluh pertanian terhadap perubahan sikap keterampilan petani (studi kasus kelompok tani kelurahan karang harapan).
Penelitian dilakukan oleh Abd Gani Fardanan (2016), pengaruh peran penyuluh pertanian terhadap perubahan perilaku petani kelapa di kecamatan oba kota tidore kepulauan bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran penyuluh pertanian terhadap perubahan perilaku petani kelapa di Kecamatan Oba. Metode yang digunakan Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan tipe eksplanatory, yaitu penelitian yang memusatkan datanya pada pengumpulan data kuantitatif berupa angka kemudian dianalisis (Mardikanto, 2010), dengan menyoroti hunbungan antar variabel penelitian (Singarimbun dan Efendi, 1989) penetapan lokasi penelitian tersebut dengan pertimbangan bahwa : (1) lokasi penelitian tersebut memiliki luas lahan tanaman kelapa terbesar di Kecamatan Oba, (2) jumlah produksi kelapa terbanyak dibandingkan dengan wilyah lain di Kecamatan Oba.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Path analysis dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 85 orang petani kelapa, Hasil penelitian menunjukan bahwa peran penyuluh pertanian berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan perilaku petani kelapa.Besarnya pengaruh peran penyuluh terhadap perubahan perilaku petaniadalah sebesar 33.76 %. Petani merasa sangat membutuhkan kehadiran penyuluh pertanian dalam mendukung kegiatan usahataninya, kebutuhan terhadap penyuluh pertanian terkait dengan pemanfaatan lahan,dosis pemupukan tanaman yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, menentukan jarak tanam, pengendalian hama dan penyakit serta pemecahan masalah yang dihadapi petani.Merubah perilaku petani tidak bisa dilakukan dengan cepat tetapi perlu harus dilakukan secara kontinyu sehingga petani memiliki kesadaran untuk merubah sikapnya sendiri. Adapun kesimpulan dan saran Perubahan perilaku petani sangat dipengaruhi oleh peran penyuluh pertanian, perubahan perilaku tersebut antara lain : (1) Petani mau menerima hal-hal baru yang dianjurkan oleh penyuluh pertanian, (2) Metode penyuluhan yang diterapkan oleh penyuluh pertanian mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman kelapa, (3) Petani mau memanfaatkan lahan usahatanisecara maksimalsehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan keluargannya. Perlu lebih ditingkatkan peran penyuluh
20 pertani dalam merubah perilaku petanisehingga petanu memiliki Penelitian dilakukan oleh Abd Gani Fardanan (2016), pengaruh peran penyuluh pertanian terhadap perubahan perilaku petani kelapa di kecamatan oba kota tidore kepulauan bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran penyuluh pertanian terhadap perubahan perilaku petani kelapa di Kecamatan Oba. Metode yang digunakan Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan tipe eksplanatory, yaitu penelitian yang memusatkan datanya pada pengumpulan data kuantitatif berupa angka kemudian dianalisis (Mardikanto, 2010), dengan menyoroti hunbungan antar variabel penelitian (Singarimbun dan Efendi, 1989) penetapan lokasi penelitian tersebut dengan pertimbangan bahwa : (1) lokasi penelitian tersebut memiliki luas lahan tanaman kelapa terbesar di Kecamatan Oba, (2) jumlah produksi kelapa terbanyak dibandingkan dengan wilyah lain di Kecamatan Oba.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Path analysis dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 85 orang petani kelapa, Hasil penelitian menunjukan bahwa peran penyuluh pertanian berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan perilaku petani kelapa.Besarnya pengaruh peran penyuluh terhadap perubahan perilaku petaniadalah sebesar 33.76 %. Petani merasa sangat membutuhkan kehadiran penyuluh pertanian dalam mendukung kegiatan usahataninya, kebutuhan terhadap penyuluh pertanian terkait dengan pemanfaatan lahan,dosis pemupukan tanaman yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, menentukan jarak tanam, pengendalian hama dan penyakit serta pemecahan masalah yang dihadapi petani.Merubah perilaku petani tidak bisa dilakukan dengan cepat tetapi perlu harus dilakukan secara kontinyu sehingga petani memiliki kesadaran untuk merubah sikapnya sendiri. Adapun kesimpulan dan saran Perubahan perilaku petani sangat dipengaruhi oleh peran penyuluh pertanian, perubahan perilaku tersebut antara lain : (1) Petani mau menerima hal-hal baru yang dianjurkan oleh penyuluh pertanian, (2) Metode penyuluhan yang diterapkan oleh penyuluh pertanian mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman kelapa, (3) Petani mau memanfaatkan lahan usahatanisecara maksimalsehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan keluargannya.
Perlu lebih ditingkatkan peran penyuluh pertani dalam merubah perilaku petanisehingga petanu memiliki kemampuan yang lebih baik dari
21 sebelumnya.Kehadiran, komunikasi dankreatifitas penyuluh pertanian perlu lebih ditingkatkan sehingga mampu memberi dorongan dan semangat kepada petani untuk memperbaiki pola usahataninya dan mampu menciptakan inovasi-inovasi baru.Pendampingan yang dilakukan penyuluh secara berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan diri petani dalam mengelola usahatani kelapa dan mampu kemampuan individu petani kelapa.
Penelitian ini dilakukan oleh Roza Yulida, Kausar, dan Lena Marjelita (2012).
Dampak kegiatan penyuluhan terhadap perubahan perilaku petani sayuran di kota pekanbaru bertujuan untuk mewujudkan dasar penyuluhan pertanian yaitu membantu petani agar petani mampu menolong dirinya sendiri. Tetapi Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (2002) menyatakan bahwa pengalaman penyelenggaraan penyuluhan pertanian selama lebih dari tiga dasawarsa menunjukkan bahwa tingkat kemandirian petani masih berada pada kondisi yang memprihatinkan. Metode yang digunakan alah deskriptif kualitatif.
Unit analisis dari penelitian ini adalah petani yang berada di Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru yang tergabung dalam kelompoktani hasil penelitian diperoleh Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, didapatkan bahwa pendidikan sampel penelitian sangat beragam. Pada sampel terdapat petani yang hanya mengenyam pendidikan dari Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Kesimpulan dan saran 1. Variabel peran penyuluh sebagai diseminasi informasi/inovasi dan supervisi merupakan variabel yang signifikan dan faktor yang paling berpengaruh terhadap perubahan petani. Dalam ini perubahan perilaku petani, untuk menjaga dan meningkatkan perubahan yang ada atau untuk menjalankan tugasnya sebagai agen perubahan (agent of change) sebaiknya penyuluh lebih meningkatkan perannya sebagai diseminasi informasi/inovasi dan sebagai supervisi. 2. Diharapkan penyuluh lebih aktif lagi dalam menjalankan perannya sebagai edukator (pendidik), sebaiknya penyuluh jangan terlalu sering mengumpulkan petani dalam memberikan pendidikan atau penyuluhan. Diharapkan penyuluh lebih sering mengunjungi petani secara langsung apabila ingin memberikan penyuluhannya.
Penelitian ini dilakukan oleh Herry Nur Faisal (2017), respon petani terhadap peranan penyuluh pertanian lapangan di kecamatan ngunut kabupaten tulungagung
22 bertujuan 1. Untuk menganalisis hubungan antara faktor-faktor intern bdan ekstern terhadap respon petani. Untuk menganalisis respon petani terhadap peranan PPL.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode penentuan responden menggunakan metode Stratified Random Sampling artinya populasi di Strata terlebih dahulu berdasarkan kelas kelompok tani (Pemula, Lanjut, madya).Penentuan jumlah responden menggunakan rumus: n Responden : banyaknya responden tiap kelas kelompok tani ni : Banyaknya kelas kelompok Σn : jumlah seluruh kelompok tani Σn Responden : Jumlah seluruh responden hasil dan pembahasaan yaitu Faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi respon petani terhadap peranan PPL di kecamatan Ngunut adalah intensitas, frekuensi, ukuran 9Size0 dan pengulangan ( repetition ). Dari hasil analisis yang dilakukan di dapat bahwa tidak adakorelasi antara faktor-faktor ekstern dengan respon petani. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan menggunakan rumus Rank Spearman adalah 0,801 yang artinya menerima Ho dan berarti pula bahwa tidak ada korelasi antara faktor-faktor ekstern dengan respon petani. Adapun kesinpulan dan saran 1. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor-faktor intern dan faktor- faktor ekstern tidak hubungan dengan respon petani, tetapi mempunyai hubungan yang kuat dengan peranan PPL di Kecamatan Ngunut. 2. Dari hasil analisis yang dilakukan didapat bahwa terdapat hubungan antara respon petani di Kecamatan Ngunut terhadap peranan PPL.
Penelitian ini dilakukan oleh Pinta Marito Daula, Yusak Maryunianta, dan Emalisa (2014). Sikap dan perilaku petani terhadap kinerja penyuluh pertanian di kabupaten padang lawas (kasus: desa gunung manobot Kec. Lubuk Barumun Kab.
Padang Lawas) bertujuan 1. Untuk mengetahui kinerja penyuluh pertanian di daerah penelitian. 2. Untuk mengetahui sikap petani terhadap kinerja penyuluh pertanian. 3. Untuk mengetahui perilaku petani terhadap kinerja penyuluh pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling), yaitu Desa Gunung Manobot, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas dengan alasan bahwa desa tersebut merupakan salah satu kelompok tani yang mempunyai lahan percontohan yang dapat dijadikan perbandingan buat para petani. Adapun hasil dan pembahasaan Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan pelaksanaan tugas
23 pokok penyuluh pertanian di daerah penelitian adalah tinggi. Pelaksanaan tugas pokok penyuluhan pertanian dengan tingkat keberhasilan tinggi ini diperoleh dari kesungguhan dan semangat penyuluh dalam melaksanakan tugas pokok di Kecamatan Lubuk Barumun. Dengan demikian hipotesis kinerja penyuluh pertanian di daerah penelitian adalah tinggi, karena kinerja penyuluh pertaninan termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor >21 - 27. Kesimpulan dam saran Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Kinerja penyuluh dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian di Kecamatan Lubuk Barumun Kabupaten Padang Lawas adalah tinggi.
2. Sikap petani terhadap kinerja penyuluh pertanian di daerah penelitian adalah positif. 3. Perilaku petani terhadap kinerja penyuluh pertanian di daerah penelitian adalah terbuka. saran. Saran untuk Pemerintah Diharapkan kepada pemerintah supaya bisa membangun koordinasi yang baik dengan penyuluh pertanian. Saran untuk Penyuluh Diharapkan kepada penyuluh agar dapat mempertahankan kinerjanya yang sudah tinggi. Saran untuk Petani Diharapkan kepada petani agar mau menerapkan materi yang diberikan oleh penyuluh dalam berusahatani. Saran untuk Peneliti Selanjutnya Penulis menyarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh sikap dan perilaku petani terhadap kinerja penyuluh pertanian.
Penelitian ini dilakukan oleh Muthmainnah bakri hamrat (2018). Pengaruh pengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap tingkat penerimaan teknologi budidaya organik Bertujuan 1. Menganalisis tingkat penerimaan teknologi budidaya organik di kabupaten Pangkep. 2. Menganalisis pengetahuan, keterampilan dan sikap petani terhadap tingkat penerimaan teknologi buidaya organik di kabupaten Pangkep. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Jenis Penelitian ini adalah penelitian eksplanatori yaitu jenis penelitian yang sifatnya menjelaskan pengaruh antara variable independen yaitu faktor yang mempengaruhi tingkat penerimaan petani (pengetahuan, keterampilan dan sikap) terhadap variabel dependen yaitu teknologi budidaya organik. Penelitian ini menggunakan pendekatan survey yaitu memusatkan diri secara intensif terhadap satu obyek tertentu dengan mempelajarinya sebagai suatu kasus. Hasil dan pembahasaan aka dapat dilihat bahwa setiap pertanyaan kuesioner pada penelitian
24 ini dinyatakan reliabel, karena nilai alpha cronbach > r tabel sebesar 0.344. Dengan demikian, maka seluruh variabel dalam penelitian ini dapat dipergunakan untuk analisis selanjutnya. Adapun kesimpulan 1. Tingkat penerimaan teknologi budidaya sayuran organik di kabupaten Pangkep, masih rendah dan belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat tani pangkep. 2. Aspek pengetahuan dan sikap berpengaruh secara nyata terhadap adopsi teknologi budidaya organik, sedangkan aspek keterampilan tidak berpengaruh nyata terhadap adopsi teknologi budidaya organik. Saran 1. Sebaiknya dalam tahapan proses adopsi teknologi budidaya organik perlu adanya peningkatan pengetahuan dan perbaikan sikap dan keterampilan agar adopsi teknologi budidaya organik dapat diimplementasikan secara luas dan harapan lain yaitu petani tidak terus bergantung pada budidaya konvensional yang memakai pupuk dan pestisida kimia dalam budidayanya. 2.
Diperlukan adanya proses penyuluhan yang tepat dan sering kepada petani, tidak hanya sebatas pemberian informasi tetapi penyuluhan yang dapat memberi bukti nyata terhadap teknologi yang diperkenalkan sehingga petani dapat menerapkan teknologi tersebut dengan keyakinan akan memberikan keberhasilan dalam usahataninya.
25