42
peraturan dan ketentuan yang berlaku” (Wolfenshon, 1999).Teori ini tidak hanya menguatkan pelaksanaan GCG tetapi juga mempertegas lagi bahwa pelaksanaan GCG perlu ditunjang adanya peranan SPI. Sehingga teori ini lebih relevan antara dua variabel yang digunakan di dalam penelitian ini.
3. Davies Marlene (2008) dengan judul “Effective working relationships between auditcommittees and internal audit—the cornerst one of corporate governance in local authorities,a Welsh perspective”. Penelitian ini melihat hubungan kerja antara komite audit dan fungsi audit internal dalam daerah pemerintahan Welsh.
Pada penelitian ini ditemukan bahwa hubungankerja antarakomite auditdanaudit internalbergantung kepadakepribadian individu, proses otoritas pemerintahan dan kesediaansemua pihak untuk terlibatdi dalam peran dan tanggung jawab komite audit. Semuanya tercemin dalam pemerintahan yang selalu rentan akan masalah politik yang timbul.
4. Lahu Kurnia (2011) dengan judul “ Pengaruh Peranan Audit Internal terhadap Penerapan Good Corporate Governance pada PT. Kimia Farma (Persero) Tbk.
Jakarta”. Dengan kesimpulan mendapatkan hasil peranan audit internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan Good Corporate Governance pada PT Kimia Farma Tbk. Ini bias dilihat dari pengujian parsial dengan menggunakan uji t diketahui bahwa nilai thitung sebesar 2,591 dengan taraf signifikan sebesar 0,014.
5. H.A.Rodi Kartamulja (2005) dengan judul “Pengaruh Peran Komite Audit, Pengendalian Intern, dan Audit Intern Terhadap GCG”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan komite audit mempengaruhi pengendalian intern serta peranan komite audit dan pengendalian intern mempengaruhi internal audit secara simultan dan parsial. Selain itu, peranan Komite Audit, internal control, dan internal audit secara bersama-sama (simultan) mempengaruhi GCG, sedangkan secara parsial hanya internal audit yang mempengaruhi GCG.
6. Cut Imama Muttaqin (2004) dengan judul Pengaruh Faktor-faktor Internal Audit terhadap pelaksanaan GCG. Objek dari penelitian ini adalah faktor-faktor internal
44
audit seperti independensi, kemampuan profesional, lingkup pekerjaan pelaksanaan kegiatan pemeriksaaan dan manajemen bagian internal audit.
Ditemukan bahwa secara bersama-sama (simultan) dan secara parsial faktor- faktor internal audit tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pelaksanaan GCG pada BUMN yang berkantor pusat di Jakarta.
7. Efrizal Syofyan (2004) dengan judul Pengaruh Peran Komite Audit, Direksi, dan Internal Audit Terhadap Pelaksanaan Prinsip-Prinsip GCG. Efrizal menemukan bahwa Komite Audit, Direksi, dan Internal Audit secara bersama-sama (simultan) berpengaruh pada tingkat kategori sedang (67,46%) terhadap pelaksanaan prinsip-prinsip CG. Sedangkan secara parsial, ditemukan bahwa pengaruh Komite Audit adalah sebesar 6,81%, Direksi adalah sebesar 21,72%, dan Internal Audit adalah sebesar (9,55%) terhadap prinsip-prinsip CG. Sedangkan pengaruh Internal Audit terhadap prinsip-prinsip CG melalui peran Komite Audit adalah sebesar 3,25% dan melalui peran Direksi sebesar 6,72%.
8. W. Wenda (2008), dengan judul “Evaluasi Peranan Internal Control Dalam Membantu Auditor Menentukan Sifat, Saat, dan Lingkup Audit atas Prosedur Penggajian Pada PT Lahanwicaksana Prima”. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keandalan internal control sangat diperlukan dalam perusahaan, untuk mencegah kecurangan dan penyelewengan yang mungkin terjadi. Selain itu internal control yang handal juga dapat menetapkan sifat, saat, dan lingkup audit.
9. Amartiwi Windrya (2012), dengan judul “Analisis Peran dan Penerapan Pengendalian Internal, Audit Internal dan Komite Audit Dalam Upaya Peningkatan Good Corporate Governance (GCG) : Studi Kasus Grup Rumah Sakit Ramsay Health Care Indonesia”. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan, peran, dan penerapan RUPS, dewan direksi, audit internal, dewan
komisaris, komite audit, pengendalian internal, dan manajemen risiko dlam Ramsay Health Care Indonesia sudah berjalan baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku khususnya di Indonesia.
Penelitian terdahulu yang sudah dijabarkan diatas dirangkumkan penulis dalam bentuk tabel sebagai berikut.
Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu
No Nama Peneliti Variabel Penelitian Hasil Penelitian
1 Maylina Pramono Sari dan Raharja (Tidak dicantumkan peneliti, diakses penulis Oktober 2012)
1. Variable bebas : Peran Audit Internal 2. Variabel Terikat :
Good Corporate Governance (GCG)
Terdapat pengaruh yang signifikan antara peran auditor internal terhadap Good Corporate Governance (GCG)
2 Suryo Pratolo (2007) GCG & Kinerja BUMN di Indonesia : Aspek Audit Manajemen & Pengendalian Internal sebagai Variabel Eksogen serta tinjauannya pada jenis perusahaan
Audit Manajemen & Pengendalian Intern Saling Mendukung dalam rangka mempengaruhi penerpan prinsip-prinsip GCG & kinerja perusahaan
3 Davies Marlene
(2008) Variable bebas : Komite Audit
dan Fungsi Audit Internal Ditemukan bahwa hubungan kerja antara komite audit dan audit internal bergantung kepada kepribadian individu, proses otoritas pemerintahan, dan kesediaan semua pihak untuk terlibat di dalam peran tanggung jawab komite audit
4 Lahu Kurnia (2011) Variabel Bebas : Internal Audit
Variabel Terikat : Good Corporate Governanve
Hasil peranan audit internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan Good Corporate Governance (GCG) pada PT Kimia Farma Tbk.
5 H.A.Rodi Kartamulja (2005)
Variabel bebas : Peran Komite Audit, Pengendalian Intern, Audit Intern
Variabel terikat : Good Corporate Governance (GCG)
Peranan komite audit mempengaruhi pengendalian intern serta peranan komite audit dan pengendalian intern mempengaruhi internal audit secara simultan dan parsial
6 Cut ImamaMuttaqin
(2004) Variabel bebas : Faktor-Faktor Internal Audit
Variable terikat : Good Corporate Governance (GCG)
Ditemukan bahwa factor-faktor internal audit bersama-sama (simultan) dan secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pelaksanaan GCG pada BUMN
7 Efrizal Syofyan Variable bebas : Peran Komite Audit, Direksi dan Internal Audit
Variabel terikat : Pelaksanaan
Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance (GCG)
Komite Audit, Direksi, dan Internal Audit bersama- sama (simultan) berpengaruh pada tingkat kategori sedang (67,46%) terhadap pelaksanaan prinsip- prinsip GCG
Sumber : Data Olahan Peneliti (2013)
46 8 W.Wendaa
(2008) Variabel bebas : Internal Control
Variabel terikat : Internal Control, Prosedur Penggajian, Penggajian, Audit.
Ditemukan bahwa keandalan internal control sangat diperlukan dalam perusahaan, untuk mencegah kecurangan dan penyelewengan yang mungkin terjadi.
9 Amartiwi Windrya
(2012) Variabel bebas : Peran dan Penerapan Pengendalian Internal, Audit Internal dan Komite Audit
Variabel terikat : Good Corporate Governance (GCG)
Ditemukan bahwa keberadaan, peran, dan penerapan RUPS, dewan direksi, audit internal, dewan komisaris, komite audit, pengendalian internal, dan manajemen risiko dlam Ramsay Health Care Indonesia sudah berjalan baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku khususnya di Indonesia.
Sumber : Data olahan peneliti (2013)
2.7 Hubungan antara Variabel Independen dan Dependen