• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.6. Penelitian Terkait

(Widyaningtias, Yuhana, & Ariyani, 2009), dalam penelitiannya mengenai pembangkitan borang akreditasi nasional di perguruan tinggi berbasis OLAP pada data SDM dan Penelitian menjelaskan bahwa akreditasi merupakan salah satu bentuk penilaian (evaluasi) mutu dan kelayakan institusi perguruan tinggi atau program studi yang dilakukan oleh organisasi atau badan mandiri di luar perguruan tinggi.

Keputusan mengenai mutu didasarkan pada penilaian terhadap berbagai bukti yang terkait dengan standar yang ditetapkan dan berdasarkan nalar dan pertimbangan para pakar sejawat (judgments of informed experts). Aplikasi Pembangkitan Borang Akreditasi yang akan dibangun bertujuan untuk membantu program studi pada perguruan tinggi mempersiapkan berbagai data dan laporan untuk melengkapi penilaian akreditasi pada data SDM, Penelitian, Keuangan, Sarana dan Prasarana.

Aplikasi ini dilengkapi dengan OLAP sebagai fitur tambahan yang bertujuan agar program studi dapat melakukan analisa dari data yang sudah disajikan menggunakan OLAP. Dengan menggunakan OLAP, program studi dapat melihat detail laporan dari beberapa sudut pandang.

(Muntean, Sabau, Bologa, Surcel, & Florea, 2010), dalam penelitiannya mengenai performance dashboard pada universitas-universitas di Rumania menjelaskan sebuah kinerja dashboard yang memungkinkan pihak eksekutif untuk dapat mengukur, memonitor dan mengelola organisasi kinerja yang lebih efektif.

Dalam penelitian ini juga menjelaskan bagaimana performance dashboard digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih terhadap pendidikan tinggi, dimana dan bagaimana mereka digunakan. Penelitian ini membuat analisis SWOT

(Strenghts, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk menerapkan kinerja sistem manajemen pada universitas-universitas di Rumania.

(Windarto, 2011), dalam penelitiannya mengenai pemanfaatan data warehouse sebagai sarana penunjang penyusunan borang akreditasi standar 3 pada fakultas teknologi informasi Universitas Budi Luhur menjelaskan bahwa penggunaan data operasional harian sebagai sumber informasi strategis kurang memberi kontribusi yang memadai bagi organisasi. Data warehouse merupakan suatu konsep dan kombinasi teknologi yang memfasilitasi organisasi untuk mengelola dan memelihara data historis yang diperoleh dari sistem atau aplikasi operasional. Teknik pengembangan data warehouse yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi pengembangan Business Life Cycle. Sementara model data warehouse yang digunakan adalah model star schema. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan data warehouse untuk kebutuhan Fakultas Teknologi Informasi sesuai dengan model data warehouse star join sehingga dapat memberi dukungan dalam pengisian borang standar 3 serta dapat memberikan informasi strategis dalam pengambilan keputusan oleh manajemen fakultas. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa model prototype data warehouse yang dikembangkan pada Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur menggunakan star schema. Dengan menggunakan Business Intelligent, informasi dari data warehouse dapat disajikan dalam bentuk tabular maupun grafik sesuai kebutuhan stakeholder.

(Henderi, Handayani, & Dewi, 2012), dalam penelitiannya mengenai pengembangan model business intelligence dengan menggunakan metodologi skema bintang menjelaskan bahwa penggunaan sistem informasi yang diintegrasikan dengan

proses pekerjaan di suatu organisasi sudah menjadi kebutuhan mutlak. Namun sistem tersebut pada umumnya belum menyediakan informasi strategis dan membantu manajemen dalam melakukan evaluasi kinerja enterprise. Hal ini terjadi karena sistem informasi itu belum dibangun menggunakan konsep business intelligence dengan baik. Alternatif pemecahan masalah ini adalah membangun sistem informasi yang menerapkan konsep dan cara kerja business intelligence dengan metodelogi star schema yang dapat disajikan sebagai tools pengukur kinerja enterprise. Sistem business intelligence juga dapat dijadikan tools dalam melakukan pengawasan karena business intelligence dapat memberikan : 1. Informasi dini (alert) jika terjadi penyimpangan antara kinerja dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya, 2.

Menyediakan laporan ter-otomasi (automated-feedback), dan 3. Memonitor secara realtime capaian key performance indicator (KPI). Metodologi pengembangan sistem business intelligence pada penelitian ini menggunakan metode star schema. Melalui pendekatan ini diciptakan sebuah sistem informasi dengan konsep business intellegence dengan metode star schema yang dapat menghasilkan informasi yang bersifat strategis, sesuai kebutuhan, dan sebagai tools pengukuran kinerja enterprise.

Hasil akhir penelitian adalah sebuah sistem business intelligence yang dapat digunakan sebagai tools pengukur kinerja enterprise pada Perguruan Tinggi Raharja sebagai prototipe penerapannya.

(Adithama, Wisnubhadra, & Sinaga, 2013), dalam penelitiannya mengenai analisis dan desain real-time business intelligence untuk subjek kegiatan akademik pada universitas menggunakan change data capture menjelaskan bahwa kegiatan akademik di universitas yang berjalan terus menerus dan semakin menambah banyak

data pada sistem operasional yang sudah ada. Data tersebut masih belum dapat dimanfaatkan oleh pihak universitas dalam pengambilan keputusan strategis.

pembuatan laporan untuk keperluan akreditasi dan unit-unit akademik. Aplikasi real- time business intelligence menggunakan data warehouse menjadi solusi untuk analisa data. Proses pembuatan data warehouse meliputi perancangan data warehouse, pengambilan data akademik dari sumber data, proses extraction, transformation, loading (ETL), pembuatan cube, dan pembuatan laporan. Proses ETL dilakukan menggunakan pendekatan Change Data Capture agar perubahan data dapat dipindahkan secara real-time. Aplikasi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan manajemen universitas untuk mengetahui informasi tentang kegiatan akademik, membantu dalam pelaporan, dan membantu dalam mengambil keputusan dengan lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan hanya memanfaatkan intuisi belaka.

(Henderi & Winarko, 2013), dalam penelitiannya mengenai rancangan framework business intelligence pada perguruan tinggi menjelaskan bahwa membahas framework business intelligence (BI) pada perguruan tinggi. Tujuan yang hendak dicapai adalah menghasilkan sebuah rancangan framework business intelligence untuk sekolah tinggi. Perancangan framework business intelligence dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu mengidentifikasi informasi yang dibutuhkan, menyusun key performance indicators (KPI), mengidentifikasi sumber data, proses transformasi dan analisis data, dan membuat rancangan framework.

Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan, disimpulkan bahwa framework business intelligence sekolah tinggi merupakan suatu kesatuan sistem yang berfungsi merekam, mengkonsulidasi dan menganalisa data, mengakses, dan mengirimkan

informasi berbentuk dashboard kepada end user. Diketahui pula bahwa pembentuk framework business intelligence sekolah tinggi terdiri atas: aplikasi perekam data, sumber data primer, data warehouse, transformasi dan analisis data, mendeliver informasi, dan menyediakan alat bantu untuk mengakses informasi.

(Kurniawan, Kunang, & Purnamasari, 2015), dalam penelitiannya mengenai penerapan dashboard business intelligence pada penelitian pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama menjelaskan bahwa Akreditasi program studi adalah standar penilaian kualitas pendidikan, seperti pengakuan terhadap program studi di universitas untuk menunjukkan bahwa program studi di universitas telah memenuhi standar atau syarat yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Akreditasi program studi mempunyai 7 standar yang mana salah satu standarnya adalah penelitian, pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama oleh dosen dan mahasiswa. Alasan-alasan itulah membuat universitas bina darma mengevaluasi, memonitor dan memenuhi syarat pada standar 7. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dashboard business intelligence.

Melalui dashboard business intelligence, Universitas Bina darma dapat mengisi standar 7 secara tepat dan efisien.

(Salman, 2016), dalam penelitiannya mengenai rancangan sistem business intelligence sebagai pendukung pengambilan keputusan di Amikom Mataram menjelaskan bahwa penggunaan data operasional sebagai sumber informasi strategis kurang memberi kontribusi yang memadai dalam melakukan pengisian borang standar 3 bagi AMIKOM Mataram khususnya program studi Teknik Komputer. Data warehouse dan business intelligence merupakan suatu konsep dan kombinasi

teknologi yang memfasilitasi organisasi untuk mengelola dan memelihara data historis yang diperoleh dari sistem atau aplikasi operasional. Teknik pengembangan data warehouse yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode rancangan Kimball dengan model data warehouse yang digunakan adalah model star schema, sedangkan teknik pengembangan business intelligence menggunakan metode rancangan Carlo Vercellis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem business intelligence untuk kebutuhan program studi Teknik Komputer AMIKOM Mataram dalam pengambilan keputusan mengenai penilaian borang standar 3 mahasiswa dan lulusan. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa model prototype data warehouse dan business intelligence yang dikembangkan pada program studi Teknik Komputer AMIKOM Mataram dapat disajikan di halaman web portal dalam bentuk grafik atau dashboard sesuai kebutuhan serta dapat menampilkan hasil evaluasi penilaian sesuai dengan ketentuan penilaian borang.

Dokumen terkait