BAB II TINJAUAN PUSTAKA
II.2 Penelitian Terkait
Dalam penyusunan tugas akhir ini dilakukan dengan memperhatikan beberapa penelitian terdahulu yang membahas tema tentang PLTS Off Grid. Pada tabel II.2 menampilkan beberapa penelitian terhadap berhubungan dengan tugas akhir ini antara lain sebagai berikut:
Tabel II. 2 Penelitian Terkait No Nama dan
Tahun
Judul Metode Hasil
1. Aas Wasri Hasanah,To ny
Kurniawan, Yuliansyah,2 018
Kajian kualitas daya listrik PLTS sistem Off-Grid di STT-PLN
Kualitas daya listrik, PLTS Off- Grid, THD, tegangan.
Berdasarkan hasil
pengukuran dan
perhitungan pada beban motor 3 fasa dengan daya 1,5 Kwdan 3 buah lampu pijar dengan daya 100 Watt, nilai total harmonik distorsi arus (THDi) pada tiap-tiap fasanya yaitu pada beban motor 3 fasa THDi terkecil 4,1% dan
terbesar 4,4%
sedangkan pada beban lampu pijar THDiterkecil 2,3% dan terbesar 2,4%.
Berdasarkan hasil perhitungan pada masing- masing beban bahwa nilai THDi masih di atas batas
standar yang
ditetapkan IEEE 519-1992 sebesar 5%.( [18])
2 Muhammad Naim,2020
Rancangan sistem kelistrikan PLTS Off-Grid 1000 watt di desa Loeha kecamatan Towuti
PLTS Off Grid,
kelistrikan, Photovoltai c,
Spesifikas
Berdasarkan hasil perencanaan diperoleh sistem kelistrikan PLTS Off Grid 1000 Watt di desaMahalona Kecamatan Towuti yang disusun dari peralatan listrik yaitu Photovoltaic (PV) atau sel Surya berjumlah 4 buah dengan spesifikasi teknis;
type cell
monocrytalline, effisiensi cell > 15 %, daya maksimum
260 Wp. Solar Charge Controller yang menggunakan teknologi MPPT dengan spesifikasi teknis; tegangan kerja PV max 140 VDC, tegangan kerja baterai 48 VDC, Arus Output max 60 A, efisiensi >97 %, dan kapasitas 1000 Watt.
Battery bank Deep cycle dengan spesifikasi teknis;
type baterai Deep Cycle OPzV,tegangan nominal 2 V/cell, Cycle life >1200,
DOD 80
%, dan kapasitas 160Ah.
Bidirectional inverter dengan Spesifikasi teknis;
DC input Volt (nominal) 50,4 V,input Voltage limit 40-64 V, input Current 131 A, Charging Current 100 A, Type of signal True Sine Wave 50 Hz, Continous Output Power 1 KVA.( [19])
3 Levin Halim,Oeto mo,2020
Perancangan dan implementasi
awal solar
inverter untuk pembangkit listrik tenaga surya Off- Grid
Inverter, PLTS Off- Grid, Solar Inverter, Konversi Energi
Hasil Implementasi menunjukkan
bahwa inveter sudah
mampu mendayai
lampu pijar 100 Watt dengan baik. [20]
4 Arif nur afandi,Irham fadlika,Lang lang
gumilar,M
Rancang bangun Off-Grid sistem PLTS sebagai modul
pembelajaran bagi mahasiswa
Konversi Energi, Modul Pembelajara n
Kegiatan pengabdian luar negeri di Timor leste
dengan mitra
Universidade Oriental de
Timor Lorosaβe
rizal
andriansyah, Eka
mistakim,Ac hmad syahrudin fakhri,Arie muazib,Moh ammad robith ircham asyhari,Muh ammad fajar sidiq,2021
Universidade Oriental De Timor Lorosaβe (UNITAL)
Off grid system, Trainer PLTS
(UNITAL) telah dilakukan dengan baik sesuai jadwal kegiatan yang dirancang tim pengabdian. Hal ini terlihat dari telah selesainya trainer alat praktikum PLTS sistem off-grid dan pelaksanaan
webinar akan
dilaksanakan pada awal Desember. Pemanfaatan trainer ini diharapkan mampu menjadi pemicu bagi mahasiswa UNITAL
untuk semakin
mengembangkan dan meneliti lebih lanjut tentang pemanfaatan energi terbarukan di Negaranya. Rektor UNITAL mengharapkan kegiatan semacam ini perlu dilakukan lebih banyak dengan harapan terciptanya kerjasama akademik antara kampus UNITAL dan UM.
Lebih jauh untuk memper
erat hubungan Bilateral Indonesia
-Timor Leste. [21]
5 Renaldy Rahman,202 1
Analisis Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Offgrid
Untuk Rumah
Tinggal Di Kota Banjarbaru
PLTS, renewable energy, Monocrysta lline, Solar Cell
Berdasarkan pengumpulan data dan perhitungan kebutuhan energi harian rumah tipe 45 sebesar 8.108 watt per hari dengan daya yang dibangkitkan sebesar 2.500 watt, dengan panel surya yang
digunakan tipe
Monocrystalline 300Wp sebanyak 8 Unit, Solar Charge Controller MPPT
48V dengan
arus 60A dan daya 3200 watt sebanyak 1 buah, Inverter 48 V (220Vac) dengan arus 60 A dan daya 4000W sebanyak 1 buah, Baterai VRLA 12 V dengan daya 200 Ah sebanyak 16 buah dengan
luas area
array 8 buah panel surya
adalah sebesar 12,98 m2 , luas penempatan panel surya dengan luas atap rumah tipe 45 cukup untuk ditempati panel surya tersebut dengan luas rumah tipe 45 yaitu sebesar 45,5m2 Total Biaya yang dikeluarkan Rp. 448.248.750 dengan biaya energi per kWh sebesar Rp. 16.680 dan per bulan sebesar Rp.
4.053.240. Dalam pemilihan komponen Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) agar dapat memperhatikan harga masing-masing komponen dengan memilih harga yang lebih murah namun tetap
memerhatikan kualitas, sehingga total biaya investasi dan biaya operasional penggantian
baterai dapat
lebih murah. [22]
6. Kukuh Aris Santoso, 2016
Perancangan dan simulasi sistem Off-Grid
pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk tower BTS 1500 watt
Tower BTS,Off- Grid,modul e
surya,PLTS, Autonmy days
Rancangan PLTS dengan membutuhkan untuk menghasilkan minimal 40 kWh perhari untuk konsumsi listrik pada tower BTS membutuhkan 45 modul sel surya 285 Wp secara perhitungan teknis atau 48 modul sel surya 285 Wp dengan menggunakan software komputer simulasi menghasilkan 40,64 kWh perharinya,kapasitas baterai yang dihasilnya adalah 4,762 ah dengan baterai 2 volt 2000 ah maka secara parallel dihasilnya 2,34 bank atau di bulatkan menjadi 3 bank sedangkan seri ada 12 baterai [23]
7. Vember Restu Kossi
Perencanaan PLTS terpusat (Off-Grid) di dusun tikalong kabupaten
mempawah
PLTS,insola si
matahari,ch arge
controller,in verter
Berdasarkan hasil perhitungan estimasi total kebutuhan energi harian desa ansiap khusunya pada dusun tikalong kabupaten mempawah sebesar 59,066 kWh perhari dengan daya yang dibangkitkan sebesar 14.242 Wp.Sehingga daya yang dibangkitkan PLTS terpusat (off-grid) 15 kWp Pada PLTS Terpusat
Dusun Tikalong
direncanakan terdapat 3 (tiga) rangkaian array yang masing-masing menghasilkan daya sebesar 5.200 Wp, sehingga total panel surya berjumlah 78 unit, dan
daya total yang
dibangkitkan sebesar 15,6 kWp. [24]
45
BAB III METODOLOGI
III.1 Alat dan Bahan III.1.1 Alat
Tabel III. 1 Alat Pembuatan PLTS
No Item Volume Satuan Justifikasi Penggunaan
1 Obeng + 3 Pcs Utama
2 Obeng - 3 Pcs Utama
3 Gergaji pipa 1 Pcs Utama
4 Gergaji 2 Pcs Utama
5 Panel Box 1 Pcs Utama
6 Tang 3 Pcs Utama
7 Avo Meter 2 Pcs Utama
8 Sarung Tangan 3 Pasang Tambahan
9 Sepatu Safety 3 Pasang Tambahan
10 Helm Safety 3 Pasang Tambahan
11 Meteran 1 Pcs Tambahan
III.1.2 Bahan
Tabel III. 2 Bahan Pembuatan Plts
No Item Volume Satuan
Justifikasi Penggunaan 1
Panel Surya Polycrystaline
100 wp 4 Pcs Utama
2
Solar Charge Controller
MPPT 1 Pcs Utama
3
Aki VRLA deep cycle
battery 12 v 40 ah 4 Pcs Utama
4 Inverter 2 KW 1 Pcs Utama
5 MCB DC 1 fasa 1 Pcs Utama
6 MCB AC 1 fasa 1 Pcs Utama
7 Connector MC-4 male Pasang Utama
cabang 4
8 Pipa 10 Meter Tambahan
9 Baja Ringan 10 Meter Tambahan
10 Kabel Pv 1 2 x 6 mm 15 Meter Utama
11 Kabel Nyyhy 2 x 4 mm 15 Meter Utama
12 Kabel Nya 2 x 4 mm 15 Meter Utama
13 Skun kabel 3 Bungkus Tambahan
14 Clem 3 Bungkus Tambahan
15 Motor 1 fasa 1 Pcs Tambahan
16 Lampu DC 1 Pcs Tambahan
17 Busbar 2 Pcs Tambahan
18 Capit Buaya 3 Set Tambahan
19 Baut 3 Bungkus Tambahan
20 Lampu Led 1 Pcs Tambahan
21 Stopkontak 1 Pcs Tambahan
22
connector MC-4 Female
cabang 4 1 Pasang Utama
23 Paku 3 Pcs Tambahan
24 Mata bor 1 Set Tambahan
25 Mata gerinda 1 Set Tambahan
III.1.2.1 Perhitungan Komponen PLTS 1. Panel Surya
Untuk menentukan panel surya yang dibutuhkan,Penting untuk mengetahui apa itu watt peak.Jadi,watt peak adalah besarnya suatu nominal watt tertinggi yang dapat dihasilkan dari panel surya.Untuk mengetahui watt peak tersebut digunakan rumus sebagai berikut:
πΎπ = π
πππ»β¦β¦β¦.(6)
(Sumber : [25]) Dimana :
Kp : Kapasitas Panel (Watt Peak) W : Total Daya (Watt)
PSH : Peak Sun Hour (Hour/Jam) (biasanya untuk optimal dari pukul
(09.00- 16.00 wita)
Sebelum masuk ke rumus perlu diketahui terlebih dahulu beban yang akan diapakai dalam penggunaan PLTS off grid ini.Sesuai batasan masalah diatas maka beban yang akan dipakai adalah beban yang setara motor 1 fasa yaitu 1 HP atau 746 watt dan akan dibulatkan menjadi 800 watt.Setelah diketahui beban yang akan dipakai maka terlebih dahulu mencari total daya yang akan dipakai menggunakan rumus sebagai berikut :
π =π΅ππππ ππππ πππππππ
100%β40 % ...(7) (Sumber: [25]
Dimana :
W : Total Daya ( Watt)
Beban : watt x waktu pemakaian beban ( Watt ) Maka ditemukan perhitungan sebagai berikut ini :
π =π΅ππππ ππππ πππππππ 100% β 40 %
π =800 π€ππ‘π‘ π₯ 2 πππ πππππππππ 100% β 40 %
π =1600 π€ππ‘π‘ 60 %
π = 2666,6 watt
Setelah diketahui total daya pemakaian maka akan digunakan rumus untuk mencari kapasitas panel sebagai berikut ini :
πΎπ = π πππ»
πΎπ =2666,6 7 πππ
πΎπ = 380,94 π€ππ‘π‘ ππππ
Didaptkan bahwa kapasitas panel yang akan dipakai yaitu 380,94 watt peak dan sesuai table diatas akan digunakan panel surya dengan watt peak 100 wp maka panel yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
π½π’πππβ πππππ = πΎπ
πππ¦π ππππ ππππ πππππβ¦β¦β¦(8) (Sumber : [25])
π½π’πππβ πππππ = 380,94 100 π€π π½π’πππβ πππππ = 3,8094 π΅π’πβ
Dibulatkan menjadi 4 buah panel surya
Maka jumlah panel surya yang akan dipakai adalah 4 buah panel surya dengan masing masing 100 watt peak untuk daya maksimalnya.
2. Baterai
Penentuan kapasitas baterai mengikuti ukuran baterai yang digunakan oleh penulis βrancangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap dengan sistem off- gridβ yaitu sebesar 12 v 40 ah. Nilai rata rata energi listrik yang dikonsumsi per hari sebesar 1600 wh,maka kapasitas baterai yang digunakan aadalah sebagai berikut:
πΎ πππ‘ππππ = π
π πππ‘ππππβ¦ β¦ β¦ (9) (Sumber : [26])
Dimana:
K baterai : Kapasitas Baterai ( Wh)
W : Daya harian yang dipakai (Wh) V baterai : Voltase baterai yang dipakai (V)
Maka perhitungan baterai yang digunakan adalah sebagai berikut:
πΎ πππ‘ππππ = π π πππ‘ππππ
πΎ πππ‘ππππ =1600 12 π πΎ πππ‘ππππ = 133,33 π΄π»
Dan untuk menentukan jumlah baterai yang digunakan adalah sebagai berikut:
π½ πππ‘ππππ =πΎ πππ‘ππππ
πΌ πππ‘ππππ β¦ β¦ β¦ . (10)
Dimana :
J baterai : jumlah baterai yang digunakan K baterai : kapasitas baterai (Wh)
I baterai : arus baterai yang digunakan pada pembuatan alat (Ah) Maka jumlah baterai yang dipakai adalah sebagai berikut:
π½ πππ‘ππππ = πΎ πππ‘ππππ πΌ πππ‘ππππ
π½ πππ‘ππππ =133,33 π΄β 40 π΄β π½ πππ‘ππππ = 3,3 πππ
Baterai yang akan diapakai adalah sebanyak 3,3 pcs dan akan dibulatkan menjadi 4 Pcs baterai yang akan digunakan dengan masing masing 12 v 40 Ah.
3. Inverter
Untuk perhitungan inverter sendiri yaitu mengikuti total daya yang telah dipakai.Untuk tugas akhir memakai daya yang setara motor 1 fasa yaitu 746 watt dan akan dibulatkan menjadi 800 watt.Berarti akan memakai inverter dengan daya maksimal yaitu 1000 watt.
III.2 Desain dan Perancangan Alat
Dalam tugas akhir ini selain alat dan bahan dibutuhkan juga desain alat.Penulis telah membuat desain alat PLTS off-grid ini yang menggunakan software sketchup dan akan ditunjukan pada gambar dibawah ini :
a. Desain 3D Alat Sistem Off-Grid Panel Surya
.
Gambar III. 1 Desain Alat 3D Sistem Off Grid Panel Surya
Gambar III. 2 Penyangga PLTS b. Perancangan Alat Sistem Off-Grid Panel surya
4 Panel Surya 100 wp Polycrystaline
Solar Charge Controller MPPT
Inverter 24 v 100 ah
Aki Vrla 12 volt 100 ah yang masing-masing disusun secara
seri
Beban AC
Indikator DC
Panel Box
Gambar III. 3 Perancangan Alat Sistem Off - Grid Panel Surya
Dalam perancangan yang telah diperlihatakan di gambar 3.2 dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. 4 panel surya yang masing masing bekapasitas 100 wp akan menyalurkan arus dan tegangan DC ke perantara yaitu solar charge controller mppt.
b. Setelah solar charge controller dapat arus dan tegangan dari panel surya akan bisa langsung dipakai tetapi hanya untuk beban DC dan jika disalurkan ke aki vrla akan menyimpan arus dan tegangan DC itu untuk di charge dan aki akan menyalurkan lagi ke inverter untuk diubah Arus dan Tegangannya
c. Inverter akan mendapatkan arus DC dan akan diubah menjadi arus AC dan akan disalurkan lagi ke panel box sebelum bisa dipakai untuk kehidupan sehari-hari.
III.3 Flowchart Pembuatan Alat
Flowchart sangat dibutuhkan dalam pembuatan alat maka dari penulis membuat flowchart ini untuk memudahkan atau membantu pembuatan alat PLTS off- grid yang akan dijelaskan sebagai berikut:
Mulai
Studi Literartur
Desain dan Perancangan PLTS
Perakitan PLTS
Pengujian dengan pengecasan baterai
Pengecasan berhasil?
Pemasangan Panel Control
Tidak
Berhasil
Pengujian Rangkaian Off-Grid dengan
Beban AC
Beban AC Menyala
Pengambilan Data Arus dan Tegangan AC yang dihasilkan
Data Arus dan Tegangan
Sesuai
Selesai
Tidak
Menyala
Tidak Sesuai
Sesuai
Gambar III. 4 Flowchart Pembuatan Alat
III.4 Parameter Pengamatan
Untuk mengetahui keandalan dalam perancangan pembangkit listrik tenaga surya off-grid di gedung Terpadu lantai 4 Politeknik Negeri Balikpapan parameter pengamatan yang dipakai untuk menentukan tingkat keberhasilan sebuah Pembangkit listrik tenaga surya off grid adalah sebagai berikut:
a. Penggunaan beban
b. Tegangan yang dihasilkan panel surya c. Arus yang dihasilkan pada panel surya
Dari semua parameter yang telah diambil akan ditampilkan dalam bentuk laporan akhir dan akan dipresentasikan di sidang tugas akhir.
55
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Pendahuluan
Pada hasil dan pembahasan ini membutuhkan suatu pengerjaan dan pemngambilan data untuk pemantauan dan uji coba terhadap alat unutk mengetahui kinerja pada masing- masing komponen dan keseluruhan. Dengan menggunakan Photovoltaic ( Panel surya ), Accumullator yang berjenis VRLA, Inverter 24 volt 2000 kWh dan Solar Charge Controller untuk menerima tenaga surya yang dihasilkan oleh matahari yang akan diterima oleh panel surya dan akan disualurkan ke Accumullator untuk sistem pengecasan baterai dan untuk menaruh listrik DC di aki untuk disalurkan lagi ke inverter untuk dirubah arus dan tegangan menjadi AC agar bisa dipakai untuk listrik rumah tangga seperti rice cooker,lampu,dan lain lain. Untuk Solar Charge Controller sendiri yaitu untuk mengatur semua tegangan dan arus yang masuk dari panel surya dan akan dibaca oleh Solar Charge Controller dan tegangan arus aki juga bisa dibaca melalui Solar Charge Controlle.
IV.2 Pemasangan Alat
Pada pemasangan alat kali ini dilakukan perangkaian pada pembangkit listrik tenaga surya dengan bahan bahan sebagai berikut Photovoltaic (panel surya) berjenis Polycrystaline dengan kapasitas 100 Wp berjumlah dengan 4 buah yang akan disusun secara seri β parallel dan akan berkapasitas 24 volt 10 ampere, Accumulator berjenis VRLA dengan 12 volt 40 Ah berjumlah 4 buah yang disusun secara seri-paralel dan akan berkapasitas 24 volt 80 Ah, Solar Charge Controller berjenis MPPT dengan merk Epever, Inverter dengan kapasitas 2000 watt 24 volt. Pada gambar IV.I akan dijelaskan bahwa pada perangkaian alat pada panel box dari panel surya disusun secara seri dan parallel melalui connector MC-4 dan kabel ( + ) akan masuk ke MCB dengan 6 ampere lalu akan masuk ( + ) Solar Charge Controller sedangkan untuk kabel ( - ) dari panel surya akan masuk ke terminal ( - ) di Solar Charge Controller agar Solar Charge Controller bisa menerima tegangan dan arus dari Panel surya.
Gambar IV. 1 Perancangan PLTS
Lalu hubungkan Accumulator secara seri dan parallel dengan menyambungkan kabel ke ( + ) aki nomor 1 dihubungkan ke ( - ) aki nomor 2 agar bisa tersambung secara seri dan untuk rangkaian parallel hubungkan ( + ) aki nomor 1 ke ( + ) aki nomor 3 sedangkan ( - ) aki pada nomor 1 hubungkan ke ( - ) aki pada nomor 3 untuk aki nomor 2 dan 4 begitu juga dan pada ( - ) aki pada nomor 2 dan ( + ) nomor 1 hubungkan kabel untuk masuk ke panel box lalu masukan ke MCB khusus untuk aki setlah masukan ke terminal 2 Solar Charge Controller yaitu terminal yang dikhusukan untuk aki. Untuk Rangkaian aki bisa diliat pada gambar 1V.II.
Gambar IV. 2 Rangkaian Aki Secara Seri dan Paralel
Selain dari rangkaian Aki dan PLTS adapula perangkaian di dalam panel box yang dimana untuk isi dalam panel box tersebut ada beberapa komponen seperti MCB yang berkapasitas 6 ampere yang berjumlah 4 buah, lalu ada Solar Charge Controller, dan ada Inverter. Untuk penyambungan tersebut kabel yang berasal dari panel surya masuk ke terminal yang dikhususkan untuk terminal panel surya, lalu ada kabel accumulator yang telah dirangkai seri dan parallel masuk ke terminal yang dikhususkan untuk terminal accumulator. Setelah masuk terminal ouput terminal masuk ke masing masing MCB yang dikhususkan untuk PV dan accumulator untuk kabbel phase dan untuk kabel netral langsung ke Solar Charge Controller. Setelah masuk Solar Charge Controller sambungkan kabel netral dengan kabel yang baru agar bisa di jumper ke inverter sebagai masukkan dari Accumulator begitu juga dengan kabel phase sebagai input phase dari aki agar inverter bisa terpakai.Untuk rangkaian didalam panel box bisa dilihat pada gambar IV.III dan untuk gambar IV.I V sebagai desain dari panel tersebut dibawah ini.
Gambar IV. 3 Rangkaian Panel Box
Gambar IV. 4 Desain Panel Box IV.3 Hasil
Pada hasil kali ini data pada tegangan dan arus pada yang dipakai dan yang diserap akan ditampilkan melalui Solar Charge Controller. Data akan diambil dalam satu jam sekali dari jam jam 07.00 β 17.00 WITA. Untuk menampilkan data tegangan dan arus pada Solar Charge Controller terlebih dahulu dipastikan apakah kabel sumber dari panel surya dan kabel sumber dari Accumulator itu sudah benar benar terpasang rapat agar data akan muncul di solar charge controller tersebut keluar.
Pada gambar IV.5 akan menampilkan data tegangan dan arus pada jam 07.00 di dalam solar charge controller dengan pembacaan jika di solar charge controller terdapat gambar sebuah panel surya itu untuk membaca tegangan dan arus yang diterima pada panel surya tersebut dan jika bergambar baterai ataupun accumulator
itu menunjukkan data tegangan dan arus yang dihasilkan ataupun data pengecasan pada accumulator tesebut.
Pada gambar IV.6 sendiri akan memunculkan data tegangan dan arus pada jam jam watt peak tertinggi ataupun tegangan dan arus yang dihasilkan mencapai puncaknya yaitu diantara jam 13.00 β 14.00 wita. Biasanya di jam tersebut data tegangan dan arus menghasilkan daya listrik DC tertinggi.
Pada gambar IV.7 akan menampilkan data tegangan dan arus pada pukul 17.00 wita yang dimana pada pukul tersebut matahari sudah mulai turun dan akan menghasilkan sedikit cahaya tetapi cahaya yang dihasilkan tidak terlalu sedikit ataupun tidak terlalu banyak maka dari itu berikut gambar dari masing masing jam 07.00, 13.00, dan 17.00 wita sebagai berikut.
Gambar IV. 5 tegangan dan arus pada jam 07.00
Gambar IV. 6 Data Tegangan dan Arus Pada Jam 13.00
Gambar IV. 7 Data Tegangan dan Arus Pada Jam 17.00
Setelah melihat data tegangan pada solar charge pada gambar IV.8 dan IV.9 akan memperlihatkan grafik pengecasan baterai dan tegangan yang dihasilkan oleh panel surya dan tegangan hasil pengecasan baterai pada accumulator. Berikut gambar IV.8 dan IV.9.
Gambar IV. 8 Grafik Pengecasan Baterai
Gambar IV. 9 Grafik Tegangan Panel Surya
IV.4 Uji Coba Alat
Pada uji coba alat kali ini akan menggunakan sebuah beban AC yaitu untuk keperluan rumah tangga disini penguji cobaan alat akan menggunakan alat yaitu bor tangan yang berkapasitas 560 watt dan untuk melengkapi yang lain adalah dengan menggunakan ESP 32 yang berjumlah 2 buah dan beberapa untuk pengecasan laptop dan Handphone.
IV.4.1 Uji Coba
Penguji cobaan sistem Off-Grid bisa dilihat pada gambar IV.10,IV.11,IV.12.
Penguji cobaan sistem Off-Grid dilakukan dengan cara menggunakan bor tangan apakah alat tersebut bisa menyala atau tidak dan dilakukan pengukuran tang ampere dengantujuan untuk mengetahui berapa arus yang dikeluarkan alat rumah tangga tersebut. Tujuan agar untuk mengetahui berapa kapasitas yang bisa dipakai jika menggunakan alat rumah tangga yang dipakai dan untuk menghemat penggunaan listrik pada rumah tangga.
Gambar IV. 10 Uji Coba Menggunakan Beban ESP - 32
Gambar IV. 11 Uji Coba Menggunakan HP dan Laptop
Gambar IV. 12 Uji Coba Menggunakan Bor Tangan dan Mengukur Arus yang Dikeluarkan Oleh Bor Tersebut
Setelah menguji coba alat dengan beberapa alat yang digunakan di rumah tangga akan dilakukan perbandingan antara menggunakan beban dan tidak beban.
Tercatat saat dipakaikan beban tegangan dan arus yang disimpan oleh aki mengalami penurunan drastis yang pada saat tidak digunakan tegangan yang dihasilkan yaitu dikisaran angka 27,4 volt β 29,9 volt menurun ketika dipakaikan beban yang berupa 1 bor tangan, 3 charger HP, dan 1 charger laptop menurun ke angka 24,9 volt dan akan itu terus menurun dikarenakan daya yang dipakai di baterai semakin lama semakin besar hingga turunlah peresentase baterai yang diawal 100% menurun ke angka 49 %.
Berikut untuk data yang diambil pada saat dipakaikan beban akan dijelaskan pada gambar IV.13, IV.14, dan IV.15.
Gambar IV. 13 Persentase Baterai saat Terdapat Beban
Gambar IV. 14 Arus yang Terpakai Saat Terdapat Beban
Gambar IV. 15 Sisa Tegangan Jika Terdapat Beban
BAB V PENUTUP
V.I Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian alat yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Sistem pengujian alat pada penerimaan cahaya di panel surya berlangsung dengan baik dengan hasil cahaya yang diterima jauh diatas perkiraan yaitu untuk cahaya tertinggi yang diserap yaitu di angka 40,1 volt yang dimana itu sudah melebihi ekspektasi.
2. Pada pengujian pengecasan aki juga sudah baik dikarenakan lamanya pengecasan yang berlangsung secara singkat di kisaran antar 2 jam hingga 3 jam saja jika cahaya yang diserap di angka 40,1 volt.
3. Solar charge controller membaca tegangan dan arus dengan baik dibuktikan dengan beberapa foto penguji cobaan alat yang dimana bisa dibaca dengan baik tetapi memiliki beberapa perbedaan yang tegangan dan arus yang dihasilkan.
4. Inverter yang berfungsi mengubah listrik DC ke AC juga berjalan baik hanya ada beberapa kendala saat penguji cobaan alat yang dimana kipas didalam inverter berbunyi tetapi untuk pengubah listriknya sudah berjalan baik dibuktikan dengan beberapa peraltan yang membutuhkan listrik AC yang bisa berfungsi dengan baik
V.II Saran
Dalam penyelesaian tugas akhir masih memiliki beberapa kekurangan terhadap beberapa aspek. Oleh karena itu, untuk yang ingin mengembangkan tugas akhir ada beberapa saran untuk menjadikan tugas akhir ke pengembangan yang selanjutnya berikut beberapa saran :
1. Melakukan penyempurnaan pada desain dan pengawatan termasuk pemilihan komponen yang benar benar berkualitas agar tidak adanya