• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

E. Penelitian Terkait

ix) Latihan ke-9 (masing-masing 10 kali)

a) Luruskan salah satu kaki Anda dan angkat b) Putar kaki Anda pada pergelangan kaki

c) Tuliskanlah di udara dengan kaki Anda angka 0 s/d 9.

x) Latihan ke-10 (sekali)

a) Selembar koran dilipat-lipat dengan kaki menjadi bentuk bulat seperti bola. Kemudian dilicinkan kembali dengan menggunakan kedua kaki, dan setelah itu disobek-sobek.

b) Kumpulkan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki dan letakkan di atas lembaran koran lainnya. Terakhir bungkuslah semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola.

2. Kehidupan Sehari-hari Keluarga dengan Pasien Dewasa Penderita Diabetes Tipe 1

Penelitian ini menjelaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam memberikan dukungan kepada anggota yang menderita diabetes karena banyak masalah yang berbeda yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang mempengaruhi individu diabetes dalam manajemen diri. Penderita diabetes bertanggung jawab dalam mengelola dirinya, sehingga pendidikan kesehatan dan dukungan sosial diperlukan untuk manajemen diri individu diabetes.

3. Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta

Dukungan keluarga diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Untuk mencegah timbulnya komplikasi diabetes melitus, diperlukan pengontrolan ynag teraupetik melalui perubahan gaya hidup pasien DM. Hal tersebut memerlukan dukungan keluarga sebagai faktor penting dalam kepatuhan manajemen panyakit kronik.

E. Kerangka Teori

Kerangka teori yang digunakan sebagai dasar acuan dalam penelitian ini meliputi diabetes melitus yang dijelaskan oleh Gibney (2009), Leslie (2012), Riskesdas (2013) dan Saad, dkk (2013) memiliki dampak berupa berbagai macam komplikasi diantaranya luka diabetes.

Maka diperlukan pengetahuan bagi keluarga untuk mencegah timbulnya luka tersebut. Berikut skema yang dapat diberikan:

Bagan 2.2 Kerangka teori modifikasi dari; Smeltzer & Bare (2002); Misnadiarly (2006); Soegondo & Sukardji (2008); Corwin, 2009; Gibney (2009) Liu et.al, 2009; PERKENI, (2009); Friedman, et.al (2010); Leslie (2012); Riskesdas (2013); Saad, et.al (2013); Holt (2013)

32 A. Kerangka Konsep

Kerangka konsep merupakan model konseptual yang berkaitan dengan masalah dalam studi penelitian yang direfleksikan melalui hubungan variabel-variabel dengan teori yang sudah disusun (Hidayat, 2011; Swarjana, 2012).

Variabel adalah suatu sifat yang akan diukur atau diamati dari suatu objek dimana nilainya bervariasi antara satu objek dengan objek yang lain (Hastono & Sabri, 2011). Penelitian ini memiliki satu variabel yaitu pengetahuan tentang pencegahan luka DM.

Bagan 3.1 Kerangka konsep modifikasi dari Misnadiarly (2006); Soegondo &

Sukardji (2008); Corwin (2009); Gibney (2009); Leslie, et.al (2012); Yusra (2012); Rintala, et.al (2013); Riskesdas (2013); Susanti& Sulistyarini (2013)

B. Definisi Operasional

Tabel 3.2

Definisi Operasional Variabel

No. Variabel Definisi Operasional Alat Ukur/ Hasil Ukur Kategori Skala

1 Pengetahuan tentang pencegahan luka diabetes

Pengetahuan tentang pencegahan luka DM meliputi deteksi awal, penggunaan alas kaki, merawat kuku kaki, perawatan kaki diabetes, dukungan keluarga, perubahan sensorik, latihan

Kuisioner bagian II, 1. Pengetahuan baik, jika

≥ mean

2. Pengetahuan kurang, jika < mean

Ordinal

2 Demografi a) Usia

b) Jenis kelamin

Satuan waktu yang digunakan untuk mengukur sejak seseorang dilahirkan sampai waktu saat penghitungan.

Perbedaan fisik antara laki-laki dan perempuan.

Kuisioner bagian I, format isian;

a. Usia remaja (18-20 tahun) b. Usia dewasa (21-63

tahun)

Piaget (dalam Dahar, 2011;

dalam Nurjannah, 2013) Kuisioner bagian I, format isian;

a. Laki-laki b. Perempuan (Hungu, 2007)

Dibagi menjadi dua 2 kategori:

1. Usia remaja (jawaban a) 2. Usia dewasa (jawaban b)

Dikategorikan menjadi 2:

1. Laki-laki (jawaban a) 2. Perempuan (jawaban b)

Nominal

Nominal

c) Anggota keluarga

d) Pendidikan

e) Pekerjaan

Ikatan/ hubungan yang timbul karena pernikahan, pertalian darah, ataupun ikatan keluarga lainnya.

Usaha seseorang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mencapai tujuannya.

Kegiatan sehari-hari yang dilakukan.

Kuisioner bagian I, format isian;

a. Pernikahan b. Pertalian darah c. Keluarga terkait (Friedman et.al, 2010) Kuisioner bagian I, format isian;

a. SD/ MI b. SMP/ MTs

c. SMA/ MA/ SMK/ MAK d. PT

(UU No. 20 tahun 2003) Kuisioner bagian I, format isian;

a. Bekerja b. Tidak bekerja

Dibagi menjadi 3 kategori:

1. Pernikahan (jawaban a) 2. Pertalian darah

(jawaban b) 3. Keluarga terkait

(jawaban c)

Dibagi menjadi 3 kategori:

1. Pendidikan dasar (jawaban a & b) 2. Pendidikan menengah

(jawaban c) 3. Pendidikan tinggi

(jawaban d)

Dibagi menjadi 2 kategori:

1. Bekerja (jawaban a) 2. Tidak bekerja (jawaban

b)

Nominal

Ordinal

Nominal

35 A. Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif.

Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berfungsi mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis, dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum (Sugiyono, 2012). Rancangan penelitian ini akan digunakan untuk mengidentifikasi pengetahuan tentang pencegahan luka DM pada anggota keluarga pasien DM.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pisangan, Ciputat Timur. Alasan peneliti memilih tempat tersebut adalah berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan diperoleh bahwa pengetahuan anggota keluarga pasien DM tentang pencegahan luka masih kurang. Tahun 2014 setiap bulannya data kunjungan pasien DM ke puskesmas selalu bertambah, baik itu pasien kunjungan lama maupun pasien kunjungan baru. Namun data tersebut tidak ditindaklanjuti, sehingga kenaikan atau penurunan dari kunjungan pasien DM tidak nampak jelas dan ataupun pelaksanaan dari program-program terkait tidak ada untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. Dari hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang pencegahan luka

DM yang dimiliki oleh keluarga pasien DM. Penelitian ini dilakukan pada bulan April–Mei 2015.

C. Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi adalah keseluruhan dari unit atau subjek yang mempunyai karakteristik sesuai dengan kriteria penelitian yang telah ditetapkan (Nursalam, 2008; Hidayat, 2011; Hastono & Sabri, 2011). Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah anggota keluarga dari pasien DM yang telah didata datang ke Puskesmas Pisangan yang berjumlah 70 orang.

Sampel adalah bagian populasi atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki populasi yang akan dipergunakan sebagai subjek penelitian (Nursalam, 2008; Hidayat, 2011). Sampel dalam penelitian ini adalah anggota keluarga dari pasien DM yang berkisar 70– 140 orang. Penentuan kriteria sampel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kriteria inklusi dan kriteria ekslusi serta cara pengambian sampel yang ditetapkan oleh peneliti.

a. Kriteria inklusi

Kriteria inklusi adalah karakteristik atau kriteria subjek penelitian mewakili sampel penelitian yang akan diteliti (Nursalam, 2008).

Kriteria inklusi yang ditetapkan adalah:

 Anggota keluarga dari pasien DM yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Pisangan

 Anggota keluarga tinggal bersama dengan pasien DM

 Anggota keluarga pasien DM berusia 18 tahun keatas

 Anggota keluarga pasien DM bersedia menjadi responden

 Anggota keluarga mampu membaca dan menulis.

b. Kriteria ekslusi

Kriteria ekslusi merupakan kriteria penentuan subjek penelitian yang tidak dapat mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat sebagai sampel penelitian (Hidayat, 2011).

Kriteria ekslusi yang ditetapkan adalah:

 Anggota keluarga yang sedang bepergian lama/ liburan

Pada penelitian ini, semua populasi/ sampel yang masuk ke dalam kriteria inklusi diberi kode berupa angka. Kemudian peneliti melanjutkan dengan pemberian lembar persetujuan menjadi responden untuk diisi oleh sampel penelitian. Selanjutnya pengambilan data dengan kuisioner. Waktu pengisian kuisioner selama kurang lebih 15 menit untuk masing-masing responden. Sedangkan untuk proses pengambilan data dilakukan selama satu bulan.

c. Cara pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan mengambil seluruh anggota populasi sebagai sampel (Sugiyono, 2009). Jumlah populasi yang sedikit menjadi pertimbangan peneliti untuk mengambil seluruh populasi menjadi sampel penelitian karena sampel yang besar cendrung memberikan atau lebih dapat mewakili populasi yang akan diteliti (Danim, 2002). Jumlah sampel dalam penelitian ini merupakan seluruh populasi yang diperoleh peneliti melalui data kunjungan pasien DM ke puskesmas yang diberikan oleh penanggungjawab

kejadian penyakit DM di wilayah kerja Puskesmas Pisangan sebanyak70 orang.

Pengambilan sampel pada anggota keluarga pasien DM dilakukan maksimal dua orang anggota keluarga pasien DM. Menurut Budiarto (2002) pengambilan sampel dua orang dewasa untuk mencegah terjadinya bias bila keluarga terdapat lebih dari satu orang dewasa yang tinggal bersama pasien. Pengambilan sampel tersebut juga untuk menghindari kesalahan dalam pemilihan unit dasar, yaitu unit dasar yang berbeda dengan tujuan penelitian. Dimana nantinya dapat mempengaruhi hasil penelitian. Untuk itu peneliti memilih anggota keluarga yang paling dekat dengan pasien dan selalu mengurusi/ merawat pasien. Sehingga perolehan sampel berkisar 70– 140 orang.

Selama proses pengambilan data, peneliti hanya memperoleh responden penelitian yaitu anggota keluarga pasien DM sebanyak 50 orang. Peneliti sudah melakukan kunjungan kepada seluruh pasien DM yang berjumlah 70 orang sesuai dengan alamat yang peneliti dapatkan sebagai proses pengambilan data pada responden yaitu anggota keluarga pasien DM. Namun perolehan responden penelitian yang peneliti dapatkan hanya 50 orang. Jumlah tersebut berasal dari 30 orang pasien DM yang bersedia terlibat dalam penelitian ini.

Beberapa faktor yang mempengaruhi perolehan tersebut, seperti responden yang tidak terdaftar oleh Ketua RT setempat, responden sudah pindah dari alamat yang peneliti miliki, responden tidak

berkenan menjadi responden penelitian meskipun peneliti sudah memberikan penjelasan.

D. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat ukur yang digunakan unutk mengumpulkan data dalam rangka memperoleh data yang sesuai (Danim, 2002). Pada penelitian ini menggunakan jenis instrumen berupa kuisioner untuk mengukur pengetahuan tentang pencegahan luka DM pada anggota keluarga pasien DM.

Jenis kuisionernya adalah kuisioner yang diisi oleh responden sesuai dengan pernyataan yang berada pada lembar kuisioner. Bentuk pernyataan dari kuisioner adalah close ended item dimana responden diberi kebebasan untuk memilih satu diantara dua jawaban tentang kebenaran suatu pernyataan (Notoatmodjo, 2012). Jenis skala pengukuran yang digunakan adalah skala Guttman. Menurut Hidayat (2011) skala Guttman merupakan skala yang dibuat seperti checklist bersifat tegas dan konsisten dalam memberikan jawaban dari pertanyaan/ pernyataan: ya dan tidak, positif dan negatif, setuju dan tidak setuju, benar dan salah.

Peneliti menggunakan kuisioner yang dibuat sendiri oleh peneliti.

Pada bagian I (pertama) berkaitan dengan data demografi responden yang berisi inisial responden, usia, jenis kelamin, anggota keluarga pasien DM, pendidikan terakhir, dan status pekerjaan. Sedangkan pada bagian II (kedua) berisi pengetahuan keluarga tentang pencegahan luka DM yang terdiri dari tujuh sub pengetahuan terkait fakta dan pernyataan tentang pencegahan luka DM. Pernyataan terdiri dari 30 butir pernyataan positif

(pernyataan no. 1, 2, 3, 4, 5, 7, 9, 10, 11, 12, 14, 16, 17, 20, 21, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 34, 35, 36, 37, 38, 39) dengan jawaban benar bernilai 1 dan jawaban salah bernilai 0 dan 9 butir pernyataan negatif (pernyataan no. 6, 8, 13, 15, 18, 19, 22, 23, 33) dengan jawaban benar bernilai 0 dan jawaban salah bernilai 1. Berikut tabel pembagian pernyataan penyusun kuisioner yang terdiri dari tujuh sub pengetahuan.

Tabel 4.1 pernyataan penyusun kuisioner pengetahuan tentang pencegahan luka DM

Tabel diatas merupakan pernyataan penyusun kuisioner terkait dengan pengetahuan tentang pencegahan luka DM berdasarkan sub pengetahuan. Peneliti menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov test untuk mengetahui distribusi data, dimana diperoleh nilai p=0,057.

Nilai p>0,05 membuktikan bahwa data tersebut berdistribusi normal.

Sehingga pengkategorian pengetahuan menggunakan mean=30,34.

Pengetahuan responden dikatakan baik apabila ≥ mean(30,34), dan pengetahuan responden dikatakan kurang apabila < mean(30,34).

Pengetahuan tentang pencegahan luka DM

Jumlah

Deteksi awal 6

Penggunaan alas kaki 7

Perawatan kuku kaki 4

Perawatan kaki diabetes 10

Dukungan keluarga 6

Perubahan sensorik 2

Latihan kaki 4

E. Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Validitas

Validitas berbicara mengenai sejauh mana instrumen dapat dengan tepat mengukur apa yang hendak diukur. Validitas berkaitan dengan ketepatan alat ukur. Dengan instrumen yang valid akan menghasilkan data yang valid pula. Uji validitas kuisioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah content validity.

Menurut Kelana (2011) content validity (validitas isi) menunjukkan kemampuan item pertanyaan dalam instrumen mewakili semua unsur dimensi konsep yang sedang diteliti. Sugiyono (2007) dan Widoyoko (2013) mengatakan bahwa untuk menguji kemampuan instrumen tersebut dapat digunakan pendapat para ahli. Jumlah para ahli yang digunakan minimal tiga orang. Untuk penelitian tugas akhir kuliah (skripsi), tenaga ahlinya adalah pembimbing. Pada penelitian ini content validity instrumen penelitian dilakukan oleh dosen pembimbing sebanyak dua orang, sehingga item pertanyaan/

pernyataan dalam instrumen dapat mewakili konsep yang sedang diteliti.

Proses pembuatan instrumen penelitian, peneliti membuat daftar pernyataan terkait pencegahan luka DM diperoleh sebanyak 40 pernyataan. Selanjutnya peneliti berkonsultasi dengan pembimbing, diperoleh 39 pernyataan dan perubahan redaksional yang mengacu pada pola kalimat Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Untuk mengukur isi instrumen agar dapat mewakili konsep yang sedang

diteliti, peneliti melakukan content validity yang dilakukan oleh dua orang dosen pembimbing penelitian. Sehingga diperoleh kuisioner yang dapat mengukur pengetahuan responden tentang pencegahan luka DM.

Kelana (2011) & Widoyoko (2013) menjelaskan validitas konstruk akan menggambarkan bahwa instrumen memiliki item-item pernyataan yang disusun secara rasional berdasarkan konstruk (konsep dari suatu teori). Sehingga instrumen pada penelitian ini dapat mengukur pengetahuan responden, baik untuk kategori pengetahuan baik ataupun pengatahuan kurang. Setelah pengujian validitas diatas dilanjutkan uji coba di lapangan dengan sampel uji coba minimal 30 orang.

Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 35 orang. Sampel tersebut merupakan warga yang termasuk ke dalam wilayah kerja Puskesmas Pisangan, namun sampel tersebut diluar responden penelitian. Peneliti memperoleh sampel tersebut dengan mengumpulkan data posbindu yang dibawahi oleh Puskesmas Pisangan yang diperoleh sebanyak 4 posbindu (Flamboyan, Kenanga, Nusa Indah, dan Rosela). Selanjutnya peneliti meminta izin puskesmas untuk mendatangi posbindu tersebut. Setelah mendapatkan izin, peneliti mendatangi kader posbindu untuk mendapatkan perizinan melakukan penelitian pada anggota keluarga pasien DM. Peneliti berhasil mengumpulkan data pasien DM di wilayah posbindu Puskesmas Pisangan sebanyak 35 orang sampel selama 2 minggu dari

6 – 19 April 2015 dan diperoleh bahwa sampel dapat memahami kuisioner penelitian.

2. Reliabilitas

Reliabilitas merupakan kemampuan instrumen dalam memberikan hasil pengukurannya selalu tetap atau dapat dipercaya.

Reliabilitas biasanya dinyatakan dalam bentuk angka, disebut koefisien. Koefisien yang tinggi menunjukkan reliabilitas yang tinggi.

Penelitian ini menggunakan sistem pemberian skor (scoring system) instrumen. Metode analisa reliabilitas penelitian adalah instrumen skor diskrit. Dimana nominal atau pilah adalah instrumen yang skor jawaban/ responnya hanya dua jawaban yaitu benar dan salah.

Sehingga tingkat reliabilitas penelitian dapat dicari dengan rumus K-R 20 (Dempsey, 2002&Widoyoko, 2013).

Rumus K-R 20 ditemukan oleh Kuder dan Richardson yang kemudian dikenal dengan Kuder dan Richardson Formula 20. Rentang nilainya berada diantara 0 sampai dengan 1. Semakin mendekati 1 maka semakin reliabel. Rumus ini dapat digunakan untuk instrumen dengan:

a. Bentuk pertanyaan hanya terdiri dari atas dua pilihan jawaban, misal ya dan tidak, benar dan salah

b. Jumlah butir pertanyaan ganjil, sehingga tidak dapat dibelah.

Dengan rumus:

dimana:

r11= reliabilitas instrumen k = banyak butir pertanyaan Vt = varians total

p = proporsi subjek yang menjawab betul (proporsi subjek yang mendapat skor 1), dapat ditulis:

p = q = 1–p

Tabel 4.1 Tabel interpretasi koefisien reliabilitas 0-1, dengan interpretasi:

Nilai alfa 1 artinya sangat sempurna Nilai alfa 0,8 artinya Sangat bagus Nilai alfa 0,6 artinya Bagus Nilai alfa 0,4 artinya Cukup Nilai alfa < 0,4 artinya Jelek Sumber: Umar, 2002 & Budiharto, 2008.

Hasil uji reliabilitas yang dilaksanakan selama dua minggu berturut-turut dari tanggal 6–19 April 2015 di Kel. Pisangan dan Kel.

Cirendeu diperoleh nilai α (alfa) sebesar 0,6659909 dibulatkan menjadi α=0,67. Berdasarkan nilai tersebut, pernyataan pada variabel pengetahuan tentang pencegahan luka DM pada anggota keluarga pasien DM dianggap reliabel.

F. Prosedur Pelaksanaan Penelitian

Langkah-langkah dalam prosedur pengumpulan data adalah sebagai berikut:

1) Peneliti mengajukan surat permohonan izin penelitian ke Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Dinas Kesehatan Tangerang Selatan.

2) Setelah peneliti mendapatkan izin penelitian, peneliti menyerahkan surat permohonan izin tersebut kepada Kepala Puskesmas Pisangan dan Ketua RT/ RW setempat untuk mendapatkan data warga dengan DM yang datang dan tinggal di wilayah kerja Puskesmas Pisangan serta survei awal pada anggota keluarga yang tinggal bersama pasien DM di wilayah Pisangan.

3) Setelah peneliti mendapatkan izin untuk melakukan penelitian dari Ketua RT/ RW setempat, selanjutnya peneliti terlebih dahulu melakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen selama 14 hari (6 – 19 April 2015).

4) Setelah instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel, peneliti melakukan penyeleksian terhadap calon responden penelitian berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya.

5) Peneliti menentukan jumlah responden penelitian dengan menggunakan teknik total sampling.

6) Setelah mendapatkan calon responden sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, peneliti melakukan informed consent terhadap calon responden. Jika calon responden bersedia menjadi responden

penelitian, maka mereka dapat membaca lembaran persetujuan dan kemudian menandatanganinya. Setelah itu informed consent diserahkan kembalikepada peneliti.

7) Setelah peneliti menerima lembar persetujuan yang menunjukkan bahwa calon responden setuju untuk menjadi responden penelitian.

Selanjutnya peneliti akan memberi penjelasan kepada responden mengenai cara pengisian kuisioner dan responden dianjurkan bertanya apabila ada pernyataan yang kurang jelas.

8) Pengisian kuisioner dilakukan selama kurang lebih 15 menit untuk masing-masing responden, sedangkan untuk pengambilan datadilakukan selama 6 hari (5–11 Mei 2015). Responden diharapkan menjawab seluruh pernyataan di bagian jawaban di dalam kuisioner.

9) Apabila responden sudah selesai mengisi lembar kuisioner maka lembar tersebut dikembalikan kepada peneliti.

10) Peneliti memeriksa kembali kuisioner yang sudah diisi oleh responden untuk memeriksa kelengkapan pengisian kuisioner.

11) Kuisioner yang telah diisi selanjutnya diolah dan dianalisa oleh peneliti.

G. Pengolahan Data

Menurut Budiarto (2002) dan Hidayat (2011) dalam proses pengolahan data terdapat beberapa langkah yang harus ditempuh meliputi editing, coding, entry data, dan analiting. Berikut penjelasannya:

1) Editing

Editing merupakan langkah untuk memeriksa kembali kebenaran data, seperti daftar pertanyaan yang diperoleh atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap pengumpulan data atau setelah data terkumpul.

2) Coding

Coding merupakan langkah pemberian kode numerik (angka) pada data yang sudah dikumpulkan yang terdiri atas beberapa kategori.

Pemberian kode ini akan memudahkan peneliti dalam pengolahan dan menganalisa data menggunakan komputer. Dan penelitian ini menggunakan kode tiap item kuisioner. Selanjutnya kode-kode tersebut dikembalikan lagi pada variabel aslinya.

3) Entry data

Entry data merupakan langkah memasukkan data yang telah dikumpulkan ke dalam master tabel atau database komputer, kemudian membuat distribusi frekuensi sederhana atau dengan membuat tabel kontingensi. Program yang digunakan untuk menganalisa data pada penelitian ini adalah software statistik.

4) Analysing

Peneliti menganalisa data penelitian menggunakan ilmu statistik terapan yang disesuaikan dengan tujuan yang hendak dianalisis. Analysing adalah langkah selanjutnya setelah data dimasukkan ke dalam database komputer dan kemudian dianalisa.

H. Analisa Data

Penelitian ini menggunakan analisa data univariat. Analisa univariat dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang pencegahan luka DM sebagai variabel yang diteliti. Pada umumnya analisis ini akan menghasilkan distribusi frekuensi dan proporsinya saja.

Analisa univariat pada penelitian ini dilakukan pada variabel penelitian yang meliputi: 1) Karakteristik anggota keluarga yang terdiri dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan; 2) Pengetahuan anggota keluarga tentang pencegahan luka DM.

I. Etika Penelitian 1) Informed concent

Informed concent merupakan lembar persetujuan untuk menjadi responden. Informed concent bertujuan agar responden mengerti maksud dan tujuan penelitian dan mengetahui dampaknya.

Jika responden bersedia maka responden harus menandatangani lembar persetujuan dan jika tidak bersedia, maka peneliti harus mengormati keputusan tersebut.

2) Anonimity (Tanpa nama)

Anonimity adalah tidak mencantumkan nama responden pada lembar pengumpulan data tersebut. Dengan tujuan untuk memberikan jaminan dalam penggunaan subjek penelitian.

3) Confidentiality (Kerahasiaan)

Semua data dan masalah-masalah responden yang telah dikumpulkan akan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan dalam hasil penelitian (Hidayat, 2011).

J. Penyajian Data

Penyajian data dimaksudkan agar memudahkan pengamat memahami data yang disajikan dengan mudah. Penelitian ini akan disajikan dalam bentuk tabulasi yang kemudian akan dijabarkan dalam bentuk tulisan.

50

A. Gambaran Data Demografi Responden Penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Pisangan

Gambaran data demografi responden pada penelitian ini merupakan gambaran demografi anggota keluarga yang tinggal bersama dengan pasien DM, yang akan diuraikan sebagai berikut, yaitu berdasarkan usia, jenis kelamin, hubungan dengan pasien DM, tingkat pendidikan, dan status pekerjaan. Data penelitian ini akan disajikan dalam bentuk tabel yang terdiri dari frekuensi dan persentase.

1. Karakteristik Responden Penelitian Berdasarkan Usia

Tabel 5.1 Karakteristik Anggota Keluarga Pasien DM berdasarkan Usia

Usia (th) Frekuensi (n) Persentase (%)

Remaja (18-20) 10 20

Dewasa (21-63) 40 80

Total 50 100

Tabel 5.1 menunjukkan bahwa persentase terbanyak adalah usia dewasa (21 – 63 tahun) yaitu 40 orang (80%). Sedangkan persentase usia remaja (18 – 20 tahun) sebanyak 10 orang (20%).

Dengan usia responden penelitian termuda adalah 18 tahun dan usia tertua adalah 63 tahun.

2. Karakteristik Responden Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 5.2 Karakteristik Anggota Keluarga Pasien DM berdasarkan

Jenis Kelamin

Jenis kelamin Frekuensi (n) Persentase (%)

Laki-laki 16 32

Perempuan 34 68

Total 50 100

Pada tabel 5.2 dapat dilihat bahwa persentase responden perempuan lebih besar sebanyak 34 orang (68%) dibandingkan persentase responden laki-laki sebanyak 16 orang (32%).

3. Karakteristik Responden Penelitian Berdasarkan Responden yang Tinggal Bersama dengan Pasien DM

Tabel 5.3 Karakteristik Anggota Keluarga Pasien DM berdasarkan Hubungan Responden yang Tinggal Bersama dengan

Pasien DM

Hubungan Frekuensi (n) Persentase (%)

Pernikahan 7 14

Pertalian darah Keluarga terkait

41 2

82 4

Total 50 100

Pada tabel 5.3 diperoleh bahwa hubungan pertalian darah (anak) memiliki persentase terbesar yaitu 41 orang (82%). Sedangkan persentase terkecil adalah keluarga terkait sebanyak 2 orang (4%).

Pada penelitian ini, responden yang termasuk kedalam hubungan keluarga terkait adalah kakak.

Dokumen terkait