PELAYANAN REFERENSI PERPUSTAKAAN
C. Prosedur pelayanan dalam referensi
III. PENUTUP
1. Penerapan Layanan Mandiri
Layanan mandiri atau bisa juga disebutSelf service technologymerupakan suatu perantara teknologi yang memungkinkan konsumen untuk menghasilkan sendiri pelayanan tanpa tergantung pada karyawan (Rambat, 2013). Perpustakaan UIN Mataram sendiri memiliki beberapa layanan antara lain: layanan sirkulasi, layanan referensi, layanan deposit dan layanan koleksi khusus. Berdasarkanhasil wawancara dengan pustakawan bagian sirkulasi dijelaskan bahwa:
“….sekitar bulan agustus 2020 gedung perpustakaan kita pindah dari kampus satu ke kampus 2. Nah di gedung baru ini sarana dan prasaranya banyak yang baru, sperti komuter sama mesin-mesin itu.”(Informan 1)
Sesuai dengan yang dijelaskan oleh informan 1 bahwa perpindahan gedung perpustakaan ke gedung baru yang berlokasi di kampus dua UIN Mataram, transformasi sarana dan prasarana juga diperbaharui seperti tersedianya perangkat komputer yang mumpuni, tiga mesin peminjaman mandiri, satu mesin book droop untuk pengembalian mandiri dan, dua buahsecurity gatedi ruang sirkulasi.
Pada saat ini, layanan yang sudah menggunakan layanan mandiri adalah layanan sirkulasi. Secara umum layanan perpustakaan UIN Mataram menerapkan layanan terbuka yaitu, suatu sistem layanan yang memperbolehkan pengunjung perpustakaan masuk ke ruang koleksi untuk melihat-lihat, membuka-buka pustaka, dan mengambilnya dari tempat penyimpanan untuk dibaca atau dipinjam (Saifullah, 2008). Sehingga, layanan mandiri yang diterapkan oleh perpustakaan UIN Mataram terdapat pada layanan peminjaman dan pengembalian koleksi di ruang sirkulasi menggunakan mesin Self check.
1.1. Perangkat yang dibutuhkan
Untuk menerapkan layanan mandiri dibutuhkan beberapa perangkat agar bisa berjalan yaitu : a) Hardware
Hardware yang dibutuhkan untuk menerapkan layanan mandiri menurut hasil wawancara dengan informan disebutkan:
“…jadi diruang sirkulasi ini kita ada beberapa mesin yang bisa dipakai untuk minjam buku dan mengembalikan buku. Itu ada tiga mesin buat minjam buku sama satu mesin diluar buat mengembalikan buku.”(informan 2)
“…itu buku semua yang ada di rak sudah ditaging semua, sudah kita tempelkan chip supaya bisa dibaca sama mesinnya.”(informan 2)
“…oiya sama satu lagi, itu yang dipintu masuk sama pintu keluar ada gerbangnya buat deteksi kalo ada yang mau nyuri buku, jadi nanti orang kalo bawa buku diem- diem bakalan bunyi alarmnya”(informan 3)
Layanan mandiri perpustakaan UIN Mataram menggunakan mesin Self check dari vendorbibliotecha. Mesin ini menggabungkan teknologi barcodedan RFID, untuk mendeteksi kartu anggota perpustakaan digunakan barcode, kemudian untuk mendeteksi koleksi yang akan dipinjam menggunakan RFID.
Agar dapat dibaca oleh mesin, koleksi perpustakaan terlebih dahulu ditempelkan microchip yang sudah diisi atau di tagging dengan data koleksi buku.
Perpustakaan UIN Mataram menyediakan 3 unit mesin selfheck yang berada di ruang sirkulasi. Selain itu juga, terdapat satu unit mesin bookdroop untuk melakukan proses pengembalian mandiri yang diposisikan menyatu dengan tembok luar ruang sirkulasi agar pemustaka dapat mengaksesnya kapanpun tanpa terpengaruh jam istirahat perpustakaan.
Mesinselfcheckdan mesinbookdroopyang ada pada ruang sirkulasi perpustakaan dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar 1.
Mesin selfcheck untuk layanan
peminjaman mandiri Gambar 2.
Mesin selfcheck untuk layanan peminjaman
mandiri
Selain dua mesin di atas pada ruang sirkulasi juga terdapat dua buahsecurity gateyang berada pada pintu masuk dan pintu keluar ruang sirkulasi. Security gate ini berfungsi sebagai alat pendeteksi jika ada pemustaka yang melakukan peminjaman tidak sah tanpa melalui mesin peminjaman mandiri. Apabila ada pemustaka yang melakukan peminjamaan tidak sah dan melewati security gate, maka akan terdengar suara alarm sebagai peringatan. Sistem ini bisa bejalan karena pada setiap koleksi perpustakaan, khususnya di ruang sirkulasi sudah dipasangkan mikrochip yang berisi data koleksi buku. Adapun security gate dan microchip RFID yang dimiliki perpustakaan terlihat seperti gambar di bawah ini :
Gambar 3.
Security Gate untuk mendeteksi peminjaman tidak
sah
Gambar 4.
RFID label atau tag
b) software
Selain hardware dibutuhkan juga software untuk dapat menjalankan mesin-mesin yang ada untuk melakukan layanan mandiri. Seperti yang dijelaskan oleh informan 2 pada wawancara :“…jadi di mesin ini sebenarnya sama seperti komputer biasa yang dirangkai dengan beberapa perangkat keras lainnya. Nih didalemnya ada printer juga buat nyetak struk. Dia pakenya windows juga. Cara kerjanya itu, di mesin terinstall software yangnamanya SIP2 untuk menghubungkan mesin dengan SliMS yang jadi penyedia data koleksi dan anggota perpustakaan.”(Informan 2)
Dari hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa mesin self check dapat berfungsi untuk melakukan pelayanan mandiri dikarenakan adanya software yang bekerja sebagai penghubung. Pada server terinstall sotware SIP2 yang bertugas untuk menghubungkan mesin dengan SliMS sebagai sistem otomasi perpustakaan.
c) Sumber Daya Manusia
Layanan mandiri di perpustakaan bisa berjalan dengan baik karena didukung dengan tersedianya Sumber Daya Manusia yang membantu dalam mengoperasikan dan mengelola sistem yang ada baik dalam hal perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan yang berjalan. Pada wawancara dengan informan dijelaskan bagaimana peran Sumber Daya Manusia yang ada di perpustakaan :
“…dilayanan sirkulasi ini, kita ada 4 orang pustakawan yang bertugas mengelola layanan sirkulasi, termasuk dengan mesin-mesin ini. Prosedurnya kan sebelum mahasiswa bisa menggunan mesin mereka harus terdaftar dulu sebagai anggota perpustakaan, nah itu data anggota kita yang update, kita sediakan juga komputer untuk mereka update sendiri, karena mereka perlu membuat password dulu supaya bisa dipakai di mesin.”(Informan 2)
Berdasarkan penjelasan di atas, sebelum bisa menggunakan layanan mandiri, pustakawan dan anggota perpustakaan harus mengupdate datanya terlebih dahulu agar bisa menggunakan mesinSelf check. Anggota perpustakaan bisa mengupdate datanya secara mandiri menggunakan komputer yang sudah disediaka atau juga bisa dibantu dengan pustakawan di ruang sirkulasi.
Setelah berhasil melakukan update data, pemustaka dapat menggunakan mesinSelf checkdengan menggunakan username dan password yang sudah dibuat sebelumnya.