• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Pendidikan Karakter dalam Manajemen Sekolah

Dalam dokumen Value Norm Moral Judgement (Halaman 86-90)

B. Bentuk Penerapan Pendidikan Karakter di MI Al-Ittihadul Islamiyah Ampenan

1. Penerapan Pendidikan Karakter dalam Manajemen Sekolah

Sesuai hasil observasi yang dilakukan, pelaksanaan pendidikan karakter di MI Al-Ittihadul Islamiyah Ampenan sudah dapat terlihat dengan beberapa kegiatan peserta didik yang mencerminkan nilai karakter baik. Dari hasil telaah peneliti terhadap dokumen-dokumen di sekolah menemukan bahwa pendidikan karakter telah tertuang dalam visi dan misi sekolah yang bermuatan karakter serta beberapa peraturan atau tata tertib yang dibuat untuk menegaskan bagaimana peserta didik harus bersikap dan berperilaku selama berada di madrasah.

Hal di atas juga diungkapkan kepala madrasah bapak Moh.

Ramli Alam, berikut penuturannya:

Peneliti :Apakah penerapan pendidikan karakter di MIS Al- Ittihadul Islamiyah telah terlaksana dengan baik?

Informan :Pendidikan karakter di madrasah kita ini mulai kita rancang secara tertulis seperti dalam tata tertib, visi madrasah juga demikian, program unggulan kami yaitu membaca surat pendek dan do’a-do’a sebelum masuk kelas, dikatakan unggulan ya karena pada kegiatan inilah siswa kami dapan dibina nilai religious. Karena nilai religius adalah yang paling utama. . (W.1.1.1.RA.04/06/20)

Hal mengenai tata tertib sekolah juga disampaikan oleh Khairul yang merupakan siswa kelas III yang mengatakan:

Peneliti : Apakah kamu mengetahui tata tertib yang ada di sekolah?

Informan : Saya tau ada tata tertib di sekolah, ada yang saya ikuti dan kadang ada juga yang saya langgar karena tidak tahu, seperti naik ke atas pagar sekolah ketika keluar main, ketika saya melanggar biasanya bapak/ibu guru memarahi kami. Saya senang mematuhi tata tertib sekolah. (W.1.4.1.K.22/07/20) 2. Penerapan Pendidikan Karakter dalam Kegiatan Pembelajaran

Penerapan pendidikan karakter dalam kegiatan pembelajaran dijelaskan oleh kepala sekolah, bahwa RPP yang dikembangkan oleh guru telah memuat berbagai nilai karakter. Hal tersebut juga dibenarkan oleh nilai-nilai karakter yang disisipkan dalam materi pembelajaran dengan metode yang telah ditentukan, meskipun dalam pelaksanaannya masih belum maksimal. Hasil telaah dokumentasi peneliti menemukan bahwa dalam RPP yang dibuat oleh guru kelas telah memuat nilai-nilai karakter. Sedangkan hasil observasi yang peneliti lakukan di dalam kelas menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran berjalan dengan cukup baik, sebelum memulai pembelajaran guru memberi peraturan.

Sebelum proses pembelajaran berlangsung, guru sudah menyusun dan mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat nilai karakter dalam materi pelajaran yang akan

disampaikan kepada peserta didik. Berdasarkan RPP guru tersebut terdapat penjelasan yang didapatkan oleh peneliti dalam wawancara, yaitu sebagai berikut Berikut hal yang di sampaikan oleh Nurjannah S.Pd.I selaku wali kelas III B:

Peneliti : Apakah dalam pengembangan RPP selalu memuat nilai-nilai karakter?

Informan : Saya selalu mengembangkan RPP, selain dalam indikatornya saya juga selalu berusaha untk memuat nilai-nilai karakter dengan lebih rinci agar pelaksanaannya juga melekat pada diri saya sebagai guru dan dapat dirasakan oleh peserta didik. Selain itu dalam hal penerapan pendidikan karakter saya selalu membuat peraturan yang disepakati bersama dengan seluruh siswa. Seperti halnya tertib, jangan ribut dll.

Kendati demikian masih banyak hal yang tidak sesuai dugaan yang keluar dari rancangan pembelajaran, banyak siswa yang tidak melanggar dan akhirnya menyebabkan pembelajaran tidak terlaksana sesuai RPP dan menyebabkan saya harus selalu menyediakan alernatif kegiatan pembelajaran yang dapat mengatasi masalah pembelajaran yang tidak terkontrol.

(W.1.1.2.N.07/06/20)

Hal ini selaras dengan pernyataan salah satu siswa kelas III B yang bernama khairul ketika ditanya seperti apa kegiatan pembelajaran di kelas, berikut jawabannya:

Peneliti : Apakah ibu guru di kelas member peraturan sebelum belajaran?

Informan :Ibu Nurjannah selalu memberi kami semangat sebelum memulai pelajaran, ibu guru memberi kami peraturan di kelas biar kita tidak nakal. Ibu juga selalu mengajak kita berdo’a sebelum mulai pelajaran dan sebelum pulang. (W.1.1.2.K.2/06/20)

Dari hasil wawancara dengan kepala sekolah peneliti mendapat hal yang serupa terkait kegiatan pembelajaran di kelas, berikut yang disampaikan;

Peneliti : Apakah penerapan pendidikan karakter dalam kegiatan pembelajaran sudah baik?

Informan : Ya dalam pembelajaran di kelas kita selalu usahakan untuk menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan sesuai misi kita, saya selalu mengingatkan bagaimana guru harus selalu memberi semangat belajar kepada siswa, selalu mengajak siswa untuk berdo,a sebelum dan sesudah pulang sebagai bagian dari penerapan pendidikan karakter. (W.1.1.2.RA.04/06/20)

Dalam pengamatan yang dilakukan oleh peneliti yaitu selama proses pembelajaran berlangsung di kelas III B, peneliti melihat bahwa proses pembelajaran berjalan cukup kondusif, meskipun sedikit keluar dari rancangan pembelajaran yang telah disusun oleh guru kelas tersebut seperti peserta didik tidak sepenuhnya mematuhi peraturan yang telah disepakati bersama. Seperti yang telah disampaikan oleh guru kelas tersebut bahwa “rancangan pembelajaran menjadi sandaran dan panduan guru selama pembelajaran berlangsung, akan tetapi dalam rancangan tersebut pasti terdapat ketidaksesuaian dengan rencana pembelajaran yang telah ditentukan.

Hasil observasi peneliti pada kegiatan pembelajaran bahwa dalam kegiatan pembelajaran guru memberikan apersepsi dan motivasi kepada peserta didik agar semangat dalam mengikuti pembelajaran.

Selain itu, guru juga memulai pembelajaran dengan menyapa peserta

didik menggunakan pertanyaan seperti sudahkah kalian belajar tadi malam dan apa materi yang kalian pelajari. Setelah itu, guru menyampaikan beberapa materi yang telah dipelajari oleh peserta didik pada minggu sebelumnya dan menyampaikan materi yang akan dipelajarinya. Dalam memberikan pertanyaan saat membuka kegiatan pembelajaran kepada peserta didik, guru memiliki tujuan agar siswa/siswi dapat termotivasi untuk mengembangkan nilai religius dan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Dalam suatu pembelajaran guru sebagai pendidik harus memiliki kemampuan mendidik yang baik agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik, termasuk dalam penerapan pendidikan karakter dalam kegiatan pembelajaran. Dalam penanaman nilai karakter guru memulai dari penyusunan RPP yang memuat nilai-nilai karakter, hal ini sesuai dengan file RPP yang telah peneliti lihat.

3. Penerapan Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan

Dalam dokumen Value Norm Moral Judgement (Halaman 86-90)