PERPUTARAN MODAL KERJA
D. Pembahasan
2. Pengaruh Perputaran Piutang pada Profitabilitas
Hasil pengujian secara parsial variabel perputaran piutang pada profitabilitas mengindikasikan bahwa secara positif, dan signifikan profitabilitas mendapat pengaruh dari perputaran piutang, sehingga H0
ditolak H2 tidak ditolak. Hal ini memperlihatkan efisiensi dimana perusahaan menagih kredit sehingga bisa mengubah perputaran piutang menjadi kas dan menghasilkan pemasukan bagi perusahaan dalam waktu yang ditentukan (on schedule). Rasio perputaran piutang memperlihatkan seberapa cepat piutang diubah menjadi kas. Perputaran piutang yang lebih tinggi menguntungkan sektor (Hery, 2017).
Piutang berperan dalam upaya untuk menaikkan profitabilitas di mana pengelolaan piutang semakin baik saat rasio perputaran piutang mengalami kenaikan. Hal ini mengindikasikan bahwa laba perusahaan terkelola dengan baik. Perusahaan dengan tingkat perputaran piutang yang tinggi bisa membuktikan bahwa perusahaan itu sudah bisa menghasilkan laba. Saat koleksi piutang berubah menjadi uang tunai dengan cepat, ini bisa memperlihatkan perputaran piutang yang tinggi.
Di lain sisi, dana kas yang tersedia bisa dipakai untuk melanjutkan aktivitas operasi perusahaan dan aktivitas lain yang berkontribusi pada aktivitas bisnis perusahaan, yang pada akhirnya berimbas positif pada kenaikan profitabilitas.
Pada awal tahun 2020, kasus positif COVID-19 terdeteksi di Indonesia. Sebab wabah penyakit coronavirus (COVID-19) yang berkecamuk di seluruh dunia, banyak negara sudah mengambil langkah-langkah khusus sebagai kebijakan mereka untuk mencegah atau mengendalikan wabah virus penyakit coronavirus (COVID-19):
dipaksa untuk mengajar. Lockdown, pembatasan aktivitas bisnis skala besar, larangan bepergian ke luar daerah, dll, dan Indonesia tidak terkecuali. Hal ini membuat perusahaan dalam bidang perhotelan dan pariwisata menjadi menurun. Perlahan mulai bangkit dan pulih seiring kebijakan pemerintah untuk memperbolehkan pengadaan acara-acara dan mempermudah syarat untuk berpergian antar kota. Perekonomian global dan nasional terus memperlihatkan pemulihan yang positif di tahun 2021 sesudah terimbas cukup parah akibat pandemi yang terjadi dalam dua tahun belakang. Pemerintah bisa mengendalikan pandemi dan sudah melonggarkan pembatasan sosial. Hal itu sukses menaikkan mobilitas masyarakat sehingga memberikan imbas yang positif bagi sektor bisnis termasuk perhotelan dan pariwisata. Pada tahun 2021, tingkat penghunian kamar hotel di Jakarta naik signifikan dan tercatat
meraih angka tertinggi pada Desember 2021 senilai 58,8% (Pthsji.com, 2021).
Hasil studi ini selaras dengan studi yang dijalankan oleh Fuziyati et al (2022) menuturkan bahwa secara parsial, positif, dan signifikan laba perusahaan bisa dinaikan dengan adanya perputaran piutang yang baik. Jadi naiknya perputaran piutang akan diikuti naiknya laba perusahaan. Hasil studi ini juga selaras dengan penelitian Fathimah &
Novian (2021) menuturkan bahwa secara parsial variabel secara positif, dan signifikan profitabilitas mendapat pengaruh dari perputaran piutang. Hal ini memperlihatkan efisiensi dimana perusahaan menagih kredit sehingga bisa mengubah perputaran piutang menjadi kas dan menghasilkan pemasukan bagi perusahaan dalam waktu yang ditentukan (on schedule). Hasil studi ini selaras dengan studi yang dijalankan oleh Saragih & Saragih (2018) menuturkan bahwa secara positif, dan signifikan profitabilitas mendapat pengaruh dari perputaran piutang. Hal ini memperlihatkan semakin tinggi perputaran piutangnya maka semakin tinggi pula laba yang dihasilkan.
3. Pengaruh Perputaran Persediaan Pada Profitabilitas
Hasil pengujian mengindikasikan bahwa secara parsial, positif, dan signifikan profitabilitas mendapat pengaruh dari variabel perputaran persediaan, sehingga H0 ditolak H3 tidak ditolak. Hal ini memperlihatkan laba perusahaan akan mengalami kenaikan saat perputaran persediaan juga mengalami kenaikan. Perputaran persediaan yang besar bermakna
jumlah transaksi penjualan yang besar. Perputaran persediaan memainkan kontribusi yang amat vital dalam mengukur berapa kali uang dalam persediaan mengalami sirkulasi selama periode waktu khusus. Perputaran persediaan perusahaan memperlihatkan kemampuan sektor di dalam aktivitas bisnis (Riyanto, 2013).
Perusahaan Hotel, Resor, dan Kapal Pesiar senantiasa berhubungan dengan persediaan, sudah aktivitas produksi yang dijalankan senantiasa memerlukan adanya barang yang siap untuk dipakai. Dalam menjaga agar persediaan di gudang tetap baik perusahaan akan menggelontorkan biaya yang banyak jika perputaran persediaan memerlukan waktu yang lama.
Pada awal tahun 2020, kasus positif COVID-19 terdeteksi di Indonesia. Wabah coronavirus disease (COVID-19) yang melanda dunia memaksa banyak negara mengambil langkah-langkah untuk mencegah atau mengontrol wabah itu, antara lain: Lockdown, pembatasan aktivitas bisnis berskala besar, larangan bepergian ke luar wilayah dan lain-lain, dan Indonesia tidak terkecuali. Dari laporan keuangan tahun 2020 yang sudah dirilis pada publik, walaupun pandemi COVID-19 di sepanjang tahun 2020 cukup berimbas pada Perseroan, terutama di segmen perhotelan dan pariwisata yang sebelumnya menjadi segmen usaha andalan IKAI. Tetapi segmen usaha IKAI yang lain, yakni bisnis keramik sukses mencatatkan hasil positif dari sisi pemasukan usaha secara konsolidasi (Intikeramik.com, 2021).
Hasil studi ini selaras dengan studi yang dijalankan oleh Fitria &
Suartini (2021) menyatakan secara parsial, positif, dan signifikan profitabilitas mendapat pengaruh dari perputaran persediaan. Hasil studi ini selaras dengan studi yang dijalankan oleh Pranayudha et al (2022) yang menuturkan bahwa secara positif dan signifikan profitabilitas mendapat pengaruh dari perputaran persediaan. Hasil studi ini selaras dengan studi yang dijalankan oleh Saragih & Saragih (2018) menyatakan secara positif dan signifikan profitabilitas mendapat pengaruh dari perputaran persediaan.
4. Pengaruh Perputaran Modal Kerja Pada Profitabilitas
Hasil pengujian secara parsial, negatif, dan tidak signifikan profitabilitas mendapat pengaruh dari variabel perputaran modal kerja, sehingga H0 tidak ditolak H4 ditolak. Profitabilitas akan mengalami kemerosotan nilai saat modal kerja mengalami sirkulasi dengan intensitas yang tinggi, begitupun sebaliknya. Hal ini tidak selaras dengan pendapat yang dikatakan oleh Kasmir (2016) yang menyatakan semakin cepat pengerjaannya modal mengalami sirkulasi untuk suatu periode khusus, semakin tinggi kerja yang baik perputaran modal dan menghasilkan kinerja sektor dalam meraih laba pada periode itu.
Pada awal tahun 2020, kasus positif COVID-19 terdeteksi di Indonesia. Wabah coronavirus disease (COVID-19) yang melanda dunia memaksa banyak negara mengambil langkah-langkah untuk mencegah atau mengontrol wabah itu, antara lain: Lockdown, pembatasan aktivitas
bisnis berskala besar, larangan bepergian ke luar wilayah dan lain-lain, dan Indonesia tidak terkecuali. Hal ini, menyebabkan kondisi perekonomian di Indonesia menurun sehingga mengganggu aktivitas operasional perusahaan dan menyebabkan efek negatif pada profitabilitas sektor. Rasio perputaran modal kerja yang rendah memperlihatkan kelebihan modal kerja. Hal ini bisa disebabkan oleh perputaran persediaan yang rendah, perputaran piutang yang rendah, atau kelebihan uang tunai. Untuk PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY), arus modal kerja mengalami penurunan pada triwulan 3 tahun 2020., yakni dari 40,58 menjadi -13,67. Kemerosotan ini berlangsung cukup lama hingga triwulan 1 tahun 2022 dan pada triwulan 2 tahun 2022 mengalami kenaikan menjadi 9,25. Penjualan pada perusahaan tidak naik yang seharusnya modal kerja yang disertai dengan kenaikan penjualan dan akhirnya menghasilkan profit ini tidak, sudah perputaran modal kerja tidak selaras dengan penjualan disudahkan adanya COVID 19, sehingga tidak memberi imbas positif pada perputaran modal kerja.
Hasil studi ini selaras dengan studi yang dijalankan oleh Fathimah
& Novian (2021) menyatakan secara tidak signifikan profitabilitas tidak mendapat pengaruh dari perputaran modal kerja. Hasil studi ini juga selaras pada studi yang dijalankan oleh Umrah et al (2022) menuturkan bahwa secara negatif dan tidak signifikan profitabilitas mendapat pengaruh dari perputaran modal kerja. Dalam hal ini, profitabilitas bisa mengalami kenaikan saat modal kerja mengalami sirkulasi dengan
intensitas yang lambat, begitupun sebaliknya. Hasil studi ini selaras pada studi yang dijalankan oleh Satoto et al (2022) menyatakan secara tidak signifikan profitabilitas mendapat pengaruh dari perputaran modal kerja. Hal ini bisa disebabkan sudah naik turunnya modal kerja bersih tidak senantiasa menjamin profitabilitas perusahaan. Dengan kata lain semakin besar dan yang ditempatkan untuk memenuhi likuiditas perusahaan tidak mendukung perusahaan dalam menghasilkan laba tambahan, sudah pengelolaan modal kerja tidak berjalan secara efektif dan efisien. Hal ini berimbas pada pertumbuhan laba akibat pengelolaan modal yang kurang optimal.
5. Pengaruh Perputaran Kas, Perputaran Piutang, Perputaran