Untuk mengetahui pengaruh risiko audit terhadap kualitas audit yang dihasilkan oleh auditor pada kantor akuntan publik di Bandung, maka dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t untuk menguji pengaruh secara parsial pengaruh variabel risiko audit terhadap variabel kualitas audit. Berikut tabel hasil uji hipotesis parsial X3 dengan menggunakan software SPSS versi 25.00:
Tabel IV.48.
Uji Hipotesis Parsial X3 (Uji t) Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -8.156 10.374 -.786 .435
Total_X1 .731 .191 .503 3.823 .000
Total_X2 .052 .144 .053 .357 .723
Total_X3 .167 .108 .220 1.542 .129
a. Dependent Variable: Total_Y Sumber: Data primer yang diolah, 2019
Adapun hipotesis statistik secara parsial yang akan diuji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Ho : b1 = 0, Risiko audit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit
Ha : b1 ≠ 0, Risiko audit berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit
Tingkat signifikansi (a) sebesar 5%, df1 (pembilang) = 3 dan df2 (penyebut) = (n-k-1) = 57-3-1 = 53 sehingga diperoleh t-tabel sebesar 2,006. Karena nilai thitung lebih besar dari ttabel (1,542<2,006) dan nilai signifikansi 0,129>0,05
maka Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya risiko audit secara parsial tidak berpengaruh terhadap kualitas audit.
4.2. Pembahasan
4.2.1. Pengaruh Sistem Pengendalian Mutu Terhadap Kualitas Audit
Hasil penelitian yang diperoleh dengan mengolah 57 responden kuesioner menunjukkan bahwa penerapan sistem pengendalian mutu pada KAP di Bandung termasuk dalam kategori baik. Ini dapat dilihat dari nilai skor rata-rata yang diperoleh dari pernyataan mengenai variabel sistem pengendalian mutu yang diajukan kepada responden. Nilai rata-rata skor variabel sistem pengendalian mutu adalah 4,24 berada pada rentang 3,5-4,2 dan termasuk dalam kategori baik karena indikator independensi, penugasan personel, konsultasi, supervise, pemekerjaan, pengembangan profesional, promosi, penerimaan dan keberlanjutan klien, inspeksi, dan dokumentasi audit sudah diterapkan dengan baik oleh KAP.
Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t digunakan untuk menguji pengaruh secara parsial menunjukan penolakan Ho. Dilihat dari perhitungan yang dilakukan dengan software SPSS, diperoleh nilai thitung>ttabel (3,823>2,006) dengan nilai signifikansi 0,000<0,05 artinya sistem pengendalian mutu memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Sesuai dengan teori bahwa tujuan dari adanya sistem pengendalian mutu adalah untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi KAP bahwa personelnya telah mematuhi aturan yang berlaku dan menerbitkan laporan sesuai dengan kondisinya, sehingga kuat dan lemahnya sistem pengendalian mutu KAP akan mempengaruhi kualitas audit yang dihasilkan.
Hasil penelitian ini memberi dukungan empiris terhadap teori dan konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Esa Faisal (2018) yang menyatakan bahwa sistem pengendalian mutu berpengaruh terhadap kualitas audit. Dimana semakin baik penerapan sistem pengendalian mutu maka akan semakin baik kualitas audit yang dihasilkan.
4.2.2. Pengaruh Time Budget Pressure Terhadap Kualitas Audit
Hasil penelitian yang diperoleh dengan mengolah 57 responden kuesioner menunjukkan bahwa penerapan time budget pressure pada KAP di Bandung termasuk dalam kategori baik. Ini dapat dilihat dari nilai skor rata-rata yang diperoleh dari pernyataan mengenai variabel time budget pressure yang diajukan kepada responden. Nilai rata-rata skor variabel time budget pressure adalah 4,21 berada pada rentang 3,5-4,2 dan termasuk dalam kategori baik karena indikator pemahaman auditor atas time budget, tanggung jawab terhadap time budget, penilaian kinerja dari atasan, alokasi fee untuk biaya audit, frekuensi revisi time budget, dan selisih time budget atas proses audit yang dilaksanakan auditor telah dilakukan denagn baik karena telah sesuai dengan time budget yang ditetapkan.
Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t digunakan untuk menguji pengaruh secara parsial menunjukan penerimaan Ho. Dilihat dari perhitungan yang dilakukan dengan software SPSS, diperoleh nilai thitung<ttabel (0,357<2,006) dengan nilai signifikansi 0,723>0,05 artinya time budget pressure tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hasil tersebut menjelaskan bahwa semakin tinggi tekanan anggaran waktu yang dihadapi seorang auditor maka kualitas audit yang dihasilkan akan semakin rendah. Jika tekanan yang diterima
seorang auditor begitu tinggi karena waktu yang diberikan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan audit begitu singkat, maka ada beberapa pekerjaan yang akan dilewatkan dan membuat kualitas audit tidak berkualitas.
Hasil penelitian ini memberi dukungan empiris terhadap teori dan konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Putu Setia Ariningsih (2017) dan Tri Maya Apriyas (2016) yang menyatakan bahwa time budget pressure tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, namun bertolak belakang dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Medianto Suryo (2017) yang menyatakan bahwa time budget pressure berpengaruh terhadap kualitas audit.
4.2.3. Pengaruh Risiko Audit Terhadap Kualitas Audit
Hasil penelitian yang diperoleh dengan mengolah 57 responden kuesioner menunjukkan bahwa penerapan risiko audit pada KAP di Bandung termasuk dalam kategori baik. Ini dapat dilihat dari nilai skor rata-rata yang diperoleh dari pernyataan mengenai variabel risiko audit yang diajukan kepada responden. Nilai rata-rata skor variabel risiko audit adalah 4,2 berada pada rentang 3,5-4,2 dan termasuk dalam kategori baik karena indikator risiko inhern (bawaan), risiko pengendalian, dan risiko deteksi telah dikerjakan oleh auditor dengan baik.
Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t digunakan untuk menguji pengaruh secara parsial menunjukan penerimaan Ho. Dilihat dari perhitungan yang dilakukan dengan software SPSS, diperoleh nilai thitung<ttabel (1,542<2,006) dengan nilai signifikansi 0,129>0,05 artinya risiko audit tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi risiko audit yang dihadapi seorang auditor maka kualitas audit yang dihasilkan akan semakin rendah. Ini disebabkan dengan tingkat risiko audit yang tinggi akan
mengakibatkan auditor menghadapi tugas yang semakin kompleks dalam melakukan pengauditan disebuah transaksi, hal tersebut dapat berdampak rendahnya kualitas audit yang dihasilkan auditor.
Hasil penelitian ini memberi dukungan empiris terhadap teori dan konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Putu Setia Ariningsih (2017) yang menyatakan bahwa risiko audit tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, namun bertolak belakang dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh I Komang Agus Julianto dkk (2016) yang menyatakan bahwa risiko audit berpengaruh terhadap kualitas audit.
Temuan hasil penelitian ini adalah adanya pengaruh secara simultan antara variabel sistem pengendalian mutu, time budget pressure, dan risiko audit terhadap kualitas audit. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji F dimana diketahui nilai dari sig F 0,000<0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Yang berarti secara simultan (bersama-sama) variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Berdasarkan dari penjelasan hasil penelitian tersebut didapatkan hasil yang tidak didapatkan dari penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya dimana di penelitian ini terdapat tiga variabel independen (sistem pengendalian mutu, time budget pressure, dan risiko) yang diteliti secara bersama-sama untuk mengetahui pengaruhnya terhadap variabel dependen (kualitas audit). Temuan lain dari penelitian ini adalah terdapat dimensi yang memiliki pengaruh untuk membangun variabel X1, X2, dan X3 sehingga variabel tersebut dapat berpengaruh terhadap variabel Y. Dimana variabel X1 terdapat tiga dimensi yang memiliki skor paling tinggi yang membangun variabel X1 yaitu independensi, konsultasi, dan