BAB I PENDAHULUAN
H. Metode Penelitian
5. Metode pengumpulan data
Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik Observasi, Wawancara dan Dokumentasi, karena data yang ril, valid pada penelitian Kualitatif bisa diperoleh dengan 3 cara yaitu, observasi, wawancara dan dokumentas85
a. Observasi
Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematis gejala yang diselidiki
84Suharsini Arikunto, Prosedur Peneltian; Suatu Pendekatan Praktis, (Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2012), 102
85 Ridwan, Belajar Mudah Penelitianuntuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula, (Bandung:Alfabeta, 2010), 11.
57
dalam catatan observasi.86 Yang diamati adalah kegiatan-kegiatan yang berhubungan penelitian, dalam hal ini peneliti mengggunakan observasi partisipasi yaitu mengamati secara langsung yaitu bergaul dengan sumber data dalam aktivitas sehari-hari( Spradlley)87
Observasi ini memulai dengan menggambarkan secara umum keadaan sosial yang terjadi di SMA Negeri 1 Gerung Lombok Barat.
Kemudian dalam penelitian ini yang diamati antara lain, perencanaan kepala sekolah, prestasi akademik siswa, faktor yang menjadi penentu prestasi dan berbagai prestasi siswa di SMA Negeri 1 Gerung.
b. Wawancara
Untuk melengkapi data atau informasi yang diperoleh dengan cara interviu, pendeliti juga menggunakan teknik wawancara.
Wawancara adalah aktivitas tanya jawab antara dua orang atau lebih baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mendapatkan informasi atau data.
Menurut Esterberg (2002) ada beberapa macam wawancara yaitu, Wawancara Terstruktur, Wawancara Semiterstruktur dan Wawancara Tidak Terstruktur88.
86Taniredja, Tukiran. Mustafidah, Hidayati. Penelitian Kualitatif Sebuah Pengantar (Bandung: Alfabeta, 2011).47
87Endang Widi Winarni, Teori dan Praktek Penelitian Kuantitatif-Kualitatif, (Jakarta, Bumi Aksara, 2018), 160
88 Endang Widi Winarni, Teori dan Praktek....163
58
Pada peneltian ini peneliti mewawancarai Sumber data seperti Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pembina osisis, wali kelas dan guru senior dengan wawancara mendalam (in dept interviu), yaitu wawancara lebih teliti dengan waktu yang lebih lama, wawancara jenis ini masuk dalam katagori Wawancara Semi terstruktur.89
Dalam hal ini, peneliti mewancarai langsung :
1)Kepala sekolah, tentang perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta mengevaluasi pemembinaan prestasi di SMA Negeri 1 Gerung
2. Wakasek kurikulum, tentang bidang-bidang yang menjadi fokus pembinaan, perekrutan /seleksi peserta didik berprestasi dan pengaturan waktu/penjadwalan, pembinaan prestasi Akademik 3. Wakasek kesiswaan, tentang bidang-bidang non akademik yang di
kembangkan, penjadwalan, prestasi peserta didik, perekrutan pembina, tantangan pembinaan prestasi non akademik.
4. Guru senior, tentang siapa saja yang dibina, perekrutan, waktu dan cara pembinaannya.
c. Dokumentasi
Untuk melengkapi data dan informasi yan diperoleh sebelumnya maka peneliti mengumpulkan data dan informasi melalui Teknik Dokumentasi. Teknik Dokumentasi adalah cara memperoleh data
89Endang Widi Winarni, Teori dan Praktek Penelitian Kuantitatif-Kualitatif, (Jakarta, Bumi Aksara, 2018), 164
59
dengaan pengumpulan dokumen beryupa Foto-foto kegiatan, Buku- buku, peraturan-peraturan, Piagam dan Karya seni lainnya.90
Dalam hali ini peneliti mengumpulkan dokumen-dokumen seperti : SK Pembagian Tugas Guru dan Pegawai, Data Siswa berprestasi, Foto-foto prestasi, Foto –foto kegiatan pembinaan, Struktur Organisasi, Propil sekolah dan lain-lain.
6. Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan kegitan yang dilakukan untuk menemukan hasil penelitian yang diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumen agar mudah dipahami.
Peneliti pada penelitian ini menggunakan konsep analisis oleh Miles dan Huberman (1984) yang mengemukakan bahwa kegiatan dalam analisis data kualitatif diusahakan secara interaktif dan berlangsung dengan terus menerus sampai selesai. Kegiatan dalam analisis data, antara lain reduction data ( reduksi data ), display data ( penyajian data ) dan conclusion drawing/ verification (verivikasi data )91
Tahap analisis data anatara lain :
1) Reduction Data (Reduksi Data), adalah merangkum dan memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting
90Fenti Hikmawati, Metodologi Penelitia, (Depok: PT. Grafindo Persada, 2019), 171
91 Endang Widi Winarni, Teori dan Praktek Penelitian Kuantitatif-Kualitatif, (Jakarta, Bumi Aksara, 2018), 171
60
2) Display Data ( Penyajian Data ), adalah menampilkan data berupa laporan yang diatur dengan rinci sesuai urutannya sehingga bentuknya bisa dipahami.
3) Conclution drawing/verification (Verivikasi Data ) yaitu menarik kesimpulan.
Gambar konsep analisis data oleh Miles dan Huberman:92
Gambar 3.1 Komponen Analisis Data
Dengan cara ini, peneliti berharap bisa menganalisis manajemen kepala sekolah yang diterapkan dalam pembinaan prestasi, kendala- kendala dan solusi dalam pembinaan prestasi, serta faktor yang menentukan dalam pembinaan prestasi di SMA Negeri 1 Gerung.
7. Pengecekan Keabsahan Data
Untuk menjamin Keabsahan data dan temuan yang di peroleh maka perlu dilakukan pengecekan keabsahan data. Pengecekan keabsahan data pada penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan 93 :
92M.B. Miles & A.M. Huberman, Qualitative, .... 22.
Pengumpulan Data
Penyajian Data
Reduksi Data Kesimpulan-
kesimpulan
61
a. Uji kredibilitas/validitas internal (kepercayaan) ,
Uji kredibilitas dapat dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif dan member check.
b. Pengujian transferability/validitas ekternal (keteralihan), b. Pengujian dependability/reliabilitas (ketergantungan) dan c. Pengujian confirmability/ objektifitas (kepastian).
Adapun pada penelitian dilakukan pengecekan keabsahan data dengan melakukan Uji Kredibilitas menggunakan metode triangulasi (sumber, teknik dan waktu ) dan Member Check .
1) Triangulasi
Tujuan triangulasi adalah untuk meningkatkan kekuatan teoritis, metodologis, maupun interpretatif dari penelitian kualitatif. Tiangulasi diartikan juga sebagai kegiatan pengecekan data melalui beragam sumber, teknik, dan waktu.94
2) Triangulasi sumber
Triangulasi Sumber adalah suatu teknik dalam menguji keabsahan data/informasi yang didapat dari sumber/imforman tertentu, untuk selajutnya data/informasi tersebut dicek kebenarannya dengan menanyakan kembali kepada sumber/imforman yang lain. Misalnya Peneliti menayakan masalah
93 Endang Widi Winarni, Teori dan Prakik Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan PTK Research and Developmen (R&D),(Jakarta, PT Bumi Aksara, 2018), 179.
94 Endang Widi Winarni, Teori dan Prakik ..183
62
strategi dalam pembinaan prestasi kepada Kepala sekolah, maka pertanyaan yang sama peneliti ajukan kepada imforman yang lain, seperti Wakasek Kesiswaan, Wakasek Kurukulum, Pembina OSIS.
3) Triangulasi teknik
Triangulasi teknik adalah suatu teknik pengujian keabsahan data yang didapatkan dengan teknik tertentu untuk selanjutnya data tersebut diuji lagi kebenarannya melalui teknik yang lain. Dengan kata lain data yang peneliti dapatkan melalui teknik wawancara, perlu dicek kembali kebenarannya dengan observasi.
4) Triangulasi waktu
Triangulasi Waktu adalah cara menguji keabsahan data/informasi yang didapat pada waktu tertentu dengan melakukan pengecekan kembali terhadap data tersebut kepada sumber/informan dalam waktu atau situasi yang berbeda. Apabila hasil uji tetap menunjukkan data yang sama/ berbeda, maka peneliti dapat melakukannya secara berulang hingga ditemukan kepastian data.95 5) Member Check
Peneliti mengecek kembali data yang diperoleh kepada Kepala sekolah, Wakil kepala sekolah, Pembina OSIS, Wali kelas, Tata Usaha dan sumber sumber lainya. Tujuannya adalah mengetahui kesesuaian data yang ditemukan yang diberikan oleh sumber yang berbeda.
95Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. Untuk Penelitian yang Bersifat: Eksploratif, Enterpretif, Interaktif, dan Konstruktif. (Bandung: Alfabeta; 2017).
63 I. Sistematika Pembahasan
Untuk mempermudah penulisan dan pemahaman tentang penelitian ini, maka dipandang perlu untuk memaparkan sistimatika penulisan dan pembahasan adalah sebagai berikut:
Bab I : Latar belakang, Rumusan masalah, Tujuan dan manfaat, Ruang lingkup dan Setting Penelitian, Penelitian terdahulu yang relevan, Kerangka Teori, Metode Penelitian dan Sistematika Pembahasan.
Bab II : Bab ini berisi Gambaran Umum SMA Negeri 1 Gerung, Visi, Misi dan Tujuan SMA Negeri 1 Gerung, Konsep Manajemen Kepala Sekolah dalam pembinaan prestasi, Tantangan SMA Negeri 1 Gerung, Upaya dan langkah mengatasinya.
Bab III : Bab ini berisi temuan data tentang Kendala yang dihadapi dalam pembinaan prestasi akademik siswa beserta Solusinya.
Bab IV : Penutup yang berisi Kesimpulan dan Saran
64 BAB II
PERENCANAAN PEMBINAAN PRESTASI SISWA DI SMA NEGERI 1 GERUNG
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
SMA Negeri 1 Gerung terletak di posisi 10o LU, 10o LS, 11oBT dan 20o BB, berada di Kelurahan Gerung Utara Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat.secara geografis sekolah ini terletak pada daerah yang sangat strategis yang memungkinkan sekolah ini bisa berkembang dengan cepat, tepatnya +1 Km dari pusat pemerintahan kabupaten Lombok Barat. Posisinya yang mudah dijangkau dari berbagai arah karena berada pada jalur gerbang lalu lintas perekonomian NTB di lintasan utama jalur pelabuhan Lembar, satu-satunya jalur penghubung pulau Lombok dengan pulau Bali. Namun demikian, kondisi ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi pengelolaan sekolah secara efektif.96
Faktor pendukung yang tak kalah pentingnya dalam menunjang perkembangan SMA Negeri 1 Gerung adalah sumber murid yang berasal dari sekolah-sekolah pendukung, yakni SMP dan Madrasah Tsawiayah, seperti SMP Negeri 1 Gerung yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Gerung Utara, SMP Negeri 2 Gerung yang terletak di Desa Aik Ampat, SMP Negeri 3 Gerung, yang terletak di Desa Kebon Ayu, SMP Negeri 4 Gerung, yang terletak di Desa Dasan Geres, SMP Negeri 5 Gerung yang terletak dibagian Selatan Desa Gerung.
96 Dokumen Propil SMAN 1 Gerung
65
Demikin juga dengan Madrasah-madrasah yang banyak menyubangkan para Hafiz dan Hafizah yang diterima melalui Jalur Prestasi seperti MTs Nurul Hakim, MTs Yusuf Abdussatar, MTs Dasan Ketujur Gerung, MQWH Kapek Gunung Sari dan masih banyak lagi MTs-MTs Unggulan di di Lombok Barat.97
Sejak tahun pelajaran 2008/2009 SMA Negeri 1 Gerung menjadi salah satu SMA Negeri di Kabupaten Lombok Barat yang dipercayakan mengelola sekolah dengan standar nasional yang kemudian dikenal dengan istilah Sekolah Kategori Mandiri, bahkan pada tahun pelajaran 2009/2010 sudah menjadi salah satu Sekolah Model di Indonesia. Ini berarti daya tampung lebih dibatasi dengan harapan kwalitas lulusan jauh lebih unggul karena pelayanan dalam proses pendidikan dapat lebih dioptimalkan. Hal ini juga menjadi tantangan yang cukup berat bagi penyelenggaraan sekolah, mengingat animo masyarakat yang ingin menyekolahkan putra/putrinya di SMA Negeri 1 Gerung cukup besar ( bahkan menjadi pilihan utama ), sementara kapasitas daya tampung dan daya dukung sekolah lainnya sangat terbatas. Namun demikian tantangan tersebut sekaligus akan dijadikan peluang untuk menggapai prerstasi yang diharapkan oleh sekolah.
Visi , Misi dan Tujuan SMA Negeri 1 Gerung a. Visi
Mewujudkan Generasi Unggul, Berkarakter dan Berwawasan Lingkungan, dengan Indikator :
97 Dokumen Propil SMAN 1 Gerung
66 1) Unggul
a) Perolehan Nilai UN dan US tinggi,
b) Rata-rata daya serap tiap mata pelajaran meningkat
c) Prosentase lulusan yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi lebih baik dari tahun sebelumnya.
d) Menjuarai berbagai even akademik seperti Olimpiade Sains baik di tingkat kabupaten, propinsi maupun Nasional.
e) Menjuarai berbagai even yang bersifat non akademik terutama yang berkaitan dengan ekskul (Seni dan Olah Raga) baik di tingkat kabupaten, propinsi maupun Nasional.
f) Meningkatkan kreatifitas guru dalam mengelola pembelajaran dengan penguasaan metode dan strategi pembelajaran yang inovatif, kreatif dan menyenangkan.
g) Melaksanakan peningkatan kompetensi peserta didik, guru dan karyawan dengan memanfaatkan IPTEK
2) Berkarakter
a) Melaksanakan sholat berjama‟ah setiap zohor dan kultum setiap selesai sholat berjama‟ah secara bergiliran
b) Pembacaan ayat-ayat pendek setiap awal dan akhir jam pelajaran untuk membentengi diri dalam bertingkah laku (menumbuhkembangkan Ahlakulkarimah)
c) Mengikuti kegiatan Wajib Tuntas Baca Tulis Qur‟an (TBTQ ) d) Melaksanakan kegiatan Imtaq setiap hari Jum‟at .
67
e) Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Lagu Wajib Nasional sebelum dan setelah PBM
f) Membaca do‟a sebelum dan sesudah PBM
g) Peserta didik, Guru dan Karyawan wajib mengikuti upacara bendera setiap hari Senin dan Hari Besar Nasional.
h) Setiap Peserta Didik beserta seluruh jajaram keluarga besar SMA Negeri 1 Gerung berpakaian rapi, sopan dan beradab.
i) Pembiasaan salam, maaf dan terimakasihuntuk seluruh warga SMAN 1 Gerung baik dalam maupun di luar lingkungan sekolah ( peduli pada orang lain )
j) Menciptakan hubungan yang harmonis antar semua warga sekolah.
3) Berwawasan Lingkungan ( Biotik, Abiotik dan Sosial)
a)Menyelenggarakan manajemen sekolah yang mengacu pada peningkatan mutu, partisipatif dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif.
b) Menciptakan lingkungan sekolahyang asri, bersih, sehat dan aman.
c) Menghargai tradisi sendiri sebagai suatu kearifan lokal menuju kehidupan sosial dan budaya yang lebih harmonis.
d) Meningkatkan pemahaman dan implementasi gerakan Zero Waste bagi seluruh warga sekolah.
b. Misi
1) Meningkatkan pembinaan dalam pengamalan nilai-nilai keagamaan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
68
2) Meningkatkan pembinaan rasa religius, nasionalis, kemandirian, gotong royong dan integritas.
3) Melaksanakan pembelajaran dengan kecakapan abad 21 untuk mengantisipasi poerubahan global..
4) Mengembangkan suber daya manusia melalui penguasaan iptek dan bahasa asing.
5) Menumbuhlkembangkan nilai-nilai kearifan lokal dalam konten pembelajaran.
6) Menciptakan sekolah yang ramah lingkungan, bersih dan sehat.
Tujuan Sekolah
Bertitik tolak dari visi dan misi serta faktor pendukung yang ada maka tujuan sekolah adalah sebagai berikut98 :
1) Meningkatkan mutu pelayanan terhadap peserta didik agar dapat berkembang mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kecakapan dan kecepatan belajar peserta didik karena didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai melalui peningkatan profesionalisme guru sehingga :
2) Terjadi peningkatan rata-rata hasil Ujian Nasional 0,3 setiap tahun.
3) Prosentase kelulusan secara kualitatif maupun kuantitatif semakin baik.
4) Prosentase kelulusan yang diterima di Perguruan Tinggi semakin meningkat.
5) Meningkatnya rata rata daya serap setiap mata pelajaran setiap
69
semester sampai pada akhirnya KKM tiap mata pelajaran mencapai 75 sesuai standar Nasional.
6) Meningkatkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan serta kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri.
7) Membekali siswa dengan ketrampilan untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan dunia kerja.Menata pembelajaran, administrasi, menejemen dan komunikasi berbasis komputer
8) Meningkatkan prosentase siswa yang masuk keperguruan Tinggi 9) Berprestasi dibidang akademik seperti LKIR, Cerdas Cermat, Debat
Bahasa Inggris, Olimpiade mata pelajaran
10) Membekali pengetahuan dasar siswa untuk melanjutkan ke perguruan Tinggi
11) Meningkatkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan serta kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri
12) Meningkatkan rasa percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya
13) Membekali aparatur sekolah dengan ketrampilan untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan dunia kerja
14) Membekali perilaku siswa sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja
15) Menumbuhkan disiplin kerja secara maksimal
70
16) Meningkatnya minat belajar karena siswa betah berada disekolah.
17) Meningkatkan mutu pelayanan terhadap penyelenggaraan sekolah.
18) Pengawasan terhadap proses penyelenggaraan pendidikan diperketat.
19) Warga sekolah diarahkan untuk dapat berprilaku kompetitif dalam bidang keilmuan atau dalam bidang tugas masing-masing.
20) Pengelolaan sekolah berjalan efektif, efisien dan produktif
21) Siswa mampu bersaing dengan ketrampilan untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan dunia kerja
b. Prestasi SMAN 1 Gerung
Prestasi yang diraih oleh SMA Negeri 1 Gerung adalah prestasi non akademik di tingkat internasional.
a) Sekolah ini berhasil sebagai juara Juara III Kategori Tanding Kelas D/PS-SMA Kejuaraan Internasional Open Tournamen di Bali internasional tahun 20019.
b) Juara I Lomba Penelitian Ilmiah Tingkat propinsi NTB, tahun 2019 dan 2020
c) Juara I Lomba penulisan Cerpen Lalu Lintas tingkat propinsi NTB 2010.
d) Juara 1 Olimpiade Sains Nasional (OSN) Mata Pelajaran TIK, e) Juara 1 Olimpiade Sains Nasional (OSN) Mata pelajarn Geografi f) Juara 1 Olimpiade Sains Nasional (OSN) mata pelajaran Biologi g) Juara I Bidang Seni Baca Puisi pada Lomba FLS2N SMA dan masih
71 banyak lagi yang lainya.98
98 Dokumentasi Propil SMAN 1 Gerung
71 B. Paparan Data dan Hasil Penelitian
Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen yang sangat penting karena dapat digunakan untuk mengendalikan diri dalam bertindak sehingga kegiatan lebih terarah, efektif, efisien dan tujuan mudah dicapai.
Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang mengakomodir kebutuhan sekolah, pengembangannya sesuai dengan Visi dan Misi, dibuat dalam jangka waktu tertentu sehingga kita bisa mengukur tingkat keberhasilan.
Seperti yang dikatakan oleh ibu Hj. Erni Zuhara pada tanggal 7 Juli 2021, sebagai berikut :
Saya beranggapan bahwa untuk memulai sesuatu itu haruslah dengan perencanaan , jika tidak maka apa yang akan kita lakukan itu menjadi mengambang, membias kemana-mana sehingga hasilnya pun tidak maksimal oleh karena itu kami harus membuat perencanaan ini dengan matang dan serius. Sebelum membuat perencanaan , terlebih dahulu kami melakukan analisis lingkungan, baik internal maupun eksternal. Kami memiliki 2 perencanaan yaitu RKTS dan RKJM, RKTS ( Rencana Kerja Tahunan Sekolah ) yang memuat kegiatan- kegiatan yang akan kami lakukan dalam satu tahun, dan dituangkan dalam rencana pembiayaannya yang disebut RKAS ( Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah ). Sedangkan RKJM ( Rencana Kerja Jangka Menengah ) merupakan perencanaan empat tahunan . Kedua- duanya dalam penyusunannya memperhatikan hasil analisis SWOT Analisis internal meliputi penilaian terhadap faktor kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weakneses). Sementara, analisis eksternal mencakup faktor peluang (Opportunity) dan tantangan (Threaths), serta Visi , Misi dan Tujuan Sekolah.99
Hal itu dibenarkan oleh Bapak Ahmad Yani pada wawancara tanggal 7 juli 2021, beliau mengatakan : “Kami medalami visi dan misi
99 Hasil wawancara dengan ibu Hj. Erni Zuhara, Kepala SMA Negeri 1 Gerung, tanggal 5 Juli 2021
72
yang dikembangkan sekolah dan juga dan kami menganalisis bersama dengan guru dan komite sekolah dengan memperhatikan kekuatan, kelemahan, potensi yang ada”100
Sebagaimana diungkapkan oleh Ibu Hj. Erni Zuhara pada wawancara tanggal 5 Juli 2021,beliau mengatakaan :
Perencanaan itu penting sekali dan harus dibuat secara matang karena akan menjadi pedoman atau dasar kita dalam melaksanakan kegitan dan tentunya tujuan akan lebih cepat tercapai. Perencanaan itu memuat apa saja yang akan dilakukan, siapa yang akan dilibatkan, kapan pelaksanaan, berapa biaya, berapa waktu yang diperlukan.101
Di dalam organisasi atau lembaga perencanaan itu harus dibuat secara bersama-sama atau melibatkan banyak orang agar menghasilkan program- program yang baik dan terpusat.
Sebagaimana wawancara dengan ibu Hj. Erni Zuhara :
Kami melibatkan banyak orang dalam menyusun Perencanaan , seperti guru-guru, wakil kepala sekolah, orang tua dan komite sekolah, semua memilki tanggung jawab sesuai bidangnya masing-masing.
Misalnya wakil kepala sekolah bidang Kurikulum akan merencanakan yang berkaitan dengan pembinaan prestasi akademik, kemudian Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan bersama Timnya merencanakan pembinaan prestasi non akademik terutama Ekstrakurikuler sebagai pengembangan diri siswa, Wakil kepala sekolah bidang Humas merencanakan peningkatan kompetensi guru, kemudian menjalin kerjasama dengan masyarakat, dunia pendidikan dan dunia usaha.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana merencana sarana prasarana dengan mengutamakan mengoptimalkan penggunaan sarana prasarana yang ada, ini dimaksudkan sebagai wujud melibatkan semua pihak yang akan bergerak membangun sekolah ini sehingga kami
100 Hasil wawancara dengan Bapak Ahmad Yani, tanggal 7 Juli 2021
101 Hasil wawancara dengan ibu Hj. Erni Zuhara, Kepala SMA Negeri 1 Gerung, tanggal 5 Juli 2021
73
dapat memberikan yang terbaik bagi semua warga sekolah dan masyarakat sekitar.102
Hal ini dibenarkan oleh ibu Hj. Marlia Ulfa pada wawancara tanggl 7 Juli 2021, beliau mengatakan :
Kami dari unsur wakil kepala sekolah yang merupakan pelaksana teknis, unsur guru, komite sekolah, pembina ekrtakurikuler bersama- sama menyusun perencanaan demi kemajuan dan perencanaan yang terpusat. Perencanaan program disusun sesuai dengan kebutuhan pengembangan sekolah. Jadi setiap orang, setiap program memiliki perencanaan yang berbeda-beda. Kalau saya, sebagai wakil kepala sekolah bidang kurikulum merencanakan pembinaan prestasi akademik dengan dua jurus yaitu prestasi guru dan prestasi siswa, jadi tidak bisa megejar prestasi itu hanya kesiswa saja, justru harus mengarah ke prestasi gurunya terlebih dahulu yaitu dengan mengadakan dan mengikuti MGMP ( Musyawarah Guru Mata Pelajaran ) kemudian workshop dan lain-lain yang tentunya isi nya adalah pengembangan perangkat-perangkat yang berhubungan dengan peningkatan prestasi. Program yang kami rencanakan untuk meningkatkan prestasi siswa dibidang akademik yaitu Program Bimbingan Belajar tambahan untuk kelas 12 dan Program Pembinaan Oliympiade Sains yang melibatkan siswa kelas 10 dan 11. Program bimbingan belajar diperuntukkan bagi kelas 12 yang akan mengikuti ujian sekolah, agar mereka terbiasa Dan terlatih mengerjakan soal ujian sekolah sehingga dapat memberikan hasil yang memuaskan, dilaksanakan setiap hari senin sampai dengan kamis setelah seslesai jam pelajaran. Dan Pembinaan Olypiade Sains diperuntukan bagi siswa siwi berprestasi kelas 10 dan 11 yang dilakukan dengan seleksi tujuannya agar bisa menjadi juara pada lomba olympiade sains tingkat lokal maupun nasional.103
Demikian juga yang diungkapkan oleh ibu Hj. Sitti Johariah pada tanggal 7 Juli 2021 :
102 Hasil wawancara dengan ibu Hj. Erni Zuhara, Kepala SMA Negeri 1 Gerung, tanggal 7 Juli 2021
103 Hasil wawancara dengan Hj. Marlia Ulfa, Wakasek Kurikulum, tanggal 7 Juli 2021
74
Saya selaku penangung jawab bidang kesiswaan besama Tim Kesiswaan antara lain Pembina OSIS, Pembina Ektrakurikuler bersama-sama menyusun perencanaan, maksudnya adalah agar kami tahu apa yang akan kami lakukan dan perencanaan ini nanti akan kami jadikan pedoman dalam berkegiatan”. Tim kami adalah Tim yang solid yang bertanggungjawab dalam pembinaan prestasi non akademik yang terkait langsung dengan kegiatan siswa. Kegiatan non akademik ini adalah kegitan-kegiatan siswa dalam kegiatan Ekrakurikuler yang berorientasi pada prestasi, ada sekitar 22 jenis ekstrakurikuler yang dikembangkan disekolah ini dan tugas saya adalah mengatur semua kegiatan mulai dari seleksi, jadwal, pembina, pelatih dan kapan pelaksanaannya.104
Dari dokumen yang ada yaitu Dokumen Rencana Kerja Tahunan sekolah ( RKTS ), Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), SK Pembagian Tugas Guru dan Pembagian Tugas Pegawai tanpak jelas bagaimana perencanaan prestasi sudah dilakukan secara matang dan tentu dengan melibatkan banyak unsur atau orang.
C. Pembahasan
Prestasi tidak datang dengan sendirinya tetapi perlu Pengelolaan dan pembinaan. Dalam ilmu manajemen, jika berbicara tentang manajemen berarti tidak terlepas dari berbagai fungsi manajemen, diantaranya adalah fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Begitu juga dalam hal pembinaan, seorang pembina juga seharusnya menggunakan fungsi manajemen agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik, teratur serta sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
104 Hasil Wawancara dengan Hj. Sitti Johariah, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, tanggal 7 Juli 2021.