BAB II KAJIAN PUSTAKA
B. Kerangka Teori
3. Pengembangan Sumber Daya Manusia
bentuk modal usaha jika penyalurannya ditamlikkan langsung kepada para mustahik (non investasi) karena sesuai dengan pendapat jumhur ulama.
3. Pengembangan Sumber Daya Manusia
perusahaan atau lembaga dan bisa disebut pegawai, karyawan, tenaga kerja dan sebutan yang lainnya. Berbeda dengan pengertian sumber daya manusia secara makro yaitu, penduduk suatu tempat atau negara yang sudah memasuki usia angkatan kerja, baik yang sudah bekerja maupun yang belum bekerja. Secara garis besar, pengertian sumber daya manusia adalah individu yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik institusi maupun perusahaan yang berfungsi sebagai suatu aset yang harus dilatih dan dikembangkan potensinya.
Sumber daya meliputi : Man (manusia), money (uang),metode (cara atau sistem), materials (bahan), machines (mesin), market (pasar). Unsur manusia yang merupakan salah satu unsur berkembang menjadi suatu bidang ilmu pengetahuan yang disebut sumber daya manuia yang merupakan terjemahan dari manpower manajemen , yaitu manajemen yang mengatur unsur manusia. Sumber daya manusia merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan dalam mencapai tujuannya.29
Sumber daya manusia merupakan satu-satunya hal yang memiliki akal perasaan, keinginan, keterampilan, pengetahuan, doroangan daya, dan karya (rasio karya dan karsa). Semua potensi sumber daya manusia tersebut berpengaruh terhadap upaya organisasi
29Wispondopo, “Reposisi Peran Sumber Daya Manusia,‖ jurnal Neo-Bis Vol.3 No.2Desember 2009.
dalam mencapai tujuannya. Betapa pun majunya teknologi, perkembangan bagi informasi, tersedianya modal dan memadainya bahan, jika tanpa sumber daya manusia sulit bagi suatu organisasi dalam mencapai tujuannya.
Adapun dasar dari filosofis ekonomi Islam menyatakan bahwa fungsi manusia baik dalam konteks individu maupun anggota masyarakat adalah sebagai khalifah dimuka bumi. Inilah kelebihan konsep pembangunana Islam dari konsep-konsep lainnya, dengan menduduki peran manusia pada tempat yang tinggi dan terhormat, tetapi sangat bertanggung jawab. Manusia adalah wakil Allah dimuka bumi untuk memakmurkan bumi dan bertanggung jawab kepada Allah tentang pengelolaan sumber daya yang diamanahkan kepadanya.30Dengan demikian, kita dapat memahami bahwa sumber daya manusia merupakan sumber dari kekuatan yang berasal dari masing-manusia yang dapat di dayagunakan.
b. Definisi pengembangan sumber daya manusia
Pengembangan sumber daya manusia adalah menyiapkan manusia atau karyawan untuk memikul tanggung jawab yang lebih tinggi dalam organisasi atau perusahaan. Pengembangan atau pembangunan manusia berhubungan erat dengan peningkatan kemampuan intelektual yang diperlukan untuk melaksanakan
30Nurul Huda Dkk, Ekonomi Pembangunan Islam (Jakarta: Kencana, 2015).hlm.182
pekerjaan yang lebih baik.pembangunan sumber daya manusia berpijak pada fakta bahwa setiap tenaga kerja membutuhkan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan yang lebih baik.
Pembangunan lebih terfokus pada kebutuhan jangka panjang dan hasilnya hanya dapat diukur dalam waktu yang jangka panjang. Juga membantu karyawan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan pekerjaan atau jabatan yang diakibatkan oleh adanya teknologi baru atau pasar baru.31
Pengembangan sumber daya manusia atau Human Resources Development (HRD) secara makro merupakan suatu proses
peningkatan kualitas atau kemampuan manusia dalam rangka mencapai suatu proses peningkatan kualitas atau kemampuan manusia dalam rangka mencapai suatu tujuan pembangunan bangsa. Dan secara mikro, dalam arti dilingkungan suatu unit kerja, maka sumber daya yang dimaksud adalah tenaga kerja, pegawai, atau karyawan. Dengan kata lain pengembangan sumber daya manusia adalah suatu proses perencanaan pendidikan, pelatihan dan pengelolaan tenaga kerja atau karyawan untuk mencapai suatu hasil yang optimal. Sedangkan yang dimaksud dengan pengembangan sumber daya manusia dalam konteks
31Sadali Samsudin, Manajemen Sumber Daya Manusia (Bandung: PT. Pustaka Setia, 2010).hlm. 137
ini yakni upaya lebih luas dalam memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap dan sifat-sifat kepribadian.32
Usaha-usaha pembangunan pada umumnya bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai dan sikap-sikap dalam masyarakat yang lebih kondusif bagi pembaharuan, pembinaan dan pembangunan bangsa. Proses pembangunan suatu bangsa yang pada haikatnya merupakan suatu perjuangan dari bangsa tersebut dalam menghadapi keterbelakangan dan hambatan-hambatan di berbagai bidang, baik bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya.
Selain itu, perencanaan terhadap sumber daya manusia itu juga penting dikarenakan akan dapat dilakukan dengan baik dan benar apabila perencanaannya mengetahui apa dan bagaimana sumber daya manusia tersebut. Sumber daya manusia atau manpower merupakan kemampuan yang dimiliki oleh manusia. Sumber daya manusia menjadi unsur utama dan paling utama dalam setiap aktivitas yang dilakuakn, segala pranata yang ada tidak akan berguna tanpa adanya peran aktif dari sumber daya manusianya.33
32Hani Handoko, Manajemen Personalia Dan Sumber Daya Manusia (Yogyakarta: BPFE, 2003).hlm. 77
33Hasibuan Melayu, Manajemen Sumber Daya Manusia (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2016).hlm. 244
c. Sumber daya manusia berkualitas menurut Islam
Manusia diciptakan oleh Allah sebagai penerima dan pelaksana ajaran sehingga ia ditempatkan pada kedudukan yang mulia. Untuk mempertahankan kedudukan yang mulia dan bentuk pribadi yang bagus, Allah melengkapinya dengan akal dan perasaan yang memungkinkan nya untuk menerima dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan membudayakan ilmu yang dimilikinya. Ini berarti bahwa kedudukan manusia sebagai makhluk ynag mulia itu karena akal dan perasaan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang seluruhnya dikaitkan kepada pengabdian pada penciptanya.
Potensi-potensi yang diberikan kepada manusia pada dasarnya merupakan petunjuk (hidayah) Allah yang diberikan bagi manusia supaya ia dapat melakukan sikap hidup yang serasi dengan hakekat penciptanya. Sejalan dengan upaya pembinaan seluruh potensi manusia, Muhammad Quthb berpendapat bahwa Islam melakukan pendidikan dengan melakukan pendekatan yang menyeluruh terhadap wujud manusia, sehingga tidak ada yang tertinggal dan terabaikan sedikitpun, baik dari segi jasmani maupun rohani, baik kehidupannya secara mental, dan segala kegiatannya dimuka bumi ini. Islam memandang manusia secara totalitas, mendekatinya ataa dasar apa yang terdapat dalam dirinya, atas dasar fitrah yang diberikan Allah kepadnya, tidak diabaikan dan tidak pula dipaksakan.
Manusia tidak akan mampu menjalankan amanahnya sebagai seorang khalifah, tidak akan mampu mengemban amanahnya jikalau tidak dibekali dengan potensi-potensi dan mengembangkannya sebagai sebuah kekuatan dan nilai lebih manusia dibanding makhluk lainnya.
Artinya, jika kualitas sumber daya manusia berkualitas maka ia dapat mempertanggung jawabkan amanahnya sebagai seorang khalifah dengan baik. Kualitas sumber daya manusia ini tentu tidak cukup hanya dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), tetapi juga pengembangan nilai-nilai rohani-spiritual, yaitu berupa iman dan taqwa (imtaq).
Dari penjabaran diatas dapat dimengerti bahwa pengembangan sumber daya manusia sangat penting, tak hanya dari sudut ilmu pengetahuan dan teknologi akan tetapi tak kalah pentingnya adalah dimensi spiritual dalam pengembangan sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia tidak akan sempurna tanpa ketangguhan mental- spiritual keagamaan. Sumber daya manusia yang tidak disertai dengan kesetiaan kepada nilai-nilai keagamaan, hanya akan membawa manusia ke arah pengejaran kenikmatan duniawi atau hedonisme belaka. Jika semangat hedonisme sudah menguasai manusia, maka bisa disimpulkan yang terjadi adalah eksploitasi alam besar-besaran tanpa
rasa tanggung jawab dan tidak memikirkan resiko terhadap manusia yang lainnya.34
Dengan demikian, konsep pengembangan sumber daya manusia berdasarkan konsep Islam adalah membentuk manusia yang berakhlak mulia, yang senantiasa menyembah Allah dan menebarkan Rahmat bagi alam semesta. Inilah yang menjadi arah tujuan pengembangan sumber daya manusia menurut konsep Islam.
34Djaelany Haluty, ―Islam Dan Manajemen Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas,‖Jurnal Irfani Vol.10 No.1 Juni 2014.