2 TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Pengendalian Kualitas Statistik
Pengendalian kualitas secara statistik dilakukan dengan menggunakan kombinasi alat bantu statistik yang terdapat pada Statistical Quality Control.
2.2.1. Manfaat Pengendalian Kualitas Statistik
Menurut Sofyan Assauri, manfaat atau keuntungan melakukan pengendalian kualitas secara statistic adalah “
1. Pengawasan (control), dimana penyelidikan yang diperlukan untuk dapat menetapkan statistical control mengharuskan bahwa syarat–syarat kualitas pada situasi itu dan kemampuan prosesnya telah dipelajari hingga mendetail.
2. Pengerjaan kembali produk yang telah dirakit (scrap re-work). Dengan dijalankannya pengontrolan, maka dapat dicegah terjadinya penyimpangan–
penyimpangan dalam proses. Sebelum terjadinya hal-hal yang serius dan akan diperoleh kesesuaian yang lebih baik antara kemampuan proses (process capability) dengan spesifikasi, sehingga banyaknya barang yang perlu di buang dapat dikurangi. Dalam perusahaan sekarang ini, biaya–biaya bahan sering kali mencapai tiga sampai empat kali biaya buruh, sehingga dengan perbaikan yang telah dilakukan dalam hal biaya buruh, sehingga dengan perbaikan yang telah dilakukan dalam hal pemanfaatan bahan dapat memberikan penghematan terhadap biaya operasi.
Biaya-biaya pemeriksaan, karena Statistical Quality Control dilakukan dengan jalan mengambil sampel–sampel dan mempergunakan sampling techniques, maka hanya sebagian saja dari hasil produksi yang perlu untuk diperiksa.
Akibatnya maka hal ini dapat menurunkan biaya pemeriksaan.
15
2.2.2. Alat Bantu dalam Pengendalian Kualitas Statistik
Pengendalian kualitas secara statistik dengan menggunakan Statiscal Process Control dan Statistical Quality Control, mempunyai tujuh alat statistik utama yang dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengendalikan kualitas sebagaimana disebutkan oleh Heizer dan Render, antara lain yaitu, check sheet, histogram, control chart, diagram pareto, diagram sebab akibat, scatter diagram, dan diagram proses.
2.2.2.1 Lembar pemeriksaan (check sheet )
Check sheet atau lembar pemeriksaan adalah salah satu alat pengumpul dan penganalisi data yang disajikan dalam tabel berupa data jumlah barang yang diproduksi dan jenis ketidaksesuaian jumlah yang dihasilkan. Tujuan penggunaan check sheet adalah untuk mempermudah proses pengumpulan data dan analisa data serta untuk mengetahui area permasalahan berdasarkan frekuensi dari jenis atau penyebab dab mengambil keputusan untuk mengambil keputusan melakukan perbaikan atau tidak. Data tersebut digunakan sebagai dasar untuk mengadakan analisa masalah kualitas dan produksi.
16
Sumber : Introduction to Statistical Quality Control 4 Gambar 2.2 Contoh check sheet
Manfaat check sheet adalah sebagai berikut :
1. Mempermudah pengumpulan data terutama untuk mengetahui suatu masalah terjadi.
2. Mengumpulkan data tentang jenis masalah yang sedang terjadi.
3. Menyusun data secara otomatis sehingga lebih mudah untuk dikumpulkan.
4. Memisahkan antara opini dan fakta.
2.2.2.2. Diagram Sebar
Scatter diagram atau peta korelasi adalah grafik yang mengajikan hubungan antara dua variable tersebut kuat atau tidak yaitu antara factor proses
17
yang mempengaruhi proses dengan kualitas produk. Pada dasarnya diagram sebar merupakan suatu alat interpretasi data yang digunakan untuk menguji bagaimana kuatnya hubungan antara dua variabel dan menentukan jenis hubungan dari dua variabel yang ditunjukkan dalam diagram sebar dapat berupa karakteristik kuat dan faKtor yang memperngaruhinya.
Sumber : Introduction to Statistical Quality Control 6th edition, 2008
Gambar 2.3 Contoh diagram sebar
2.2.2.3. Diagram Sebab – Akibat
Diagram ini disebut juga diagram tulang ikan dan berguna untuk memperlihatkan faktor- faktor utama yang berpengaruh dan mempunyai akibat pada masalah yang kita pelajari. Selain itu kita juga dapat melihat faktor-faktor yang lebih terperinci yang berpengaruh dan mempunyai akibat pada faktor utama tersebut yang dapat kita lihat dari panah-panah yang berbentuk tulang ikan tersebut.
Faktor utama pada diagram ini dapar dikelompokkan menjadi : 1) Material / Bahan baku.
18
2) Machine / mesin 3) Man/ manusia 4) Method/ metode
5) Environment / lingkungan
Sumber : Introduction to Statistical Quality Control 6th edition, 2008
Gambar 2.4 Contoh diagram sebab-akibat
Adapun kegunaan dari diagram sebab – akibat adalah
1) Membantu mengidentifikasi akar penyebab masalah
2) Menganalisa kondisi sebenarnya yang bertujuan untuk memperbaiki peningkatan kualitas
3) Membantu mengeluarkan ide – ide untuk solusi suatu masalah 4) Membantu dalam pencarian fakta lebih lanjut
5) Mengurangi kondisi–kondisi yang menyebabkan ketidaksesuaian produk dengan keluhan konsumen
19
6) Menentukan standarisasi dari operasi yang sedang berjalan atau yang akan dilaksanakan
7) Sarana pengambilan keputusan dalam menentukan pelatihan tenaga kerja
8) Merencanakan tindakan perbaikan.
2.2.2.4. Diagram Pareto
Analisis pareto adalah grafik batang yang menunjukkan masalah berdasarkan urutan banyaknya kejadian. Masalah yang paling banyak terjadi ditunjukkan oleh grafik batang pertama tertinggi serta ditempatkan pada sisi paling kiri dan seterusnya hingga sampai masalah yang paling sedikit, ditunjukkan oleh grafik batang terakhir yang terendah ditempatkan disisi paling kanan.
Pada dasarnya diagram pareto digunakan sebagai alat interpretasi untuk menentukan frekuensi relatif dan urutan pentingnya masalah-masalah atau penyebab-penyebab dari masalah yang ada. Langkah- langkah yang digunakan untuk melaksanakan analisis tersebut adalah :
1. Identifikasi tipe-tipe kerusakan.
2. Tentukan frekuensi untuk berbagai kategori.
3. Daftar kerusakan menurut frekuensinya secara menurun.
4. Teliti presentase frekuensi untuk setiap kategori dan frekuensi kumulatifnya diranking.
5. Buatlah skala untuk diagram pareto, skala pada sisi kiri menunjukkan frekuensi kejadian yang sebenarnya di dalam sampel, skala disisi kanan berlaku untuk persentase frekuensi kumulatif.
20
Manfaat dari diagram pareto adalah sebagai berikut : 1. Menunjukkan masalah utama.
2. Menyatakan perbandingan masing-masing persoalan terhadap keseluruhan
3. Menunjukkan tingkat perbaikan setelah tindakan perbaikan pada daerah yang terbatas
4. Menunjukkan masing-masing persoalan sebelum dan setelah perbaikan.
Sumber : Introduction to Statistical Quality Control 6th edition, 2008
Gambar 2.5 Contoh Diagram Pareto
2.2.2.5 Diagram Alir
Diagram alir secara grafis menyajikan sebuah proses atau sistem dengan menggunakan kotak dan garis yang saling berhubungan, Diagram ini cukup sederhana, tetapi merupakan alat yang sangat baik untuk mencoba memahami sebuah proses atau menjelaskan langkah–langkah sebuah proses. Tujuan penggunaan diagram ini :
21
1. Mengumpulkan data dan mengimplementasikan data yang juga merupakan ringkasan visual dari data itu sehingga memudahkan dalam memahaminya.
2. Menunjukkan output dari suatu proses.
3. Menunjukkan kecenderungan dari data sepanjang waktu.
4. Membandingkan data periode yang satu dengan periode lainnya, dan memeriksa perubahan yang terjadi.
Sumber : Introduction to Statistical Quality Control 6th edition, 2008
Gambar 2.6 Contoh diagram alir
2.2.2.6. Histogram
Histogram adalah suatu alat yang membantu untuk menentukan variasi dalam suatu proses. Berbentuk diagram batang yang menunjukkan tabulasi dari data yang diatur berdasarkan ukurannya. Histogram menunjukkan karakteristik dari data yang dibagi menjadi kelas–kelas. Histogram berbentuk normal atau
22
berbentuk seperti lonceng yang menunjukkan bahwa banyak data yang terdapat pada nilai rata–ratanya. Manfaat histogram adalah sebagai berikut :
1. Memberikan gambaran populasi
2. Memperlihatkan variabel dalam susunan data 3. Mengembangkan pengelompokkan yang logis
4. Pola – pola variasi mengungkapkan fakta produk tentang proses.
Sumber : Introduction to Statistical Quality Control 6th edition, 2008
Gambar 2.7 Contoh diagram histogram
2.2.2.7. Peta Kendali
Peta kendali adalah suatu alat yabg secara grafis digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi suatu aktivitas proses berada dalam pengendalian kualitas. Manfaat peta kendali adalah sebagai berikut :
23
1. Memberikan informasi apakah suatu prosses produksi masih berada di dalam batas – batas kendali kualitas atau tidak terkendali.
2. Memantau proses produksi secara terus menerus agar tetap stabil.
3. Menentukan kemampuan proses (capability proses)
4. Mengevaluasi performance pelaksanaan dan kebijaksanaan pelaksanaan proses produksi
5. Membantu menentukan kriteria batas penerimaan kualiaas produk sebelum dipasarkan.
Sumber : Introduction to Statistical Quality Control 6th edition, 2008 Gambar 2.8 Contoh peta kendali