• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.10 Pengendalian Risiko dan Bahaya

Tabel 4.14 Identifikasi Potensi Risiko Bahaya Pada Proses Produksi

Kegiatan Uraian Bahaya Identifikasi

Potensi Risiko

Penilaian Risiko Potensi Bahaya Kemungkinan

Kecelakaan

Tindakan Pengendalian Eksisting

Tingkat Keparahan

Tingkat Risiko Tahap Persiapan

Penyortiran kayu

Tata kelola penyimpanan kayu tidak tersusun rapi dan kokoh

Pekerja hilang keseimbangan pada pijakan hingga terjepit oleh kayu yang terjatuh

Cedera kaki, cedera tangan, cedera kepala, memar, terkilir, dan luka- luka ringan

2 Tidak terdapat tindakan

pengendalian 2 Low

Pekerja mengangkat kayu berukuran besar tanpa bantuan rekan kerja/alat bantu

Cedera kaki, cedera tangan, cedera kepala, memar, terkilir, dan luka- luka ringan

2 Tidak terdapat tindakan

pengendalian 2 Low

Area pijakan dan kondisi kayu dalam keadaan basah

Pekerja tergelincir akibat area pijakan yang basah atau kondisi kayu yang dipijak dalam kondisi basah

Cedera kaki, cedera tangan, cedera kepala, memar, terkilir, dan luka- luka ringan

3 Tidak terdapat tindakan

pengendalian 3 High

Cara kerja tidak aman saat penyortiran kayu

Pekerja tergores atau tertusuk oleh

serpihan kayu yang tajam Luka sayatan 2

Pekerja hanya dilengkapi alat pelindung diri berupa sarung tangan kain

3 Moderate

Pengangkutan Kayu

Cara kerja tidak aman saat pengangkutan kayu

Pekerja tertimpa kayu yang sedang diangkut

Cedera kaki, cedera tangan, cedera kepala, memar, terkilir, dan luka- luka ringan

2 Tidak terdapat tindakan

pengendalian 2 Low

Cara kerja tidak aman saat pengangkutan kayu dan jalur pengankutan tidak aman

Pekerja tersandung hingga terjatuh

Cedera kaki, cedera tangan, cedera kepala, memar, terkilir, dan luka- luka ringan

2 Tidak terdapat tindakan

pengendalian 2 Low

Jalur pengangkutan dalam keadaan basah

Pekerja tergelincir akibat permukaan jalan basah

Cedera kaki, cedera tangan, cedera kepala, memar, terkilir, dan luka- luka ringan

3 Tidak terdapat tindakan

pengendalian 3 High

Cara kerja tidak aman saat pengangkutan kayu serta tidak

Pekerja tergores atau tertusuk oleh

serpihan kayu yang tajam Luka sayatan 2 Tidak terdapat tindakan

pengendalian 3 Moderate

Kegiatan Uraian Bahaya Identifikasi Potensi Risiko

Penilaian Risiko Potensi Bahaya Kemungkinan

Kecelakaan

Tindakan Pengendalian Eksisting

Tingkat Keparahan

Tingkat Risiko memastikan kayu bersih dari

serpihan tajam Tahap Pemotongan Kayu I

Pemotongan kayu diameter besar menjadi balok kayu dan lembaran kayu

Mesin gergaji kayu yang digunakan tidak dalam kondisi aman dan terjaga kondisinya

Pekerja terluka akibat kontak dengan mesin gergaji dan luka sayatan akibat mata pisau dari gergaji

Cedera tangan dan luka sayatan 1

Pekerja hanya dilengkapi alat pelindung diri berupa sarung tangan kain

3 Moderate

Terpapar debu hasil dari pemotongan kayu

Pekerja terpapar debu sehingga menganggu pernafasan

Menyebabkan gangguan

pernafasan hingga penurunan fungsi paru

3

Pekerja hanya dilengkapi alat pelindung diri berupa masker kain

4 High

Terpapar kebisingan dari mesin gergaji

Suara bising mesin gergaji bernilai 87,5 dBA yang melebihi ambang batas kebisingan dalam kurun waktu kerja selama 8 jam kerja/hari

Menyebabkan kerusakan

pendengaran 2 Tidak terdapat tindakan

pengendalian 2 Low

Tahap Pengeringan Kayu

Pengeringan kayu menggunakan oven dengan suhu 60-85°C selama 5 jam

Mesin oven yang digunakan tidak dikalibrasi serta tidak dalam kondisi aman untuk digunaka serta cara kerja tidak aman saat menggunakan mesin oven

Pekerja terkena kontak langsung dengan api pembakaran dari oven

Luka bakar pada bagian tubuh

pekerja 3

Pekerja hanya dilengkapi alat pelindung diri berupa sarung tangan kain

2 Moderate

Mesin oven memaparkan panas berlebih karena tidak terkalibrasi secara berkala serta tidak dalam kondisi aman untuk digunakan

Pekerja terkena paparan panas akibat proses pengeringan kayu menggunakan oven

Paparan panas dan dehidrasi 3 Tidak terdapat tindakan

pengendalian 1 Low

Mesin oven memaparkan asap dan gas beracun akibat proses pembakaran tidak sempurna

Pekerja terkena paparan asap dan gas beracun

Paparan asap dan gas beracun serta

gangguan pernafasan 2

Pekerja hanya dilengkapi alat pelindung diri berupa masker kain

2 Low

Kegiatan Uraian Bahaya Identifikasi Potensi Risiko

Penilaian Risiko Potensi Bahaya Kemungkinan

Kecelakaan

Tindakan Pengendalian Eksisting

Tingkat Keparahan

Tingkat Risiko Tahap Pemotongan Kayu II

Pemotongan kayu secara presisi sesuai dengan bagian-bagian dari produk

Mesin gergaji kayu yang digunakan tidak dalam kondisi aman dan terjaga kondisinya

Pekerja terluka akibat kontak dengan mesin gergaji dan luka sayatan akibat mata pisau dari gergaji

Cedera tangan dan luka sayatan 1

Pekerja hanya dilengkapi alat pelindung diri berupa sarung tangan kain

3 Moderate

Terpapar debu hasil dari pemotongan kayu

Pekerja terpapar debu sehingga menganggu pernafasan

Menyebabkan gangguan

pernafasan hingga penurunan fungsi paru

3

Pekerja hanya dilengkapi alat pelindung diri berupa masker kain

4 High

Terpapar kebisingan dari mesin gergaji

Suara bising mesin gergaji bernilai 87,5 dBA yang melebihi ambang batas kebisingan dalam kurun waktu kerja selama 8 jam kerja/hari

Menyebabkan kerusakan

pendengaran 2 Tidak terdapat tindakan

pengendalian 2 Low

Tahap Penyerutan Kayu

Penyerutan kayu menggunakan mesin planer

Mesin planer yang digunakan tidak dalam kondisi aman dan terjaga kondisinya

Pekerja terluka akibat kontak dengan mesin planer dan luka sayatan akibat mata pisau

Cedera tangan dan luka sayatan 1

Pekerja hanya dilengkapi alat pelindung diri berupa sarung tangan kain

3 Moderate

Terpapar debu hasil dari penyerutan kayu

Pekerja terpapar debu sehingga menganggu pernafasan

Gangguan pernafasan hingga

penurunan fungsi paru 3

Pekerja hanya dilengkapi alat pelindung diri berupa masker kain

4 High

Terpapar kebisingan dari mesin planer

Suara bising mesin planer bernilai 88,5 dBA yang melebihi ambang batas kebisingan dalam kurun waktu kerja selama 8 jam kerja/hari

Gangguan dan kerusakan

pendengaran 2 Tidak terdapat tindakan

pengendalian 2 Low

Arus pendek listrik dari kabel terkelupas

Area kerja terbakar, sengatan listrik, gangguan listrik, dan kerusakan pada mesin planer

Luka bakar dan terkena sengatan

listrik 2 Tidak terdapat tindakan

pengendalian 4 Moderate

Kegiatan Uraian Bahaya Identifikasi Potensi Risiko

Penilaian Risiko Potensi Bahaya Kemungkinan

Kecelakaan

Tindakan Pengendalian Eksisting

Tingkat Keparahan

Tingkat Risiko Tahap Pengeboran Kayu

Pengeboran bagian spesifik kayu menggunakan bor manual dan mesin bor

Alat bor manual dan mesin bor yang digunakan tidak dalam kondisi aman dan terjaga kondisinya

Pekerja terluka akibat kontak dengan alat bor manual dan/atau mesin bor serta luka sayatan akibat mata pisau pada bor

Cedera tangan, memar, terkilir,

tertusuk serta luka-luka ringan 2

Pekerja diberikan pelatihan serta dilengkapi alat pelindung diri berupa sarung tangan kain

2 Low

Terpapar debu hasil dari pengeboran kayu

Pekerja terpapar debu sehingga menganggu pernafasan

Menyebabkan gangguan

pernafasan hingga penurunan fungsi paru

3

Pekerja hanya dilengkapi alat pelindung diri berupa masker kain

4 High

Posisi kayu tidak dalam keadaan yang stabil dan kokoh saat proses pengeboran

Tangan terjepit alat bor atau mesin bor karena kayu tidak dalam kondisi yang stabil

Cedera tangan, memar, terkilir,

tertusuk serta luka-luka ringan 2

Pekerja diberikan pelatihan serta dilengkapi alat pelindung diri berupa sarung tangan kain

2 Low

Area pijakan atau permukaan pijakan dalam kondisi basah sehingga licin

Pekerja tergelincir akibat area pijakan yang basah

Cedera kaki, cedera tangan, cedera kepala, memar, terkilir, dan luka- luka ringan

3 Tidak terdapat tindakan

pengendalian 3 High

Tahap Penghalusan Kayu

Penghalusan pada bagian spesifik kayu

Alat amplas dan mesin amplas yang digunakan tidak dalam kondisi aman dan terjaga kondisinya

Pekerja terluka akibat kontak dengan alat amplas dan/atau mesin amplas

Cedera tangan, memar, terkilir,

tertusuk serta luka-luka ringan 2

Pekerja diberikan pelatihan terkait prosedur penggunaan alat

2 Low

Terpapar debu hasil dari pengamplasan kayu

Pekerja terpapar debu sehingga pernafasan terganggu

Menyebabkan gangguan

pernafasan hingga penurunan fungsi paru

3

Pekerja hanya dilengkapi alat pelindung diri berupa masker kain

4 High

Arus pendek listrik dari kabel terkelupas

Area kerja terbakar, sengatan listrik, gangguan listrik, dan kerusakan pada mesin amplas

Luka bakar dan terkena sengatan

listrik 2 Tidak terdapat tindakan

pengendalian 4 Moderate

Terpapar kebisingan dari mesin amplas

Suara bising mesin amplas bernilai 88,5 dBA yang melebihi ambang

Gangguan dan kerusakan

pendengaran 2 Tidak terdapat tindakan

pengendalian 2 Low

Kegiatan Uraian Bahaya Identifikasi Potensi Risiko

Penilaian Risiko Potensi Bahaya Kemungkinan

Kecelakaan

Tindakan Pengendalian Eksisting

Tingkat Keparahan

Tingkat Risiko batas kebisingan dalam kurun waktu

kerja selama 8 jam kerja/hari Tahap Finishing

Pengecatan dan pemberian lapisan pelindung pada kayu

Slang dan/atau kabel mesin

kompresor yang tidak tertata dengan baik alurnya

Tersandung slang dan/atau sampai terjatuh

Cedera kaki, cedera tangan; cedera kepala, memar, terkilir, dan/atau luka lecet

2 Tidak terdapat tindakan

pengendalian 2 Low

Terpapar bahan kimia atau terpapar

debu cat Pekerja terpapar bahan kimia

Iritasi pada kulit dan mata, alergi, pusing pada bagian kepala, toksititas jangka panjang dan gangguan pernapasan

2

Pekerja hanya dilengkapi alat pelindung diri berupa masker buff

3 Moderate

Terpapar debu cat dan/atau plitur kayu

Pekerja terpapar debu sehingga pernafasan terganggu

Menyebabkan gangguan

pernafasan hingga penurunan fungsi paru

3

Pekerja hanya dilengkapi alat pelindung diri berupa masker kain

4 High

Arus pendek listrik dari kabel terkelupas

Area kerja terbakar, sengatan listrik, gangguan listrik, dan kerusakan pada mesin amplas

Luka bakar dan terkena sengatan

listrik 2 Tidak terdapat tindakan

pengendalian 4 Moderate

4.10.1 Rekapitulasi Potensi Risiko dan Bahaya

Berdasarkan Tabel 4.14, terdapat identifikasi potensi risiko bahaya pada tahap produksi di PT. Palma Indonesia. Tingkatan risiko dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu risiko rendah (low), risiko sedang (moderate), dan risiko tinggi (high). Tabel tersebut memberikan gambaran mengenai seberapa besar tingkat risiko pada setiap tahap produksi, sehingga perusahaan dapat lebih fokus untuk mengatasi risiko-risiko yang memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi.

Meskipun telah teridentifikasi risiko-risiko yang ada, perlu dicatat bahwa hasil penilaian risiko menunjukkan bahwa masih belum terdapat tindakan pencegahan yang optimal dari perusahaan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kerja. Hal ini menandakan bahwa perusahaan perlu melakukan evaluasi lebih lanjut dan mengimplementasikan tindakan pencegahan yang sesuai untuk mengurangi risiko-risiko tersebut.Dalam industri furnitur seperti PT. Palma Indonesia, penting untuk terus memperbaiki dan memantau program keselamatan dan kesehatan kerja. Dengan meningkatkan tindakan pencegahan dan kesadaran akan risiko bahaya, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat bagi para pekerjanya. Rekapitulasi terkait tingkatan risiko kecelakaan tersaji pada Tabel 4.15 berikut ini.

Berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat risiko kecelakaan kerja pada PT.

Palma Indonesia, terdapat 14 kegiatan yang termasuk dalam tingkat risiko rendah (low), 10 kegiatan termasuk tingkat risiko sedang (moderate), dan 9 kegiatan termasuk risiko tinggi (high). Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar kegiatan produksi di perusahaan memiliki risiko kecelakaan yang relatif rendah, namun juga terdapat beberapa kegiatan yang memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi.

Tabel 4.15 Rekapitulasi Tingkatan Risiko Kecelakaan

Tingkat Risiko Uraian Potensi

Jumlah Potensi Risiko dan Bahaya Tahap

Persiapan

Tahap Pemotongan Kayu I

Tahap Pengeringan

Kayu

Tahap

Pemotongan Kayu II

Tahap Penyerutan

Kayu

Tahap Pengeboran

Kayu

Tahap Penghalusan

Kayu

Tahap Finishing

Kayu

Low

Pekerja terjepit oleh kayu atau peralatan

kerja 2 - - - - 1 - -

Pekerja terjatuh disebabkan rintangan

pada area kerja 1 - - - 1

Pekerja terkena paparan asap pembakaran 1 - - - -

Pekerja tertimpa kayu 1 - - - -

Pekerja terpapar bising dari peralatan

kerja - 1 - 1 1 - 1 -

Pekerja terkena paparan panas - - 1 - - - - -

Pekerja terkena sayatan dari penggunaan

peralatan kerja - - - 1 1 -

Moderate

Pekerja terluka akibat serpihan kayu 2 - - - -

Pekerja terluka akibat kontak dengan

peralatan kerja - 1 - 1 1 - - -

Pekerja terkena kontak api pembakaran - - 1 - - - - -

Pekerja terkena paparan bahan kimia - - - 1

Area kerja terjadi kebakaran - - - - 1 - 1 1

High

Pekerja tergelincir akibat permukaan

pijakan licin 2 - - - - 1 - -

Pekerja terkena paparan debu kayu - 1 - 1 1 1 1 1

Kegiatan-kegiatan yang masuk dalam kategori risiko rendah perlu tetap diawasi dan dikelola dengan baik agar risiko tetap rendah dan tidak meningkat seiring berjalannya waktu. Meskipun tergolong dalam risiko rendah, tetap diperlukan tindakan pencegahan dan pengawasan yang tepat untuk menghindari kemungkinan terjadinya kecelakaan. Sementara itu, kegiatan-kegiatan dengan tingkat risiko sedang dan tinggi memerlukan perhatian lebih serius dan langkah pencegahan yang lebih tepat. Pihak perusahaan harus melakukan identifikasi lebih mendalam terhadap risiko-risiko yang mungkin terjadi, diperlukannya penambahan prosedur, serta diperlukannya tindakan perbaikan secara detail dan tepat guna mengurangi atau mengeliminasi risiko tersebut.

4.11 Rekapitulasi Penerapan K3 di Unit Produksi PT. Palma Indonesia

Dokumen terkait