• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat Pengelolaan Sanggar

Dalam dokumen pengelolaan sanggar pendidikan anak shaleh (Halaman 70-77)

BAB III. METODE PENELITIAN

F. Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat Pengelolaan Sanggar

Setiap pelaksanaan kegiatan selalu berkaitan dengan factoryang mendukung serta faktor yang menghambat korelasi antara Sanggar Pendidikan Anak Shaleh dalam mengentaskan buta aksara Al- qur’an dan latin di Kelurahan Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.

Adapun faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan Sanggar Pendidikan Anak Shaleh

58

1. Faktor pendukung dalam pengelolaan sanggar pendidikan anak shaleh

Faktor pendukung pengelolaan sanggar pendidikan anakshaleh didalam memainkan peranannya sebagai lembaga pendidikan luar sekolah adalah sebagai berikut :

a. Adanya dukungan penuh pemerintah terhadap sanggar pendidikan anak shaleh.

Artinya apa,sanggar pendidikan anak shaleh tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya bantuan dan dukungan penuh dari pemerintah.

b. Adanya sarana dan prasarana dalam pelaksanaan pengelolaan sanggar pendidikan anak shaleh di Kelurahan Limbung

Sarana dan prasarana yang dimaksud disini adalah suatu tempat atau wadah dan beserta kelengkapan-kelengkapan yang ada didalamnya yang menjadi penunjang bagi kelangsungan proses belajar mengajar didalam pendidikanan anak shaleh.

c. Adanya guru dalam pelaksanaan sanggar pendidikan anak shaleh Guru yang dimaksud disini adalah orang yang memiliki peranan penting didalam memberikan pembelajaran kepada peserta didiknya atau santri-santriyah agar mudah memahami pelajaran yang ada pada sanggar pendidikan anak shaleh.

d. Adanya buku paket yang digunakan dalam pelaksanaan sanggar pendidikan anak shaleh

Buku paket yang dimaksud disini adalah buku yang menjadi panduan dalam proses belajar mengajar pada sanggar pendidikan anak shaleh sehinggan mempermudah para peserta didik atau santri-santriyah dalam belajar.

2. Faktor penghambat dalam pengelolaan sanggar pendidikan anak shaleh

Tabel 9

Hal-hal yang menghalangi santri-santriyah menimbah ilmu di dalam sanggar pendidikan anak shaleh

No. Pilihan jawaban Frekuensi Persentase(%)

1. Ada 8 32%

2. Tidak ada 2 8%

3. Kadang –kadang 15 60%

Total 25 100%

Sumber: Data setelah diolah, Tahun 2016.

Dari tabel 9 di atas dejelaskan tentang hal-hal yang dapat menghalangi santri-santryah menempuh ilmu di dalam sanggar pendidikan anak shaleh dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dari 25 responden atau santri-santriyah sebanyak 32% menjawab ada, 8% menjawab tidak ada dan selebihnya sebanyak 60%

responden atau santri-santriyah mengatakan bahwa kadang-kadang

60

ada hal-hal yang dapat menghalangi santri-satriyah menimbah ilmu di dalamsanggar pendidikan anak shaleh.

Adapun yang menjadi faktor penghambat dalam pengelolaan sanggar pendidikan anak shaleh

a. Sarana dan prasarana kurang memadai

Salah satu faktor penunjang pada Sanggar Pendidikan Anak Shaleh adalah sarana dan prasarana,ketika sarana dan prasarananya kurang memadai maka pendidikan sanggar anak shaleh tidak akan berjalan dengan baik.

Namun demikian jangan jadikan itu sebagai alasan untuk tidak menimbah ilmu di dalam Sanggar Pendidikan Anak Shaleh.

b. Kurangnya dukungan orang tua dalam memotivasi anak belajar di Sanggar Pendidikan Anak Shaleh

Di dalam menimbah ilmu pada Sanggar Pendidikan Anak Shaleh perlu adanya dukungan dari orang tua para santri-santriyah ketika dukungan itu tidak ada dari orang tua. Maka otomatis motivasi anak berkurang untuk menimbah ilmu di sanggar pendidikan anak shaleh.dan ini menjadi tanggung jawab orang tua terhadap anaknya

Tabel 10

Kurangnya motivasi orang tua untuk mendorong anak belajar di sanggar pendidikan anak shaleh

No. Pilihan jawaba Frekuensi Persentase(%)

1. Ya 12 48%

2. Tidak 10 40%

3. Ragu-ragu 3 12%

Total 25 100%

Sumber : Data yang diolah, Tahun 2016.

Dari tabel 10 di atas dijelaskan bahwa sebanyak 48%

orang tua kurang memberikan motivasi pada anaknya untuk belajar di sanggar pendidikan anak shaleh.Dan 40% lainnya menjawab tidak dan 12% lainnya mengatakan ragu-ragu.

Kurangnya motivasi orang tua kepada anaknya berpengaruh pada minat belajar anak di dalam sanggar pendidikan anak shaleh.

c. kurangnya motivasi dalam diri anak dalam mengikuti pelajaran di sanggar pendidikan anak shaleh

Kurangnya motivasi anak dalam mengikuti pelajaran di Sanggar Pendidikan Anak Shaleh diakibatkan karna tidak adanya kemauan besar pada diri anak untuk belajar dan bahkan bisa saja ini disebabkan pula oleh orang tua yang kurang memotivasi anaknya untuk lebih giat belajar.

62

Karena hal tersebut dianggap penting dan perlu maka peneliti mengajukan pertanyaan kepada responden para santri- santriyah yang hasilnya sebagai berikut :

Tabel 11

Kurangnya motivasi anak dalam mengikuti pelajaran di sanggar pendidikan anak shaleh

No. Pilihan jawaban Frekuensi Persentase(%)

1. Sangat berpengaruh 13 52%

2. Berpengaruh 10 40%

3. Kurang berpengaruh 1 4%

4. Tidak berpengaruh 1 4%

T0tal 25 100%

Sumber: Data yang diolah,Tahun 2016.

Dari tabel 10 di atas dijelaskan tenteng kurangnya motivasi anak mengikuti pelajaran di sanggar pendidikan anak shaleh dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dari 25 responden atau santri-santriyah sebanyak 4% menjawab tidak berpengaruh,4% menjawab kurang berpengaruh,40% menjawab berpengaruh, dan sebanyak 52% responden atau santri-santriyah mengatakan sangat berpengaruh terhadap kurangnya motivasi anak dalam mengikuti pelajaran di Sanggar Pendidikan Anak Shaleh.

Demikian uraian-uraian tersebut di atas, memberikan suatu pemahaman bahwa pengelolaan sanggar pendidikan anak shaleh dalam upaya mengentaskan buta aksara Al-qur’an dan latin di Kelurahan Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa, telah terlaksana dengan baik sesuai dengan visi,misi dan tujuan Sanggar Pendidikan Anak Shaleh yaitu terselenggaranya pendidikan luar sekolah yang berbasis agama Islam dalam rangka meningkatkan pengetahuan intelektual dan mentalitas anak

64

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, maka kesimpulan yang diambil dalam penelitian ini adalah:

1. Pengelolaan sanggar pendidikan anak shaleh yang menjadi salah satu lembaga pendidikan luar sekolah di Kelurahan Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa bertujuan untuk menyiapkan santri-santriyah menjadi generasi qur’ani yang berakhlak mulia, berilmu pengetahuan, mampu mempertahankan nilai budaya Islam dalam kehidupannya.

2. Bentuk-bentuk pengentasan buta aksara di Kelurahan Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa,telah dilaksanakan dengan menggunakan metode bagdadiyah dan metode Iqro’ dengan tujuan agar santri lebih memahami materi-materi yang diberikan oleh para tutor agar tercapai tujuan dari pada sanggar pendidikan anak shaleh sebagai institusi yang berbasis pengembangan pendidikan Agama Islam dan ilmu pengetahuan umum sesuai dengan tingkat pengelolaan yang terencana, terlaksana dengan baik.

3. Faktor penghambat dalam pengelolaan Sanggar Pendidikan Anak Shaleh yaitu, diantaranya sarana dan prasarana kurang memadai, kurangnya dukungan orang tua dan kurangnya motivasi dalam diri santri sedangkan faktor pendukungnya dukungan penuh

64

pemerintah, adanya fasilitas yang disediakan, adanya tutor yang memandu pembelajaran serta tersedianya buku paket pembelajaran.

B. Saran-saran

Setelah melakukan penelitian dan mendapatkan kesimpulan dari hasil penelitian tersebut, maka peneliti akan memberikan saran- saran sebagai berikut:

1. Hendaknya para pengelola sanggar pendidikan anak shaleh lebih memperhatikan dan mengoptimalkan partisipasinya dalam melakukan pembinaan di sanggar pendidikan anak shaleh.

2. Pengelola sanggar pendidikan anak shaleh di Kelurahan Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa diupayakan untuk ditingkatkan kualitas sumber daya manusia dalam mendukung kegiatan pengelolaan yang lebih handal, mandiri dan profesional dalam pengelolaan sanggar pendidikan anak shaleh yang maju dan modern, sehingga meningkatkan jumlah keluaran sanggar pendidikan anak shaleh yang bermutu.

3. Dalam pengentasan buta aksara Al-qur’an dan latin, seyogyanya pembelajaran yang diberikan kepada anak lebih dioptimalkan dari materi pelajaran dan waktu pembelajaran secara intensif.

4. Dalam melakukan sebuah penelitian, hendaknya mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam penelitian tersebut, sehingga

66

penelitian yang akan kita laksanakan dapat berjalan lancar dan efisien serta menghemat waktu, tenaga dan biaya.

Arikunto, Suharsimi, 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta:Penerbit Bulan Bintang.

B, Suryasubroto, 2004. Manajemen Institusi Pendidikan. Jakarta:Penerbit Alfabeta.

Departemen Agama RI, 2002. Al-qur’an dan Terjemahannya. Jakarta:CV Darus sunnah.

Hijrah, Nur, 2004. Pengenalan Aksara bagi anak dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Jakarta:Penerbit Bina Pustaka.

H.A.R, Tilaar, 2000. Paradigma baru Institusi Pendidikan.

Jakarta:Penerbit Rineka Cipta.

Hafdayanti, 2000. Cara Cepat bagi Anak memahami Aksara Al-qur’an.

Jakarta:Penerbit Rineka Citra.

Humam, As’ad, dkk, 2001. Pedoman pengelolaan, pembinaan dan pengembangan membaca, menulis dan pengembangan system pengajaran baca tulis Al-qur’an LPTQ Nasional, Cet. Ke-XII.

Indriyo, Gitosudarto, 2002. Perilaku keorganisasian. Yogyakarta:Penerbit BPFE.

Ismail, Abdul Mujib, dan Maria Ulfa Nawawi, 1995. Pedoman Ilmu Tajwid.

Surabaya:Karya Abditama.

I Yoman, Sudita, 2002. Peranan Organisasi dalam pendidikan anak shaleh. Yogyakarta:penerbit BPFE.

Limpo, Yasin, Ichsan, 2005. Tim penyusun pedomanpendidikan anak shaleh. Gowa.

Mardjoned, Ramlan, 1994. Akhlak Belajar dan Mengajar Al-qur’an.

Jakarta:LPPTKA BKPRMI, Cet.1.

Sabir, Ishak, 1999. Antisipasi globalisasi bagi generasi islami.

Surabaya:Penerbit Pustaka Elba.

ST, Kartono, 2002. Menembus Institusi pendidikan Yang modern.

Yogyakarta:Penerbit Galang Press.

Suseno, Bayu, 2005. Metode-metode dalam pengentasan buta Aksara di Indonesia. Bandung:Penerbit Tarsito.

pasangan Syamsuddin dengan Kamariah, Penulis mengawali pendidikan formalnya di tingkat Sekolah Dasar (SD) di SD Negeri Romang Rappoa tamat pada tahun 2006. Kemudian melanjutkan pendidikan di tingkan Sekolah menengah pertama (SMP) di SMP Muhammadiyah Limbung tamat pada tahun 2009. Setelah itu Penulis melanjutkan pendidikan di tingkat sekolah menengah atas (SMA) di SMA Muhammadiyah Limbung tamat pada tahun 2012. Dan pada tahun 2012 penulis melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dan tercatat sebagai mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Makassar pada fakultas agama Islam Pendidikan Agama Islam dan selesai pada tahun 2016. Selama berada di bangku perkuliahan penulis aktif mengikuti kegiatan organisasi, baik organisasi internal maupun eksternal kampus.

Dalam dokumen pengelolaan sanggar pendidikan anak shaleh (Halaman 70-77)

Dokumen terkait