D. Manfaat Penelitian
3. Pengertian belajar dan pembelajaran
12
Tarigan berpendapat (2008:3-4) menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tanpa bertatap muka dengan orang lain. Sedangkan dalman berpendapat (2016: 3) menulis merupakan suatu kegiatan komunikasi berupa penyampaian pesan (informasi) secara tertulis kepada pihak lain dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya.
Jadi, yang menjadi kesimpulan dalam kehidupan manusia tidak terlepas dari keempat aspek keterampilan berbahasa yang telah dijelaskan diatas.
Menyimak, berbicara, membaca dan menulis memiliki arti dan perannya masing-masing dalam penguasaan kebahasaan.
Jadi, menurut pandangan peneliti terhadap keempat aspek kebahasaan tersebut merupakan suatu kegiatan dalam ilmu kebahasaan yang memiliki peranan dan fungsinya masing-masing terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara ini. Keempat aspek kebahasaan tersebut erat kaitannya dengan kemajuan kognitif peserta didik dalam berbahasa sehari-hari.
13
belajar sendiri dapat diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku atau perubahan dari tidak tahu menjadi tahu.
1. Pengertian Belajar
Kemampuan manusia untuk belajar merupakan ciri penting yang membedakan jenis manusia dari jenis makhluk lain. Dengan kemampuan belajar dapat memberikan manfaat bagi individu dan juga masyarakat.
Bagi individu, dengan kemampuan individu untuk belajar secara terus- menerus memberikan sumbangan bagi pengembangan berbagai gaya hidup. Bagi masyarakat, belajar memainkan peranan penting dalam merumuskan kebudayaan yang berupa kumpulan pengetahuan untuk diberikan kepada generasi berikutnya. Melalui belajar, dimungkinkan memperoleh temuan-temuan berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu.
Kegiatan belajar juga dimaknai sebagai interaksi individu dengan lingkungannya. Lingkungan dalam hal ini adalah objek-objek lain yang memungkinkan individu memperoleh pengalaman-pengalaman atau pengetahuan, baik pengalaman atau pengetahuan baru maupun sesuatu yang pernah diperoleh atau ditemukan sebelumnya tetapi menimbulkan perhatian kembali bagi individu tersebut sehingga memungkinkan terjajinya interaksi.
14
Menurut Slameto (2010:64) mengemukakan bahwa “Belajar adalah dapat dilakukan seseorang dimana dan kapan saja yang dikelompokkan dalam tiga jalur pendidikan yaitu, jalur pendidikan formal, suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan”. Belajar informal dan non formal. Didalam dunia pendidikan proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan yang saling berkaitan antara pendidik dan peserta didik.
2. Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran pada hakikatnya adalah suatu proses, yaitu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar peserta didik sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong peserta didik melakukan proses belajar. Pembelajaran juga dikatakan sebagai proses memberikan bimbingan atau bantuan kepada peserta didik dalam melakukan proses belajar. Peran dari guru sebagai pembimbing bertolak dari banyaknya peserta didik yang bermasalah. Dalam belajar tentunya banyak perbedaan, seperti adanya peserta didik yang mampu mencerna materi pelajaran, ada pula peserta didik yang lambat dalam mencerna materi pelajaran. Kedua perbedaan inilah yang menyebabkan guru mampu mengatur strategi dalam pembelajaran yang sesuai dengan keadaan setiap peserta didik.
Oleh karena itu, jika hakikat belajar adalah “perubahan”, makna hakikat
15
pembelajaran adalah “pengaturan”.8 Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pembelajaran adalah proses interaksi pendidik dengan peserta didik dan sumber belajar yang berlangsung dalam suatu lingkungan belajar.
Dimyati dan Mudjiono (2009: 7) yang mengemukakan bahwa pembelajaran adalah suatu persiapan yang dipersiapkan oleh guru guna menarik dan memberi informasi kepada siswa, sehingga dengan persiapan yang dirancang oleh guru dapat membantu siswa dalam menghadapi tujuan.
Menurut Piaget dalam Dimyati dkk (2006:14) pembelajaran terdiri dari empat langkah sebagai berikut:
a. Langkah satu : Menentukan topik yang dapat dipelajari oleh anak sendiri.
b. Langkah dua : Memilih atau mengembangkan aktivitas kelas dengan topik tersebut.
c. Langkah tiga : Mengetahui adanya kesempatan bagi guru untuk mengemukakan pertanyaan yang menunjang proses pemecahan masalah.
d. Langkah empat : Menilai pelaksanaan setiap kegiatan, memperhatikan keberhasilan, dan melakukan revisi.
16
Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan suatu proses penyampaian berbagai konsep informasi dan aktivitas kepada siswa oleh guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar dengan menggunakan strategi atau model pembelajaran yang sesuai, supaya peserta didik dapat belajar dengan mudah sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai.
Dari definisi diatas, pembelajaran adalah suatu proses interaksi yang terjadi antara pendidik dan peserta didik dalam suatu lingkungan belajar untuk mencapai tujuan belajar.
a. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar
Selanjutnya Slameto (2010: 54) mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar adalah sebagai berikut:
1) Faktor internal yaitu faktor yang ada di dalam diri individu yang sedang belajar. Faktor internal terdiri dari:
a. Faktor jasmaniah (kesehatan dan cacat tubuh).
b. Faktor psikologis (intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan).
c. Faktor kelelahan.
2) Faktor eksternal yaitu faktor yang ada di luar individu. Faktor eksternal terdiri dari:
a. Faktor keluarga (cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan). b. Faktor sekolah (metode mengajar, kurikulum, relasi
17
guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran diatas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, dan tugas rumah).
c. Faktor masyarakat (kegiatan siswa dalam masyarakat,mass media, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat).
b. Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Setelah suatu proses belajar berakhir, maka siswa memperoleh suatu hasil belajar. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Tujuan utama yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran adalah hasil belajar. Hasil belajar digunakan untuk mengetahui sebatas mana siswa dapat memahami serta mengerti materi tersebut.
Menurut Hamalik (2004: 31) hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengetahuan-pengetahuan, sikap sikap, apresiasi, abilitas, dan keterampilan.
Menurut Dimyati dan Mudjiono (2013: 3) “hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar”.
Sedangkan, menurut Nana Sudjana (2009: 3) mendefinisikan hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil
18
belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Berdasarkan pandangan-pandangan diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan hasil dari suatu proses pembelajaran siswa yang telah didapatkan selama mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh pendidik.