• Tidak ada hasil yang ditemukan

Andi Sitti Nurhalisah - 105331104816

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Andi Sitti Nurhalisah - 105331104816"

Copied!
207
0
0

Teks penuh

Studi Banding Metode Cooperative Scripting dan Metode Discovery Pada Siswa Kelas XI SMA Muhammadiyah Unismuh Makassar. Tesis ini berjudul “Studi Perbandingan Metode Cooperative Scripting dan Metode Discovery pada Siswa Kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar.

Rumusan Masalah

Penulis menyadari bahwa metode yang cocok digunakan dalam pembelajaran cerita pendek adalah metode kooperatif naskah dan metode penemuan. Peneliti menggunakan judul tersebut sebagai bahan penelitian dengan tujuan untuk menguji secara tidak langsung kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran cerita pendek, kemudian menerapkan dan menguji dua metode yang ingin digunakan yaitu metode kooperatif skrip dan metode penemuan. Berdasarkan penjelasan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul: “Studi Komparatif Metode Cooperative Script dan Metode Discovery dalam Pembelajaran Cerpen.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian yang Relevan

Berdasarkan permasalahan yang ingin kita selidiki, maka harus ada penelitian yang dianggap relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. Penelitian terkait cerpen dilakukan oleh Priskilia Ratu Maraya pada tahun 2013 dengan disertasinya yang berjudul “Studi Banding Hasil Belajar Menulis Cerpen Siswa yang Menggunakan Media Musik Klasik dan Tanpa Menggunakan Media Musik Klasik di SMP Negeri 8 Makassar” penelitian yang dilakukan oleh Priskilia Ratu Maraya menjelaskan bahwa Penggunaan media musik klasik dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerpen, apalagi penggunaan media musik klasik dapat membantu siswa lebih berkembang dan lebih tenang dalam belajar. Penelitian lain terkait cerpen dilakukan oleh Nurkhalishah Kasim pada tahun 2019 dengan tesisnya yang berjudul “Studi Komparatif Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) dengan Metode Penemuan di Kelas dengan menggunakan metode pemecahan masalah (Problem Solving).

Peneliti ketiga terkait cerpen dilakukan oleh Zulfah Ramadhani pada tahun 2018 dengan tesisnya yang berjudul “Efektifitas Model Peta Pikiran (Concept Map) Dalam Pembelajaran Menulis Teks Cerpen Siswa Kelas XI SMA Negeri 8 Makassar” menjelaskan bahwa dengan Dengan menerapkan model peta pikiran (Concept Map) yang dapat membuat siswa lebih fokus dalam mengembangkan idenya dengan baik, banyak ahli yang meyakini bahwa metode peta konsep secara tertulis dapat menjadi solusi.

Aspek Keterampilan Berbahasa

Tarigan (2008:3) berpendapat bahwa berbicara merupakan suatu bentuk keterampilan berbahasa yang berkembang dalam kehidupan manusia, yang didahului oleh keterampilan mendengarkan, yaitu pada saat keterampilan berbicara dipelajari. Tarigan berpendapat bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan dan digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang akan disampaikan oleh penulis melalui kata-kata/bahasa tulis.” Tarigan berpendapat bahwa menulis adalah suatu keterampilan berbahasa yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung tanpa bertatap muka dengan orang lain. untuk menghadapi.

Jadi kesimpulannya dalam kehidupan manusia tidak lepas dari keempat aspek keterampilan berbahasa yang telah dijelaskan di atas.

Pengertian belajar dan pembelajaran

Keempat aspek berbahasa ini erat kaitannya dengan kemajuan kognitif siswa dalam berbahasa sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan yang saling berhubungan antara pendidik dan peserta didik. Mengajar juga dikatakan sebagai proses pemberian bimbingan atau bantuan kepada siswa dalam melaksanakan proses belajar.

Dari pengertian di atas, pembelajaran adalah suatu proses interaksi yang berlangsung antara guru dan siswa dalam suatu lingkungan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Sastra

Sugihastuti mengemukakan pendapatnya bahwa karya sastra merupakan sarana yang digunakan seorang pengarang untuk menyampaikan pemikiran, gagasan, dan cita-citanya dalam bentuk sebuah karya. Karya sastra juga mampu mencerminkan pandangan pengarangnya terhadap berbagai permasalahan yang diamati disekitarnya. Untuk mencapai hal tersebut, pelatihan asesmen perlu dilakukan dengan meningkatkan minat membaca siswa sehingga mampu menafsirkan dan memahami pandangan kemanusiaan di dunia nyata.

Pembelajaran Menulis Cerpen

Cerita pendek cenderung ringkas dan langsung pada sasaran dibandingkan dengan karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita pendek yang sukses lebih mengandalkan teknik sastra seperti karakter, plot, tema, bahasa, dan wawasan daripada fiksi yang lebih panjang. Sama halnya dengan cerita yang lebih panjang, alur cerita pendek juga mengandung klimaks atau titik balik.

Tokoh-tokoh dalam cerpen sangat terbatas dan hanya dibahas secara singkat, jadi jangan memasukkan terlalu banyak tokoh dalam cerpen.

Studi Komparatif (Perbandingan)

Jika memilih konflik antara orang dengan orang, yang menjadikannya antagonis dalam melayani pihak protagonis, maka harus ada konflik yang adil. Menurut Hudson, studi komparatif dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta dan sifat dari objek yang diteliti berdasarkan kerangka pemikiran tertentu. Dengan menggunakan studi komparatif, peneliti dapat mencari jawaban mendasar tentang sebab akibat dengan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan atau terjadinya suatu fenomena tertentu.

Oleh karena itu, penelitian studi komparatif adalah jenis penelitian yang digunakan untuk membandingkan dua kelompok atau lebih dari suatu variabel tertentu.

Metode Pembelajaran

Collaborative scripting merupakan model pembelajaran dimana siswa bekerja berpasangan dan merangkum bagian-bagian materi yang dipelajari. Menurut Departemen Nasional, metode Cooperative Script adalah dimana siswa bekerja berpasangan dan bergiliran merangkum bagian-bagian secara lisan. Model pembelajaran Cooperative Script Miftahul A’la disebut juga Cooperative Script adalah suatu metode pembelajaran dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan merangkum bagian-bagian materi yang dipelajari di kelas.

Slavin (dalam Shoima, 2016:175) mengatakan bahwa Cooperative Script merupakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan daya ingat siswa.

Metode Discovery

Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode Discovery merupakan suatu model pembelajaran yang mengarahkan siswa pada data dan informasi yang telah diberikan oleh guru untuk diolah oleh siswa sendiri dengan bimbingan guru, sehingga diperoleh hasil yang memuaskan. siswa itu sendiri. menemukan prinsip umum dari data dan informasi yang diberikan. A. Setelah dilakukan stimulasi, langkah selanjutnya adalah guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak-banyaknya agenda permasalahan yang relevan dengan materi pembelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara). untuk pertanyaan bermasalah). Saat melakukan eksplorasi, guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya untuk dirinya.

Tujuannya agar proses pembelajaran akan berjalan dengan baik dan kreatif apabila guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, kaidah atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ditemuinya dalam kehidupannya.

Kerangka Pikir

Dengan pembelajaran Metode Cooperative Writing atau Metode Discovery diharapkan hasil belajar siswa akan meningkat seiring dengan meningkatnya minat belajar. Untuk melihat apakah metode Cooperative script lebih baik dibandingkan dengan metode Discovery, penulis melakukan percobaan pada dua kelas XI. Peneliti membaginya menjadi dua bagian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, kemudian diberikan pre-test untuk mengetahui kemampuan awalnya, setelah itu dikelompokkan menjadi kemampuan awal tinggi, sedang dan rendah.

Selanjutnya diberikan perlakuan pada kelas eksperimen dengan menggunakan metode Cooperative script, sedangkan kelas kontrol diberikan metode Discovery sebagai kelas pembanding.

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir Aspek Keterampilan
Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir Aspek Keterampilan

Hipotesis Penelitian

Dengan demikian hasil dari suatu perlakuan dapat diketahui dengan lebih akurat, karena dapat dibandingkan dengan keadaan sebelum diberikan perlakuan dan sesudah diberikan perlakuan, serta posttest dan kemudian perlakuan (tahap pengobatan) dengan menggunakan metode kooperatif skrip dengan penemuan. metode. Dalih ini digunakan untuk mengetahui keterampilan menulis cerpen siswa sebelum menerapkan metode kooperatif skrip dan metode penemuan. Pada kesempatan ini peneliti menggunakan Metode Cooperative Script dan Metode Discovery dalam pembelajaran menulis cerpen.

Setelah melewati tahap treatment, tindakan selanjutnya yang dilakukan adalah posttest untuk mengetahui hasil belajar siswa melalui penerapan metode skenario kolaboratif dengan metode penemuan.

Populasi dan Sampel a. Populasi

Definisi Operasional Variabel

Instrumen Penelitian

14-12 Cukup baik: uraian tokoh utama baik dan penokohan serta unsur lainnya nyambung. 11-9 Kurang baik: deskripsi masing-masing karakter masih kurang dan penokohan serta elemen lainnya kurang nyambung. 10-8 Adil: gambaran latar sesuai dengan peristiwa yang ada, namun kurang imajinatif dalam menghadirkan suatu latar.

14-12 Cukup baik: Cukup baik dalam mendeskripsikan setiap unsur dan menggunakan bahasa tulis dengan baik dan benar.

Teknik Pengumpulan Data

Menurut Sugiyono, dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi berupa buku, arsip, dokumen, angka tertulis dan gambar dalam bentuk laporan serta informasi yang dapat menunjang penelitian. Kegiatan dokumentasi bertujuan untuk mendapatkan gambaran konkrit pelaksanaan kegiatan penelitian, data jumlah guru, data jumlah kelas, data jumlah siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar.

Teknik Analisis Data

Hasil Penelitian

Hasil Analisis Statistik Inferensial

Untuk melakukan uji statistik inferensial, terlebih dahulu data harus dipastikan bahwa data tersebut berdistribusi normal dan homogen dengan melakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan sistem Statistical Page for Social Science (SPSS) versi 22, dengan kriteria pengujian data homogen jika karakteristik yang diperoleh > 0,05.

Independent Sample T-Test digunakan untuk melihat perbedaan rerata skor pembelajaran cerpen bahasa Indonesia. post-test) dari dua kelas yang tidak berhubungan (mandiri).

Pembahasan

Pada kelas eksperimen pada tes awal (pre-test) ditemukan 10 siswa dengan kategori sangat baik (37,03%), dalam kategori baik 9 siswa (33,33%), dalam kategori baik 9 siswa (33,33). %). kategori baik, kategori lemah sebanyak 7 siswa (3,70%). Sedangkan pada kelas kontrol, pada tes awal (pre-test) diketahui 1 siswa (4%) berada pada kategori sangat baik pembelajaran menulis cerita, 17 siswa (68%) baik. kategori, 5 siswa (20%) berada pada kategori cukup. %) dan kurang dari 2 siswa (8%). Berdasarkan analisis data diketahui nilai rata-rata (mean) pembelajaran pada pembelajaran menulis cerpen pada pretest kelas eksperimen adalah 63,7 sedangkan untuk kelas kontrol adalah 68,68 dengan selisih 4,98.

Jika dilihat dari nilai meannya, kelas eksperimen mempunyai nilai mean yang lebih rendah dibandingkan dengan kelas kontrol.

Simpulan

Saran

Studi Banding Metode Pemecahan Masalah dan Metode Penemuan dalam Penulisan Cerpen pada Siswa Kelas XI Pondok Pesantren SMK Muhammadiyah Buakkang. Studi banding hasil belajar menulis cerpen siswa yang menggunakan media musik klasik dan tanpa menggunakan media musik klasik di SMP Negeri 8 Makassar. Efektivitas Model Mind Mapping dalam Pengajaran Menulis Teks Cerpen pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 8 Makassar.

Metode dan model pengajaran menjadikan proses pembelajaran lebih beragam, aktif, inovatif, efektif dan menyenangkan.

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR

TUJUAN PEMBELAJARAN

MATERI PEMBELAJARAN

MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN Model pembelajaran : Cooperative Script

MEDIA PEMBELAJARAN Teks Cerpen

SKENARIO PEMBELAJARAN Pertemuan 1

Satu siswa berperan sebagai pembicara yang masing-masing menyampaikan kegiatan dan hasil kegiatannya, dan satu siswa berperan sebagai pendengar. Guru meminta siswa untuk bertukar peran, siswa yang semula menjadi pembicara berperan sebagai pendengar dan siswa yang menjadi pendengar pertama berperan sebagai pembicara. Guru memberikan penguatan terhadap hasil diskusi (contoh pemberian penguatan terhadap konsep penting dapat dilihat pada materi inti) d.

Guru memberikan penguatan terhadap hasil diskusi (contoh pemberian penguatan terhadap konsep-konsep kunci dapat dilihat pada materi esensial d.

SUMBER PEMBELAJARAN

PENILAIAN

Gambar

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir Aspek Keterampilan
Tabel 4.1 ASPEK PENILAIAN MENULIS CERPEN  Aspek yang
Tabel 4.2  Hasil  Belajar  (Post  Test)  Bahasa  Indonesia  Peserta  Didik  yang  Diajar dengan Metode Pembelajaran cooperative script
Tabel 4.3  Distribusi dan Persentase Skor Hasil Belajar atau Post Test Bahasa  Indonesia pada Kelas Eksperimen
+4

Referensi

Dokumen terkait

Prof Jonathan Jansen, President, Academy of Science of South Africa ASSAf invites you to The 11th ASSAf Presidential Roundtable Discussion titled “The Implications of ChatGPT for