CIRI CIRI DEMOKRASI
A. Pengertian
Sesuai Undang-undang Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah pengertian pemilihan umum diuraikan secara detail. Pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Dengan kata lain, pemilu merupakan sarana bagi rakyat untuk menjalankan kedaulatan dan merupakan lembaga demokrasi.
Adapun pengertian Pemilu menurut Para ahli sebagai berikut:
• MANUEL KAISIEPO
Bahwa Pemilu telah menjadi tradisi penting hampir-hampir disakralkan dalam berbagai sistem politik di dunia. Lebih lanjut dikatakannya, pemilihan umum penting karena berfungsi memberi legitimasi atas kekuasaan yang ada dan bagi rezim baru, dukungan dan legitimasi inilah yang dicari. Pemilihan umum yang berfungsi mempertahankan status quo bagi rezim yang ingin terus bercokol dan bila pemilihan umum dilaksanakan dalam konteks ini maka legitimasi dan status quo inilah yang dipertaruhkan. Bukan soal demokrasi yang abstrak dan kabur ukuran-ukurannya itu. (Sodikin. Hukum Pemilu, Pemilu Sebagai Praktek Ketatanegaraan. Bekasi: Gramata Publishing, 2014.)
• PAIMIN NAPITUPULU
Pemilihan umum berarti rakyat melakukan kegiatan memilih orang atau sekelompok orang menjadi pemimpin rakyat, pemimpin negara atau pemimpin pemerintahan. Hal ini berarti pemerintahan itu dipilih oleh rakyat. Seluruh rakyat mempunyai hak melakukan pemilihan sebagian rakyat untuk menjadi pemimpin mereka merupakan proses pemilihan umum. jadi melalui pemilihan umum, rakyat memunculkan calon pemimpin pemerintahan. Dengan demikian, pemilihan umum adalah sebuah mekanisme politik untuk mengartikulasikan aspirasi dan kepentingan warga negara dalam proses memilih sebagian rakyat menjadi
PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 34 pemimpin pemerintahan. (Napitupulu, Paimin. Peran dan Pertanggung jawaban DPR.
Bandung: Alumni, 2005)
• UU Nomor 7 Tahun 2017
menyebutkan bahwa pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatua Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pemilihan umum merupakan perwujudan dari kedaulatan rakyat dan demokrasi.
Selain itu peranan rakyat dalam mewujudkan kedaulatannya tidak hanya melaksanakan pemilu akan tetapi dengan cara berperan aktif memberikan masukan, usulan dan kritikan objektif kepada pemerintah dan mengawasi jalannya roda pemerintahan. Penyampaian suara itu dapat melalui Lembaga perwakilan rakyat, melalui media massa atau dengan cara berunjukrasa sesuai dengan aturan perundang-undangan .
Bagaimana Wujud Kekuasaan Rakyat dalam Negara Demokrasi ?
• Dalam negera demokrasi, kekuasaan rakyat dalam penyelenggaraan pemerintahan tidak dilaksanakan secara langsung tetapi dilaksanakan dengan sistem perwakilan;
• Dalam sistem perwakilan, pelaksanaan kekuasaan dilaksanakan oleh wakilwakil rakyat yang duduk dalam lembaga perwakilan rakyat (parlemen);
• Para wakil rakyat bertindak atas nama rakyat, dan wakil-wakil rakyat itulah yang menentukan corak dan bekerjanya pemerintahan serta tujuan yang hendak dicapai oleh Negara;
• Agar wakil-wakil rakyat benar-benar dapat bertindak atas nama rakyat maka wakil-wakil rakyat itu harus ditentukan sendiri oleh rakyat melalui pemilihan umum (general election).
Apakah makna Pemilu dalam Negara demokrasi?
• Pemilu sebagai arena kompetisi untuk mengisi jabatan-jabatan politik di pemerintahan yang didasarkan pada pilihan formal warganegara yang memenuhi syarat.
• Pemilu menjadi mekanisme terpenting bagi keberlangsungan demokrasi perwakilan agar rakyat dapat menentukan wakil-wakil mereka dalam lembaga perwakilan.
PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 35 LEMBAR KERJA 8
Kerjakan soal soal dibawah ini dengan benar!
1. Jelaskan apa yang kalian ketahui tentang Pemilu!
...
...
...
2. Jelaskan apa yang dimaksud Pemilu menurut Manuel Kaisiepo?
...
...
...
3. Jelaskan apa yang dimaksud Pemilu menurut Paimin Napitupulu!
...
...
...
4. Jelaskan apa yang dimaksud pemilu Manuel Kaisiepo!
...
...
...
5. Bagaimana Wujud Kekuasaan Rakyat dalam Negara Demokrasi ?
...
...
...
NILAI PARAF dan
TANGGAL
PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 36 SEJARAH PEMILU
Sejarah Pemilu di Indonesia dimulai sejak awal zaman revolusi nasional. Rencana mengadakan pemilihan umum nasional pertama di Indonesia diumumkan tanggal 5 Oktober 1945. Pada tahun 1946, pemilihan umum pertama diadakan di Karesidenan Kediri dan Surakarta. Tahun 1948, Badan Pekerja KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) menyetujui undang-undang yang menetapkan sistem pemilihan umum tidak langsung berdasarkan perwakilan proporsional dan memberikan hak pilih kepada semua warga negara berusia diatas 18 tahun.
Pemilihan umum (Pemilu) adalah proses memilih orang untuk mengisi jabatan-jabatan polilik tertentu. Jabatan – jabatan tersebut beraneka-ragam, mulai dari presiden, wakil rakyat di berbagai tingkat pemerintahan sampai kepala desa. Pada konteks yang luas, Pemilu dapat dikatakan proses mengisi jabatan-jabatan seperti ketua OSIS, ketua kelas, walaupun untuk kita kata “pemilihan” lebih sering digunakan.
Pemilu merupakan salah satu usaha mempengaruhi rakyat secara persuasive (tidak memaksa) dengan melakukan kegiatan retorika, hubungan public, komunikasi massa, lobi dan kegiatan lain. Meskipun agitasi dan propaganda di negara demokrasi sangat dikecam, namun dalam kampanye pemilihan umum, teknik agitasi dan teknik propaganda nbanyak dipakai oleh para kandidat atau politikus sebagai komunikator politik.
Pada Pemilu, para pemilih disebut konstituen, dan kepada merekalah para peserta Pemilu menawarkan janji-janji dan program-programnya pada masa kampanye. Kampanye dilakukan selama waktu yang telah ditentukan, menjelang hari pemungutan suara. Setelah pemungutan suara dilakukan, proses penghitungan dimulai, pemenang Pemilu ditentukan oleh aturan main atau sistem penentuan pemenang yang sebebelumnya telah ditetapkan dan disetujui oleh para peserta, dan disosialisasikan kepada para pemilih.
PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 37 Indonesia telah melaksanakan beberapa kali Pemilu, sejak tahun 1955, 1971, 1977 – 1997, 1999, 2001, 2009, dan 2014. Berikut penjelasan singkat tentang pelaksanaan pemilihan umum tersebut.
Pemilu 1955 (Masa Parlementer)
Pemilu 1955 menggunakan sistem proposional. Pemilihan umum sistem proposional adalah dimana kursi yang tersedia dibagikan kepada partai politik (organisasi peserta pemilu) sesuai dengan imbangan perolehan suara yang didapat oleh partai politik, dan sistem ini dikatakan sistem berimbang.
Pemilu 1971 (Masa Orde Baru)
Pemilu 1971 menggunakan sikap netral berbeda dengan Pemilu 1955, dari segi para pejabat pemerintah Indonesia. Pembagian kursi menurut UU No.15 Tahun 1969 sebagai dasar, semua kursi terbagi habis di setiap daerah pemilihan.
Pemilu 1977 – 1997 (Masa Orde Baru)
Pasca Pemilu 1977, pemilu ini selalu terjadwal dalam 5 tahun. Satu hal membedakan adalah Pemilu 1977 pesertanya jauh lebih sedikit, yaitu dua parpol (Partai Persatuan Pembangunan , Partai Demokrasi Indonesia, dan Golkar. Partai PPP dan PDI menjadi pelengkap atau sekedar ornament.
Pemilu 1999
Pemilu 1999, pelaksanaan pemungutan suara dilakukan sesuai jadwal. Cara pembagian kursi hasil pemilihan tetap menggunakan sistem proposional dengan mengikuti variant Roget.
Sistem ini, sebuah partai memperoleh kursi seimbang dengan suara yang diperolehnya di daerah pemilihan dan menentukan peringkat perolehan suara partai di dapil.
Pemilu 2004
Pemilu 2004, pemilihan umum yang diikuti banyak partai. Dua macam pemilihan, pertama memilih anggota parlemen dengan memenuhi parliamentary threshold, kedua dalam pemilihan dengan melakukan dua kali putaran.
Pemilu 2009
Pemilu 2009, pemilihan umum kedua diikuti pemilihan langsung presiden dan wakil presiden. Ketentuan dalam pemilihan presiden dan wakil presiden ditentukan pasangan calon terpilih dengan memperoleh suara lebih dari 50 % dari jumlah suara , sedikitnya minimal 20 % suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari 50 % jumlah provinsi di Indonesia
Pemilu 2014
PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 38 Pemilu 2014 diadakan dua kali, yaitu untuk pemilihan anggota legislatif pada 9 April 2014, dan untuk pemilihan presiden dan wakil presiden pada 9 Juli 2014. Pemilu ini memilih anggota DPR, DPD, serta anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota periode 2014-2019.
Pemilu 2019
Pemilu 2019, melibatkan 20 partai politik, namun setelah verifikasi dan proses banding, hanya 16 partai yang menjadi peserta pemilu legislatif. PDI Perjuangan menjadi pemenang dengan perolehan suara terbanyak dan 128 kursi di DPR, diikuti oleh Partai Gerindra dan Partai Golkar.
Pemilu 2024
Pemilu 2024, Pilpres adalah pemilihan umum yang akan menjadi pemilihan presiden langsung kelima dalam sejarah Pemilu di Indonesia. Menurut KPU (PKPU) terkait penyelenggaraan Pemilu 2024 akan digelar secara serentak pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang
Sejak periode reformasi, Pemilu di Indonesia diadakan secara reguler setiap lima tahun untuk memilih anggota DPR, DPRD tingkat I, dan DPRD tingkat II. Sistem pemilihan umum yang digunakan saat ini adalah sistem pemilihan umum langsung berdasarkan perwakilan proporsional. Pemilu menjadi salah satu mekanisme penting dalam proses demokratisasi dan perwujudan kehendak rakyat di Indonesia.
PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 39 LEMBAR KERJA PEMILU
Jawablah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini dengan baik dan tepat ! 1. Apa yang dimaksud dengan Pemilihan Umum ?
………
………
………
2. Apa tujuan diselenggarakan Pemilihan Umum menurut pendapat kalian
………
………
………
3. Bagaimana sejarah Pemilihan Umum di Indonesia?
………
………
………
4. Siapa yang wajib memilih dalam pemilihan umum ?
………
………
………
5. Siapa penyelenggara pemilu di Indonesia ?
………
………
………
PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 40