• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul Tema 1 Kls 7 Suara Demokrasi

N/A
N/A
Sri Handayati

Academic year: 2025

Membagikan "Modul Tema 1 Kls 7 Suara Demokrasi"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI i

(2)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI i

(3)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat, hidayah serta maunah-Nya kami dapat menyelesaikan modul P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) sebagai kegiatan kokurikuler kurikulum merdeka tahun pelajaran 2024 / 2025 di SMP Negeri 1 Pandaan.

Modul ini bertemakan Suara Demokrasi dengan topik Pemilu OSIS Ajang Belajar Demokrasi. Melalui projek ini diharapkan siswa dapat berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan bersama serta memahami konsep hak dan kewajiban yang melekat pada dirinya.

Dalam penyusunan modul ini masih banyak kekurangan dan kelemahan. Dengan kerendahan hati, kami mohon kritik dan saran yang membangun agar penyusunan modul berikutnya lebih baik.

Terima kasih kami sampaikan kepada tim penyusun modul ini semoga amal jariyah kita diterima Allah SWT.

Pandaan, Juli 2024

Penulis

(4)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI ii

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI

A. PROFIL MODUL Identitas

1. Sekolah : SMP NEGERI 1 PANDAAN

2. Tahun : 2024 / 2025

3. Fase/Kelas : D / VII

4. Semester : GANJIL

5. Tema : SUARA DEMOKRASI

6. Topik : PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI

7. Alokasi Waktu : 92 JP B. TUJUAN

Melalui projek ini, siswa diharapkan berproses melalui pengalaman belajarnya untuk mencapai 3 dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu:

1. Berkebhinekaan Global 2. Bernalar Kritis

3. Kreatif

Dimensi, Elemen, Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila Kearifan Lokal Fase D DIMENSI : BERKEBINEKAAN GLOBAL

Elemen Profil Pelajar Pancasila Terkait

Sub-elemen Profil

Pelajar Pancasila Target Pencapaian di akhir Fase D Refleksi dan bertanggung

jawab terhadap

pengalaman kebhinekaan

Menyelaraskan perbedaan budaya

Mengidentifikasi dan menyampaikan isu- isu tentang penghargaan terhadap

keragaman dan keselarasan budaya Berkeadilan Sosial Berpartisipasi dalam

proses pengambilan keputusan bersama

Berpartisipasi dalam menentukan kriteria dan metode yang disepakati bersama untuk menentukan pilihan dan keputusan untuk kepentingan bersama melalui proses bertukar pikiran secara cermat dan terbuka dengan panduan pendidik

Berkeadilan Sosial Memahami peran individu dalam demokrasi

Memahami konsep hak dan kewajiban serta implikasinya terhadap ekspresi dan perilakunya. Mulai aktif mengambil sikap

(5)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI iii dan langkah untuk melindungi hak orang lain/ kelompok lain

DIMENSI : BERNALAR KRITIS Memperoleh dan

memproses informasi dan gagasan

Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan

Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu

Menganalisis dan

mengevaluasi penalaran

Menganalisis dan mengevaluasi penalaran dan prosedurnya

Menalar dengan berbagai argumen dalam mengambil suatu simpulan atau keputusan

Merefleksi dan mengevaluasi

pemikirannya sendiri

Merefleksi dan mengevaluasi

pemikirannya sendiri

Menjelaskan asumsi yang digunakan, menyadari kecenderungan dan

konsekuensi bias pada pemikirannya, serta berusaha mempertimbangkan perspektif yang berbeda

DIMENSI : KREATIF Menghasilkan gagasan yang orisinal

Menghubungkan gagasan yang ia miliki dengan informasi atau gagasan baru untuk menghasilkan kombinasi gagasan baru dan imajinatif untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya

(6)

Tahapan – Tahapan Kegiatan

NO HARI DAN TANGGAL AKTIFITAS KEGIATAN P5 ALOKASI

WAKTU TEKNIK MEDIA TEMPAT

TAHAP PENGENALAN 1 Senin, 19 Agustus 2024 Penjelasan Umum Tentag Proyek Penguatan

Profil Pelajar Pancasila 2JP Penjelasan,

Penugasan Modul Kelas masing-masing

2 Selasa, 20 Agustus 2024 Sejarah emokrasi 2JP Penjelasan,

Penugasan Modul Kelas masing-masing

3 Rabu, 21 Agustus 2024 Pengertian demokrasi 2JP Penjelasan,

Penugasan Modul Kelas masing-masing 4 Kamis, 22 Agustus 2024 Makna dan unsur-unsur demokrasi 2 JP Penjelasan,

Penugasan Modul Kelas masing-masing

5 Sabtu, 24 Agustus 2024 Prinsip-prinsip demokrasi 2 JP Penjelasan,

Penugasan Modul Kelas masing-masing

6 Senin, 26 Agustus 2024 Macam-macam demokrasi 2JP Penjelasan,

Penugasan Modul Kelas masing-masig 7 Selasa, 27 Agustus 2024 Tujuan dan ciri-ciri demokrasi 2JP Penjelasan,

Penugasan Modul Kelas masing-masing

8 Rabu, 28 Agustus 2024 Sejarah Pemilihan Umum 2JP Penjelasan,

Penugasan Modul Kelas masing-masing

9 Kamis, 29 Agustus 2024 Pengertian Pemilihan Umum 2JP Penjelasan,

Penugasan Modul Kelas Masing-masing 9 Sabtu, 31 Agustus 2024 Hubungan demokrasi dengan Pemilu 2JP Penjelasan,

Penugasan Modul Kelas masing-masing

10 Senin, 02 September 2024 Asas-asas Pemilu 2JP Penjelasan,

Penugasan Modul Kelas masing-masing

(7)

11 Selasa, 03 September 2024

Penyelenggaraan Pemilu (KPU, Bawaslu,

DKPP) 2JP Penjelasan,

Penugasan Modul Kelas masing-masing

12 Rabu, 04 September 2024 Penjelasan KPU, PPK dan PPS 2JP Penjelasan,

Penugasan

Modul

Kelas masing-masing 13 Kamis, 05 September 2024 Sejarah icon Sulu Sura dan Membuat icon

Sulu Sura 2JP Penjelasan,

Penugasan Modul Kelas masing-masing 14 Sabtu, 07 September 2024 Presentasi hasil Pembuatan icon Sulu Sura 2JP Penugasan,

Presentasi Modul Kelas masing-masing 15 Senin, 09 September 2024 Syarat menjadi Pemilih yang baik 2JP Penjelasan,

Penugasan Modul Kelas masing-masing

16 Kamis, 12 September 2024 Demokrasi Sekolah 2JP Penjelasan,

Penugasan Modul Kelas masing-masing TAHAPAN KONTEKSTUALISASI

17 Senin, 24 September 2024 Kunjungan ke Kantor KPU Kabupaten

Pasuruan (Perwakilan siswa) 8JP

Observasi, Kunjungan Kerja

Kantor KPU Kabupaten Pasuruan 17 Senin, 24 September 2024 Pemaparan materi tentang PEMILU dari

KPU 8JP Pengamatan

, diskusi Aula Belakang TAHAPAN AKSI

18 Selasa, 10 September 2024 Membuat Poster Ajakan Memilih 2JP Penugasan,

Presentasi Modul Kelas masing-masing 19 Rabu, 11 September 2024 Presentasi Poster Ajakan Memilih 2JP Presentasi Kelas masing - masing

20 Sabtu, 14 September 2024 Membuat skenario video ajakan memilih

dengan baik 2JP Penugasan Modul Kelas masing-masing

21 Senin, 30 September 2024 Membuat video ajakan memilih dengan baik 2JP Penugasan Di Lingkungan Sekolah

(8)

22 Selasa, 01 Oktober 2024 Mengedit video ajakan memilih dengan baik 2JP Penugasan Kelas masing-masing

23 Rabu, 02 Oktober 2024 Presentasi hasil Video “Ajakan Ayo

Memilih” di Aula 2JP Diskusi

Kelas VII A – VII E di Aula Depan

Kelas VII F – VII K di Aula Belakang

24 Kamis, 03 Oktober 2024 Membuat laporan hasil kunjungan ke kantor

KPU dan pemaparan materi dari KPU 2JP Diskusi Kelas masing-masing

25 Sabtu, 05 Oktober 2024 Presentasi hasil laporan 2JP Diskusi Kelas masing-masing

26 Senin, 07 Oktober 2024 Observasi kegiatan kampanye kelas 8 8JP Observasi,

Pengamatan Aula Belakang 27 Selasa, 08 Oktober 2024 Membuat laporan hasil observasi kampanye

kelas 8 2JP Penugasan,

Diskusi Dikelas masing-masing 28 Rabu, 09 Oktober 2024 Presentasi hasil laporan observasi kampanye

kelas 8 2JP Diskusi Dikelas masing-masing

29 Kamis, 10 Oktober 2024 Assesment 2JP Modul Kelas masing-masing

30 Sabtu, 12 Oktober 2024 Pemilihan Ketua Osis 8JP Praktik Di lingkungan sekolah

31 Selasa, 15 Oktober 2024 Refleksi 2JP Modul Di kelas masing-masing

32 Gelar karya 10JP Di lapangan sekolah

(9)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 7

PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5)

LEMBAR PRETEST : Kerjakan soal soal berikut!

1. Di sekolah sebelumnya, apakah kalian pernah belajar tentang (P5)?

...

...

...

2. Jelaskan apa yang kalian ketahui tentang kegiatan P5!

...

...

...

3. Apa yang telah kalian pelajari dari kegiatan P5 di sekolah kalian sebelumnya?

...

...

...

4. Menurut kalian, apa tujuan dari kegiatan P5?

...

...

...

5. Hal apa yang paling berkesan bagi kalian dalam kegiatan P5 di sekolah kalian sebelumnya? Jelaskan!

...

...

...

NILAI PARAF dan

TANGGAL

(10)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 8

PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5)

Projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) merupakan upaya untuk mendorong tercapainya profil pelajar Pancasila dengan menggunakan paradigma baru melalui pembelajaran berbasis projek.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) merupakan upaya untuk mendorong tercapainya profil pelajar Pancasila dengan menggunakan paradigma baru melalui pembelajaran berbasis projek. Dengan menjalankan P5, pendidik diharapkan dapat menemani proses pembelajaran peserta didik untuk dapat menumbuhkan kapasitas dan membangun karakter luhur sebagaimana yang dijabarkan dalam profil pelajar Pancasila.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila, sebagai salah satu sarana pencapaian profil pelajar Pancasila, diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter, sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Dimensi profil pelajar Pancasila menunjukkan bahwa profil pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia.

VISI PENDIDIKAN INDONESIA

"Mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila."

PROFIL PELAJAR PANCASILA

“Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.”

(11)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 9 Modul P5 merupakan dokumen yang berisi tujuan, langkah, media pembelajaran, dan asesmen yang dibutuhkan untuk melaksanakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Pendidik pada setiap satuan pendidikan nantinya memiliki keleluasaan untuk membuat sendiri, memilih, dan memodifikasi modul projek yang tersedia sesuai dengan konteks, karakteristik, serta kebutuhan peserta didik. Contoh-contoh modul projek penguatan profil pelajar Pancasila tersedia di platform Merdeka Mengajar yang dapat dijadikan inspirasi untuk satuan pendidikan. Satuan pendidikan dan pendidik dapat mengembangkan modul projek sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik, memodifikasi, dan/atau menggunakan modul projek yang disediakan sesuai dengan karakteristik daerah, satuan pendidik, dan peserta didik.

Gambaran Pencapaian Profil Pelajar Pancasila di Satuan Pendidikan

Profil pelajar Pancasila adalah karakter dan kemampuan yang dibangun dalam keseharian dan ditanamkan dalam diri setiap individu peserta didik melalui:

1. Budaya satuan pendidikan

Iklim satuan pendidikan, kebijakan, pola interaksi dan komunikasi, serta norma yang berlaku di satuan pendidikan.

2. Pembelajaran intrakurikuler

Muatan pembelajaran

Kegiatan/pengalaman belajar

3. Projek penguatan profil pelajar Pancasila

Projek Lintas Disiplin Ilmu yang kontekstual dan berbasis pada kebutuhan masyarakat atau permasalahan di lingkungan satuan pendidikan. (Pada pendidikan kesetaraan berupa projek pemberdayaan dan keterampilan berbasis profil Pelajar Pancasila).

4. Ekstrakurikuler

Kegiatan untuk mengembangkan minat dan bakat.

(12)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 10 Tujuan kegiatan P5

Tujuan kegiatan P5 adalah untuk memberi kesempatan peserta didik dalam mempelajari isu-isu penting seperti perubahan iklim, anti radikalisme, kesehatan mental, wirausaha, dan teknologi. P5 bertujuan untuk mendorong peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat yang kompeten dan berkarakter sesuai nilai-nilai Pancasila. Selain itu, P5 memungkinkan pendidik untuk merancang proses pembelajaran dengan tujuan akhir yang jelas.

Manfaat Kegiatan P5

P5 adalah kegiatan pembelajaran yang memiliki manfaat sebagai berikut:

Memberi ruang dan waktu kepada siswa untuk mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter dan profil pelajar Pancasila.

Mengembangkan kompetensi sebagai pendidik yang terbuka untuk saling bekerja sama dengan pendidik dari mata pelajaran lain agar memperkaya hasil pembelajaran.

Merencanakan proses pembelajaran projek profil dengan tujuan akhir yang jelas.

Mengasah inisiatif dan partisipasi untuk menyusun pembelajaran yang aktif dan berkelanjutan.

Mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap dalam mengerjakan P5 pada periode waktu tertentu.

Penerapan P5 juga membantu guru dalam merencanakan pembelajaran yang terstruktur dan efektif, serta membantu mengukur kemajuan siswa dan merumuskan program remedial yang tepat3. Adanya P5 menjadikan satuan pendidikan sebagai sebuah ekosistem yang terbuka dalam menampung partisipasi dan keterlibatan masyarakat, serta memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan dan komunitas di sekitarnya.

(13)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 11 LEMBAR KERJA 1:

Kerjakan soal soal berikut!

1. Jelaskan apa yang kalian ketahui tentang P5!

...

...

...

2. Sebutkan apa visi dan misi dari P5!

...

...

...

3. Jelaskan apa tujuan dari kegiatan P5!

...

...

...

4. Sebutkan dan jelaskan karakter serta kemampuan apa saja yang ditanamkan dari kegiatan P5!

...

...

...

5. Buatlah bagan pencapaian P5!

...

...

...

NILAI PARAF dan

TANGGAL

(14)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 12

TAHAP PENGENALAN

SEJARAH DEMOKRASI DI INDONESIA

Mengutip dari buku Mengenal Lebih Dekat Demokrasi di Indonesia (2012) yang ditulis oleh Nadhirun, sejarah demokrasi di Indonesia dimulai pada awal abad ke-20. Pada fase ini, Indonesia masih mengalami penjajahan oleh Belanda dan pemikiran demokrasi modern dari barat sudah mulai masuk ke Indonesia.

Tepatnya, anak-anak muda dan mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Eropa banyak membaca ide-ide demokrasi melalui buku serta ruang-ruang diskusi terbuka. Kemudian, mereka banyak mendapatkan inspirasi mengenai konsep negara demokrasi yang terbuka dan sangat kontradiktif dengan Indonesia.

Generasi pertama yang merasakan bagaimana indahnya demokrasi di negara-negara Eropa adalah Mohammad Hatta yang kelak menjadi Wakil Presiden Indonesia. Hatta belajar di Belanda dan menyerap berbagai ide-ide demokrasi.

Di generasi Hatta ini, ide-ide demokrasi meresap di benak anak muda Indonesia dan memulai gerakan-gerakan kemerdekaan. Mengalami banyak ganjaran karena transisi dari penjajahan Belanda ke penjajahan Jepang, akhirnya kemerdekaan resmi diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

Perkembangan Demokrasi di Indonesia dari Masa ke Masa Ada empat perkembangandemokrasi dari masa ke masa. Berikut penjelasannya:

1. Demokrasi Parlementer (1945 - 1959)

Demokrasi parlementer ini dimulai ketika Indonesia resmi menjadi negara yang merdeka hingga berakhir di tahun 1959. Demokrasi parlementer adalah sistem demokrasi yang menempatkan parlemen sebagai bagian fundamental di pemerintahan.

Akan tetapi, konsep demokrasi ini dianggap kurang cocok untuk Indonesia. Lemahnya budaya demokrasi untuk mempraktikkan demokrasi model barat ini telah memberi peluang sangat besar kepada partai-partai politik mendominasi kehidupan sosial politik.

(15)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 13 Pada masa ini pula digelar Pemilu pertama pada 1955. Pemilu 1955 mendapat pujian dari berbagai pihak, termasuk dari negara-negara asing. Pemilu ini diikuti oleh lebih 30-an partai politik dan lebih dari seratus daftar kumpulan dan calon perorangan.

Beberapa hal yang menarik dari Pemilu 1955 adalah tingginya kesadaran berkompetisi secara sehat. Misalnya, meski yang menjadi calon anggota DPR adalah perdana menteri dan menteri yang sedang memerintah, mereka tidak menggunakan fasilitas negara dan otoritasnya kepada pejabat bawahan untuk menggiring pemilih yang menguntungkan partainya.

2. Demokrasi Terpimpin (1959 - 1965)

Demokrasi terpimpin adalah sistem pemerintahan, di mana segala kebijakan atau keputusan yang diambil dan dijalankan berpusat kepada satu orang, yaitu pemimpin pemerintahan.

Demokrasi terpimpin ini dimulai pada tahun 1959 ketika Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Ciri yang paling khas dari konsep demokrasi terpimpin adalah kehadiran peran dan campur tangan presiden selaku pemimpin tertinggi demokrasi dan revolusi yakni Presiden Sukarno.

Di lain sisi, demokrasi terpimpin juga terlihat dari pengaruh komunis dan peranan tentara (ABRI) di politik Indonesia.

Pada masa demokrasi terpimpin banyak terjadi penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD 1945, seperti: Pembentukan Nasionalis, Agama, dan Komunis (Nasakom) Tap MPRS No. III/MPRS/1963 tentang Pengangkatan Soekarno sebagai presiden seumur hidup Pembubaran DPR hasil pemilu oleh presiden Pengangkatan ketua DPR Gotong Royong/MPRS menjadi menteri negara oleh presiden GBHN yang bersumber pada pidato presiden tanggal 17 Agustus 1959 yang berjudul 'Penemuan Kembali Revolusi Kita' ditetapkan oleh DPA bukan MPRS

3. Demokrasi Pancasila era Orde Baru (1965 - 1998)

Setelah peristiwa G30S PKI terjadi di tahun 1965, terjadi pergantian pemimpin dari Soekarno menuju Soeharto. Era orde baru ini juga dikenal dengan istilah Demokrasi Pancasila yang menjadikan Pancasila sebagai landasan demokrasi.

Akan tetapi, rezim yang berkuasa selama 32 tahun juga dihantui dengan beberapa penyimpangan, seperti:

- Penyelenggaraan pemilu yang tidak jujur dan tidak adil

- Penegakan kebebasan berpolitik bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS)

(16)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 14 - Kekuasaan kehakiman (Yudikatif) yang tidak mandiri karena para hakim adalah

anggota PNS Departemen kehakiman

- Kurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapat - Sistem kepartaian yang otonom dan berat sebelah

- Maraknya praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) 4. Demokrasi Reformasi (1998 - sekarang)

Berakhirnya rezim orde baru yang berkuasa selama 32 tahun melahirkan demokrasi baru yang dikenal dengan istilah era reformasi. Era reformasi adalah fase demokrasi yang kembali ke prinsip dasar demokrasi, seperti:

- Adanya Pemilu secara langsung - Kebebasan Pers

- Desentralisasi

- Hak-hak dasar warga negara lebih terjamin

- Rekrutmen politik yang inklusi

(17)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 15 LEMBAR KERJA 2

Kerjakan soal soal berikut dengan benar!

1. Pada abad ke berapa demokrasi di Indonesia dimulai?

...

...

...

2. Perkembangan demokrasi di Indonesia memiliki 4 masa, coba sebutkan!

...

...

...

3. Jelaskan apa yang kalian ketahui tentang demokrasi parlementer!

...

...

...

4. Jelaskan apa yang dimaksud demokrasi terpimpin!

...

...

...

5. Sebutkan prinsip-prinsip dasar demokrasi reformasi!

...

...

...

NILAI PARAF dan

TANGGAL

(18)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 16

TAHAP PENGENALAN

D E M O K R A S I

A. PENGERTIAN DEMOKRASI

Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu “Demos” dan “Kratos”. Demos bermakna rakyat atau khalayak, sementara Kratos bermakna pemerintahaan. Demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang mengijinkan dan memberikan hak, kebebasan kepada warga negaranya untuk berpendapat serta turut serta dalam pengambilan keputusan di pemerintahan.

B. PENGERTIAN DEMOKRASI MENURUT PARA AHLI 1. C.F. Strong

Demokrasi adalah sistem pemerintahan di mana mayoritas rakyat berusia dewasa turut serta dalam politik atas dasar sistem perwakilan, yang kemudian menjamin pemerintahan mempertanggungjawabkan setiap tindakan dan keputusannya.

2. Haris Soche

Demokrasi sebagai bentuk pemerintahan rakyat, karenanya dalam kekuasaan pemerintahan terdapat porsi bagi rakyat atau orang banyak untuk mengatur, mempertahankan dan melindungi dirinya dari paksaan orang lain atau badan yang bertanggung jawab memerintah.

3. Montesquieu

Kekuasaan negara harus dibagi dan dilaksanakan oleh tiga lembaga atau institusi yang berbeda dan terpisah satu sama lainnya, yaitu pertama, legislatif yang merupakan pemegang kekuasaan untuk membuat undang-undang, kedua, eksekutif yang memiliki kekuasaan dalam melaksanakan undang-undang, dan ketiga adalah yudikatif, yang memegang kekuasaan untuk mengadili pelaksanaan undang-undang. Dan masing-masing institusi tersebut berdiri secara independen tanpa dipengaruhi oleh institusi lainnya.

4. Aristoteles

Prinsip demokrasi adalah kebebasan, karena hanya melalui kebebasanlah setiap warga negara bisa saling berbagi kekuasaan di dalam negaranya.

(19)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 17 5. John L Esposito

Pada Sistem Demokrasi semua orang berhak berpartisipasi, baik terlibat aktif maupun mengontrol kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Selain itu, tentu saja dalam lembaga resmi pemerintah terdapat pemisahan yang jelas antara unsur eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.

6. Affan Gaffa

Menurut Affan Demokrasi sendiri terbagi menjadi dua definisi yang pertama jika diartikan secara normatif, adalah demokrasi yang secara ideal ingin diwujudkan oleh negara, sementara secara empiris adalah demokrasi adalah perwujudannya dunia politik.

7. Abraham Lincoln

Demokrasi menurut Abraham Lincoln adalah sebuah hal yang didasari oleh rakyat. Abraham Lincoln menjelaskan bahwa demokrasi adalah sebuah pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

8. Joseph A. Schemer

Menurut Joseph A. Schemer, demokrasi adalah suatu perencanaan institusional.

Perencanaan tersebut dilakukan untuk mencapai sebuah keputusan politik. Dimana setiap individu akan memperoleh kekuasaan untuk memutuskan cara perjuangan kompetitif. Hal itu dilakukan atas dasar suara rakyat.

9. Aristoteles

Demokrasi menurut Aristoteles adalah sebuah kebebasan setiap warga negara. Kebebasan tersebut digunakan untuk saling berbagi kekuasaan. Menurut Aristoteles, demokrasi adalah suatu kebebasan, prinsip demokrasi adalah kebebasan. Hal itu karena hanya melalui kebebasanlah, setiap warga negara dapat saling berbagi sebuah kekuasaan di dalam negaranya sendiri.

(20)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 18 LEMBAR KERJA 3

Kerjakan soal soal dibawah ini dengan benar!

1. Apa pengertian demokrasi?

...

...

...

2. Jelaskan apa yang dimaksud demokrasi menurut Haris Soche!

...

...

...

3. Jelaskan apa yang dimaksud demokrasi menurut Aristoteles!

...

...

...

4. Jelaskan apa yang dimaksud demokrasi menurut Abraham Lincoln!

...

...

...

5. Jelaskan apa yang dimaksud demokrasi menurut pendapat kalian!

...

...

...

NILAI PARAF dan

TANGGAL

(21)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 19

TAHAP PENGENALAN

MAKNA DAN UNSUR – UNSUR DEMOKRASI

A. Makna Demokrasi Pancasila

Demokrasi dengan sistem Pancasila ini dapat dimaknai sebagai demokrasi yang pelaksanaannya didasarkan kepada nilai-nilai Pancasila secara utuh. Demokrasi ini memuat musyawarah guna mufakat yang selalu diharapkan.

Hal tersebut karena tiap-tiap keputusan perlu dicapai dengan mufakat. Jika memang tidak tercapai mufakat, maka pengambilan keputusan dapat dilakukan menggunakan voting atau pemungutan suara. Dimana nantinya yang mendapatkan suara banyak, maka dialah yang menjadi pemenangnya.

Demokrasi yang penerapannya menggunakan sila-sila Pancasila ini tentu mempunyai sejumlah keunggulan tersendiri. Selain musyawarah untuk mencapai mufakat, demokrasi ini juga lebih mengutamakan keselarasan sekaligus keseimbangan di antara kepentingan pribadi dengan sosial.

Berikutnya, sistem demokrasi ini juga lebih berfokus untuk mengutamakan kepentingan sekaligus keselamatan terhadap bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan tertentu saja. Bisa dikatakan bahwa sistem demokrasi Pancasila ini benar-benar memanusiakan manusia.

B. Unsur-Unsur Demokrasi Pancasila

Demokrasi yang pelaksanaannya menyelaraskan dengan nilai-nilai Pancasila ini juga memiliki sejumlah unsur-unsur penting di dalamnya. Beberapa unsur-unsur yang dimiliki oleh demokrasi tersebut di antaranya seperti berikut:

1. Demokrasi didasarkan kepada kedaulatan rakyat.

2. Demokasi ini didasarkan kepada kepentingan umum atau di atas kepentingan pribadi maupun golongan tertentu saja.

3. Demokrasi ini mampu menampilkan sosok negara hukum.

4. Adanya pemerintahan yang terbatas kekuasaannya.

5. Seluruh negara demokrasi memiliki lembaga perwakilan.

6. Mampu menggariskan tata cara untuk menggerakkan negara yang bersifat demokratis.

7. Mampu memberikan kebebasan kepada rakyat dalam melakukan aspirasi.

8. Mampu memberikan kedudukan yang sama bagi setiap rakyat.

(22)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 20 9. Mempunyai lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

10. Kelembagaan negara di dalam sistem demokrasi ini didasarkan pada pertimbangan dari kedaulatan rakyat.

Demi bisa mencapai tujuan negara Indonesia yang mulia, maka juga diperlukan pemenuhan kewajiban yang dilakukan oleh negara. Beberapa kewajiban yang bisa dilakukan oleh negara di dalam mewujudkan demokrasi tersebut ialah seperti berikut:

1. Melakukan penghargaan serta menjunjung tinggi hukum yang berlaku di lingkungan masyarakat setempat.

2. Menjunjung tinggi konstitusi negara serta ideologi yang ada.

3. Mampu mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan individu maupun golongan tertentu saja.

4. Selalu ikut serta di dalam berbagai macam bentuk aktivitas politik.

5. Mengisi kemerdekaan serta aktif di dalam rangka kegiatan pembangunan negara.

C. Demokrasi Pancasila Mengandung Beberapa Nilai Moral

Demokrasi dengan sistem Pancasila memiliki kandungan sejumlah nilai moral yang sangat penting. Nilai-nilai tersebut seringkali disebut sebagai karakter utama demokrasi sistem Pancasila yang tidak boleh terabaikan begitu saja seperti:

1. Kerakyatan

Cita-cita kerakyatan menjadi semacam bentuk penghormatan kepada seluruh rakyat Indonesia guna memberikan kesempatan tertentu. Khususnya di dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pemerintah setempat.

Jadi, jika ada persoalan tertentu maka wajib dilakukan musyawarah guna menyelesaikannya. Akan tetapi, apabila masih belum terselesaikan juga ketika melakukan musyawarah, maka diperlukan pengambilan suara dengan jumlah paling banyak maka dialah pemenangnya.

2. Permusyawaratan

Cita-cita permusyawaratan di dalam perwujudan demokrasi ini bertujuan untuk mewujudkan negara persatuan yang bisa digunakan, untuk mengatasi paham golongan maupun perseorangan dengan sebaik-baiknya. Karakter utama ini tidak boleh lepas begitu saja.

(23)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 21 Intinya, seluruh bangsa Indonesia yang berbeda agama, suku, bahasa, dan lain sebagainya merupakan satu kesatuan utuh yakni Indonesia. Tidak boleh saling membedakan, sehingga timbul perpecahan yang akan sangat merugikan seluruh kalangan.

3. Hikmat Kebijaksanaan

Demokrasi sistem Pancasila ini memang menganut paham gotong royong dan kekeluargaan. Tentunya hal tersebut bukan hanya dijadikan embel-embel saja, paham gotong royong serta kekeluargaan tersebut dimaksudkan untuk:

Kesejahteraan yang di peruntukkan kepada seluruh rakyat negara Indonesia. Jadi, setiap rakyat Indonesia berhak menerima kesejahteraan dengan baik dan semestinya.

Mendukung berbagai macam unsur-unsur kesadaraan untuk berketuhanan.

Digunakan untuk menolak atheisme. Atheisme adalah tidak mengenal Tuhan. Padahal Tuhan sangat penting sebagai pedoman hidup.

Menegakkan kebenaran yang didasarkan kepada budi pekerti luhur. Dengan demikian, maka tata krama akan benar-benar dijunjung dengan baik.

Mengembangkan kepribadian bangsa Indonesia sebaik-baiknya.

Menciptakan suatu keseimbangan perikehidupan individu maupun masyarakat secara luas.

Demokrasi Pancasila menjadi sistem demokrasi yang berlaku sampai saat ini. Diharapkan seluruh rakyat Indonesia bisa bekerjasama untuk menerapkan demokrasi ini dengan sebaik- baiknya. Tentu saja bertujuan untuk mewujudkan karakteristik bangsa Indonesia yang mulai hingga ke seluruh penjuru dunia.

(24)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 22 LEMBAR KERJA 4

Kerjakan soal soal dibawah ini dengan benar!

1. Jelaskan makna dari demokrasi yang kalian ketahui!

...

...

...

2. Sebutkan apa saja unsur unsur dari demokrasi!

...

...

...

3. Sebutkan apa saja nilai moral dari demokrasi Pancasila!

...

...

...

4. Jelaskan apa yang dimaksud Musyawarah!

...

...

...

5. Dalam Hikmat kebijaksanaan terdapat paham gotong royong serta kekeluargaan, sebut dan jelaskan!

...

...

...

NILAI PARAF dan

TANGGAL

(25)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 23

TAHAP PENGENALAN

PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI

1. Negara Berdasarkan Konstitusi

Pengertian negara demokratis adalah negara yang pemerintah dan warganya menjadikan konstitusi sebagai dasar penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Konstitusi dapat diartikan sebagai undang-undang dasar atau seluruh peraturan hukum yang berlaku di sebuah negara.

Sebagai prinsip demokrasi, keberadaan konstitusi sangat penting sebab dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara.

Konstitusi berfungsi membatasi wewenang penguasa atau pemerintah serta menjamin hak rakyat. Dengan demikian, penguasa atau pemerintah kemudian tidak akan bertindak sewenang-wenang kepada rakyatnya dan rakyat tidak akan bertindak anarki dalam menggunakan hak dan pemenuhan kewajibannya.

2. Jaminan Perlindungan HAM

Hak asasi manusia (HAM) adalah hak dasar atau hak pokok yang dimiliki manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Hak asasi manusia mencakup hak untuk hidup, kebebasan memeluk agama, kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat, serta hak-hak lain sesuai ketentuan undang-undang.

Perlindungan HAM merupakan salah satu prinsip negara demokrasi karena perlindungan terhadap HAM pada hakikatnya merupakan bagian dari pembangunan negara yang demokratis.

3. Kebebasan Berpendapat dan Berserikat

Demokrasi memberikan kesempatan pada setiap orang untuk berpikir dan menggunakan hati nurani serta menyampaikan pendapat dengan cara yang baik.

Selain itu salah satu prinsip demokrasi adalah mengakui dan memberikan kebebasan untuk berserikat atau membentuk organisasi.

Setiap orang boleh berkumpul dan membentuk identitas dengan organisasi yang ia dirikan.

Melalui organisasi tersebut setiap orang dapat memperjuangkan hak sekaligus memenuhi kewajibannya.

4. Pergantian Kekuasaan Berkala

Gagasan tentang perlunya pembatasan kekuasaan dalam prinsip demokrasi dicetuskan oleh Lord Acton. Lord Acton menyatakan bahwa pemerintahan yang diselenggarakan manusia

(26)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 24 penuh dengan kelemahan. Pendapatnya yang cukup terkenal adalah “power tends to corrupt, but absolute power corrupts absolutely”.

Manusia yang mempunyai kekuasaan cenderung menyalahgunakan kekuasaan. Pergantian kekuasaan secara berkala bertujuan membatasi kekuasaan atau kewenangan penguasa.

Pergantian kekuasaan secara berkala dapat meminimalisasi penyelewengan dalam pemerintahan seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme. Pergantian seorang kepala negara atau kepala daerah dapat dilakukan dengan mekanisme pemilihan umum yang jujur dan adil.

5. Peradilan Bebas dan Tak Memihak

Peradilan bebas adalah peradilan yang berdiri sendiri dan bebas dari campur tangan pihak lain termasuk tangan penguasa. Pengadilan bebas merupakan prinsip demokrasi yang mutlak diperlukan agar aturan hukum dapat ditegakkan dengan baik.

Para hakim memiliki kesempatan dan kebebasan dalam menemukan kebenaran dan memberlakukan hukum tanpa pandang bulu.

Posisi netral sangat dibutuhkan untuk melihat masalah secara jernih dan tepat. Kejernihan pemahaman tersebut akan membantu hakim menemukan kebenaran yang sebenar-benarnya Selanjutnya, hakim dapat mempertimbangkan keadaan yang ada dan menerapkan hukum dengan adil bagi pihak berperkara.

6. Penegakan Hukum dan Persamaan Kedudukan

Persamaan kedudukan warga negara di depan hukum akan memunculkan wibawa hukum.

Setiap Warga Negara di Depan Hukum Hukum merupakan instrumen untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Oleh karena itu, pelaksanaan kaidah hukum tidak boleh berat sebelah atau pandang bulu.

Setiap perbuatan melawan hukum harus ditindak secara tegas. Saat hukum memiliki wibawa, hukum tersebut akan ditaati oleh setiap warga negara.

7. Jaminan Kebebasan Pers

Kebebasan pers merupakan salah satu pilar penting dalam prinsip-prinsip demokrasi. Pers yang bebas dapat menjadi media bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasi serta memberikan kritikan dan masukan kepada pemerintah dalam pembuatan kebijakan publik.

Di sisi lain, pers juga menjadi sarana sosialisasi program-program yang dibuat pemerintah.

Melalui pers diharapkan dapat terjalin komunikasi yang baik antara pemerintah masyarakat.

Sistem pemerintahan demokrasi sebagai sistem pemerintahan paling aman karena pemerintah dan rakyat dapat saling berinteraksi melalui dewan yang telah dipilih oleh rakyat.

Negara dengan sistem demokrasi mencegah adanya kekuasaan tunggal dari pemerintah karena rakyat turut serta dalam pemerintahan melalui dewan yang telah dipilih.

(27)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 25 LEMBAR KERJA 5

Kerjakan soal soal dibawah ini dengan benar!

1. Jelaskan apa yang dimaksud Negara Berdasarkan Konstitusi!

...

...

...

2. Jelaskan apa yang dimaksud Jaminan Perlindungan HAM!

...

...

...

3. Jelaskan apa yang dimaksud Pergantian Kekuasaan Berkala!

...

...

...

4. Jelaskan apa yang dimaksud Peradilan Bebas dan Tak Memihak!

...

...

...

5. Jelaskan apa yang dimaksud Penegakan Hukum dan Persamaan Kedudukan!

...

...

...

NILAI PARAF dan

TANGGAL

(28)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 26

TAHAP PENGENALAN

MACAM-MACAM DEMOKRASI

Kekuasaan tertinggi negara demokrasi dimiliki oleh rakyat, entah dari mana rakyat tersebut berasal dan latar belakangnya. Semua warga negara dianggap sama tanpa melihat latar belakang dan asal rakyat tersebut. Sehingga, dalam suatu negara demokrasi semua warga negara dianggap memiliki kesetaraan. Berikut ini macam-macam demokrasi yang perlu kamu ketahui:

1. Demokrasi Parlementer

Demokrasi Parlementer adalah demokrasi yang memberi lebih banyak kekuatan kepada legislatif atau disebut juga dengan demokrasi parlementer. Pihak eksekutif memperoleh hak kekuasaan atas demokrasinya hanya dari legislatif, yaitu parlemen.

Kepala negaranya juga berbeda dari kepala pemerintahan, dan keduanya memiliki tingkat kekuasaan yang berbeda-beda. Namun, dalam kebanyakan kasus, presiden adalah raja yang lemah (Inggris) atau pemimpin resmi (India).

2. Demokrasi Langsung

Demokrasi langsung atau demokrasi murni merupakan jenis demokrasi dimana rakyatlah yang memiliki kekuasaan secara langsung tanpa perwakilan, perantara atau majelis parlemen. Demokrasi ini membutuhkan partisipasi luas dalam politik.

Jika pemerintah harus mengesahkan undang-undang atau kebijakan tertentu, peraturan tersebut kemudian akan ditentukan oleh rakyat. Mereka memberikan suara pada suatu masalah dan menentukan nasib negaranya sendiri.

3. Demokrasi Tidak Langsung

Demokrasi tidak langsung adalah ketika rakyat dapat memilih siapa yang akan mewakili suara mereka di parlemen. Demokrasi ini merupakan bentuk demokrasi paling umum di seluruh dunia.

Penekanannya terletak pada perlindungan hak-hak tidak hanya pada mayoritas rakyat di negara bagian, tapi juga minoritas.

Dengan memilih perwakilan yang lebih berkualitas, minoritas kemudian akan dapat menyuarakan keluhannya dengan cara yang lebih efisien.

4. Demokrasi Pancasila

Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi yang saat ini berlaku di Tanah Air Indonesia.

Demokrasi yang bersumber pada nilai-nilai sosial budaya bangsa serta berasaskan musyawarah mufakat dengan memprioritaskan kepentingan seluruh masyarakat atau warga Negara seperti yang tercantum pada kelima sila Pancasila.

(29)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 27 Seperti yang kita ketahui, Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia yang memiliki makna kristalisasi berbagai pengalaman hidup bangsa Indonesia yang telah membentuk sikap, watak, perilaku, tata nilai, pandangan fisafat, moral, serta etika yang telah melahirkannya.

5. Demokrasi Presidensial

Di bawah sistem demokrasi presidensial, presiden dipilih secara langsung oleh warga negara.

Presiden dan cabang eksekutif pemerintah kemudian tidak bertanggung jawab kepada legislatif, tetapi, tidak dapat membubarkan legislatif secara sepenuhnya.

Dalam demokrasi presidensial, kepala negara adalah kepala pemerintahan. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Argentina, dan Sudan telah menggunakan jenis demokrasi ini.

Pada buku yang berjudul Sistem Presidensial Indonesia dari Soekarno ke Jokowi dari Sarah Nuraini Siregar ingin menjelaskan mengenai dinamika serta efektivitas kinerja sistem demokrasi presidensial Indonesia yang terjadi dari satu masa ke masa lainnya.

6. Demokrasi Liberal

Demokrasi liberal dalam demokrasi yang menggunakan sistem politik dengan paham memberikan kebebasan individu. Demokrasi liberal juga dapat dikatakan sebagai demkorasi yang mengutamakan memberikan perlindungan hak individu dari kuasa pemerintah dengan catatan sesuai hukum konstitusional.

Oleh sebab itu, dalam demokrasi liberal, setiap dalam mengambil sebuah keputusan akan diambil melalui keputusan mayoritas. Hal ini dilakukan agar setiap kebijakan yang telah dibuat tidak melanggar hak-hak dari setiap individu.

Contoh-Contoh Sikap Demokrasi

Supaya kamu lebih mudah dalam memahami apa itu demokrasi, maka bisa melihat beberapa contoh sikap demokrasi yang ada di bawah ini.

1. Bersikap adil kepada semua orang

2. Jika dalam berorganisasi, selalu mengedepankan musyawarah dalam pengambilan keputusan 3. Selalu menghargai perbedaan pendapat

4. Saling menghargai dan menghormati antar sesama manusia 5. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong

(30)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 28 LEMBAR KERJA 6

Kerjakan soal soal dibawah ini dengan benar!

1. Jelaskan apa yang dimaksud demokrasi parlementer?

...

...

...

2. Jelaskan apa yang dimaksud demokrasi tidak langsung?

...

...

...

3. Jelaskan apa yang dimaksud demokrasi presidensial?

...

...

...

4. Menurut kalian, demokrasi di Indonesia menganut demokrasi? Jelaskan alasannya!

...

...

...

5. Sebutkan contoh contoh dari sikap demokrasi!

...

...

...

NILAI PARAF dan

TANGGAL

(31)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 29

TAHAP PENGENALAN

CIRI CIRI DEMOKRASI

Demokrasi dilakukan agar kebutuhan masyarakat umum dapat terpenuhi. Pengambilan kebijakan negara demokrasi tergantung pada keinginan dan aspirasi rakyat secara umum.

Dengan menentukan kebijakan sesuai dengan keinginan masyarakat, dalam suatu negara demokrasi akan tercipta kepuasan rakyat. Sebuah Negara sendiri dikatakan telah menerapkan sistem demokrasi, jika telah memenuhi ciri-ciri berikut ini:

1. Memiliki Perwakilan Rakyat

Indonesia memiliki lembaga legislatif bernama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang telah dipilih melalui pemilihan umum. Sehingga urusan negara, kekuasaan dan kedaulatan rakyat kemudian diwakilkan melalui anggota DPR ini.

2. Keputusan Berlandaskan Aspirasi dan Kepentingan Warga Negara

Seluruh Keputusan yang ditetapkan oleh Pemerintah berlandaskan kepada aspirasi dan kepentingan warga negaranya, dan bukan semata-mata kepentingan pribadi atau kelompok belaka. Hal ini sekaligus mencegah praktek korupsi yang merajalela.

3. Menerapkan Ciri Konstitusional

Hal ini berkaitan dengan kehendak, kepentingan atau kekuasaan rakyat. Dimana hal tersebut juga tercantum dalam penetapan hukum atau undang-undang. Hukum yang tercipta pun harus diterapkan dengan seadil-adilnya.

4. Menyelenggarakan Pemilihan Umum

Pesta rakyat harus digelar secara berkala hingga kemudian terpilih perwakilan atau pemimpin untuk menjalankan roda pemerintahan.

5. Terdapat Sistem Kepartaian

Partai adalah sarana atau media untuk melaksanakan sistem demokrasi. Dengan adanya partai, rakyat juga dapat dipilih sebagai wakil rakyat yang berfungsi menjadi penerus aspirasi. Tujuannya tentu saja agar pemerintah dapat mewujudkan keinginan rakyat.

Sekaligus wakil rakyat dapat mengontrol kerja pemerintahan. Jika terjadi penyimpangan, wakil rakyat kemudian dapat mengambil tindakan hukum.

Tujuan Demokrasi

Secara umum, tujuan demokrasi adalah menciptakan kehidupan masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur dengan konsep mengedepankan keadilan, kejujuran dan keterbukaan.

(32)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 30 Pada konsepnya, tujuan demokrasi dalam kehidupan bernegara juga meliputi kebebasan berpendapat dan kedaulatan rakyat. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa tujuan demokrasi secara umum beserta penjelasannya:

1. Kebebasan Berpendapat

Tujuan demokrasi adalah memberi kebebasan dalam berpendapat dan berekspresi. Negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi, dimana rakyatnya memiliki kebebasan untuk memberikan pendapat dan menyuarakan aspirasi dan ekspresi mereka.

Hal ini menjadi hal yang fundamental bagi negara demokrasi. Penjaminan hak dasar ini juga dilakukan dengan terbuka sebagai cara mengungkap dan mengatasi adanya masalah sosial yang belum terwujud.

2. Menciptakan Keamanan dan Ketertiban

Secara umum, demokrasi bertujuan menciptakan keamanan, ketertiban dan ketentraman di lingkungan masyarakat. Demokrasi akan menjamin hak-hak setiap warga negara dan mengedepankan musyawarah untuk memecahkan solusi bersama agar terjalin keamanan bersama di lingkungan masyarakat.

3. Mendorong Masyarakat Aktif dalam Pemerintahan

Demokrasi mengedepankan kedaulatan rakyat, sehingga rakyat akan dilibatkan dalam setiap proses pemerintahan, mulai dari pemilihan umum secara langsung hingga memberi aspirasi terkait kebijakan publik. Rakyat yang didorong aktif terlibat dalam bidang politik guna memajukan kinerja pemerintahan negara tersebut.

Adanya peran rakyat dalam pemerintahan juga akan membuat setiap warga negara lebih bertanggung jawab terhadap peran yang dimilikinya sebagai seorang warga negara yang wajib menjaga keutuhan negara.

4. Membatasi Kekuasaan Pemerintahan

Kekuasaan tertinggi dalam negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi, ada di tangan rakyat.

Artinya rakyat berhak memberi aspirasi dan kritik pada pemerintahan. Sistem pemerintahan demokrasi juga bertujuan membatasi kekuasaan pemerintahan, agar tidak menimbulkan kekuasaan absolut atau diktator. Dengan demokrasi diharapkan akan menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab, dimana Pemerintahan hanya berfungsi sebagai wakil rakyat yang ditugasi untuk merangkum semua kebutuhan rakyat.

Rakyat dapat menilai dan menuntut apabila ada ketidaksesuaian antara kebutuhan dengan kebijakan yang dirumuskan. Rakyat dapat mengajukan tuntutan apabila pemerintah melakukan penyelewengan terhadap kebijakan yang telah dibuat.

(33)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 31 5. Mencegah Perselisihan

Dalam suatu negara demokrasi, setiap masalah atau konflik yang terjadi, akan diselesaikan dengan musyawarah. Sehingga diharapkan dengan menganut sistem demokrasi bisa mencegah adanya perselisihan antar kelompok dan dapat menyelesaikan segala masalah secara damai.

(34)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 32 LEMBAR KERJA 7

Kerjakan soal soal dibawah ini dengan benar!

1. Apa saja ciri-ciri dari demokrasi?

...

...

...

2. Jelaskan apa yang dimaksud Keputusan Berlandaskan Aspirasi dan Kepentingan Warga Negara?

...

...

...

3. Sebutkan apa saja tujuan dari demokrasi?

...

...

...

4. Jelaskan apa yang dimaksud Mendorong Masyarakat Aktif dalam Pemerintahan?

...

...

...

5. Jelaskan apa yang dimaksud Kebebasan Berpendapat?

...

...

...

NILAI PARAF dan

TANGGAL

(35)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 33 TAHAP PENGENALAN

P E M I L U

A. Pengertian

Sesuai Undang-undang Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah pengertian pemilihan umum diuraikan secara detail. Pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Dengan kata lain, pemilu merupakan sarana bagi rakyat untuk menjalankan kedaulatan dan merupakan lembaga demokrasi.

Adapun pengertian Pemilu menurut Para ahli sebagai berikut:

• MANUEL KAISIEPO

Bahwa Pemilu telah menjadi tradisi penting hampir-hampir disakralkan dalam berbagai sistem politik di dunia. Lebih lanjut dikatakannya, pemilihan umum penting karena berfungsi memberi legitimasi atas kekuasaan yang ada dan bagi rezim baru, dukungan dan legitimasi inilah yang dicari. Pemilihan umum yang berfungsi mempertahankan status quo bagi rezim yang ingin terus bercokol dan bila pemilihan umum dilaksanakan dalam konteks ini maka legitimasi dan status quo inilah yang dipertaruhkan. Bukan soal demokrasi yang abstrak dan kabur ukuran-ukurannya itu. (Sodikin. Hukum Pemilu, Pemilu Sebagai Praktek Ketatanegaraan. Bekasi: Gramata Publishing, 2014.)

• PAIMIN NAPITUPULU

Pemilihan umum berarti rakyat melakukan kegiatan memilih orang atau sekelompok orang menjadi pemimpin rakyat, pemimpin negara atau pemimpin pemerintahan. Hal ini berarti pemerintahan itu dipilih oleh rakyat. Seluruh rakyat mempunyai hak melakukan pemilihan sebagian rakyat untuk menjadi pemimpin mereka merupakan proses pemilihan umum. jadi melalui pemilihan umum, rakyat memunculkan calon pemimpin pemerintahan. Dengan demikian, pemilihan umum adalah sebuah mekanisme politik untuk mengartikulasikan aspirasi dan kepentingan warga negara dalam proses memilih sebagian rakyat menjadi

(36)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 34 pemimpin pemerintahan. (Napitupulu, Paimin. Peran dan Pertanggung jawaban DPR.

Bandung: Alumni, 2005)

• UU Nomor 7 Tahun 2017

menyebutkan bahwa pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatua Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pemilihan umum merupakan perwujudan dari kedaulatan rakyat dan demokrasi.

Selain itu peranan rakyat dalam mewujudkan kedaulatannya tidak hanya melaksanakan pemilu akan tetapi dengan cara berperan aktif memberikan masukan, usulan dan kritikan objektif kepada pemerintah dan mengawasi jalannya roda pemerintahan. Penyampaian suara itu dapat melalui Lembaga perwakilan rakyat, melalui media massa atau dengan cara berunjukrasa sesuai dengan aturan perundang-undangan .

Bagaimana Wujud Kekuasaan Rakyat dalam Negara Demokrasi ?

• Dalam negera demokrasi, kekuasaan rakyat dalam penyelenggaraan pemerintahan tidak dilaksanakan secara langsung tetapi dilaksanakan dengan sistem perwakilan;

• Dalam sistem perwakilan, pelaksanaan kekuasaan dilaksanakan oleh wakilwakil rakyat yang duduk dalam lembaga perwakilan rakyat (parlemen);

• Para wakil rakyat bertindak atas nama rakyat, dan wakil-wakil rakyat itulah yang menentukan corak dan bekerjanya pemerintahan serta tujuan yang hendak dicapai oleh Negara;

• Agar wakil-wakil rakyat benar-benar dapat bertindak atas nama rakyat maka wakil-wakil rakyat itu harus ditentukan sendiri oleh rakyat melalui pemilihan umum (general election).

Apakah makna Pemilu dalam Negara demokrasi?

• Pemilu sebagai arena kompetisi untuk mengisi jabatan-jabatan politik di pemerintahan yang didasarkan pada pilihan formal warganegara yang memenuhi syarat.

• Pemilu menjadi mekanisme terpenting bagi keberlangsungan demokrasi perwakilan agar rakyat dapat menentukan wakil-wakil mereka dalam lembaga perwakilan.

(37)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 35 LEMBAR KERJA 8

Kerjakan soal soal dibawah ini dengan benar!

1. Jelaskan apa yang kalian ketahui tentang Pemilu!

...

...

...

2. Jelaskan apa yang dimaksud Pemilu menurut Manuel Kaisiepo?

...

...

...

3. Jelaskan apa yang dimaksud Pemilu menurut Paimin Napitupulu!

...

...

...

4. Jelaskan apa yang dimaksud pemilu Manuel Kaisiepo!

...

...

...

5. Bagaimana Wujud Kekuasaan Rakyat dalam Negara Demokrasi ?

...

...

...

NILAI PARAF dan

TANGGAL

(38)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 36 SEJARAH PEMILU

Sejarah Pemilu di Indonesia dimulai sejak awal zaman revolusi nasional. Rencana mengadakan pemilihan umum nasional pertama di Indonesia diumumkan tanggal 5 Oktober 1945. Pada tahun 1946, pemilihan umum pertama diadakan di Karesidenan Kediri dan Surakarta. Tahun 1948, Badan Pekerja KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) menyetujui undang-undang yang menetapkan sistem pemilihan umum tidak langsung berdasarkan perwakilan proporsional dan memberikan hak pilih kepada semua warga negara berusia diatas 18 tahun.

Pemilihan umum (Pemilu) adalah proses memilih orang untuk mengisi jabatan-jabatan polilik tertentu. Jabatan – jabatan tersebut beraneka-ragam, mulai dari presiden, wakil rakyat di berbagai tingkat pemerintahan sampai kepala desa. Pada konteks yang luas, Pemilu dapat dikatakan proses mengisi jabatan-jabatan seperti ketua OSIS, ketua kelas, walaupun untuk kita kata “pemilihan” lebih sering digunakan.

Pemilu merupakan salah satu usaha mempengaruhi rakyat secara persuasive (tidak memaksa) dengan melakukan kegiatan retorika, hubungan public, komunikasi massa, lobi dan kegiatan lain. Meskipun agitasi dan propaganda di negara demokrasi sangat dikecam, namun dalam kampanye pemilihan umum, teknik agitasi dan teknik propaganda nbanyak dipakai oleh para kandidat atau politikus sebagai komunikator politik.

Pada Pemilu, para pemilih disebut konstituen, dan kepada merekalah para peserta Pemilu menawarkan janji-janji dan program-programnya pada masa kampanye. Kampanye dilakukan selama waktu yang telah ditentukan, menjelang hari pemungutan suara. Setelah pemungutan suara dilakukan, proses penghitungan dimulai, pemenang Pemilu ditentukan oleh aturan main atau sistem penentuan pemenang yang sebebelumnya telah ditetapkan dan disetujui oleh para peserta, dan disosialisasikan kepada para pemilih.

(39)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 37 Indonesia telah melaksanakan beberapa kali Pemilu, sejak tahun 1955, 1971, 1977 – 1997, 1999, 2001, 2009, dan 2014. Berikut penjelasan singkat tentang pelaksanaan pemilihan umum tersebut.

 Pemilu 1955 (Masa Parlementer)

Pemilu 1955 menggunakan sistem proposional. Pemilihan umum sistem proposional adalah dimana kursi yang tersedia dibagikan kepada partai politik (organisasi peserta pemilu) sesuai dengan imbangan perolehan suara yang didapat oleh partai politik, dan sistem ini dikatakan sistem berimbang.

 Pemilu 1971 (Masa Orde Baru)

Pemilu 1971 menggunakan sikap netral berbeda dengan Pemilu 1955, dari segi para pejabat pemerintah Indonesia. Pembagian kursi menurut UU No.15 Tahun 1969 sebagai dasar, semua kursi terbagi habis di setiap daerah pemilihan.

 Pemilu 1977 – 1997 (Masa Orde Baru)

Pasca Pemilu 1977, pemilu ini selalu terjadwal dalam 5 tahun. Satu hal membedakan adalah Pemilu 1977 pesertanya jauh lebih sedikit, yaitu dua parpol (Partai Persatuan Pembangunan , Partai Demokrasi Indonesia, dan Golkar. Partai PPP dan PDI menjadi pelengkap atau sekedar ornament.

 Pemilu 1999

Pemilu 1999, pelaksanaan pemungutan suara dilakukan sesuai jadwal. Cara pembagian kursi hasil pemilihan tetap menggunakan sistem proposional dengan mengikuti variant Roget.

Sistem ini, sebuah partai memperoleh kursi seimbang dengan suara yang diperolehnya di daerah pemilihan dan menentukan peringkat perolehan suara partai di dapil.

 Pemilu 2004

Pemilu 2004, pemilihan umum yang diikuti banyak partai. Dua macam pemilihan, pertama memilih anggota parlemen dengan memenuhi parliamentary threshold, kedua dalam pemilihan dengan melakukan dua kali putaran.

 Pemilu 2009

Pemilu 2009, pemilihan umum kedua diikuti pemilihan langsung presiden dan wakil presiden. Ketentuan dalam pemilihan presiden dan wakil presiden ditentukan pasangan calon terpilih dengan memperoleh suara lebih dari 50 % dari jumlah suara , sedikitnya minimal 20 % suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari 50 % jumlah provinsi di Indonesia

 Pemilu 2014

(40)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 38 Pemilu 2014 diadakan dua kali, yaitu untuk pemilihan anggota legislatif pada 9 April 2014, dan untuk pemilihan presiden dan wakil presiden pada 9 Juli 2014. Pemilu ini memilih anggota DPR, DPD, serta anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota periode 2014-2019.

 Pemilu 2019

Pemilu 2019, melibatkan 20 partai politik, namun setelah verifikasi dan proses banding, hanya 16 partai yang menjadi peserta pemilu legislatif. PDI Perjuangan menjadi pemenang dengan perolehan suara terbanyak dan 128 kursi di DPR, diikuti oleh Partai Gerindra dan Partai Golkar.

 Pemilu 2024

Pemilu 2024, Pilpres adalah pemilihan umum yang akan menjadi pemilihan presiden langsung kelima dalam sejarah Pemilu di Indonesia. Menurut KPU (PKPU) terkait penyelenggaraan Pemilu 2024 akan digelar secara serentak pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang

Sejak periode reformasi, Pemilu di Indonesia diadakan secara reguler setiap lima tahun untuk memilih anggota DPR, DPRD tingkat I, dan DPRD tingkat II. Sistem pemilihan umum yang digunakan saat ini adalah sistem pemilihan umum langsung berdasarkan perwakilan proporsional. Pemilu menjadi salah satu mekanisme penting dalam proses demokratisasi dan perwujudan kehendak rakyat di Indonesia.

(41)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 39 LEMBAR KERJA PEMILU

Jawablah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini dengan baik dan tepat ! 1. Apa yang dimaksud dengan Pemilihan Umum ?

………

………

………

2. Apa tujuan diselenggarakan Pemilihan Umum menurut pendapat kalian

………

………

………

3. Bagaimana sejarah Pemilihan Umum di Indonesia?

………

………

………

4. Siapa yang wajib memilih dalam pemilihan umum ?

………

………

………

5. Siapa penyelenggara pemilu di Indonesia ?

………

………

………

(42)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 40

TAHAP PENGENALAN

HUBUNGAN DEMOKRASI DENGAN PEMILU

Demokrasi dan Pemilihan Umum

Kita telah mengetahui bahwa Negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan Demokrasi Pancasila. Demorasi Pancasila memiliki makna demokrasi yang dijiwai oleh nilai- nilai Pancasila sebagai satu kesatuan. Demokrasi yang dijiwai oleh nilai Ketuhan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi yang sesuai dengan bangsa Indonesia karena bersumber pada tata nilai sosial budaya bangsa yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat sejak dahulu. Azas atau prinsip utama

Demokrasi Pancasila, yaitu: pengambilan keputusan melalui musyawarah mufakat.

Musyawarah berarti pembahasan untuk menyatukan pendapat dalam penyelesaian masalah bersama. Mufakat adalah sesuatu yang telah disetujui sebagai keputusan berdasarkan kebulatan pendapat. Jadi musyawarah mufakat berarti pengambilan suatu keputusan berdasarkan kehendak orang banyak (rakyat), sehingga tercapai kebulatan pendapat. Musyawarah mufakat harus berpangkal tolak pada hal-hal berikut:

1. Musyawarah mufakat bersumberkan inti kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

2. Pengambilan keputusan harus berdasarkan kehendak rakyat melalui hikmat kebijaksanaan.

3. Cara mengemukakan hikmat kebijaksanaan harus berdasarkan akal sehat dan hati nurani luhur serta mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa serta kepentingan rakyat.

4. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan.

5. Keputusan harus dilaksanakan secara jujur dan bertanggung jawab

Adapun hubungan Pemilu dengan Demokrasi yaitu:

(43)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 41 1. Demokrasi diartikan sebagai pemerintahan atau kekuasaan, dari rakyat, oleh rakyat dan

untuk rakyat (rakyat yang berdaulat).

2. Dalam Negara Demokrasi semua warga negara berhak berpartisipasi dalam proses politik.

3. Pemilu adalah sarana perwujudan kedaulatan rakyat untuk membentuk pemerintahan perwakilan.

4. Pemilu adalah suatu prosedur dimana warga negara akan memilih dan memberi wewenang kepada yang terpilih untuk menjadi pemimpin dan wakil rakyat.

5. Pemilu adalah kondisi yang diperlukan bagi demokrasi.

6. Pemilu harus mencerminkan kehendak rakyat dan mengintegrasikan warga negara ke dalam proses politik serta melegitimasi dan mengontrol kekuasaan pemerintahan.

7. Kekuasaan cenderung disalahgunakan apabila tidak ada kontrol dari rakyat (Lord Acton : power tends to corrupt absolut power corrupt absolutely).

8. Pemilu adalah salah satu bentuk kontrol rakyat terhadap kekuasaan pemerintahan, dimana pergantian kekuasaan pemerintahan dilaksanakan atas kehendak rakyat melalui Pemilu.

(44)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 42 LEMBAR KERJA 9

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!

1. Jelaskan apa yang dimaksud PEMILU!

...

...

...

2. Apa yang dimaksud dengan Demokrasi Pancasila?

...

...

...

3. Sebutkan Azas atau prinsip utama Demokrasi Pancasila!

...

...

...

4. Sebutkan apa saja hubungan Demokrasi dengan Pemilu!

...

...

...

5. Sebutkan hal-hal apa saja yang berkaitan dengan Musyawarah mufakat!

...

...

...

NILAI PARAF dan

TANGGAL

(45)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 43

TAHAP PENGENALAN

ASAS – ASAS PEMILU

Pelaksanaan Pemilu di Indonesia menganut asas Luber yang merupakan singkatan dari Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia. Asas Luber sudah ada sejak zaman Orde Baru.

Kemudian di era reformasi berkembang pula asas Jurdil yang merupakan singkatan dari Jujur dan Adil.

Adapun yang dimaksud dengan asas Luber dan Jurdil dalam Pemilu menurut Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum anggota DPR, DPD dan DPRD, asas Pemilu meliputi:

 Langsung, artinya rakyat pemilih mempunyai hak untuk secara langsung memberikan suaranya sesuai dengan kehendak hati nuraninya tanpa perantara.

 Umum, artinya semua WN yang telah berusia 17 tahun atau telah menikah berhak untuk ikut memilih dan telah berusia 21 tahun berhak di pilih dengan tanpa ada diskriminasi (pengecualian).

 Bebas, artinya rakyat pemilih berhak memilih menurut hati nuraninya tanpa adanya pengaruh, tekanan atau paksaan dari siapapun/dengan apapun.

 Rahasia, artinya rakyat pemilih dijamin oleh peraturan tidak akan diketahui oleh pihak siapapun dan dengan jalan apapun siapa yang dipilihnya atau kepada siapa suaranya diberikan (secret ballot).

(46)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 44

 Jujur, dalam penyelenggaraan pemilu, penyelenggaraan pelaksana, pemerintah dan partai politik peserta pemilu, pengawas dan pemantau pemilu, termasuk pemilih, serta semua pihak yang terlibat secara tidak langsung, harus bersikap jujur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

 Adil, dalam penyelenggaraan pemilu setiap pemilihan dan partai politik peserta pemilu mendapat perlakuan yang sama serta bebas dari kecurangan pihak manapun.

Berikut contoh peta konsep

LEMBAR KERJA 10 Kerjakan tugas berikut!

Tugas: Membuat peta konsep tentang Asas Asas PEMILU semenarik mungkin!

(47)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 45

TAHAP PENGENALAN

PENYELENGGARA PEMILU

Penyelenggara Pemilu diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan Penyelenggara Pemilu adalah lembaga yang menyelenggarakan Pemilu yang terdiri atas Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu sebagai satu kesatuan fungsi Penyelenggaraan Pemilu untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah secara langsung oleh rakyat Berikut dijelaskan lembaga penyelenggara pemilu yaitu:

1. KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU)

Komisi Pemilihan Umum, selanjutnya disingkat KPU, adalah lembaga Penyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri yang bertugas melaksanakan Pemilu.

Jumlah anggota KPU sebanyak 7 orang;

Komisi Pemilihan Umum Provinsi, selanjutnya disingkat KPU Provinsi, adalah Penyelenggara Pemilu yang bertugas melaksanakan Pemilu di provinsi. Jumlah Anggota KPU Provinsi sebanyak 5 atau 7 Orang.

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, selanjutnya disingkat KPU Kabupaten/Kota, adalah Penyelenggara Pemilu yang bertugas melaksanakan Pemilu di Kabupaten/Kota. Jumlah Anggota KPU Kabupaten/Kota berjumlah 5 orang.

KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota bersifat hierarkis. Masa Keanggotaan KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota 5 tahun semenjak pengucapan sumpah/janji. Keberadaan KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota adalah tetap.

2. BADAN PENGAWAS PEMILU (BAWASLU)

Badan Pengawas Pemilu, selanjutnya disingkat Bawaslu, adalah lembaga penyelenggara Pemilu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jumlah Anggota Bawaslu RI adalah 5 Orang.

Badan Pengawas Pemilu Provinsi, selanjutnya disingkat Bawaslu Provinsi, adalah badan yang dibentuk oleh Bawaslu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah provinsi. Jumlah Anggota Bawaslu Provinsi adalah 5 -7 orang.

(48)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 46 Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota, selanjutnya disingkat Bawaslu Kabupaten/Kota, adalah badan dibentuk oleh Bawaslu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah kabupaten/kota. Jumlah anggota Panwaslu Kabupaten/Kota adalah 5 orang. Bawaslu bersifat tetap. Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan, selanjutnya disingkat Panwaslu Kecamatan, adalah panitia yang dibentuk oleh Panwaslu Kabupaten/Kota yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah kecamatan atau nama lain. Jumlah Anggota Panwascam 3 orang sifatnya adalah ad hoc. Pengawas Pemilu Lapangan adalah petugas yang dibentuk oleh Panwaslu Kecamatan yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di desa atau nama lain/kelurahan. Jumlah PPL adalah 1 orang dan paling banyak 5 orang. Pengawas Pemilu Luar Negeri adalah petugas yang dibentuk oleh Bawaslu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di luar negeri.

3. DKPP

.Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, selanjutnya disingkat DKPP, adalah lembaga yang bertugas menangani pelanggaran kode etik Penyelenggara Pemilu dan merupakan satu kesatuan fungsi penyelenggaraan Pemilu. DKPP bersifat tetap dan berkedudukan di Ibu Kota Negara. DKPP dibentuk paling lama dua bulan sejak Anggota KPU dan Bawaslu mengucapkan sumpah/janji. DKPP terdiri dari 7 orang:

unsur KPU, Bawaslu, DPR, dan dari pemerintah.

(49)

PEMILU OSIS AJANG BELAJAR DEMOKRASI 47 LEMBAR KERJA 11

Kerjakan soal soal dibawah ini dengan benar!

1. Sebutkan siapa saja penyelenggara Pemilu yang kalian ketahui!

...

...

...

2. Jelaskan apa yang dimaksud KPU beserta tugasnya!

...

...

...

3. Jelaskan apa saja yang dimaksud BAWASLU beserta tugasnya!

...

...

...

4. Jelaskan apa yang dimaksud DKPP beserta tugasnya!

...

...

...

5. Sebutkan bunyi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Penyelenggara Pemilu!

...

...

...

NILAI PARAF dan

TANGGAL

Referensi

Dokumen terkait

Hasil perbaikan pada tahap ini berupa Hasil kevalidan pengembangan modul berbasis problem based learning pada tema 7, subtema 1 keragaman suku bangsa dan agama di negeriku kelas IV